1.
Orang Kristen harus menjadi pusat Gereja
“Dan sekarang
kita menempuh perjalanan ini: Uskup bersama seluruh Umat Beriman. Ini
perjalanan Gereja Roma yang dituntut untuk memimpin Gereja keseluruhan
dengan kasih. Sebuah perjalanan berlandaskan persaudaraan, kasih, dan saling
percaya di antara kita. Marilah kita berdoa bagi seluruh dunia, semoga ada
semangat persaudaraan yang besar”
2.
Doa adalah sebuah alat untuk pelayanan
Doa adalah
perpaduan antara keberanian, kerendahan hati, dan penyembahan.
3.
Yesus Kristus adalah pusat dalam pesan Kristiani
“Seandainya kita tidak mengimani Yesus
Kristus, segalanya menjadi keliru. Kita mungkin menjadi sebuah lembaga swadaya
dalam bidang amal, tetapi bukan Gereja, bukan Mempelai Tuhan.”
4.
Ia akan melanjutkan gayanya yang sederhana dan
mudah didekati
“Jangan
melupakan uskup yang jauh ini, yang mengasihi saudara sekalian dengan tulus. Doakan
saya.”
5.
Melindungi ciptaan adalah tanggung jawab kita
“Tolong, saya
memohon kepada semua yang memiliki jabatan-jabatan yang bertanggung jawab atas
kehidupan ekonomi, politik, dan sosial, dan semua laki-laki dan perempuan yang
berkehendak baik: marilah kita menjadi ‘pelindung’ bagi semua ciptaan,
pelindung bagi rencana Tuhan yang tertulis dalam alam, pelindung bagi satu sama
lain dan pelindung bagi lingkungan hidup.”
6.
Media sosial dapat digunakan untuk menyapa orang
beriman
Dari kicauan
pertama sebagai Paus Fransiskus: “Teman-teman yang saya kasihi, terima kasih
saya sampaikan dari lubuk hati saya dan saya meminta Anda terus mendoakan saya.
Paus Fransiskus.”
7.
Paus adalah pelayan bagi semua orang
“Kekuatan yang
sejati adalah pelayanan”
8.
Evangelisasi Baru dapat memingkatkan pertumbuhan
dan keefektifan Gereja
“Gereja sendiri yang harus mendatangi orang
banyak.”
9.
Mengatasi krisis panggilam sesuatu yang mungkin
“Yang disebut
krisis identitas di kalangan para imam mengancam kita semua dan erupkaan bagian
dari krisis yang lebih besar dalam peradaban. Akan tetapi, kita tahu bagaimana
membendung perkembangannya, kita akan pergi sampai ke lautan yang paling dalam
dengan penyertaan Tuhan dan menebar jala kita.”
10.
Kita harus hati-hati dengan emosi kita
“Jangan lupa bahwa kebencian, iri hati, dan
kesombongan mengotori hidup kita.”