Sabtu, 31 Mei 2014

Orang Kaya Sulit Masuk Surga




Tuhan bersabda, melalui Matius  19:23 Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: "Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga”. Hal ini bukan berarti Tuhan menghendaki umat-Nya miskin dan menganggap harta sebagai kejahatan. Bukan terletak di dalam hartanya, namun bagaimana orang menghayati kepemilikannya itu di dalam hidupnya.
Pengalaman konkret, bagaimana tidak mudahnya menjalani praktek kerja lapangan sebagai calon pewarta sabda di tengah kawasan kaya, bukan elit, masih dalam tataran kaya. Tahun ke tahun yang di tempatkan di sana jarang yang bisa lulus dengan mudah. Mau membuka pintu gerbang saja sudah sulitnya minta ampun. Pintu gerbang rumah, belum pintu gerbang hatinya. Setiap membuat janji untuk berkunjung ada saja alasannya. Hari-hari biasa, jelas di toko, kebanyakan umat di wilayah itu berniaga di toko, malam pasti alasan capek, hari Minggu, mengemukakan alasan hari keluarga. Kegiatan keagaamaan hanya para penatua, para tua-tua yang mendengar saja sudah susah, yang masih sehat sulit untuk diajak terlibat secara aktif.
Kekayaan dan harta juga wujud dari berkat Tuhan, Paulus mengungkapkan, 1 Tim. 6:17 Peringatkanlah kepada orang-orang kaya di dunia ini agar mereka jangan tinggi hati dan jangan berharap pada sesuatu yang tak tentu seperti kekayaan, melainkan pada Allah yang dalam kekayaan-Nya memberikan kepada kita segala sesuatu untuk dinikmati. Tawaran keselamatan yang datang dikalahkan kesibukan mengumpulkan harta yang menjadi alasan Tuhan, menyatakan sulit bagi orang kaya masuk kerajaan surga.
Apakah kekayaan merupakan ciri orang terberkati? Beberapa pihak menganggap kekayaan materi dan banyaknya harta sebagai bukti berkat Tuhan. Orang miskin berarti sebagai kutukan karena tidak diberkati Tuhan. Paham yang tidak sepenuhnya tepat karena apa? Tuhan berkali-kali menyelamatkan orang miskin. Orang miskin dijadikan contoh dan keteladanan di dalam karya Tuhan di dunia yang singkat.
Yesus bukan mengutuk kemiskinan atau kekayaan, namun sikap hati yang mengandalkan apa di dalam hidupnya. Harta atau Tuhan. Orang miskin yang disibukkan dengan pencarian harta, kalau tidak mendapatkannya mengeluh dan menghujat Tuhan tentu tidak akan dipuji sebagai yang berbahagia. 

Jumat, 30 Mei 2014

Mari Kita Renungkan, Kebhinekaan Kita....

Kembali, berita dan tindak intoleran terjadi di negara yang berazaskan Pancasila dan adanya semboyan negara yang mengagumkan Bhinneka Tunggal Ika. Sebuah rumah dirusak karena sedang digunakan untuk berdoa bersama. Penghuni dan tamunya dianiaya. Mengapa toleransi masih saja menjadi pekerjaan rumah dan keprihatinan yang besar?
Pendidikan memegang peran, karena pendidikan yang ada tidak pernah memberikan kepada anak didik, sekaligus anak negeri untuk mengakomodasi perbedaan. Intimidasi dan diskriminasi oleh guru terhadap kaum minoritas dinampakkan dengan jelas dan gamblang. Dalam sistem evaluasi dengan menggunakan pilihan ganda anak siswa sudah diberikan pilihan yang seragam. Evaluasi sistem essai dan jawaban panjang menjadikan anak kreatif dan berani berbeda dalam koridor yang sama. Keseragaman dan tidak ada perbedaan dipupuk dan ditumbuhkembangkan.
Secara kodrat Tuhan menciptakan minimal dua, pagi sore, siang malam, laki-laki perempuan, bumi langit, mengapa masih ada saja kelompok-kelompok picik selalu memaksakan keseragaman. Pendidikan politik yang selalu menekankan perbedaan memberikan sumbangan yang tidak sedikit. Yang seharusnya mengakomodasi perbedaan diseragamkan, yang pada dasarnya memberikan ruang kesamaan selalu saja dicari-cari kesamaannya.
Keteladanan dan pendidikan perlu lebih banyak didorong agar menjadi panglima perubahan dan perbaikan berbangsa dan bernegara. Perbedaan itu indah, persamaan itu anugerah. Coba bayangkan saja sekiranya dunia ini hanya ada satu jenis, apapun itu, apa yang akan terjadi? Manusia akan mati karena bosan. Makan saja mencari variasi, namun mengapa saat ada perbedaan diintimidasi dan dipaksakan untuk sama.
Bapa-bapa bangsa, mendirikan di atas seluruh perbedaan yang dijadikan kekuatan. Sekelompok orang ingin menjadikan satu untuk menjadi kelemahan. Sudah katakan cukup menjelek-jelekan pihak lain, kutuk, hujat, dan celaan itu masa lalu. Tatap masa depan penuh berkat, keindahan di dalam perbedaan, dan membangun di dalam keragaman. Kekuatan kita adalah perbedaan mengapa harus dipaksakan untuk sama?

Mari kita renungkan.

Kamis, 29 Mei 2014

Aku Bangga sebagai Seorang Katolik....


Saya hidup di kampung yang cuma kami sendiri satu keluarga yang Katolik...
Bapak Ibu mendidik dengan keteladanan...
Tidak pernah merasa berbeda dan terlibat penuh dalam masyarakat..
Setiap ada yang menilai kami miring, justru DIA hadir dan menguatkan kami untuk mengampuni...
Saat teman sekolah dan teman bermain, dalam usia “permusuhan” mengolok agamaku, aku diam saja, aku tidak sakit hati, aku tidak tahu usia-usia kelas 4-5 itu mau jawab apa, itttu 20-30 tahun lalu...
Saat ini, ayo siapapun mau diskusi sampai mana, aku berani...
DIA membekaliku dengan luar biasa banyak kog...
Saat aku dewasa, negaraku mengajariku aku masih seperti 30 tahun lalu...
Aku diolok-olok oleh kampanye negaraku..
Saat Katolik dijadikan “kambing hitam” dalam berpolitik...
Dijadikan “keburukan”...
Dengan nama santo itu tidak layak memimpin negara ini...
Bhineka Tunggal Ika ke mana?...
Emang Katolik tidak boleh memimpin negara ini, kalau mampu mengapa tidak???
Aku bangga sebagai orang Katolik yang sering dikatakan KAFIR...
Tapi aku tidak pernah menghujat sesama dengan sekaligus menyebut ASMA ALLAH...
Tidak pernah memukul orang dengan biadab sekaligus mengucap ASMA ALLAH...
Tidak pernah merusak rumah ibadah dengan menyeru ASMA ALLAH...
Aku bangga Katolik yang selalu seia dalam kata dan perbuatan...
Ingat 1997 ketika semua takut dengan Pak Harto, Gereja Katolik menyerukan Golput juga suatu pilihan....
Padahal Pak Harto almarhum paling benci dengan kata golput...
Saat pemimpin berbeda dan berganti, semua orang berbicara dengan bangga sebagai golput,
Kenabian dibutuhkan saat ada yang tidak beres bukan saat keadaan aman....
Aku bangga tidak ada yang marah ataupun membakar saat dihujat, karena TUHAN mengajarkan kami untuk mengampuni, karena apa yang mereka lakukan tidak mereka mengerti...
Mengampuni membuat aku damai, membaca hujat dan cela, bahkan dikatakan kafir segala...
Negara beradab atau biadab, aku mengampunimu, karena kamu tidak tahu apa yang kamu lakukan...
Menyosong Hari Raya Kedatangan Roh Kudus, aku bangga Roh Kudus sudah memberikan ku keberanian dalam duniaku sekian puluh tahun.............
Waktu TUHAN tidak pernah lampau, ataupun esok, waktunya selalu kini....


Selasa, 27 Mei 2014

Bentuk-Bentuk Penyimpangan Akibat Ketidakdewasaan dan Pengaruh Lingkungan yang Kurang Baik serta Pendampingan Pastoral yang Mungkin


Media massa hampir tiap hari menyajikan kejahatan seksual. Berbagai macam kejahatan berkaitan dengan tata susila muncul setiap hari. Pornografi, perkosaan, kekerasan seksual, aborsi, maupun penyakit kelamin sekarang sudah bukan sesuatu yang tabu lagi dibicarakan. Apakah pengertian, pandangan moral, pandangan Gereja Katolik dan arah pastoral untuk masing-masing persoalan tersebut?

Masturbasi
Pengertian
Masturbasi atau biasa juga dikenal dengan nama onani adalah mendapatkan kepuasan   secara   seksual  secara   lengkap, baik  dilakukan   sendiri   ataupun dengan   orang   lain   (Komisi Keluarga KWI, 2000: 109). Katekismus  Gereja Katolik  memberikan  definisi   masturbasi   sebagai    tindakan  merangsang  alat    kelamin  dengan  sengaja     untuk    membangkitkan kenikmatan   seksual di luar  hubungan   seksual (Katekismus   Gereja  Katolik no. 2351).
Pandangan Gereja Katolik
Perkembangan Gereja Katolik selalu dalam perkembangan sejarah hidup manusia. Pandangan Gereja Katolik mengenai masturbasi dari zaman ke zaman selalu sama. Secara objektif tindakan masturbasi merupakan tindakan dosa dan pelanggaran moral berat. Pernyataan Gereja ini masih sama, baik dokumen lama maupun dokumen yang masih cukup baru. Dokumen Gereja Humanae Vitae tahun 1968 menyatakan bahwa tindakan kenikmatan seksual harus dilakukan dalam pemenuhan rencana Allah yaitu terbuka terhadap kelahiran. Demikian juga dalam dokumen Kebenaran dan Arti Seksualitas Manusiawi nomor 103 menyatakan hal yang sama, bahwa tindakan masturbasi dipandang dan dinilai sebagai dosa dan pelanggaran moral serius.
Gereja tetap melihat tindakan masturbasi merupakan tindakan salah karena bertentangan   dengan  kehendak   Allah. Allah    menginginkan      tindakan keintiman seksual   berciri unitif   dan prokreatif. Unitif    berarti   adanya kesatuan  suami istri dan prokreatif    berarti   adanya   unsur  keterbukaan terhadap  kelahiran  generasi  baru.  Pandangan     Gereja   menilai   tindakan masturbasi    merupakan  dosa   dan   pelanggaran   moral   serius   dan      tidak sah di dalam    dirinya   sendiri   dan   tidak   dapat   dibenarkan   secara moral (Komisi Keluarga KWI, 2000: 110).


Beberapa Alasan
Tindakan   masturbasi  dapat  terjadi  karena   beberapa   alasan   yang bisa disebut sebagai alasan  sosiologis, patologis, obsesif, atau coba-coba. Dengan penjelasan seperti di bawah ini:
Sosiologis
Masturbasi dilakukan oleh suami atau istri yang terpisah domisilinya karena berbagai sebab. Kesatuan suami-istri tidak mungkin dilakukan dan untuk menjaga kesetiaan sebagai jalan keluar dengan melakukan masturbasi.
Patologis
Tindakan masturbasi untuk mencapai kepuasan diri sendiri. Perbuatan untuk mencapai kenikmatan sendiri. Ini bisa dilakukan oleh pasangan suami istri meskipun hidup bersama-sama.
Obsesif
Perbuatan masturbasi ynag sudah tidak bisa dihindari lagi karena sudah menjadi tuntutan oleh kebiasaan dan sulit  keluar dari godaan dengan tujuan untuk mencari kenikmatan.
Coba-Coba/Iseng
Masturbasi yang dilakukan oleh anak-anak sebagai suatu tindakan mencoba apakah alat kelaminnya dapat berfungsi dengan baik.  Didukung oleh kematangan perkembangan biologis.
Arah Pastoral
Banyak tindakan masturbasi dilakukan demi kenikmatan semata-mata. Kepuasan dan kenikmatan diri yang berorientasi pada diri sendiri.
Gereja tidak memandang sama terhadap segala tindakan masturbasi. Masturbasi yang dilakukan dengan alasan patologis dan obsesif disamakan dengan suatu penyakit yang membutuhkan seorang ahli untuk dapat menyembuhkannya.  Masturbasi oleh Gereja dinilai sebagai kesalahan meski secara subjektif tidak selalu menjadi kesalahan serius. Meskipun demikian tidak jarang menimbulkan konflik batin  yang perlu bantuan untuk dapat keluar.
Ekaristi dan  tobat menjadi sumber kekuatan untuk mengatasi godaan dan kerapuhan seksualitas. Tuhan tidak pernah  meninggalkan umat-Nya dalam kesulitan, termasuk dalam kesulitan seksual. Tuhan berperan serta atau campur tangan dalam hidup manusiawi, tidak ketinggalan seksual. Bagi anak hidup murni adalah mungkin.
Homoseksualitas
Pengertian
Homoseksualitas oleh Katekismus Gereja Katolik tahun 1993 nomor 2357 didefinisikan sebagai relasi antara laki-laki atau perempuan yang merasakan ketertarikan seksual secara eksklusif  atau terutama terhadap orang-orang dengan jenis kelamin yang sama.
Homoseksualitas berasal dari kata-kata homoios yang berarti sama dan sexus berarti jenis kelamin. Istilah ini kurang tepat karena terlalu sempit cakupannya, karena hanya menekankan aspek seksual saja. Istilah yang lebih tepat adalah homophil (kata sifat) dan homophili (kata benda) yang berasal dari kata homoios yang berarti sama dan  philein yang berarti mencintai (Kees Mass, 1998: 138).
Pandangan Gereja Katolik
Homophil merupakan tindakan yang melanggar moral dan hukum alam karena bukan tindakan perkawinan suami istri.  Dalam Pastoral Care of homosexual Persons no. 3 menilai bahwa tindakan homoseksual merupakan pilihan yang tidak dapat dibenarkan (Seri Dokumen Gereja No.69: 12). Perkawinan katolik merupakan perkawinan antara laki-laki dan perempuan (KHK, 1983: K-1055).
Hubungan seksualitas pasangan homo bukanlah ungkapan cinta. Hubungan yang ada merupakan hubungan untuk mencari kenikmatan dan kepuasan dan kenikmatan sendiri. Pemberian diri tidak ada karena pasangan menjadi objek untuk kepuasaan diri sendiri. Pribadi-pribadi yang berhubungan saling memanfaatkan dan mengeksploitasi.  Homoseksualitas dinilai tidak bermoral karena hubungan ini merendahkan orang lain, pribadi yang ada dijadikan alat dan sarana untuk kepuasan daging.
Hubungan homoseksualitas bukan hubungan suami istri di mana dapat diandaikan adanya keterbukaan pada kelahiran keturunan. Tindakan homoseksualitas menghilangkan makna dan simbolisme yang kaya dari hubungan seksualitas, karena bertentangan dengan tujuan dan rencana Allah Sang Pencipta tentang seksualitas manusia, yakni sebagai ungkapan cinta dan pemberian diri yang terbuka pada adanya  penerusan generasi baru.
Arah Pastoral
Hubungan homoseksual bisa dilihat dalam dua orientasi, yakni pembawaan dan tindakan di mana hubungan ini menjadi penyelewengan dan melanggar hukum alam. Banyak pihak menganggap bahwa orientasi seksual sejenis merupakan sesuatu yang bukan merupakan pilihan pribadi. Bukan pekerjaan yang mudah untuk mengubah orientasi seksual seseorang, demikian juga dengan orientasi seksual sejenis. Sebagai sesuatu yang sulit diubah, homoseksual perlu diterima penuh hormat dan kasih. Bukan hanya sulit diubah, namun memang tidak perlu diubah karena memang tidak bisa diubah. Semua orang adalah umat Allah apapun keadaannya. Dasar itulah yang menjadi alasan perlu adanya tindakan yang bijaksana dengan jalan tidak mendiskreditkan dan mengucilkannya. Orientasi homoseksualitas perlu disadari dan diterima sebagai salib, sehingga layak dipersatukan dengan salib Kristus. Setiap orang dipanggil kepada kesucian dan kemurnian. Tidak ketinggalan adalah kaum homo. Untuk mewujudkan kemurnian dan kesuciannya mereka tidak boleh melakukan tindakan seksual.
Banyak orang yang berperilaku dan berpraktik tindakan-tindakan homoseksual yang belum menjadi suatu kebiasaan dapat disembuhkan dengan terapi yang tepat. Perhatian dan pengawasan orang tua sungguh besar manfaatnya bagi anak, agar  gejala-gejala atau tanda-tanda ke arah homoseksual dapat dikenali sejak dini.
Pornografi
Akhir-akhir ini media massa di Indonesia, baik lokal maupun nasional, dipenuhi berita mengenai pornografi. Dari Ponorogo dilaporkan beredarnya film porno yang dilakukan oleh pelajar sekolah mencegah di sana. Anggota DPR-RI melakukan adegan mesum dengan seorang artis dan menggugurkan kandungan (Jawa Pos, 9 Desember 2006)
Pengertian
Dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 889) pornografi diartikan sebagai penggambaran tingkah laku secara erotis, baik dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan hawa nafsu birahi. Atau arti ain bahan yang dirancang dengan semata-mata untuk membangkitkan hawa nafsu. Gereja Katolik dalam Katekismus tahun 1993, nomor 2354 menyatakan bahwa pornografi mengambil persetubuhan yang sebenarnya atau yang dibuat-buat dengan sengaja dari keintiman pelaku dan menunjukkannya kepada pihak lain.
Faktor-Faktor Semakin Maraknya Pornografi
Dokumen Dewan Kepausan untuk Komunikasi Sosial menyatakan bahwa beberapa faktor yang menyebabkan semakin maraknya pornografi, dapat disebut antar lain:
-     Biasanya kaum perempuan dijadikan sebagai komoditi ekonomis. Tubuh manusia dijadikan sebagai objek untuk dapat dinikmati, digunakan untuk melayani kebutuhan egoisme dan kenikmatan jasmaniah semata-mata, manusia dipandang sebagai benda semata.
-     Moral mengalami dekadensi, terutama moral seksual. Kesetiaan   sebagai anugerah Allah sekarang dipandang sudah ketinggalan zaman. Tubuh yang dianugerahkan Allah untuk menjawab panggilan-Nya untuk saling mencintai secara eksklusif yang seharusnya dijaga dan dilindungi kesuciannya, oleh banyak orang dipamerkan kepada siapa saja untuk kesenangan biologis semata.
-     Majalah porno amat laku. Kelemahan kaum muda dimanfaatkan oleh industri media untuk mencari keuntungan.
-     Kebebasan berekspresi oleh pemerintah di sebagian besar negara termasuk pers disalahgunakan. Kebebasan seolah-olah tidak ada batas lagi.
-     Perangkat hukum masih terlalu lemah. Adanya hukum yang nyata perlu untuk melindungi moral anak dan kaum muda.
Akibat Pornografi
Pornografi mempunyai akibat negatif antara lain:
-              Pornografi menodai kemurnian. Pornografi merusak makna hubungan seksual suami-istri sebagai pemberian diri total. Pornografi meremehkan seks, menggerogoti hubungan antar pribadi, eksploitasi pribadi, merendahkan martabat perkawinan dan keluarga. Para pelaku tindakan pornografi (aktor, produsen, distributor, pedagang, maupun penonton) merusak martabat manusia karena mereka hidup dalam dunia semu.
-              Akibat tindak pornografi adalah dosa. Keterlibatan dalam pembuatan, menikmati, dan menyebarluaskan pornografi merupakan tindakan kejahatan moral yang serius.
-              Membiarkan diri terhadap pengaruh pornografi, sama juga dengan narkoba. Pengaruh narkoba akan menjadi kebiasaan yang menyebabkan pribadi yang bersangkutan menjadi tergantung. Lama kelamaan berusaha mencari pornografi yang lebih berat.
-              Pornografi membuat orang berkhayal. Khayalan-khayalan dan perilaku tidak sehat, membuat lembaga keluarga dan perkawinan  menjadi buruk karena kepercayaan, keterbukaan, dan  integritas moral pribadi dalam pikiran dan  perbuatan yang begitu penting dirusak oleh khayalan-khayalan itu.
-              Kasus-kasus khusus dipengaruhi oleh pornografi.
Pandangan Gereja Katolik
Melihat definisi, ciri, dan macam pornografi jelas bahwa gagasan dan pandangan seksualitas seperti dalam pandangan pornografi bertentangan dengan pandangan Kristiani (Piet Go, 1985: 171).
Usaha Pastoral untuk Mengatasinya
Pornografi sudah demikian marak. Semua jenis sudah teracuni, media massa, media elektronik, manusia dari segala tingkat usia, dari berbagai belahan dunia ikut terlibat dan berperan di dalamnya. Generasi muda perlu mendapatkan perlindungan terhadap bahayanya. Perlu usaha semua pihak untuk mengatasinya.
-              Tanggung jawab pengelola media massa dan media elektronik. Kebebasan pers di Indonesia khususnya sekarang dibuka lebar-lebar, demikian juga dengan kebebasan berekspresi. Perlu diingat adalah kebebasan itu harus diiringi dengan rasa tanggung jawab untuk menjaga norma-norma moral dan kesejahteraan umum.
-              Para orang tua. Orang tua harus semakin banyak memberikan pendampingan bagi anak-anak. Anak-anak perlu dididik dalam bidang moral secara sehat. Pendidikan ini mencakup penanaman sikap yang sehat terhadap seksualitas manusia berdasarkan penghormatan terhadap martabat manusia sebagai anak Allah.
-              Kaum muda. Kaum muda dan anak-anak hendaknya dididik  dalam memanfatkan media. Pemanfaatan media tidak berhenti pada pemanfaatan semata, harus diiringi dengan sikap kritis dan bertanggung jawab dalam memilih media yang berguna bagi hidup dan mana yang malah merugikan kehidupannya. Pendampingan dalam memilih maupun memanfaatkan media mutlak perlu.
-              Para pendidik. Pendidik merupakan rekan kerja orang tua dalam penanaman nilai moral. Sekolah dengan  program-program pendidikan hendaknya mendukung dan mengajarkan nilai-nilai sosial dan etika untuk kemajuan kaum muda dan anak-anak.
-              Masyarakat. Masyarakat termasuk kaum muda dan anak-anak perlu menyuarakan  pandangan mereka mengenai pornografi. Tekanan perlu diberikan pada penerbit dan pejabat yang berwenang agar menghentikan penerbitan yang mengandung pornografi.
-              Penguasa masyarakat. Para pembuat hukum dan para pejabat pemerintah perlu memberikan perhatian besar terhadap pornografi. Hukum yang berkaitan dengan pornografi perlu mendapat perhatian agar dilaksanakan dengan tegas. Jaringan pornografi merupakan jaringan internasional perlu kerja sama ditingkat regional maupun internasional.
-              Gereja. Gereja mempunyai tugas utama untuk terus menerus menyampaikan ajaran-ajaran yang benar mengenai iman dan juga kebenaran moral yang objektif termasuk di dalamnya mengenai moral seksual.

Prostitusi
Pengertian
Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (2005: 899) prostitusi dimaknai sebagai pelacuran  dan  arti  yang  lain  adalah   pertukaran  hubungan seksual dengan uang, atau hadiah sebagai suatu  transaksi perdagangan.
Pelacuran merupakan bentuk penyimpangan seksual, dengan pola dorongan seks yang tidak wajar, sehingga  relasi seks sifatnya impersonal tanpa afeksi, emosi, dan berlangsung cepat.
Sebab Munculnya Prostitusi
-                Tekanan ekonomi, sempitnya lapangan kerja dan standart hidup  di tengah masyarakat yang tinggi.
-     Mencari variasi dalam relasi seksual.
-     Iseng, ingin tahu, mencoba-coba, biasanya dilakukan kaum muda.
-     Adanya kelainan seksual.
-                Masalah psikologis, misalnya frustasi, patah hati, kompensasi dari rasa minder.
-                Sikap memberontak dari ajaran-ajaran  orang tua,  agama dan norma sosial.
-                Kematangan biologis sudah tercapai sedangkan usia perkawinan semakin mundur.
Pandangan Gereja Katolik
Sejak zaman kuno prostitusi sudah ada. Dalam Kitab Suci pelacuran dilarang keras, baik pelacuran yang bernuansa sakral yang bisa disebut sundal bakti maupun pelacuran sekular  (bdk. Imamat 19:29; Ulangan 23:17). Dalam Perjanjian Lama ada perintah untuk melempari pelacur sampai mati (bdk. Ulangan 22:21).
Prostitusi menodai martabat pribadi dan merendahkan diri sendiri dengan menjadikan diri sebagai objek kenikmatan semata-mata bagi orang lain.
Gereja Katolik dalam Katekismus nomor 2355 memberikan penilaian mengenai prostitusi yang dinilai sebagai dosa berat. Apabila dilakukan secara sadar, bebas, dan dikehendaki. Tekanan dari luar dapat mengurangi kesalahan (Katekismus Gereja Katolik, 1993, nomor 1735).
Arah Pastoral
Bahaya nyata dari prostitusi adalah dapat merusak moral generasi muda dan anak-anak, serta merupakan sumber penularan penyakit menular kelamin yang dapat mematikan, seperti HIV/AIDS. Pemberantasan prostitusi selalu gagal tanpa adanya pemberdayaan perempuan, tanpa penyediaan lapangan kerja bagi kaum perempuan, tanpa undang-undang yang dengan jelas melarang prostitusi, dan memberikan hukuman yang pantas bagi pelaku prostitusi, penerimaan layanan, serta penyelenggara prostitusi.
Kekerasan Seksual
Kekerasan seksual dari hari ke hari semakin marak tanpa memandang usia pelaku maupun korban. Berita Jawa Pos menyebutkan bahwa anak kelas lima sekolah dasar memperkosa anak kelas satu sekolah dasar (Jawa Pos, Kamis 28 Desember 2006). Koran lain menyatakan ayah  memperkosa anak tiri dengan alasan istrinya menjadi tenaga kerja Indonesia di luar negeri (Wawasan,  Kamis 28 Desember 2006).
 Pengertian
Kekerasan seksual yang sering terjadi ada dua macam, yaitu pelecehan seksual, yakni merupakan semua tindakan, omongan, dan perbuatan yang tidak diinginkan serta menimbulkan rasa  tidak  senang bagi yang  menerimanya. Kedua, perkosaan, yakni pemaksaan hubungan seksual yang tidak dikehendaki korbannya.
Kekerasan biasanya disertai ancaman baik fisik dengan senjata tajam atau psikis dengan ancaman mau dibunuh atau diiming-imingi uang atau makanan. Sering pelaku dikenal oleh korban maupun mengenal korban. Tidak jarang didahului dengan minum-minuman keras atau menonton film porno.
Akibat Kekerasan Seksual
Akibat bagi korban adalah timbul gangguan emosional atau traumatis serta menghadapi masa depan yang sulit. Bila terjadi kehamilan merupakan kehamilan yang tidak dikehendaki dan berisiko digugurkan.
Bagi pelaku. Pelaku bisa mendapat sangsi sosial dengan dikucilkan maupun hukuman kurungan di penjara.
Pandangan Gereja Katolik
Perkosaan merupakan suatu perbuatan yang dengan sendirinya harus ditolak sejauh-jauhnya. Lebih buruk lagi apabila orang tua atau para pendidik sebagai pelaku perkosaan terhadap anak yang dipercayakan kepada mereka (Katekismus Gereja Katolik, 1993 nomor 2356).
Arah Pastoral
Orang tua perlu memberi beberapa pengertian dan landasan pada anak-anak untuk menghindari tindakan kekerasan seksual.
-              Anak dilarang pergi sendirian ke tempat-tempat yang sepi.
-              Anak perlu hati-hati kalau perlu dilarang berjalan atau bepergian  dengan orang yang tidak dikenal.
-              Anak dilarang membukakan pintu jika orang yang datang tidak dikenal, apabila sedang sendirian di rumah.
-              Anak dilarang pergi terlalu jauh dari rumah, apabila keadaan sudah gelap.
-              Anak dilarang menerima pemberian makanan dari orang yang tidak dikenal.
-        Anak diberi tahu untuk melaporkan kepada orang tua jika ada orang yang mencoba mengajak pergi ke suatu tempat yang sepi sendirian, atau mencoba meraba-raba daerah pribadi (Wuryani, 2004:`104).
-        Anak dikenalkan organ intimnya dan diberi tahu bahwa tidak boleh semua orang melihat, apalagi meraba-raba (Jawa Pos, Rabu 06 April 2005).

Minggu, 25 Mei 2014

Mei 2014 Bulan Penuh Berkat bagi Bangsa Indonesia


Bangsa penuh berkat, teristimewa bulan Mei. Dimulai di tanggal 2 Mei dengan Hari Pendidikan Nasional, pendidikan berarti membina bangsa agar memiliki kemampuan budi untuk menimbang, mengembangkan rasio, hati, dan kemampuannya menuju kebaikan yang lebih....
Pertengahan Mei, tanggal 15, merayakan Hari Raya Waisak, di mana segala keinginan duniawi telah dikalahkan dan kebijaksanaan Ilahiah lahir, membawa cinta dan damai untuk dunia ....
Pendidikan, cinta, kebijaksanaan, dan damai membawa Kebangkitan bagi Bangsa Indonesia agar mengatasi segala persoalan bangsa dengan kepala dingin, cerdas, dan berkualitas di dalam berbangsa dan bernegara......
Pendidikan, damai, dan pengosongan diri memampukan peziarahan batin dan spiritual bersama dalam Isra Miraj, perjalanan spiritualitas bersama Nabi Muhammad menuju bangsa baru yang gilang gemilang, sebagaimana cita-cita para bapa bangsa...
Dan akhirnya naik ke surga bersama dalam Hari Raya Kenaikan Tuhan....
Bangsa Indonesia dipermuliakan di depan bangsa-bangsa lain, bukan lagi bangsa yang penuh olok-olok...
Penuh kedengkian....
Penuh kecurigaan...
Itu semua sudah lampau....
Menjadi bangsa besar yang beradab...
Bangsa besar yang toleran...
Bangsa besar yang membanggakan anak cucu...
Bangsa besar yang melindungi seluruh tumpah darahnya...
Bangsa besar yang aman, sejahtera, damai...
Bangsa besar yang bermartabat..
Berdaulat...
Merdeka .....
Gemah ripah...
Loh jinawi...
Aman sentosa...
Mengrasankan...
Selalu dirindukan...
Penuh cinta kasih...
Selamat hari Pendidikan Nasional, Selamat Hari Raya Waisak,
Selamat hari Kebangkitan Nasional, Selamat Hari Raya Isra Miraj,

dan  Selamat Hari Raya Kebangkitan Tuhan....

Sabtu, 24 Mei 2014

Remaja Puteri, hati-hati kalau hal berikut kamu alami:

Membaca buku Annie’s Baby, Sebuah Kisah Nyata, Buku Harian Seorang Remaja yang Hamil di Luar Nikah, saya tidak tahan lagi , untuk membagikan apa yang terjadi di dalam buku ini, berbagi untuk perhatian bagi para remaja puteri. Kisah tragis, yang awalnya cinta penuh keindahan, dirusak nafsu yang menyelinap karena kelihaian setan, yang disetujui untuk memasukinya, dihidupi dengan kekerasan fisik, seksual, phikis, dan tentu semuanya menjadi tanggungan Annie. Hati-hati kalau ada kejadian yang mirip, identik, atau hampir sama, satu, beberapa, sebagian, apalagi kalau semua:
1.       Kamu anggap diri kamu biasa saja, cupu,  tidak populer, kutu buku, lugu, pokoknya biasa banget, bukan siapa-siapa deh di sekolah atau komplek atau kampungmu.
2.       Tiba-tiba ada cowo yang cute, smart, populer, tajir, anak band atau anak basket datang ke kamu, apalagi kaya’ film, ada unsur kebetulan yang natural bagimu.
3.       Memujimu sebagai pribadi yang diidamkannya dalam mimpi dan hidupnya.
4.       Cewe’-cewe’ tenar yang mengejarnya dikatakannya padamu membosankan, memuakkan, dan bukan dia banget.
5.       Menemanimu berlebihan, bahkan membuatmu yang biasa saja menjadi risih.
6.       Membuatmu melambung, kamu merasa itu terlalu over  dan berlebihan banget
7.       Selalu meminta bantuanmu yang kamu tahu banget dia bisa melakukan atau mendapatkannya.
8.       Membuatmu memisahkan diri dari lingkunganmu yang dulu:
a.       Dari hobby nulis buku harian atau blog, menjadi sama sekali tidak
b.      Akrab dengan keluarga mulai jarang bahkan bincang-bincang sekalipun
c.       Menjauh dari sobat-sobatmu
d.      Kamu jadi berubah dan bukan dirimu lagi, itu sering diungkapkan pribadi yang akrab denganmu.
9.       Membuatmu biasa banget untuk bohong dengan teman, guru, dan orang tua
10.   Uang sekolah kamu habiskan beli pulsa, parah lagi kalau untuk traktir si dia
11.   Sering mendapat pemberitahuan atau kamu tahu sendiri, dia menertawakan dirimu di belakangmu, saat dia bersama teman-temannya
12.   Ada kejadian yang menyakitkanmu, baik fisik, psikis, apalagi kalau seksual, dia minta maaf dengan berurai air mata, dan menyatakan menyesal, parah lagi kalau keluar tidak bisa hidup tanpamu
13.   Saat kamu memaafkan dan mengampuni apa yang ada di nomor 12, pasti akan diulangi.
14.   Jangan-jangan kamu hanya jadi bahan taruhan????
15.   Apabila diulangi tindakan nomor 12, TINGGALKAN saja, dia TIDAK  LAYAK untukmu
16.   Kalau dia mengajakmu ML, bercinta dan dengan alasan menunjukkan cinta, TONJOK atau TENDANG KEMALUANNYA, tinggalkan dia, itu nafsu dan setan, bukan cinta.
17.   Apalagi kalau sudah memperkosamu, bawa ke POLISI!!!
18.   Jangan pernah merasa kamu yang salah, dan dia yang benar karena banyak teman dan populer.


Memang ketulusan ada tapi kalau sudah masuk pada kekerasan dan nafsu bukan lagi ketulusan.

Lucunya Bangsaku......


*      Seorang kepala desa, setiap hari kalau ke kantor melewati, lahan yang sedang dibangun jalan, dia berkata, “Saya tahu, ada pembangunan jalan, tapi tidak ada laporan ke saya.” Coba kalau jadi pejabat besar alangkah arogannya???????
*      Seorang menteri, menjadi tersangka, dan mengatakan,” saya berdoa semoga kasus ini hanya salah paham belaka.” Lihat Tuhan didekte untuk kepentingan dia yang berbuat tidak semestinya???????????????
*      Seorang calon pemimpin bangsa mengatakan kepada komisi yang mengurusi tindak korupsi,”jangan dipolitisasi.” Memang korupsi dan politisisasi bisa seiring sejalan? Atau mau intervensi?????????????
*      Seorang pengurus partai politik, menyatakan dukungan ke pihak yang  satu, namun juga menyatakan siap menjadi bagian dari kelompok yang satunya. Ini konsistensi atau pecundang dalam  berpolitik. Kanan kiri oke ikut-ikut Om Dono, Kasino almarhum, dan Om Indro....kalau trio DKI masih eksis pasti kalah lucu, karena yang ini tidak punya malu..
*      Pernah dengar mau membuka rekening di bank ditanyakan SIM, memang mau melamar jadi sopir, atau tukang ojeg di bank tersebut?????
Kalau ditanya KTP dan KK sih masih lumayan... lha ini SIM?
Untung tidak ditanyakan Visa dan pasport, emang imigrasi???????
*      Polisi yang harusnya menggunakan pistol untuk mengejar pelaku kriminal, termasuk pemerkosa, ini digunakan untuk menakut-nakuti dalam memperkosa???????????????????????
Lebih lucu pistol yang sama justru membuat polisi ini ketakutan setengah mati...
Polisi yang takut mati, berani malu, dan kemaluannya yang tidak pernah mati terhadap nafsu.....
*      Ada guru PNS lagi, menyatakan gajinya kurang, maka jadi perampok?????
Lha kalau PNS masih kurang, bagaimana yang honorer di  swasta, ini sih bukan kurang, tapi rakus, dan maruk terhadap materi....
*      Di dunia mana yang bank itu berlomban-lomba memberikan hadiah dibandingkan menaikkan bunga simpanan dan menurunkan bunga pinjaman...
*      Negara di mana orang membeli secara kredit lebih mudah dibandingkan membeli secara kredit....
*      Pemimpin dicari kesamaan agama, ras, dan golongannya, meskipun bodoh, jahat, curang nya minta ampun....
*      Sepintar apapun, sebagus apapun, sekeren apapun, se-smart apapun kalau minoritas, siap-siap jadi penonton....



Tuhannya Uang

Korupsi dana haji itu kecil sekali. Tuhannya adalah uang.
Kementerian agama, seperti sudah kiamat dengan adanya status tersangka pemimpinnya dalam dana haji. Itu hanya sebuah bagian yang amat sangat kecil, kalau boleh bisa dikatakan micro. Mengapa ketika berkaitan dengan uang, materi, dan dana kegagalan itu menjadi jelas dan nyata. Coba dibayangkan saja litani dan daftar kegagalan kementerian ini.
1.      Intraagama
·         Syiah
Bisa ditanyakan kepada saudara-saudara penganut Syiah dan Ahmadiyah, apakah dapat menganut ajaran agamanya dengan bebas. Menteri Agama bukan Menteri Agama Islam semata, kalau alasan sebagai agama mayoritas benar tidak ada yang salah, namun perlu juga mengurus yag minoritas dan perlu bimbingan, bukan membiarkan seperti selama ini. Kalau haji yang banyak ungnya mengapa begitu cepat dan reaksi yang  diberikan langsung. Ahmadiyah, Syiah sampai korban manusia saja tidak ada tindakan konkret selain wacana dan bahasa pers, semua diam, padahal membara di akar rumput.
·         Fundamentalis yang mengatasnamakan agama memaksakan kehendak
Kelompok-kelompok fundamentalis yang menciderai kehidupan Agama Islam sendiri yang baik, namun didiamkan karena takut dengan sepak terjang mereka. Ketika negara alpa dan takut dengan sekelompok orang, apalagi masyarakatnya yang tidak memiliki senjata dan kuasa? Kelompok-kelompok ini lebih berkuasa dibandingkan Polri, TNI, ataupun kementerian agama. Mereka memiliki hukum di negara hukum ini. Apa yang mereka yakin sebagai kebenaran. Mereka pelu pembinaan dan pendampingan untuk meluruskan banyak keyakinan yang tidak kalah pentingyan dibanding Ahmadiyah dan Syiah. Mengapa tidak ada tindak nyata?
·         Berebut sertifikasi halal
Persoalan halal hara saja berebut. Mengapa karena uang? Bukan kemaslahatan orang  banyak, ujungnya uang.
·         Polemik hari raya dan awal puasa
Polemik yag satu ini bisa diseret ke arah politis. Berbahaya karena hidup dan keyakinan iman dicampuri urusan duniawi. Kementerian agama diam saja, karena masuk dalam kekeuasaan dan menikmati kekuasaan, lalai persoalan yang lebih mendalam mengenai iman dan kepercayaaan. Perbedaan tidak masalah, asal tidak dimanfaatkan secara politis. Sayang ibadah dan iman dipolitisasi demi urusan duniawi yang sangat tidak penting.
2.      Antaragama
·         Gereja Yasmin
Gereja Yasmin hanya satu tonggak dan tugu peringatan di sisi lain kehidupan intoleran. Bagaimana intimidasi pada kelompok minoritas, guru yang beragama lain diintimidasi dan disindir-sindir dengan kata-kata yang aneh, di lingkungan sekolah lagi, apalagi murid? Sekolah, semua yang beraroma negeri tidak aman bagi pemeluk agama lain. Ini jelas-jelas tugas kementerian agama, bukan kementerian haji lho, kemenag itu.
·         Kampanye atas nama agama
Kampanye hitam selalu menggunakan sentimen keagamaan, sejak Ibu Megawati yang dikatakan Hindu, Bapak Jokowi dikatakan Katolik, emang salah Hindu atau Katolik memimpin negeri ini. Lagi dan lagi kegagalan kementerian agama. Siapapun anak negeri yang mampu mengapa tidak memimpin negara Bhineka Tunggal Ika ini, atau sudah ganti menjadi negara agama?
·         Kebebasan beragama hanya semu
Kebebasan agama hanya wacana dan pencitraan keluar negeri... halini tidak udah dijabarkan semua pasti tahu. Di mana kementrian agama, dan lagi Anda bukan menteri haji. Haji sudah ada dirjennya kog.

Korupsi mengenai kegiatan berhaji ini hanya sedikit, bandingkan dengan kegagalan yang begitu besar di atas. Kehidupan manusia jelas jauh lebih berharga dan mahal dibandingan nol sembilan tersebut. Mengapa kesalahan yang begitu besar tersebut tidak dinilai dan dievaluasi. Karena tuhannya adalah uang negara ini.  Tuhan menciptakan perbedaan bukan persamaan untuk saling melengkapi.


Jumat, 23 Mei 2014

Komunikasi

Komunikasi menjadi penting di dalam berinteraksi dan bergaul dengan orang lain. Apa yang perlu dilakukan agar komunikasi kita menjadi kekuatan di dalam membangun jaringan dan perkembangan kepribadian kita. Beberapa hal berikut perlu kita ketahui:
1.      Memahami dan mempercayai
Ketrampilan pertama ini, mencakup pembukaan diri, pemahaman diri, penerimaan diri, dan sikap mempercayai. Sikap saling mempercayai dan terdorong untuk semakin saling memahami. Pemahaman yang baik perlu adanya saling mengungkapkan bagaimana tanggapan kita terhadap suatu hal, juga perasaan kita atas apa yang terjadi. Pengungkapan diri perlu adanya pemahaman diri dan penerimaan diri yang baik. Reaksi dan perasaan yang tidak kita sadari, maka kita tidak akan mampu mengungkapan kepada pihak lain, apa yang tidak kita sukai, akan kita sembunyikan. Membuka diri apaadanya dan menerima orang lain dengan penuh perhatian merupakan cara untuk menjalin hubungan yang lebih baik.
2.      Berkomunikasi secara tepat dan jelas
Kemampuan untuk mengkomunikasikan gagasan dan perasaan secara tepat dan jelas, serta kemampuan untuk mendengarkan dengan cara-cara yang memang menunjukkan bahwa kita telah memahami lawan komunikasi kita. Dengan saling mengirim dan menerima pesan, hubungan antarpribadi telah dimulai, kembangkan, dan menjadi hubungan yang mantab
3.      Menerima dan membantu 
Kemampuan untuk memberikan tanggapan yang bersifat menolong atau menumbuhkan bagi orang yang bermasalah, kemampuan menunjukkan sikap menerima dan mendukung pujian dan teladan demi semakin membangun tingkah laku orang lain.
4.      Mengatasi konflik dan salah paham dengan konstruktif
Menjaga kelestarian hubungan yang sudah terjalin, perlulah dimiliki  kemampuan untuk memecahkan konflik-konflik dan masalah-masalah antarpribadi dengan cara-cara yang dapat semakin mendekatkan diri dengan  lawan komunikasi kita, dan yang akan membuat hubungan kita semakin bertumbuh dan berkembang.

Semoga membantu bagi perkembangan kita bersama.