Sabtu, 06 September 2014

Penghargaan Diri



Orang bisa menjadi kalut, sedih, murung hanya karena tidak memiliki penghargaan terhadap diri. Milikilah penghargaan diri, niscaya Anda akan menjadi pribadi yang menyenangkan dan menenteramkan lingkungan Anda.  Pemahaman diri yang salah dan kurang tepat sering membuat kita sulit berperan demikian. Maka marilah kita lihat cara mengatasi rendah diri:
a.     Punya Talenta, semua orang telah dianugerahi dengan kemampuan masing-masing. Jangan melihat kemampuan orang lain dengan berlebihan, namun temukan, sadari, tanamkan dalam diri Anda dengan penuh keyakinan bahwa Anda juga memiliki apa yang tidak dimiliki orang lain. Pribadi yang melihat kemampuan orang lain dengan penuh kekaguman akan melemahkan penghargaan diri. Tanamkan dalam-dalam bahwa Anda itu unik dan diciptakan mulia.
b.     Jauhkan, ketika menyaksikan nilai lebih orang lain, dan dalam benak Anda datang dan mulai menjalar sikap kecil, minder, dan mulai lupa bagian (a) di atas, singkirkan, jauhkan, dan paksa untuk dihapuskan dari pemikiran dan persaan kecil itu.
c.      Hambatan, hambatan dalam kehidupan merupakan hal yang wajar dan alamiah, bangun kepercayaan diri untuk menilai hambatan sebagai hal yang wajar dan akan memberikan jalan keluarnya sendiri. Ubah hambatan menjadi peluang untuk bertumbuh dan berkembang lebih jauh. Jangan sampai hambatan tersebut mengikat, memenjara tumbuh kembang Anda lebih jauh. Tidak ada masalah tanpa jalan keluar. Setiap persoalan sudah mengandung jalan keluarnya sendiri.
d.     Takjub, jangan pernah menilai orang dengan luar biasa, takjub, gumunan (Jawa), semua orang memiliki keunggulan dan kelemahannya masing-masing. Anda juga memiliki keunggulan. Anda diciptakan unik dan tiada duanya. Takjub boleh asal tidak menjadikan Anda berkecil hati. Harus menjadi motivasi dan melecut diri menjadi lebih baik lagi.
e.     Tanamkan, apa yang diulang-ulang, akan memberikan efek sugestif, bahwa Anda akan mampu menjadi seperti yang Anda ungkapkan. Ungkapan “Jika Tuhan di pihakku, siapa yang akan mempu melawan aku?” Ungkapkan ini dengan penuh iman dan kepercayaan sehingga menjadikan Anda memiliki kekuatan untuk menyingkirkan kekerdilan diri.
f.      Mengerti, gali dan carilah alasannya mengapa Anda merasa kecil, rendah diri, merasa tidak baik dan sejenisnya. Temukan alasannya dan mengertilah dengan baik. Pengertian dan mengetahui alasan mengapa memiliki perasaan kecil akan membantu Anda menjadi kuat. Kekhawatiran Anda akan mampu Anda atasi dan selesaikan dengan lebih baik. Seperti orang sakit dan menemukan penyebabnya, obat yang diberikan akan tepat guna dan memberikan kesembuhan.
g.     Dampingi, pribadi yang lemah, kecil, rendah diri, dan kerdil biasanya butuh pendampingan. Kalau Anda sebagai pribadi yang mampu berikan pundak dan bahu Anda untuk membantunya. meringankan beban untuk mengatasi persoalannya. Bantulah dia mengenali sebab perasaan kecilnya, tanamkan dalam dirinya bahwa dia memiliki kemampuan dan keunggulan yang tidak dimiliki orang lain. Ajari untuk semakin banyak menemukan kebaikan dalam dirinya meskipun sulit dan baru yang kecil saja.
Kalau Anda yang merasa kecil, berusahalah untuk mencari rekan dan teman untuk menguraikan persoalan Anda. Berbagi akan memperbaiki keadaan dan mengurangi diri yang kecil.
h.     Nilai diri dengan lebih, budaya timur sering mengedepankan ewuh, kalau mengatakan kemampuannya. Bahkan sering dinilai sombong. Padahal bukan, sombong itu kalau tidak sesuai dengan kenyataan. Hardikan, cemoohan, dan kata-kata buruk menjadikan kita kerdil. Kita seperti kucing yang kedinginan sehingga tidur meringkuk. Pribadi yang besar harus berani memiliki keyakinan diri yang besar. Kejujuran dan keterbukaan sungguh membantu Anda untuk mendapatkan penilaian dan penghargaan Anda seperti apa adanya Anda. Tidak perlu terpengaruh penilaian orang lain dan lingkungan. Lingkungan dan orang lain, sudah pada dasarnya senang milihat orang itu menderita.
i.       Rohani, orang yang kecil, biasanya juga memiliki kehidupan rohani yang rendah. Kembangkan hidup rohani Anda, warnai hidup Anda dengan rasa syukur. Rasa sunggut-sunggut, merasa selalu kurang perlu dibuang dan digantikan dengan rasa Syukur.

j.      Rekan, tahukan Anda, bahwa Tuhan selalu ada di sisi Anda? Yakini bahwa Anda tidak sendirian, Anda selalu memiliki rekan yang amat sangat setia yaitu DIA sendiri.