Jumat, 28 Februari 2014

Jujur itu wajar, alamiah, dan manusiawi

Jujur Itu Hebat????????????


Kamus Besar Bahasa Indonesia, mendefinisikan Jujur sebagai, lurus hati, tidak berbuat curang, tidak berbohong, tulus, iklas. Berarti bahwa sudah semestinya jujur, lurus hati, tulus,  iklas itu bukan hal yang di luar diri, yang luar biasa, namun alamiah, sudah seharusnya, semestinya, dan bukan perjuangan yang luar biasa, karena sudah melekat dan ada di dalam diri insani.
Bagaimana hal yang adiluhung tersebut malah menjadi barang mahal, langka, dan luar biasa. Lihat, iklan menyajikan kejujuran itu sebagai wani piro? Iklan yang menggelitik sebenarnya, bahwa kejujuran dapat ditukar dengan uang. Jujur dapat dibeli, kalau ketahuan akan dijawab dengan sudah sesuai prosedur. Meski prosedur tersebut merugikan pihak lain. Nuansa lurus hati dan tulus tidak ada karena prosedur tersebut menjadikan yang bengkok hatinya, yang tidak tulus, dapat menjadi seolah-olah jujur.
Jargon aneh juga, JUJUR HEBAT. Tuhan menciptakan manusia baik adanya, bahkan seluruh ciptaan adalah baik adanya. Kejujuran berarti menjadi bagian tak terpisahkan dalam diri manusia. Dosa menjadikan manusia terputus kesatuan cintanya dengan Sang Khalik. Hal ini membuat manusia jatuh ke dalam jurang maut dosa. Salah satunya adalah JUJUR. Jujur menjauh dari manusia. Hebat berarti sangat luar biasa. Sudah sedemikian buruknya kah jujur itu luar biasa?

Perlu revisi berfikir, bertindak, dan berbuat bangsa ini, sehingga bukan justru mendoakan yang buruk. Jujur itu wajar, jujur itu biasa? Mengapa justru seperti nun jauh di luar planet yang harus dimiliki anak negeri ini?  Masih banyak orang tulus, orang lurus hati, yang perlu digaungkan, sehingga meniup aura gelap yang seperti justru dipanggil dan diciptakan. Kegelapan bukan perlu terang, bukan membesarkan kegelapan itu sendiri.

Jumat Keramat suatu Ironi

Jumat Keramat Ala KPK, Prestasi atau Ironi?

TV dan media massa lainya bersemangat kalau menjelang hari Jumat, apalagi kalau KPK memanggil tersangka korupsi, dan itu orang “besar”. Para pewarta sudah mengandaikan akan ada berita menarik tersaji. Jumat Keramat bagi awak media, dan Jumat Keramas bagi Anas, karena kena timpuk telor.
Ironi menyedihkan sebetulnya, kalau setiap hari Jumat yang sakral itu dibumbui dengan penahanan tersangka baru dalam kasus korupsi. Tahun 1945, ketika memerdekakan bangsa ini, memilih hari Jumat tentu dengan pertimbangan kesakralan hari ini, yang begitu banyak diwarnai dan dimaknai dengan ibadat oleh mayoritas bangsa. Rakyat berbangga dan berbahagian kemudian sujud syukur bersama. Jumat benar-benar bermakna luhur.
Sejenak kita renungkan, sebenarnya apa bangganya, kalau KPK menahan tersangka korupsi hari Jumat? Bukankah malah menodai kesakralan hari Jumat tersebut. Apalagi, kronologinya, salat Jumat, pemeriksaan, penahanan, dan ada sedikit bincang-bincang yang hampir semua membantah perbuatannya. Lihat, betapa memilukan hari yang suci tersebut. Baru menyembah Allah kemudian menghujatnya dengan angkuh, arogan, dan tanpa rasa malu. Bahkan banyak yang tertawa-tawa, ada pula yang berlaku laiknya tahanan politik sekaliber Bung Karno, Bung Hatta, Nelson Mandella. Lho???????
Penahanan sejatinya bukan prestasi, namun ironi, karena semakin hari bukan semakin sedikit, senyatanya makin banyak pelaku dan nilai korupsi yang terjadi. Penahanan sepertinya menjadi “kebanggaan” bagi pelaku korup yang sudah tidak dianggap “memalukan”.
Akan menjadi kebanggaan dan benar-benar kebanggaan, kebanggaan sejati, kalau setelah salat Jumat, para koruptor itu datang ke KPK dan menyatakan mohon maaf dan menggembalikan hasil perbuatan korupnya tersebut, dan meminta ditahan karena sudah berlaku curang terhadap bangsa dan negara ini.
Keramat, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan sebagai suci, bisa memberikan sesuatu yang diluar batas manusia. Mari bersama-sama berdoa semoga Jumat benar-benar menjadi keramat yang sejati sehingga banyak koruptor dan penjahat di negara ini bertobat dan menyerahkan diri dengan suka rela dan bangsa ini keluar dari kemiskinan dan ketidakadilan di hari Jumat, bukan bertanya-tanya dan dinanti-nantikan siapa lagi  yang akan ditahan?


Selasa, 25 Februari 2014

Bullying

Korban dan Pelaku Bully Di Sekolah
Suatu hari, teman bertanya bagaimana mengatasi bully. Membaca SMS tersebut saya terhenyak, karena yang bertanya ini seorang guru. Pertanyaan itu diajukan bukan untuk menyelesaikan persoalan di antara muridnya. Apa yang ditanyakan adalah untuk dirinya. Seorang guru yang merasa di-bully­. Pemikiran kembali mundur beberapa tahun kebelakang. Saat masih sama-sama kuliah. Rekan ini saat mahasiswa, memiliki fisik kurus, idealis dalam arti bahwa melaksanakan peraturan dengan ketat, tidak pernah meninggalkan jam kuliah sekalipun, kegiatan-kegiatan wajib juga selalu diikuti. Namanya mahasiswa, satu dua wajar kalau ada yang bolos dan main-main dengan peraturan. Dosen mempercayakan absen kepada rekan ini, pemilihan yang sangat-sangat rasional. Suatu hari, rekan lain yang populer bermasalah dengan pemegang absen. Satu absen dari rekan populer ini membuatnya tidak bisa ikut ujian dan konsekuensi panjang yang mengikuti. Apa yang terjadi? Rekan-rekan lain memihak kepada rekan yang populer dan mengintimidasi, dengan berbagai dalih dan alibi akhirnya si populer, lolos dari hukuman.
Sinetron yang memakai latar belakang cerita mengenai sekolah dan anak sekolah, hampir selalu menceritakan bully. Serombongan anak baik laki-laki ataupun gadis sedang mem-bully­ rekannya yang biasanya digambarkan cacat atau lemah, atau minder, pokoknya sangat tidak up to date. Banyak hal dilakukan mulai menyembunyikan tas, menjegal saat jalan. Kalau tokoh yang tidak terkenal ini melawan, akan dikeroyok dengan berbagai cara. Kembali pengalaman nyata, seorang rekan guru muda menjadi wali kelas. Kebetulan kelasnya memang kumpulan anak-anak berkebutuhan khusus. Suatu hari ada pertikaian antara grup yang satu dengan grup lainnya, pas dinasehati apa reaksi kelompok yang tidak terima? Persis adegan sinetron, di depan wali kelasnya membanting tas, dan main jambak pada “lawan”nya. Mata melotot, kacak pinggang, berjalan angkuh, mengeroyok, bahkan kelompok gadis ABG terhadap ABG laki-laki, anak ini penuh cakaran di sepanjang lengannya, hanya karena status di FB.
Bully, definisi dalam kosa kata bahasa Indonesia memang belum ada yang dengan tepat menerangkan artinya. Paling tidak, padan kata yang bisa digunakan dengan relatif mendekati dalam beberapa kata seperti penindasan, penintimidasian, pokoknya berkaitan dengan tindakan menguasai pihak lain.
Syarat suatu tindakan dikategorikan sebagai bully:
*      Ada ketimpangan kekuatan yang berkaitan: ada yang menindas biasanya memiliki kekuatan dan kemampuan yang tidak berimbang. Dari contoh di atas adalah ada ketidakseimbangan kekuatan dalam hal ini mengenai kepopuleran dan yang tidak populer. Berkelompok menghadapi pihak yang lebih kecil dengan mengeroyok. Ada dua pihak yang satu mampu menguasai pihak lain dengan berbagai cara.
*      Keinginan untuk menciderai: bullying tidak mengenal istilah kecelakaan, kekeliruan, tidak sengaja dalam menindas, mencelakai, ataupun mengucilkan. Kepedihan yang ditimbulkan baik emosional ataupun fisik, menimbulkan kepuasan dari pihak pelaku dan penderitaan pada korbannya
*      Ancaman agresi lebih lanjut: bullying  bukan sebatas tindakan sekali jaddi dan selesai, memiliki kecenderungan untuk diulang dan terus menerus.
*      Teror: dalam bullying  teror bukan sebagai sarana semata namun juga sebagai tujuan. Teror digunakan untuk mencengkeramkan dominasi pada pihak lain.
Perbincangan mengenai per-bully-an selama ini berkonsentrasi pada murid terhadap murid lain. Padahal tidak menutup kemungkinan bahwa antargurupun dapat terjadi bully.
Bukan hanya murid, guru pun bisa menjadi korban dan pelaku
Definisi lain menyatakan bahwa ada hasrat untuk menyakiti. Membuat pihak lain menderita. Memang dalam kalangan guru tidak akan sampai berantem atau tawuran sebagaimana para murid. Namun jangan salah, banyak contoh konkret dapat disebutkan, guru senior yang sudah terbiasa memegang kendali atas sekolah sekian lama dengan metodenya mengintimidasi guru muda yang baru datang. Idealisme guru muda yang fresh graduate bisa saja mengganggu kenyamanan para senior yang sekian lama telah mapan dengan zona mapannya. Banyak hal yang bisa dijadikan sarana untuk mem-bully guru muda, mulai terus-terusan dikritik kemampuan menguasai kelas, metode mengajarnya yang dikatakan tidak memuaskan murid dan orangtua murid dan banyak alasan yang digunakan untuk membuat tidak nyaman guru muda tetap bertahan. Ide-ide selalu saja digagalkan kalau tidak berasal dari kelompok mereka. Gangguan menggunakan banyak cara sehingga mengesankan guru muda tidak bisa mengajar.
Pelaku biasanya pernah jadi korban juga
Ilustrasi di atas menunjukkan bahwa bully bukan hanya semata terjadi dalam kalangan murid, namun gurupun dapat melakukan. Pelaku bullying biasanya juga pernah menjadi korban penindasan saat awal kehidupannya, baik saat usia sekolah awal ataupun lanjut. Bisa dibayangkan betapa menakutkannya kalau mahasiswa keguruan menjadi pelaku apalagi korban bullying. Korban relatif tidak menjadi persoalan kalau sudah menerima itu dan berusaha untuk memperbaiki dirinya sehingga tidak balas dendam kepada muridnya. Menjadi persoalan adalah para pelaku bullying ini, bagaimana jadinya guru merupakan pelaku bullying  saat menjadi guru dan ketika ada tindakan bullying dia akan dendam dan melampiaskan kepada para murid. Saat berkonflik dengan guru lain akan berkepanjangan pertikaiannya.


Kesuksesan....

KESUKSESAN...
Suatu hari, tengah malam, ada seorang rekan menghubungi. Dia ini baru saja mengikuti kegiatan pembekalan kegiatan kegerejaan.Saat pertemuan dia bertemu dengan rekan-rekan dulu saat mahasiswa. Reuni kecil dalam suasana yang tidak terduga, saat ada komentar seorang aktivis Gereja senior,”Mas, ini semua teman satu angkatan ya, dan semua sukses tinggal, sampeyan yang belum sukses,” kata bapak tersebut dengan lugunya. Memang rekan-rekan yang bertemu itu, ada yang sudah pegawai negeri sipil, dan dosen di almamater. Semua sudah berkeluarga. Penampilan tentu lebih terjaga dan kelihatan lebih “sukses.”
Dalam perjumpaan tersebut jadi teringat salah satu rekan yang harusnya ikut juga, namun entah mengapa tidak hadir. Bincang-bincang, sana kemari, akhirnya diketahui alasan teman ini tidak datang karena memang hidup berkeluarganya kurang harmonis, maka tidak dapat aktif di Gereja. Mungkin sungkan atau malu.
Rekan yang dikatakan bapak belum sukses tadi, pulang langsung menghubungi teman-temannya untuk berupaya bagaimana baiknya bagi teman yang sedang kurang beruntung dalam kehidupan berkeluarga tersebut. Dia mengatakan rekan-rekannya yang dilabeli “sukses” tersebut telah menyatakan tidak dapat berbuat apa-apa. Dan teman yang belum sukses ini mengatakan,”Lha teman-teman, yang pinter saja malah mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa.”
Label sukses oleh bapak aktivis senior, mungkin dalam penampilan dan label pekerjaannya, diamini rekan  yang belum ‘sukses ‘tersebut, karena memang saat kuliah mereka lebih pinter dalam hal Indeks Prestasi. Aplikasi akan ‘kesuksesan’ baik dalam pekerjaan atau pendidikan dahulu, ternyata belum teraplikasi dalam kehidupan nyata.  

Mana yang sukses? Apakah rekan yang pekerjaan masih belum tetap, tetapi memikirkan nasib rekannya yang lebih buruk, walaupun saat studi dulu secara indeks prestasi tidak tinggi? Ataukah rekan yang indeks prestasi paling tinggi di tingkatnya, kemudian pekerjaan mentereng tersebut, namun melihat dan mendengar rekannya masih dalam perjuangan hanya mengangkat tangan dan mengatakan tidak bisa berbuat apa-apa? 

Kata-Kata Penumbuh Semangat Ala Susy

Saat masih bernafas, bersiaplah memilih!!!
Keberanian mengambil keputusan adalah kualitas
Ketekunan dalam menjalani pilihan dengan setia suatu rahmat
Berdoa bukan memohon kemudahan, mohonlah kekuatan dalam menghadapi kesulitan
Kegagalan bukan akhir segalanya, segalanya berakhir tanpa usaha
Merangkak lebih bermakna dibanding meratapi nasib
Masa lalu adalah sejarah, masa depan suatu misteri, hari inilah hadiah terindah
Bangun dan berjalan jauh berarti daripada meratapi rasa malu ketika jatuh
Malu hanya sekejab  menguasai seluruh hidup orang pesimis
Orang optimis mengubah malu menjadi mau
Malam tidak selamanya kelam, siang tidak selamanya terang
Malam masih ada rembulan yang memberikan secercah sinar...
Siang kadang terselimuti awan....yakinlah ada mentari di balik awan
Semangat pagi membawa berkat...
Senja hari memiliki keindahannya sendiri...  
Keindahan  itu pilihan...hidup indah karena perbedaan
Berusaha  tugas manusia, Tuhanlah yang menggenapkannya
Damai sejahtera harta orang percaya,
Kaya boleh, sederhana pun benar, berani berbagi itu kualitas
Lumpurpun memberikan keindahan.....
Kamu tidak akan dibiarkan-Nya sendirian....
Hidup penuh makna bagi sesama
Maknailah hidupmu sebelum kubur mengahalangi impianmu...
Impikanlah yang terbaik dalam hidupmu dan dapatkan itu!!
Orang hidup berani bermimpi....
Bermimpi saja takut, mati di dalam hidup
Tuhan melihat hatimu, manusia menilai hartamu....
Harta melimpah suatu berkat...kesederhanaan pun rahmat
Ribuan langkah pasti diawali dari langkah pertama
Ingatlah langkahmu pertama kali...
Setiap orang merasakan merangkak....penuh keraguan dan ketakutan, namun dilakukan...
Bekerja demi aktualisasi diri, upah konsekuensi....
Mati bagi manusia, tidur bagi Tuhan, apa yang kamu nilai belum tentu di mata Tuhan
Doakanlah orang yang paling ingin kamu lupakan....
Berdoalah bagi pribadi yang paling menyakitimu.....
Mincintai orang yang mengasihimu itu manusiawi, mencintai orang yang memusuhimu itu adikodrati
Tinggikanlah yang lain terlebih dahulu, kamu akan ikut terangkat
Perjuangkanlah yang terbaik dalam hidupmu, akan kamu dapatkan itu
Nyakalah harapan seperti petir yang menyambar
Ribuan langkah tidak akan terjadi tanpa langkah pertama
Berilah maka kamu akan mendapatkan
Awali harimu dengan suka cita
Tersenyum di dalam duka, bersyukur waktu sukacita
Sukacita awal hari memberi warna sepanjang hari
Singkirkan awan di wajahmu
Jelek penuh syukur, cakep memuliakan Tuhan
Sediakan bahumu untuk menopang yang lemah
Kamu diberikan dua telinga untuk mendengarkan....
Tertawalah bersama yang bersukacita, hiburlah yang sedih, damaikanlah yang bertengkar...
Jadilah pribadi yang menarik orang merasa nyaman dengan dirimu...
Orang sukses berani gagal, orang takut gagal tidak akan pernah sukses
Pujian melenakan, kritikan membangun....
Carilah maka akan kau dapatkan, mintalah kamu akan diberi, ketuklah pintu terbuka untukmu

Kebahagiaan diciptakan bukan dicari

Senin, 24 Februari 2014

Kejahatan karena kesempatan?

Kejahatan Karena Ada Kesempatan...
Frase yang kelihatannya benar dan tidak ada persoalan yang memberikan masukan agar orang hati-hati. Jargon yang ditenarkan oleh Bang Napi di sebuah acara TV mengenai kriminalitas. “Waspadalah....” dan seterusnya. Kejahatan hadir karena adanya kesempatan, benar atau tidak?
Saya berani mengatakan SALAH. Kejahatan ada kesempatan ataupun tidak, tidak perlu terjadi kalau orang menghargai orang lain dan miliknya. Inilah bangsa yang sakit. Kejahatan dikemas sedemikian rupa, malah seolah-olah orang lain yang tidak berhati-hati.
Kejahatan keluar dari hati, berarti niat orang tersebut. Kesempatan menjadi pemicu, bukan justru menjadi sebab. Salah besar kalau kesempatan itu dibesar-besarkan menjadi sebab, karena sejatinya adalah akibat. Akibat aku rakus, akibat aku ingin memiliki milik orang lain, niatku muncul untuk maling, untuk menipu. Saya mengalami pendidikan kalau ujian tidak pernah ditunggui, dan tidak pernah ada yang mencontek, karena kejujuran dan hati nurani benar-benar dijaga. Kalau jargon kejahatan karena kesempatan, kesempatan saat kami ujian begitu luas, mengapa kami tidak mencontek? Karena kami memiliki hati dan nurani yang tidak ingin kami nodai dengan tindakan nista.
Hal ini kembali ke permukaan memori, saat ada petugas, entah benar resmi atau tidak, melakukan pengecekan tabung gas, di rumah orang tua. Petugas itu mengatakan adanya penipuan, karena adanya kesempatan bukan karena niat.....

Duuuh bangsaku, mengapa kejahatan bisa dikemas seolah-olah justru orang lain yang tidak hati-hati??? Mari kita renungkan? 

Kamis, 20 Februari 2014

Pembelajaran Berimbang dan Obyektif

Pembelajaran Berimbang dan Obyektif


Bangsa Indonesia patut bersyukur atas limpahan berkat yang tiada tara. Negara ini sebenarnya kaya akan alam yang melimpah. Samudera yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, gunung baik api ataupun mati, membentang dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua, Maluku, Sulawasi, dan cuma Kalimantan yang tidak memilikinya. Melihat  pemberitaan  berbagai media saat ini, kurang menyajikan pendidikan akan bencana. Rakyat sepertinya hanya disugguhi bahwa berkat itu menjadi kutuk semata. Letusan gunung berapi yang bertubi-tubi. Laut yang berpotensi tsunami.
Negara sungguh abai akan hal ini. Kesalahan negara paling saya ingat adalah gerhana matahari total sekitar awal delapan puluhan. Fenomena alam yang sangat, sangat langka, karena seabad sekali baru akan terjadi. Pembelajaran dan terbitan-terbitan negara bernuansa negatif dan menakut-nakuti, sayang sekali padahal di negara lain, fenomena itu dijual dan wisata yang amat mahal, dengan menggunakan penerbangan tentunya menghasilkan devisa mulai hotel, pesawat, kuliner, dan banyak sekali yang bisa mendapatkan keuntungan. Lha malah kebutaan yang dikedepankan ketika itu melintasi negara ini. Memang kebutaan akan membahayakan bagi yang kurang berpengalaman dan minim pengetahuan. Mengapa tidak diinformasikan menikmati gerhana matahari total dengan aman.
Gunung meletus, banjir sebenarnya menjadi bagian rutin dari kehidupan Bangsa Indonesia, mengapa selalu saja seperti tergagap-gagap, ketika terjadi semua terkejut dan tergopoh-gopoh untuk menyelamatkan diri dan berfikir untuk banyak hal. Ironis sekali saat banjir sudah surut, letusan gunung berangsur menurun semua lupa akan ide-ide cemerlang yang ada. Berkat akan menjadi kutuk kalau dihadapi dan disikapi dengan negatif dan tergopoh-gopoh. Kutuk akan menjadi berkat kalau dapat diterima dengan pemikiran yang positif.
Pola pikir dan penerimaan benar-benar perlu dikembangkan agar menjadi bangsa yang penuh syukur, bukan dalam wacana namun tindak nyata dan membangun bangsa ini penuh optimisme.  Optimisme perlu dibangun dan dibentuk. Sekian lama kita direpresi menjadi bangsa yang pesimis dan ketakutan dengan banyak hal yang tidak jelas.



Kesetiaan Ala Operator

KESETIAAN ALA  OPERATOR  TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA

Operator-operator di Indonesia memberikan iming-iming hadiah yang luar biasa kepada pembeli baru. Pelaku bisnis telekomunikasi memberikan kata pelanggan untuk pembelinya. Para ABG membeli nomer habis bonus dibuang dan membeli kartu baru, menjadi dua pelanggan bagi operator. Pelanggan orang yang membeli (menggunakan dsb) barang (surat kabar dsb) secara tetap. Kamus Besar Bahasa Inonesia memberikan definisi ada syarat tetap dalam kata pelanggan.  Operator mungkin mau mengikat pembeli atau konsumen sebagai pelanggan.
Kesetiaan mengadaikan lama dan selalu sama. Seperti di dalam perkawinan, suami dan istri yang satu dan tidak berganti-ganti adalah suami atau istri yang setia. Kalau kesetiaan itu teruji layak mendapatkan hadiah atau reward. Akan didapat kalau kesetiaan yang nyata dan terbukti. Bukti nyata itu adalah waktu yang bisa membuktikan. Layak atau tidak mendapat hadiah.
Fenomena yang aneh dan berbeda adalah di Indonesia oleh para operator, tidak ada hadiah, reward  bagi pelanggan. Pemakai lama tidak pernah ada hadiah, bonus, bahkan kadang kenaikan tarif untuk mendapatkan bonus berubah-ubah tanpa pemberitahuan. Untuk pembeli baru justru bonus itu selalu baru, banyak, dan menjanjikan.
Beaya murah, banyak bonus, banyak pilihan dan fasilitas justru untuk pembeli baru. Pelanggan lama selalu saja sama, mahal, bonus jarang-jarang.
Menjadi tidak aneh kalau banyak orang mencari pasangan muda dan lebih dimanja, karena ada contoh yang nyata seperti operator telekomunikasi. Kesetiaan macam apakah yang kita  hidupi, sepeerti operator telekomunikasi atau kesetiaan konvensional?


Para Kurawa

KURAWA SEDANG MENGEMUKA DI NEGARA INI...

Lagi, Mbah Rono Meluruskan Istilah "Lahar Dingin" Lewat Facebook, ini adalah berita yang dimuat oleh Kompas,
Rabu, 19 Februari 2014 | 11:20 WIB, merupakan sebuah kebenaran, banyak kesalahan yang perlu diluruskan. Saat kebenaran tidak didengarkan, malah mendapat tanggapan seperti ini? Semua saya copy paste dari Kompas.com, Kamis, 20 Februari 2014, 6:33
LAHAR DINGIN, DARI DULU JUGA LAHAR DINGIN, kok aneh baru kali ini disebut LAHAR HUJAN, nanti ada lahar badai, lahar gerimis, lahar salju, ............ aya aya wae
Mau istilah apa saja ya sah, ini bukan kajian ilmiah. Yg penting orangnya faham, lebih2 di FB, ya saja ganti ea, aku diganti q dst. Udut riyen mBah Rono.
Bukan hendak mendeskreditkan para komentator, hanya menunjukkan betapa bangsa ini sedang sakit akut, sehingga kesalahan dan kekeliruan yang mau diluruskan malah mendapatkan hujatan. Tentu semua orang akan sepakat sebagai orang beriman dan beragama pernah belajar mengenai Kitab-Kitab Suci, apapun agamanya. Setiap masa Nabi-Nabi besar siapapun itu diutus dan dikirim untuk menyadarkan suatu masa dan massa mesti ditolak.
Kalau boleh mengambil cermin dari dunia pewayangan, Para Kurawa, selalu saja diberi nasehat baik, selalu saja ditolak. Contoh lain ketika menjelang pemilu 2009, sebagian besar bangsa ini menyatakan pasti Pak Beye akan menjadi pemenang pemilu plus pemenang pilpres, bahkan dengan sombongnya menyatakan dipasangkan dengan sandal jepit saja tidak akan ada yang dapat mengalahkannya. Sekarang, coba dilihat dan disimak, bahkan kelompok pendukung SBY, tidak lagi pakai Pak atau Bapak, seperti menyebut pelaku kriminal teriak lantang sekali semua kisruh kalau SBY diganti. Bukan pendukung parpol apapun, hanya ingin menunjukkan contoh nyata, PDIP yang memilih tidak mendukungpun justru tidak pernah seperti itu.
Kurawa-Kurawa abad XXI sudah menjadi darah daging bagi bangsa ini, terutama para pejabat, dan itu menjadi contoh dan teladan bagi rakyat jelata yang bingung menghadapi hidup diberi sajian keteladan buruk, sehingga mudah mendarah daging di sanubari rakyat. Kebenaran adalah kebenaran, beda pendapat hal biasa, kaji dan terima dengan kepala dan hati dingin sehingga tidak akan menghasilkan hujat dan cela. Sudah salah teriak merasa paling benar ketika diberi tahu kesalahannya seperti bisul kena sentuh.


Rabu, 19 Februari 2014

Malam.....



Hidup itu pilihan


motivasi awal hari

Pejabat atau Penjajah

Pemimpin Bangsa Berdaulat atau Penjajah Di Negeri Sendiri??

Bagi orang Jakarta mungkin sama sekali tidak akan heran dengan iring-iringan pejabat baik menteri, presiden, ataupun pejabat lainnya. Saat ini banyak pejabat menggunakan pengawalan dan sirine bahkan masuk desa dan berjalan di tengah-tengah sawah sekalipun.Esensi pengawalan adalah demi keamanan yang dikawal, agar selamat tidak kurang suatu apapun. Protokoler memang penting dan tidak salah. Perlu diperhatikan adalah ini penguasa, sebenarnya istilah penguasa  tidak lah tepat untuk pemimpin bangsa ini, namun melihat gaya dan sepak terjangnya memang lebih pas sebagai penguasa bukan pemimpin. Penguasa adalah pejabat, dan rakyat yang dikuasai.
Lihat saja gaya berkendara di jalan raya, mulai raja kecil bupati/walikota ke atas kebanyakan demikian. Semua kendaraan diminta bahkan dipaksa minggir bahkan dipukul kalau berkeras untuk tidak minggir. Pemimpin harusnya memberi keteladanan paling tidak berlalu lintas dengan tidak melanggar peraturan lalu lintas, lha ini malah berjalan di sisi yang berlawanan. Semua harus memberi fasilitas dan kemudahan. Rombongan yang ada padahal tidak sedikit, namun bermobil-mobil dan setiap mobilnya paling diisi, dua atau tiga orang. Banyak yang dipertontonkan sebagai ironi. Kemacetan karena rombongan, berlalu lintas seenaknya bahkan jalur yang lain, berombongan dengan banyak mobil yang kosong, berapa saja BBM yang harus dikeluarkan berkaitan dengan bahan bakar yang makin langka dan penghormatan terhadap alam atas penggunaan minyak sebagai bahan bakar, dan polusi yang ditimbulkan.
Menjengkelkan lagi ialah satu mobil dengan sirine meraung-raung minta jalan. Dan jelas-jelas bukan mengawal, karena hanya sendirian. Banyak alasan atau pemikiran yang terlintas di benak orang yang menyaksikannya, jangan-jangan mau berangkat kerja dimarahi istrinya, dan takut terlambat sampai kantor menggunakan fasilitas sirine? Bisa juga pemikiran lain, karena semalam begadang atau mabuk, bangun kesiangan dan meraung-raung minta jalan untuk cepat sampai kantor.
Suatu hari di perlintasan kereta api dijaga oleh polisi dan ada truk polisi yang parkir di sana. Banyak  orang bertanya-tanya ada apa? Polisi dengan senjata laras panjang, dan banyak lagi yang sibuk mengatur lalu lintas juga tidak bisa memberitahukan keberadaan mereka. Setelah sekian lama, ada satu gerbong, hanya satu gerbong kereta api lewat. Gerbong putih melintas. Satu gerbong saja.
Ratu Belanda dahulu kalau datang ke Hindia, wajar kalau dengan pengawalan dan pengamanan yang super ketat, karena khawatir dan takut dilempar bambu runcing yang sudah diberi racun dari bangkai binatang. Bayangan kematian mengerikan yang akan diberikan oleh bangsa jajahannya. Atau Ratu Elisabet dari Inggris mengunjungi Malaya atau Australia, takut dilempar bumerang. Wajar karena di negeri jajahan dan di bawah kekuasaan mereka.

Kalau pejabat negeri berdaulat mengunjungi rakyatnya sendiri, bahkan cuma melintas mengapa harus begitu merepotkan. Melintas saja harus dikawal dan dibersihkan. Untung saja penguasa sini belum melarang rakyatnya menatap penguasanya. 

Tuhan VS Hantu

Takut Terhadap Tuhan Kalah Takut Berhadapan dengan Hantu

Takut terhadap Tuhan
Berhadapan dengan Tuhan dalam hal ini bukan berarti muka dengan muka atau berhadapan fisik seperti saya berhadapan dengan pemimpin. Bahasa Jawa memiliki ungkapan yang paling pas yaitu wedi asih. Terjemahan bebas dalam Bahasa Indonesia lebih kurang, yaitu, takut bukan karena Tuhan itu menakutkan namun karena kasih-Nya membuat kita segan, sungkan, dan merasa bersalah saat berbuat yang bertentangan dengan apa yang Dia kehendaki.
Takut terhadap hantu
Hampir setiap orang sepakat, bahwa banyak orang yang takut terhadap hantu. Penggambaran hantu yang seram, menakutkan, badan yang tidak lengkap, tidak kasat mata, hanya orang tertentu yang berani dan tidak merasa takut atau gentar berhadapan ataupun ketemu hantu.
Takut terhadap Tuhan dan Takut terhadap Hantu.
Sudah ada dua penjelasan mengenai kata takut yang sama sekali berbeda. Dari keterangan tersebut sejatinya adalah ‘takut’ terhadap Tuhan sudah semestinya menjadi bagian hidup manusia berhadapan dengan Yang Agung, Yang Transenden, Sang Pencipta. Berkaitan dengan hantu seyogyanya tidak menjadi momok yang menakutkan, karena manusia sebagai ciptaan sempurna dan mulia. Itu idealnya. Faktualnya adalah kebalikannya. Lihat fenomena sekarang yang terjadi di sekeliling kita. Bagaimana media massa baik cetak ataupun elektronik berlomba-lomba mengetengahkan manusia yang tidak takut Tuhan. Kejahatan demi kejahatan dipaparkan dengan vulgar, terus terang, bahkan kadang live  dan berseri, sehari diulang-ulang, bahkan bisa puluhan kali. Pemberitaan baru terhenti ketika ada kejadian yang identik, peristiwa tidak takut Tuhan yang lain mengemuka.
Bisa dihitung durasi penayangan pembinaan iman melalui mimbar agama di TV ataupun kegiatan keagamaan per pekannya, sama sekali tidak sebanding dengan penayangan hantu-hantuan yang bejibun ditawarkan kepada pemirsa. Ratingnya pun pasti tinggi acara hantu-hantuan dibandingkan acara Ketuhanan. Ini bukan berdasar survei yang ilmiah dan valid, namun dapat diniai dari durasi tayang dan banyaknya iklan, serta   tayangan per pekannya.
Kawasan wisata banyak yang melengkapi wahana permainannya dengan rumah hantu, rumah sakit hantu dan sebagainya. Wahana itu menarik banyak pengunjung. Menakutkan namun mau membayar mahal, padahal hanya mainan. Bandingkan kunjungan ke rumah ibadat, gratis tis, bebas saja malah setengah hati.

Langsung ataupun tidak langsung, pewartaan hantu lebih gencar dari pada pewartaan mengenai Tuhan.  Padahal tidak satupun fakultas ataupun jurusan yang memberi pembelajaran mengenai hantu, banyak fakultas keagamaan bahkan universitas keagamaan, namun kalah kemilau dan gemerlap di media. Hantu berjaya dibanding Tuhan di negeri beragama ini.

Contoh RPP

RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  1 (pertama)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami arti Gereja sebagai umat Allah
             I.      Tujuan Pemelajaran    
Siswa dapat merumuskan makna Kis 2:41-47 tentang Gereja sebagai umat Allah
Siswa dapat menjelaskan arti dan hakikat Gereja sebagai umat Allah
          II.      Indikator
Merumuskan makna Kis 2:41-47 tentang Gereja sebagai umat Allah
Menjelaskan arti dan hakikat Gereja sebagai umat Allah
       III.      Materi Ajar  
Gereja sebagai umat Allah
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita “ Di mana ada Gereja”
Kegiatan inti      : Menjelaskan arti dan makna Gereja sebagai umat Allah
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk mengungkapkan arti Gereja menurut pengertian pribadi
       VI.      Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis
     

       Mengetahui                                                                      , 21 Juli 2009
      Kepala Sekolah                                                                 Guru Mata Pelajaran
     




RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  2 (dua)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami arti Gereja sebagai umat Allah
             I.      Tujuan Pemelajaran    
Siswa dapat merumuskan konsep Gereja sebagai umat Allah dalam hidup menggereja dewasa ini
          II.      Indikator
Merumuskan konsep Gereja sebagai umat Allah dalam hidup menggereja dewasa ini
       III.      Materi Ajar  
Gereja sebagai umat Allah
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab mengenai makna Gereja yang mengumat
Kegiatan inti      : Menjelaskan arti dan makna gereja yang perlu dikembangkan dewasa ini
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk senantiasa ikut serta mengembangkan Gereja yang mengumat.
       VI.      Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                     , 21 Juli 2009
      Kepala Sekolah                                                                 Guru Mata Pelajaran
      SMKN 7 Surakarta




RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  3 (tiga)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami arti Gereja sebagai umat Allah
 VIII.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menginventarisir kegiatan-kegiatan lingkungan/paroki yang menunjukkan kesatuan Gereja sebagai umat Allah
       IX.      Indikator
Menginventarisir kegiatan-kegiatan lingkungan/paroki yang menunjukkan kesatuan Gereja sebagai umat Allah
          X.      Materi Ajar  
Gereja sebagai umat Allah
       XI.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
    XII.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukannya dalam lingkungan/paroki tempat tinggalnya.
Kegiatan inti      : Mendiskusikan dasar dan konsekuensi hidup mengumat dalam Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk membuat laporan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukannya di lingkungan/paroki
 XIII.      Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
 XIV.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                     , 21 Juli 2009
      Kepala Sekolah                                                                




-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  4 (empat)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami arti Gereja sebagai persekutuan yang terbuka
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat merumuskan makna dari Kis 4: 32-37 berkaitan dengan Gereja dan konsekuensinya sebagai perekutuan yang terbuka dan bentuk-bentuk kerjasama sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang sejahtera
Siswa dapat menjelaskan arti dan konsekuensi sebagai persekutuan yang terbuka dalam hidup
          II.      Indikator
Menganalisis sebab-akibat terjadinya pembakaran beberapa Gereja Katolik
Merumuskan makna dari Kis 4:32-37 berkaitan dengan Gereja dan konsekuensinya sebagai persekutuan yang terbuka dan bentuk-bentuk kerjasama sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang sejahtera
Menjelaskan arti dan konsekuensi sebagai persekutuan yang terbuka dalam hidup
       III.      Materi Ajar  
Gereja sebagai persekutuan yang terbuka
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk mengamati dua gambar model Gereja yang harus dihayati umat dewasa ini dan menganalisis makna dari Kis 4:32-37
Kegiatan inti      : Menjelaskan arti dan konsekuensi Gereja sebagai persekutuan yang terbuka
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan cara hidup umat perdana.
V.     Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
       VI.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    




-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  5 (lima)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami fungsi dan peranan Hierarki dalam Gereja Katolik
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan tentang Hierarki dalam Gereja Katolik
Siswa dapat merumuskan makna teks Yoh 21:15-19 berkaitan dengan Hierarki dalam Gereja
          II.      Indikator
Menjelaskan pemahaman tentang Hierarki dalam Gereja Katolik
Merumuskan makna teks Yoh 21: 15-19 berkaitan dengan Hierarki dalam Gereja
       III.      Materi Ajar  
Hierarki dalam Gereja Katolik
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Menceritakan pemilihan Paus yang penuh misteri
Kegiatan inti      : mendalami panggilan dari pilihan Tuhan untuk menjadi gembala umat dalam terang Kitab Suci
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan makna dalam teks Yoh 21:15-19
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
       VI.      Penilaian
Tes Tertulis









RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  6 (enam)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami fungsi dan peranan Hierarki dalam Gereja Katolik
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menguraikan pengertian susunan,fungsi dan peranan Hierarki dan pemuka agama dalam Gereja Katolik
Siswa dapat menjelaskan tanggungjawab umat beriman(kaum awam) terhadap kaum Hierarki dan pemuka agama Katolik
          II.      Indikator
Menguraikan pengertian susunan,fungsi dan peranan Hierarki dan pemuka agama dalam Gereja Katolik
Menjelaskan tanggungjawab umat beriman(kaum awam) terhadap kaum Hierarki dan pemuka agama Katolik
       III.      Materi Ajar  
Hierarki dalam Gereja Katolik
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab tentang susunan hierarki dalam Gereja Katolik
Kegiatan inti      : Mendiskusikan dasar dan struktur kepemimpinan dalam Gereja
       VI.      Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk melakukan peresapan dan pengamalan dalam konsekuensinya sebagi umat awam
    VII.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
 VIII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    






-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  7 (tujuh)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami hubungan antara awam dan Hierarki sebagai partner kerja
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat merumuskan makna teks I Kor 12:12-31,dalam kaitan dengan fungsi dan kharisma dalam Gereja
Siswa dapat menganalisis hubungan antara Hierarki dan awam dalam Gereja Katolik
          II.      Indikator
Merumuskan makna teks I Kor 12:12-31,dalam kaitan dengan fungsi dan kharisma dalam Gereja
Menganalisis hubungan antara Hierarki dan awam dalam Gereja Katolik
       III.      Materi Ajar  
Hubungan Awam dan Hierarki sebagai partner kerja
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita panggilan menjadi rohaniwan
Kegiatan inti      : Menjelaskan awam dan kerasulan awam,hubungan awam dan Hierarki
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan usaha-usaha dalam panggilannya sebagai awam dalam partner kerja.

       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    







RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  8 (delapan)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami hubungan antara awam dan Hierarki sebagai partner kerja
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan hubungan antara Awam dan Hierarki sebagaia partner kerja dalam membangun tubuh Kristus
Siswa dapat menjelaskan sikap dan tindakan yang memperlihatkan hubungan Awam dan Hierarki sebagai partner kerja
          II.      Indikator
Menjelaskan hubungan antara Awam dan Hierarki sebagaia partner kerja dalam membangun tubuh Kristus
Menjelaskan sikap dan tindakan yang memperlihatkan hubungan Awam dan Hierarki sebagai partner kerja
       III.      Materi Ajar  
Hubungan Awam dan Hierarki sebagai partner kerja
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk Tanya jawab materi pertemuan ke-7 tentang hubungannya antara awam dan Hierarki sebagai partner kerja
Kegiatan inti      : Siswa diajak untuk mencatat paranan dan tugas para awam di Paroki masing-masing
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan peranan dan tugas para awam di Paroki masing-masing
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    







RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  9 (sembilan)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami sifat-sifat Gereja yang Satu dan Kudus
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menganalisis sebab akibat adanya bermacam-macam Gereja
Siswa dapat menjelaskan pemahaman tentang Gereja Kristus yang Satu dalam Gereja Katolik
Siswa dapat menjelaskan arti Gereja yang bersifat satu dan kudus berdasarkan Ef 4: 5 dan I Kor 6 : 19
          II.      Indikator
Menganalisis sebab akibat adanya bermacam-macam Gereja
Menjelaskan pemahaman tentang Gereja Kristus yang Satu dalam Gereja Katolik
Menjelaskan arti Gereja yang bersifat satu dan kudus berdasarkan Ef 4: 5 dan I Kor 6 : 19
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang Satu dan Kudus
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyebutkan bermacam-macam Gereja Kegiatan inti      : Menjelaskan Gereja yang Satu dan Kudus berdasarkan Ef 4: 5 dan I Kor 6 : 19
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan usaha-usaha dalam memperjuangkan kesatuan dan kekudusan Gereja

       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    






RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  10 (sepuluh)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami sifat-sifat Gereja yang Satu dan Kudus
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan tindakan-tindakan yang memperkokoh kesatuan Gereja dalam keanekaragaman
Siswa dapat menuliskan ungkapan rasa syukur atas karya Roh Kudus yang senantiasa megkuduskan Gereja
          II.      Indikator
Menjelaskan tindakan-tindakan yang memperkokoh kesatuan Gereja dalam keanekaragaman
Menuliskan ungkapan rasa syukur atas karya Roh Kudus yang senantiasa megkuduskan Gereja
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang Satu dan Kudus
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab tentang tindakan-tindakan yang memperkokoh kesatuan Gereja dalam keanekaragaman
Kegiatan inti      : Menjelaskan perjuangan dalam kesatuan dan kekudusan Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk mengungkapkan rasa syukur atas karya Roh Kudus yang senantiasa mengkuduskan Gereja melalui puisi atau doa
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis









RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  11 (sebelas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami makna Gereja yang bersifat Katolik dan Apostolik
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menganalisis pengertian Katolik dari penggunaan predikat Katolik dalam berbagai lembaga yang ada dalam Gereja Katolik
Siswa dapat menjelaskan arti dan makna Gereja yang bersifat katolik bdk. LG art.13
Siswa dapat menjelaskan arti dan makna Gereja Katolik yang bersifat Apostolik
          II.      Indikator
Menganalisis pengertian Katolik dari penggunaan predikat Katolik dalam berbagai lembaga yang ada dalam Gereja Katolik
Menjelaskan arti dan makna Gereja yang bersifat katolik bdk. LG art.13
Menjelaskan arti dan makna Gereja Katolik yang bersifat Apostolik
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang Katolik dan Apostolik
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab tentang pengertian Katolik dan Apostolik menurut pemahaman sendiri
Kegiatan inti      : Mendiskusikan segi-segi kekatolikan dan keapostolikan Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyimpulkan penjelasan tentang arti Gereja bersifat Katolik dan Apostolik

       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis








RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  12 ( dua belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami makna Gereja yang bersifat Katolik dan Apostolik
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan panggilan Gereja yang berpihak pada yang lemah dan tersingkir
Siswa dapat menjelaskan tindakan-tindakan yang mencerminkan sifat Gereja yang Katolik dan Apostolik
          II.      Indikator
Menjelaskan panggilan Gereja yang berpihak pada yang lemah dan tersingkir
Menjelaskan tindakan-tindakan yang mencerminkan sifat Gereja yang Katolik dan Apostolik
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang Katolik dan Apostolik
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab tentang usaha-usaha yang akan mereka lakukan dalam mewujudkan kekatolikan dan keapostolikan Gereja dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti      : Mendiskusikan wajah Gereja dengan sifat-sifat Gereja dan ciri-cirinya yang sesuai dengan zaman
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan sifat-sifat GEreja yang sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini.
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    






RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  13 ( dua belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang mengkuduskan(Liturgia)sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat merumuskan bentuk-bentuk kegiatan dalam Gereja Katolik berkaitan dengan tugas Gereja yang mengkuduskan
Siswa dapat menjelaskan arti Gereja yang mengkuduskan berdasarkan teks I Ptr 2: 9-10 dan LG art.10-11 dilanjutkan 26
          II.      Indikator
Merumuskan bentuk-bentuk kegiatan dalam Gereja Katolik berkaitan dengan tugas Gereja yang mengkuduskan
Menjelaskan arti Gereja yang mengkuduskan berdasarkan teks I Ptr 2: 9-10 dan LG art.10-11 dilanjutkan 26
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang mengkuduskan (Liturgia)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita”Kurang Berdoa”
Kegiatan inti      : Mendalami makna doa sebagai sarana pengudusan dalam Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan sifat-sifat GEreja yang sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini.
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis










RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  14 (empat belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang mengkuduskan(Liturgia)sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan arti dan fungsi sakramen-sakramen dan fungsi Sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik dalam kaitan dengan tugas Gereja yang mengkuduskan
Siswa dapat merumuskan keterlibatan dalam kegiatan peribadatan sebagai ungkapan iman akan misteri Kristus dan bukan sebagai kewajiban belaka
Siswa dapat merumuskan bentuk-bentuk keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan ibadat baik di Paroki maupun dilingkungannya.
          II.      Indikator
Menjelaskan arti dan fungsi sakramen-sakramen dan fungsi Sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik dalam kaitan dengan tugas Gereja yang mengkuduskan
Merumuskan keterlibatan dalam kegiatan peribadatan sebagai ungkapan iman akan misteri Kristus dan bukan sebagai kewajiban belaka
Merumuskan bentuk-bentuk keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan ibadat baik di Paroki maupun dilingkungannya.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang mengkuduskan (Liturgia)
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk Tanya jawab tentang pengertian Sakramen yang sering mereka dengar
Kegiatan inti      : Menjelaskan sakramen sebagai sarana pengudusan dalam Gereja dan sakramentali,devosi-devosi sebagai sarana pengudusan dalam Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk latihan membuat tata Perayaan Ekaristi tematis
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    




-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  15 (lima belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang mewartakan(Kerygma)sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan perannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menganalisis teks Mat 28: 16-20 dalam kaitan dengan tugas Gereja yang mewartakan dewasa ini
Siswa dapat menjelaskan arti Gereja yang mewartakan
Siswa dapat menyebutkan bentuk-bentuk pewartaan yang ada dalam Gereja Katolik dewasa ini (bdk.LG art.25-35)
          II.      Indikator
Menganalisis teks Mat 28: 16-20 dalam kaitan dengan tugas Gereja yang mewartakan dewasa ini
Menjelaskan arti Gereja yang mewartakan
Menyebutkan bentuk-bentuk pewartaan yang ada dalam Gereja Katolik dewasa ini (bdk.LG art.25-35)
       III.      Materi Ajar  
Gereja mewartakan (Kerygma)
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk membaca teks Mat 28: 16-20
Kegiatan inti      : Menjelaskan arti Gereja yang mewartakan
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan bentuk-bentuk pewartaan Gereja katolik dewasa ini (pewartaan Injil)
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    





-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  16 (enam belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang mewartakan(Kerygma)sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan perannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan berbagai cara untuk mewartakan Injil sesuai dengan peran masing-masing umat beriman
Siswa dapat menjelaskan makna pewartaan dalam kehidupan sehari-hari
          II.      Indikator
Siswa dapat menjelaskan berbagai cara untuk mewartakan Injil sesuai dengan peran masing-masing umat beriman
Siswa dapat menjelaskan makna pewartaan dalam kehidupan sehari-hari
       III.      Materi Ajar  
Gereja mewartakan (Kerygma)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk membaca Kitab Suci tentang perutusan murid-murid Yesus dan pesannya bagi kita
Kegiatan inti      : Mendalami tentang megisterium dari para pewarta sabda
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk peresapan dan pengamalan melaui cerita “Bibi Sofi”
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    





-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  17 (tujuh  belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang memberi kesaksian (Martyria) sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menguraikan kisah hidup orang kudus yang berani mati demi kesaksian iman akan Yesus.
Siswa dapat mendeskripsikan pengalaman tentang kesaksian iman yangpernah dilaksanakan.
          II.      Indikator
Menguraikan kisah hidup orang kudus yang berani mati demi kesaksian iman akan Yesus.
Mendeskripsikan pengalaman tentang kesaksian iman yang pernah dilaksanakan.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang menjadi saksi (Martryia)
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita “Kesaksian Hidup”
Kegiatan inti      : Menjelaskan makna menjadi saksi Yesus Kristus melaui cerita kehidupan
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk mendeskripsikan iman yang pernah dilaksanakan
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    






-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  18 (delapan belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang memberi kesaksian (Martyria) sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan arti menjadi martir dalam kaitannya sebagai saksi-saksi Kristus
Siswa dapat merumuskan perbuatan-perbuatan yang mengungkapkan kesaksian imannya dalam hidup sehari-hari.
          II.      Indikator
Menjelaskan arti menjadi martir dalam kaitannya sebagai saksi-saksi Kristus
Merumuskan perbuatan-perbuatan yang mengungkapkan kesaksian imannya dalam hidup sehari-hari.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang menjadi saksi (Martryia)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita “Kesaksian Hidup Berdarah”
Kegiatan inti      : Menjelaskan kesaksian hidup menjadi martir melalui cerita kehidupan
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan nama-nama martir yang dikenal.
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    





-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  19 (sembilan belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang melayani,sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menceritakan kisah hidup orang kudus yang mencurahkan hidup dan karya pelayanannya bagi orang yang lemah dan berdaya.
Siswa dapat menceritakan kembali pengalaman melayani sesama sebagai orang Kristiani.
          II.      Indikator
Menceritakan kisah hidup orang kudus yang mencurahkan hidup dan karya pelayanannya bagi orang yang lemah dan berdaya.
Menceritakan kembali pengalaman melayani sesama sebagai orang Kristiani.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang menjadi melayani (Diakonia)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa Tanya jawab tentang makna Gereja yang melayani.
Kegiatan inti      : menjelaskan semangat pelayanan Gereja dalam terang Kitab Suci
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk meresapi dan pengamalan lewat kisah Ibu Teresa,Uskup Agung Helder,Camara dan Romo Mangun Wijaya.
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis







-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  20 (dua puluh)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang melayani,sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat merumuskan pesan dari teks Mrk 10 : 35- 45 dalam kaitan dengan tugas melayani.
Siswa dapat merumuskan bentuk-bentuk pelayanan yang dilakukan Gereja Katolik dewasa ini.
          II.      Indikator
Merumuskan pesan dari teks Mrk 10 : 35- 45 dalam kaitan dengan tugas melayani.
Merumuskan bentuk-bentuk pelayanan yang dilakukan Gereja Katolik dewasa ini.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang menjadi melayani (Diakonia)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa membaca teks Mrk 10 : 35-45
Kegiatan inti      : Menjelaskan makna teks Mrk 10 : 35- 45
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk merenungkan sajak “ Suara Kaum Muda” : …..dan Putera manusia berkata….”
       VI.      Alat/bahan/Sumber BelajarRENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  1 (pertama)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami arti Gereja sebagai umat Allah
             I.      Tujuan Pemelajaran    
Siswa dapat merumuskan makna Kis 2:41-47 tentang Gereja sebagai umat Allah
Siswa dapat menjelaskan arti dan hakikat Gereja sebagai umat Allah
          II.      Indikator
Merumuskan makna Kis 2:41-47 tentang Gereja sebagai umat Allah
Menjelaskan arti dan hakikat Gereja sebagai umat Allah
       III.      Materi Ajar  
Gereja sebagai umat Allah
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita “ Di mana ada Gereja”
Kegiatan inti      : Menjelaskan arti dan makna Gereja sebagai umat Allah
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk mengungkapkan arti Gereja menurut pengertian pribadi
       VI.      Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis
     

       Mengetahui                                                                      , 21 Juli 2009
      Kepala Sekolah                                                                 Guru Mata Pelajaran
     




RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  2 (dua)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami arti Gereja sebagai umat Allah
             I.      Tujuan Pemelajaran    
Siswa dapat merumuskan konsep Gereja sebagai umat Allah dalam hidup menggereja dewasa ini
          II.      Indikator
Merumuskan konsep Gereja sebagai umat Allah dalam hidup menggereja dewasa ini
       III.      Materi Ajar  
Gereja sebagai umat Allah
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab mengenai makna Gereja yang mengumat
Kegiatan inti      : Menjelaskan arti dan makna gereja yang perlu dikembangkan dewasa ini
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk senantiasa ikut serta mengembangkan Gereja yang mengumat.
       VI.      Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                     , 21 Juli 2009
      Kepala Sekolah                                                                 Guru Mata Pelajaran
      SMKN 7 Surakarta




RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  3 (tiga)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami arti Gereja sebagai umat Allah
 VIII.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menginventarisir kegiatan-kegiatan lingkungan/paroki yang menunjukkan kesatuan Gereja sebagai umat Allah
       IX.      Indikator
Menginventarisir kegiatan-kegiatan lingkungan/paroki yang menunjukkan kesatuan Gereja sebagai umat Allah
          X.      Materi Ajar  
Gereja sebagai umat Allah
       XI.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
    XII.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab mengenai kegiatan-kegiatan yang dilakukannya dalam lingkungan/paroki tempat tinggalnya.
Kegiatan inti      : Mendiskusikan dasar dan konsekuensi hidup mengumat dalam Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk membuat laporan tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukannya di lingkungan/paroki
 XIII.      Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
 XIV.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                     , 21 Juli 2009
      Kepala Sekolah                                                                




-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  4 (empat)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami arti Gereja sebagai persekutuan yang terbuka
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat merumuskan makna dari Kis 4: 32-37 berkaitan dengan Gereja dan konsekuensinya sebagai perekutuan yang terbuka dan bentuk-bentuk kerjasama sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang sejahtera
Siswa dapat menjelaskan arti dan konsekuensi sebagai persekutuan yang terbuka dalam hidup
          II.      Indikator
Menganalisis sebab-akibat terjadinya pembakaran beberapa Gereja Katolik
Merumuskan makna dari Kis 4:32-37 berkaitan dengan Gereja dan konsekuensinya sebagai persekutuan yang terbuka dan bentuk-bentuk kerjasama sebagai mitra dalam membangun masyarakat yang sejahtera
Menjelaskan arti dan konsekuensi sebagai persekutuan yang terbuka dalam hidup
       III.      Materi Ajar  
Gereja sebagai persekutuan yang terbuka
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk mengamati dua gambar model Gereja yang harus dihayati umat dewasa ini dan menganalisis makna dari Kis 4:32-37
Kegiatan inti      : Menjelaskan arti dan konsekuensi Gereja sebagai persekutuan yang terbuka
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan cara hidup umat perdana.
V.     Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
       VI.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    




-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  5 (lima)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami fungsi dan peranan Hierarki dalam Gereja Katolik
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan tentang Hierarki dalam Gereja Katolik
Siswa dapat merumuskan makna teks Yoh 21:15-19 berkaitan dengan Hierarki dalam Gereja
          II.      Indikator
Menjelaskan pemahaman tentang Hierarki dalam Gereja Katolik
Merumuskan makna teks Yoh 21: 15-19 berkaitan dengan Hierarki dalam Gereja
       III.      Materi Ajar  
Hierarki dalam Gereja Katolik
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Menceritakan pemilihan Paus yang penuh misteri
Kegiatan inti      : mendalami panggilan dari pilihan Tuhan untuk menjadi gembala umat dalam terang Kitab Suci
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan makna dalam teks Yoh 21:15-19
V. Alat/Bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
       VI.      Penilaian
Tes Tertulis









RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  6 (enam)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami fungsi dan peranan Hierarki dalam Gereja Katolik
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menguraikan pengertian susunan,fungsi dan peranan Hierarki dan pemuka agama dalam Gereja Katolik
Siswa dapat menjelaskan tanggungjawab umat beriman(kaum awam) terhadap kaum Hierarki dan pemuka agama Katolik
          II.      Indikator
Menguraikan pengertian susunan,fungsi dan peranan Hierarki dan pemuka agama dalam Gereja Katolik
Menjelaskan tanggungjawab umat beriman(kaum awam) terhadap kaum Hierarki dan pemuka agama Katolik
       III.      Materi Ajar  
Hierarki dalam Gereja Katolik
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab tentang susunan hierarki dalam Gereja Katolik
Kegiatan inti      : Mendiskusikan dasar dan struktur kepemimpinan dalam Gereja
       VI.      Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk melakukan peresapan dan pengamalan dalam konsekuensinya sebagi umat awam
    VII.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
 VIII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    






-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  7 (tujuh)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami hubungan antara awam dan Hierarki sebagai partner kerja
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat merumuskan makna teks I Kor 12:12-31,dalam kaitan dengan fungsi dan kharisma dalam Gereja
Siswa dapat menganalisis hubungan antara Hierarki dan awam dalam Gereja Katolik
          II.      Indikator
Merumuskan makna teks I Kor 12:12-31,dalam kaitan dengan fungsi dan kharisma dalam Gereja
Menganalisis hubungan antara Hierarki dan awam dalam Gereja Katolik
       III.      Materi Ajar  
Hubungan Awam dan Hierarki sebagai partner kerja
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita panggilan menjadi rohaniwan
Kegiatan inti      : Menjelaskan awam dan kerasulan awam,hubungan awam dan Hierarki
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan usaha-usaha dalam panggilannya sebagai awam dalam partner kerja.

       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    







RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  8 (delapan)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami hubungan antara awam dan Hierarki sebagai partner kerja
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan hubungan antara Awam dan Hierarki sebagaia partner kerja dalam membangun tubuh Kristus
Siswa dapat menjelaskan sikap dan tindakan yang memperlihatkan hubungan Awam dan Hierarki sebagai partner kerja
          II.      Indikator
Menjelaskan hubungan antara Awam dan Hierarki sebagaia partner kerja dalam membangun tubuh Kristus
Menjelaskan sikap dan tindakan yang memperlihatkan hubungan Awam dan Hierarki sebagai partner kerja
       III.      Materi Ajar  
Hubungan Awam dan Hierarki sebagai partner kerja
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk Tanya jawab materi pertemuan ke-7 tentang hubungannya antara awam dan Hierarki sebagai partner kerja
Kegiatan inti      : Siswa diajak untuk mencatat paranan dan tugas para awam di Paroki masing-masing
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan peranan dan tugas para awam di Paroki masing-masing
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    







RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  9 (sembilan)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami sifat-sifat Gereja yang Satu dan Kudus
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menganalisis sebab akibat adanya bermacam-macam Gereja
Siswa dapat menjelaskan pemahaman tentang Gereja Kristus yang Satu dalam Gereja Katolik
Siswa dapat menjelaskan arti Gereja yang bersifat satu dan kudus berdasarkan Ef 4: 5 dan I Kor 6 : 19
          II.      Indikator
Menganalisis sebab akibat adanya bermacam-macam Gereja
Menjelaskan pemahaman tentang Gereja Kristus yang Satu dalam Gereja Katolik
Menjelaskan arti Gereja yang bersifat satu dan kudus berdasarkan Ef 4: 5 dan I Kor 6 : 19
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang Satu dan Kudus
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyebutkan bermacam-macam Gereja Kegiatan inti      : Menjelaskan Gereja yang Satu dan Kudus berdasarkan Ef 4: 5 dan I Kor 6 : 19
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan usaha-usaha dalam memperjuangkan kesatuan dan kekudusan Gereja

       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    






RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  10 (sepuluh)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami sifat-sifat Gereja yang Satu dan Kudus
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan tindakan-tindakan yang memperkokoh kesatuan Gereja dalam keanekaragaman
Siswa dapat menuliskan ungkapan rasa syukur atas karya Roh Kudus yang senantiasa megkuduskan Gereja
          II.      Indikator
Menjelaskan tindakan-tindakan yang memperkokoh kesatuan Gereja dalam keanekaragaman
Menuliskan ungkapan rasa syukur atas karya Roh Kudus yang senantiasa megkuduskan Gereja
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang Satu dan Kudus
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab tentang tindakan-tindakan yang memperkokoh kesatuan Gereja dalam keanekaragaman
Kegiatan inti      : Menjelaskan perjuangan dalam kesatuan dan kekudusan Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk mengungkapkan rasa syukur atas karya Roh Kudus yang senantiasa mengkuduskan Gereja melalui puisi atau doa
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis









RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  11 (sebelas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami makna Gereja yang bersifat Katolik dan Apostolik
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menganalisis pengertian Katolik dari penggunaan predikat Katolik dalam berbagai lembaga yang ada dalam Gereja Katolik
Siswa dapat menjelaskan arti dan makna Gereja yang bersifat katolik bdk. LG art.13
Siswa dapat menjelaskan arti dan makna Gereja Katolik yang bersifat Apostolik
          II.      Indikator
Menganalisis pengertian Katolik dari penggunaan predikat Katolik dalam berbagai lembaga yang ada dalam Gereja Katolik
Menjelaskan arti dan makna Gereja yang bersifat katolik bdk. LG art.13
Menjelaskan arti dan makna Gereja Katolik yang bersifat Apostolik
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang Katolik dan Apostolik
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab tentang pengertian Katolik dan Apostolik menurut pemahaman sendiri
Kegiatan inti      : Mendiskusikan segi-segi kekatolikan dan keapostolikan Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyimpulkan penjelasan tentang arti Gereja bersifat Katolik dan Apostolik

       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis








RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  12 ( dua belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Memahami makna Gereja yang bersifat Katolik dan Apostolik
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan panggilan Gereja yang berpihak pada yang lemah dan tersingkir
Siswa dapat menjelaskan tindakan-tindakan yang mencerminkan sifat Gereja yang Katolik dan Apostolik
          II.      Indikator
Menjelaskan panggilan Gereja yang berpihak pada yang lemah dan tersingkir
Menjelaskan tindakan-tindakan yang mencerminkan sifat Gereja yang Katolik dan Apostolik
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang Katolik dan Apostolik
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk tanya jawab tentang usaha-usaha yang akan mereka lakukan dalam mewujudkan kekatolikan dan keapostolikan Gereja dalam kehidupan sehari-hari
Kegiatan inti      : Mendiskusikan wajah Gereja dengan sifat-sifat Gereja dan ciri-cirinya yang sesuai dengan zaman
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan sifat-sifat GEreja yang sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini.
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    






RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  13 ( dua belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang mengkuduskan(Liturgia)sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat merumuskan bentuk-bentuk kegiatan dalam Gereja Katolik berkaitan dengan tugas Gereja yang mengkuduskan
Siswa dapat menjelaskan arti Gereja yang mengkuduskan berdasarkan teks I Ptr 2: 9-10 dan LG art.10-11 dilanjutkan 26
          II.      Indikator
Merumuskan bentuk-bentuk kegiatan dalam Gereja Katolik berkaitan dengan tugas Gereja yang mengkuduskan
Menjelaskan arti Gereja yang mengkuduskan berdasarkan teks I Ptr 2: 9-10 dan LG art.10-11 dilanjutkan 26
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang mengkuduskan (Liturgia)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita”Kurang Berdoa”
Kegiatan inti      : Mendalami makna doa sebagai sarana pengudusan dalam Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan sifat-sifat GEreja yang sesuai dengan tuntutan zaman sekarang ini.
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis










RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  14 (empat belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang mengkuduskan(Liturgia)sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan arti dan fungsi sakramen-sakramen dan fungsi Sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik dalam kaitan dengan tugas Gereja yang mengkuduskan
Siswa dapat merumuskan keterlibatan dalam kegiatan peribadatan sebagai ungkapan iman akan misteri Kristus dan bukan sebagai kewajiban belaka
Siswa dapat merumuskan bentuk-bentuk keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan ibadat baik di Paroki maupun dilingkungannya.
          II.      Indikator
Menjelaskan arti dan fungsi sakramen-sakramen dan fungsi Sakramen-sakramen dalam Gereja Katolik dalam kaitan dengan tugas Gereja yang mengkuduskan
Merumuskan keterlibatan dalam kegiatan peribadatan sebagai ungkapan iman akan misteri Kristus dan bukan sebagai kewajiban belaka
Merumuskan bentuk-bentuk keterlibatan dalam kegiatan-kegiatan ibadat baik di Paroki maupun dilingkungannya.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang mengkuduskan (Liturgia)
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk Tanya jawab tentang pengertian Sakramen yang sering mereka dengar
Kegiatan inti      : Menjelaskan sakramen sebagai sarana pengudusan dalam Gereja dan sakramentali,devosi-devosi sebagai sarana pengudusan dalam Gereja
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk latihan membuat tata Perayaan Ekaristi tematis
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    




-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  15 (lima belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang mewartakan(Kerygma)sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan perannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menganalisis teks Mat 28: 16-20 dalam kaitan dengan tugas Gereja yang mewartakan dewasa ini
Siswa dapat menjelaskan arti Gereja yang mewartakan
Siswa dapat menyebutkan bentuk-bentuk pewartaan yang ada dalam Gereja Katolik dewasa ini (bdk.LG art.25-35)
          II.      Indikator
Menganalisis teks Mat 28: 16-20 dalam kaitan dengan tugas Gereja yang mewartakan dewasa ini
Menjelaskan arti Gereja yang mewartakan
Menyebutkan bentuk-bentuk pewartaan yang ada dalam Gereja Katolik dewasa ini (bdk.LG art.25-35)
       III.      Materi Ajar  
Gereja mewartakan (Kerygma)
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk membaca teks Mat 28: 16-20
Kegiatan inti      : Menjelaskan arti Gereja yang mewartakan
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan bentuk-bentuk pewartaan Gereja katolik dewasa ini (pewartaan Injil)
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    





-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  16 (enam belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang mewartakan(Kerygma)sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan perannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan berbagai cara untuk mewartakan Injil sesuai dengan peran masing-masing umat beriman
Siswa dapat menjelaskan makna pewartaan dalam kehidupan sehari-hari
          II.      Indikator
Siswa dapat menjelaskan berbagai cara untuk mewartakan Injil sesuai dengan peran masing-masing umat beriman
Siswa dapat menjelaskan makna pewartaan dalam kehidupan sehari-hari
       III.      Materi Ajar  
Gereja mewartakan (Kerygma)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk membaca Kitab Suci tentang perutusan murid-murid Yesus dan pesannya bagi kita
Kegiatan inti      : Mendalami tentang megisterium dari para pewarta sabda
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk peresapan dan pengamalan melaui cerita “Bibi Sofi”
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    





-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  17 (tujuh  belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang memberi kesaksian (Martyria) sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menguraikan kisah hidup orang kudus yang berani mati demi kesaksian iman akan Yesus.
Siswa dapat mendeskripsikan pengalaman tentang kesaksian iman yangpernah dilaksanakan.
          II.      Indikator
Menguraikan kisah hidup orang kudus yang berani mati demi kesaksian iman akan Yesus.
Mendeskripsikan pengalaman tentang kesaksian iman yang pernah dilaksanakan.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang menjadi saksi (Martryia)
       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita “Kesaksian Hidup”
Kegiatan inti      : Menjelaskan makna menjadi saksi Yesus Kristus melaui cerita kehidupan
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk mendeskripsikan iman yang pernah dilaksanakan
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    






-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  18 (delapan belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang memberi kesaksian (Martyria) sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menjelaskan arti menjadi martir dalam kaitannya sebagai saksi-saksi Kristus
Siswa dapat merumuskan perbuatan-perbuatan yang mengungkapkan kesaksian imannya dalam hidup sehari-hari.
          II.      Indikator
Menjelaskan arti menjadi martir dalam kaitannya sebagai saksi-saksi Kristus
Merumuskan perbuatan-perbuatan yang mengungkapkan kesaksian imannya dalam hidup sehari-hari.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang menjadi saksi (Martryia)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa diajak untuk menyimak cerita “Kesaksian Hidup Berdarah”
Kegiatan inti      : Menjelaskan kesaksian hidup menjadi martir melalui cerita kehidupan
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk menyebutkan nama-nama martir yang dikenal.
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    





-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  19 (sembilan belas)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang melayani,sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat menceritakan kisah hidup orang kudus yang mencurahkan hidup dan karya pelayanannya bagi orang yang lemah dan berdaya.
Siswa dapat menceritakan kembali pengalaman melayani sesama sebagai orang Kristiani.
          II.      Indikator
Menceritakan kisah hidup orang kudus yang mencurahkan hidup dan karya pelayanannya bagi orang yang lemah dan berdaya.
Menceritakan kembali pengalaman melayani sesama sebagai orang Kristiani.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang menjadi melayani (Diakonia)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa Tanya jawab tentang makna Gereja yang melayani.
Kegiatan inti      : menjelaskan semangat pelayanan Gereja dalam terang Kitab Suci
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk meresapi dan pengamalan lewat kisah Ibu Teresa,Uskup Agung Helder,Camara dan Romo Mangun Wijaya.
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI
    VII.      Penilaian
Tes Tertulis







-
RENCANA PELAKSANA PEMELAJARAN
(RPP)
Mata Pelajaran              : Agama Katolik
Tingkat /Semester         :  XI / 1 (satu)
Pertemuan ke                :  20 (dua puluh)
Alokasi Waktu               : 2 x 45menit
Standar Kompetensi      : Memahami karya Yesus Kristus yang mewartakan kerajaan Allah dan penerusannya oleh gereja, sehingga dapat mengembangkan hidup bersama dan bergereja sesuai dengan nilai – nilai kerajaan Allah
Kompetensi Dasar         : Mengenal dan memahami tugas Gereja yang melayani,sehingga merasa terpanggil untuk terlibat dalam tugas tersebut sesuai dengan kedudukan dan peranannya.
             I.      Tujuan Pemelajaran   
Siswa dapat merumuskan pesan dari teks Mrk 10 : 35- 45 dalam kaitan dengan tugas melayani.
Siswa dapat merumuskan bentuk-bentuk pelayanan yang dilakukan Gereja Katolik dewasa ini.
          II.      Indikator
Merumuskan pesan dari teks Mrk 10 : 35- 45 dalam kaitan dengan tugas melayani.
Merumuskan bentuk-bentuk pelayanan yang dilakukan Gereja Katolik dewasa ini.
       III.      Materi Ajar  
Gereja yang menjadi melayani (Diakonia)

       IV.      Metode Pemelajaran
Ceramah
Tanya jawab
          V.      Langkah-langkah Pemelajaran
Kegiatan awal    : Siswa membaca teks Mrk 10 : 35-45
Kegiatan inti      : Menjelaskan makna teks Mrk 10 : 35- 45
Kegiatan akhir   : Siswa diajak untuk merenungkan sajak “ Suara Kaum Muda” : …..dan Putera manusia berkata….”
       VI.      Alat/bahan/Sumber Belajar
Buku PAK kelas XI

    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    
-
Buku PAK kelas XI

    VII.      Penilaian
Tes Tertulis

        Mengetahui                                                                    
-