Orang
bisa menjadi kalut, sedih, murung hanya karena tidak memiliki penghargaan
terhadap diri. Milikilah penghargaan diri, niscaya Anda akan menjadi pribadi
yang menyenangkan dan menenteramkan lingkungan Anda. Pemahaman diri yang salah dan kurang tepat
sering membuat kita sulit berperan demikian. Maka marilah kita lihat cara
mengatasi rendah diri:
a.
Punya Talenta, semua orang telah dianugerahi dengan kemampuan masing-masing. Jangan
melihat kemampuan orang lain dengan berlebihan, namun temukan, sadari, tanamkan
dalam diri Anda dengan penuh keyakinan bahwa Anda juga memiliki apa yang tidak
dimiliki orang lain. Pribadi yang melihat kemampuan orang lain dengan penuh
kekaguman akan melemahkan penghargaan diri. Tanamkan dalam-dalam bahwa Anda itu
unik dan diciptakan mulia.
b.
Jauhkan, ketika menyaksikan nilai lebih orang lain, dan dalam benak Anda datang dan
mulai menjalar sikap kecil, minder, dan mulai lupa bagian (a) di atas,
singkirkan, jauhkan, dan paksa untuk dihapuskan dari pemikiran dan persaan
kecil itu.
c.
Hambatan, hambatan dalam kehidupan merupakan hal yang wajar dan alamiah, bangun
kepercayaan diri untuk menilai hambatan sebagai hal yang wajar dan akan
memberikan jalan keluarnya sendiri. Ubah hambatan menjadi peluang untuk
bertumbuh dan berkembang lebih jauh. Jangan sampai hambatan tersebut mengikat,
memenjara tumbuh kembang Anda lebih jauh. Tidak ada masalah tanpa jalan keluar.
Setiap persoalan sudah mengandung jalan keluarnya sendiri.
d.
Takjub, jangan pernah menilai orang dengan luar biasa, takjub, gumunan (Jawa), semua orang memiliki
keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Anda juga memiliki keunggulan. Anda
diciptakan unik dan tiada duanya. Takjub boleh asal tidak menjadikan Anda
berkecil hati. Harus menjadi motivasi dan melecut diri menjadi lebih baik lagi.
e.
Tanamkan, apa yang diulang-ulang, akan memberikan efek sugestif, bahwa Anda akan
mampu menjadi seperti yang Anda ungkapkan. Ungkapan “Jika Tuhan di pihakku,
siapa yang akan mempu melawan aku?” Ungkapkan ini dengan penuh iman dan
kepercayaan sehingga menjadikan Anda memiliki kekuatan untuk menyingkirkan
kekerdilan diri.
f.
Mengerti, gali dan carilah alasannya mengapa Anda merasa kecil, rendah diri, merasa
tidak baik dan sejenisnya. Temukan alasannya dan mengertilah dengan baik.
Pengertian dan mengetahui alasan mengapa memiliki perasaan kecil akan membantu
Anda menjadi kuat. Kekhawatiran Anda akan mampu Anda atasi dan selesaikan
dengan lebih baik. Seperti orang sakit dan menemukan penyebabnya, obat yang
diberikan akan tepat guna dan memberikan kesembuhan.
g.
Dampingi, pribadi yang lemah, kecil, rendah diri, dan kerdil biasanya butuh
pendampingan. Kalau Anda sebagai pribadi yang mampu berikan pundak dan bahu
Anda untuk membantunya. meringankan beban untuk mengatasi persoalannya.
Bantulah dia mengenali sebab perasaan kecilnya, tanamkan dalam dirinya bahwa
dia memiliki kemampuan dan keunggulan yang tidak dimiliki orang lain. Ajari
untuk semakin banyak menemukan kebaikan dalam dirinya meskipun sulit dan baru
yang kecil saja.
Kalau
Anda yang merasa kecil, berusahalah untuk mencari rekan dan teman untuk
menguraikan persoalan Anda. Berbagi akan memperbaiki keadaan dan mengurangi
diri yang kecil.
h.
Nilai diri dengan lebih, budaya timur sering mengedepankan ewuh, kalau mengatakan kemampuannya.
Bahkan sering dinilai sombong. Padahal bukan, sombong itu kalau tidak sesuai
dengan kenyataan. Hardikan, cemoohan, dan kata-kata buruk menjadikan kita
kerdil. Kita seperti kucing yang kedinginan sehingga tidur meringkuk. Pribadi
yang besar harus berani memiliki keyakinan diri yang besar. Kejujuran dan keterbukaan
sungguh membantu Anda untuk mendapatkan penilaian dan penghargaan Anda seperti
apa adanya Anda. Tidak perlu terpengaruh penilaian orang lain dan lingkungan.
Lingkungan dan orang lain, sudah pada dasarnya senang milihat orang itu
menderita.
i.
Rohani, orang yang kecil, biasanya juga memiliki kehidupan rohani yang rendah.
Kembangkan hidup rohani Anda, warnai hidup Anda dengan rasa syukur. Rasa
sunggut-sunggut, merasa selalu kurang perlu dibuang dan digantikan dengan rasa
Syukur.
j.
Rekan, tahukan Anda, bahwa Tuhan selalu ada di
sisi Anda? Yakini bahwa Anda tidak sendirian, Anda selalu memiliki rekan yang
amat sangat setia yaitu DIA sendiri.