Senin, 30 Juni 2014

Agama oh Agama

Memperhatikan dinamika politik dari waktu ke waktu kalau berkaitan dengan agama selalu sensitif namun tidak pernah selesai dan terselesaikan dengan baik, sebagaimana bagsa yang pluralis dan berBhineka Tunggal Ika.
1.       Saat Ibu Megawati dan Bapak Joko Widodo, menjadi capres mengapa agamanya dijadikan-jadikan dan dibuat-buat, dicari-cari asal muasalnya, dan semua tidak terbukti, namun melukai Bhineka Tunggal Ika. Ibu Megawati diisukan beragama Hindu, Bapak Joko Widodo diisukan Katolik/Kristen. Memang hindu, Budha, Kristen. Katolik, atau kepercayaan lain sudah dinafikan di negara Pancasila ini. Mengapa saat Bapak Wiranto, Bapak Prabowo, Bapak Agum Gumelar, Bapak Yusuf Kalla, dan semua capres cawapres tidak dipersoalkan keagamaannya?
2.       Salah satu mantan ketua MPR, menyatakan apakah Muslim bisa memimpin di USA, Eropa? Hal ini tidak bisa dijadikan perbandingkan satu sama lain, karena apa? Di USA dan Eropa, pemimpin bukan berbicara agama dan alasan-alasan artifisial lainnya, agama bukan berarti remeh, namun bukan penentu menjadi seorang pemimpin sipil. Kemampuan, kepribadian, dan rekam jejak yang baik menjadi acuan.
3.       Apakah kalau agama mayoritas, kemudian rekam jejaknya buruk, korup, tidak bertanggung jawab atas tindakannya, baik pribadi ataupun sebagai pengusaha, bisa menutupi kesalahan dan tindak buruknya? Kalau iya, hati-hati kalau demikian, agama menjadi kedok perlindungan diri dan mencuci kesalahan demi kekuasaan.
4.       Toleransi, yang selalu diagung-agungkan, bahkan presiden mendapatkan penghargaan internasional di bidang ini, masih jauh dari harapan. Bahkan mundur dari waktu ke waktu. Saat kebebasan dan kesempatan beragama dan menjalankan ritual keagamaan yang dilindungi UUD malah dikalahkan oleh pemikiran sekelompok orang dan yang mengatasnamakan organisasi massa, dan ini memperoleh “hak-hak istimewa” dari oknum di negara ini.
5.       Hukum masih jauh dari keadilan. Aparat hukum masih berpihak kepada kelompok yang banyak atau mayoritas bukan kebenaran. Hukum bersifat keadilan bisa disetir dan dikuasai suatu kelompok.

Sudah saatnya seluruh bangsa Indonesia tercinta ini kembali kepada jati diri bangsa dan lepas dari segala kepentingan. Kepentingan sesaat yang mengalahkan kebesaran bangsa ini. 

Sabtu, 28 Juni 2014

Sifat Godaan


1.       Lemah bila dilawan dan garang bila didiamkan
Mengalahkan godaan harus gigih dan berani menantang. Kita perlu tegas dan tidak takut di dalam menghadapi godaan.
Sebagai contoh untuk memahami, saat berdoa, muncul pikiran jelek untuk melamun dan membayangkan cowok idaman yang cakep. Di dalam hati muncul keinginan untuk menghilangkannya, tetapi ada suara lain yang menyatakan, “Turuti saja sejenak.” Pelan-pelan saat diikuti pikiran atau lamunan itu, doa pasti tidak akan jadi, dan hanya mengkhayalkan keberadaan cowok  tersebut. Hal itu terjadi karena tidak tegas dilawan namun dibiarkan dan diikuti, maka kalah terhadap  godaan.
Suatu hari, Jony seorang dosen didatangi mahasiswanya untuk membantu ujian dengan membawa uang suap. Istrinya membantu merayu Jony untuk menerima uang tersebut. Jony tetap dengan pendiriannya dan menolak dengan tegas suap tersebut. Akhirnya ia menang di dalam peperangan tersebut.
Dini mengalami pencobaan yang sedikit berbeda. Sewaktu berpacaran dengan Budi, ia merasa bahagia dan merasa sangat berkembang. Suatu sore entah mengapa Budi merayunya untuk mengajak bersetubuh, mengerti itu sebagai godaaan, Dini mengalihakn perhatian dan mengajak pulang. Dini tegas menolak dan selamat. Berbeda dengan Deby, saat dibujuk Anton pacarnya, dia berfikir sedikt saja tidak akan apa-apa. Deby kecewa saat kegadisannya hilang, Anton pun hilang.
Berangkat dari ilustrasi tersebut, nampak kalau godaan itu dilawan akan mundur, tetapi kalau diiyakan sedikit saja, biasanya kita yang akan kalah. Kalah karena godaan itu berciri canggih dan lihai di dalam mempengaruhi kita. Bukankah itu juga terjadi terhadap Adam dan Hawa, waktu digoda setan? Mereka mencoba memberi tanggapan dan respons, akhirnya mereka jatuh dan melanggar perintah Tuhan, memakan buah terlarang.
2.       Godaan selalu ingin disembunyikan
Godaan selalu memiliki kecenderungan untuk disembunyikan. Keterbukaan akan banyak membantu untuk mengatasi godaan.
Ciri kejahatan adalah disembunyikan agar dapat berbuat jahat lagi. Maka, agar kejahatan dapat diatasi, perlu kiranya keterbukaan, membuka dan menceritakannya kepada orang yang sekiranya dapat membantu. Seperti halnya penyakit, agar sembuh, kita perlu mengatakan kepada dokter apa yang kita rasakan. Dengan demikian, sakit itu dapat diketahui dan disembuhkan.
Membuka godaan, kekurangan, cacat, tidaklah mudah, ini merupakan sifat manusia, namun ini juga cara untuk mengatasinya. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa.
3.       Godaan itu menyerang seperti komandan
Roh jahat menyerang bak komandan perang, yaitu melalui bagian yang paling lemah. Pilihan yang lemah, karena bila melalui yang kuat akan kalah. Demikian juga godaan, akan menjadikan kelemahan kita sebagai sasaran serangan. Maka, kita perlu waspada pada bagian tersebut.
Seorang yang lemah dalam seksual, akan digoda dalam bidang itu, seorang yang lemah dalam hal milik, suka mengambil milik orang lain, akan digoda di situ, orang yang suka sombong, pribadi tersebut akan diserang lewat kesombongannya. Oleh karenanya penting bagi kita untuk hati-hati dengan kelemahan kita dan menyadarinya.
Kalau kita lihat hidup rohani kita sendiri dan melihat dalam hal apa kita sering jatuh, kita akan melihat bahwa kita jatuh dalam hal-hal dan dosa yang hampir tetap. Di situ jelas memperlihatkan kita tidak mampu, kita butuh orang lain, terlebih bantuan Tuhan.
4.       Godaan menggoda dengan menyangatkan
Musuh jiwa akan selalu mencoba untuk mengerti apakah hati seseorang itu ceroboh atau sangat peka. Kalau  orangnya peka akan dibuat sangat peka, agar orang tersebut menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah. Berbeda dengan orang yang ceroboh akan dibuat untuk semakin ceroboh, dan tidak memperhatikan kepada hal-hal baik lagi.
Di dalam mengatasi godaan itu kita perlu untuk, belajar peka akan nilai-nilai ketika digoda untuk ceroboh dan tidak memperhatikan nilai-nilai kebaikan. Kita perlu untuk kritis terhadap perbuatan dan pemikiran kita sendiri. Apabila jiwa kita dibuat terlalu peka, kita hendaknya hati-hati dan teguh di dalam jalan tengah sehingga tetap tenang dan tidak bingung. Di sini sikap kritis juga diperlukan agar tidak mudah dibujuk untuk terlalu peka.
5.       Yesus digoda
Roh jahat atau setan, bukan hanya menggoda kita saja, namun semua orang, karena memang mereka ingin merusakkan tatanan Tuhan. Bahkan Yesuspun digodanya.
Kita hendaknya melihat seperti apakah godaan yang dialami Tuhan Yesus sewaktu bertapa 40 hari lamanya di padang gurun, sekaligus kita belajar bagaimana Tuhan menanggapi dan melawan godaan tersebut. Dengan demikian kita dapat lebih kuat dalam hidup ini.
Secara garis besara ada tiga hal pokok yang ditawarkan setan kepada Tuhan Yesus dalam kisah godaan di padang gurun, yaitu harta, gengsi, dan kuasa.
a.    Harta
Pada waktu itu Yesus sedang lapar, karena beberapa waktu berpuasa. Dalam situasi lapar itu sebagaimana manusia biasa Yesus membutuhkan makanan, Ia perlu roti. Setan mengajak Tuhan Yesus untuk membuat mukjizat untuk Diri-Nya sendiri, yaitu membuat roti dari batu. Setan menawarkan agar Yesus mencari makanan, harta, ataupun keperluan hidup dengan cara gampang, yaitu tanpa bekerja. Padahal Allah dalam Kitab Kejadian menjadikan manusia agar mereka bekerja dan mengolah alam ini.
Mencari harta kekayaan dengan cara yang gampang atau bahkan tanpa usaha yang jujur dan sah, menjadi godaan bagi hampir semua orang. Harta memang kita butuhkan, agar kita dapat meneruskan dan memajukan kehidupan. Namun, harta itu harus dicari dengan kerja keras, usaha baik, dan benar, serta jujur, dan bekerja selayaknya. Kadang kitapun digoda untuk mencari uang dengan seenaknya, dengan tindakan yang tidak jujur. Kalau dapat tidak usah bekerja kita dapat uang. Tidak jarang kita mudah ikut-ikutan lotre ataupun main nasib saja, tanpa usaha.
Godaan harta dapat pula terjadi apabila kita akhirnya hanya lebih mementingkan harta dibandingkan Allah.
b.    Gengsi
Tuhan Yesus digoda setan untuk melompat dari bubungan atap kenisah, sebagai Anak Allah tentu akan dibantu oleh para malaikat. Konsekuensi atas tindakan Yesus seandainya dilakukan ialah menjadi terkenal. Ketenaran, kekaguman, dan pujian akan Dia terima.
Rayuan tersebut ditolak. Bagi Yesus kehormatan memang diperlukan dan penting dalam hidup manusia, agar dapat diterima dan diakui. Akan tetapi kalau manusia mencari kehormatan saja untuk dirinya ia akan menjadi gila kehormatan dan ini membahayakan pribadi tersebut.
c.     Kuasa
Kekuasaan disodorkan kepada Yesus untuk mencobai-Nya, apa yang disampaikan Tuhan ialah, “Pergilah engkau dan jangan mencobai Allah.”
Manusia memerlukan kekuasaan, seperti di dalam Kitab Kejadian dikatakan, manusia diberi kekuasaan oleh Allah. Akan tetapi kekuasaan itu bila tidak digunakan dengan hati-hati akan berbahaya, apalagi kalau orang menjadi gila kuasa. Kekuasaan harusnya digunakan untuk melayani dan mengabdi, bukan untuk menindas dan mengorbankan sesama.
Harta, kehormatan, dan kekuasaan sebenarnya netral dan diperlukan manusia. Namun, kalau tidak hati-hati dapat digunakan oleh roh jahat untuk menjatuhkan manusia ke dalam gila harta, kehormatan, dan kekuasaan, yang akhirnya dapat menjatuhkan orang itu sendiri atau orang lain.

6.       Sikap yang tepat menghadapi godaan
Sikap tegas sangat diperlukan agar tidak jatuh di dalam pencobaan dan godaan. Hawa yang mencoba mengikuti dialog dengan ular menjadi terpedaya. Tegas diperlukan agar menjadi kuat untuk menolak godaan.
Mengenal diri, dengan segala potensi yang ada, kelebihan, kelemahan, segi positif dan negatif diri sendiri dengan baik. Dengan pengenalan diri kita menjadi orang yang hati-hati dan waspada di mana kira-kira godaan akan menggoda.
Terbuka kepada orang yang kita percayai. Sikap terbuka bisa membantu kita untuk menolong saat kita terlena, dan menguatkan kita kalau tahu mendekati batas untuk tergoda. Ada penasihat selain hati nurani. Terbuka, rendah hati, dan berani membagi kelemahan kepada orang lain.

Dasar semuanya adalah memohon bantuan Tuhan untuk menguatkan kita menghadapi kelemahan dan godaan. Bersama Tuhan akan mampu menghadapi kelemahan dan godaan yang senantiasa mendekat dan mencari waktu untuk menyerang.

Selasa, 24 Juni 2014

Pembedaan Roh Tahap Lanjut


Wanita Allah, setelah episode terdahulu Pembedaan Roh bagi Pemula, Pembedaan Roh kali ini, kita akan melihat yang namanya Hiburan Rohani dan Kesepian Rohani. Memudahkan penjelasan mengenai hal ini, akan lebih baik melalui contoh sebagai berikut, Annie, mahasiswi yang smart,  rajin, penuh semangat, aktivis, dan selalu aktif di dalam banyak kegiatan. Hari-hari ini, dia murung, terkesan loyo, dan merasa tidak bergairah untuk melakukan kegiatan yang biasanya dijalankannya dengan riang gembira. Gadis yang biasanya ramah terhadap siapa saja ini, tiba-tiba sering salah dalam berbicara dan salah paham bahkan bertengkar dengan rekan-rekannya hanya dengan alasan sepele. Kehidupan rohani makin jarang dia lakukan, dengan alasan malas dan banyak kesibukan lain. Beny, pemuda yang tidak seberuntung Annie, Beny pemuda dan mahasiswa biasa-biasa saja, temannya tidak sebanyak Annie, demikianpun aktivitasnya. Apa yang dimiliki bukan yang terbaik. Dia selalu riang dan ceria dengan siapa saja, baik yang sudah dikenal ataupun belum. Meskipun biasa saja dan tidak memiliki banyak teman, Beny penuh syukur. Keramahan, ketenangan, dan kebaikan hatinya dirasakan dan diakui oleh teman-temannya. Ia selalu mengawali hari dengan doa dan berkomunikasi dengan Tuhan dengan membaca firman Tuhan.
Bahasa rohani, memberikan istilah Beny mengalami hiburan rohani, sedang Annie sedang dalam keadaan kesepian rohani. Bagian ini hendak membahas mengenai hiburan rohani, kesepian rohani, dan apa yang perlu dilakukan waktu mengalami hal-hal itu.
1.        Hiburan Rohani
Hiburan rohani yaitu keadaan di mana seseorang yang memiliki gerak batin sehingga berkobar-kobar dan bersemangat akan cintanya kepada Tuhan. Konsekuensi dari hal itu ialah orang tersebut tidak lagi dapat mencintai yang lain, karena sudah dihabiskan untuk Tuhan. Tidak ada tempat lain, selain untuk Tuhan.
Hiburan rohani dapat pula berupa kesedihan seseorang akan dosa dan kelalaiannya, timbul rasa sesal yang mendalam sehingga mendorong pribadi tersebut untuk bertobat dan memperbaiki diri. Rupa lain bisa datang melalui air mata, yang menggerakan orang lebih dekat dan mencintai Tuhan.
Hiburan rohani bisa pula berupa iman, pengharapan, dan kasih yang lebih besar kepada Tuhan. Rupa kegembiraan yang dirasakan dalam kehidupan batin mendorong makin mendekatkan diri pada Tuhan dan memikirkan hal-hal rohani dan surgawi. Contoh, Ibu Siane yang menderita kanker serviks. Semua tahu betapa menakutkannya kanker ini untuk kaum ibu, namun Ibu Siane merasakan bahwa hidup doa, kesediaan membantu orang yang merasa hal yang sama membuat dia makin berserah dalam menghadapi sakitnya.
Penjelasan di atas memberikan pemahaman kepada kita, bahwa hiburan rohani tersebut berasal dari Tuhan, bukan pertama-tama hasil usaha manusia. Karya Allah tersebut dapat dilihat dalam tanda sebagai berikut:
a.        Memiliki keyakinan Tuhan bernilai, melindungi, dan mencintai. Tuhan sungguh membimbing kehidupan manusia.
b.        Perasaan bagi pribadi saat berdekatan dan akrab dengan Tuhan melalui doa, menjadi gembira, tenteram dan tenang, serta bersemangat untuk maju.
c.        Orang tidak ragu lagi untuk berjuang dan memilih sesuatu yang baik dalam hidup.
2.        Kesepian Rohani
Kesepian rohani, ialah keadaan batin atau hidup seseorang yang tampak dalam kecenderungan menjauh dari Tuhan, makin tipisnya kasih, iman, dan harapan kepada Tuhan. Ciri-ciri nyata yang paling nampak yaitu, hidup terasa berat, murung, sedih  lesu, suram, hidup dipandang sebagai beban, kekacauan dalam pikiran dan perasaan, serba bingung dan campur aduk antara kebenaran dan yang salah, berpegangan pada diri sendiri, tidak lagi percaya atau yakin kekuatan Tuhan, sulit mengadakan pertimbangan secara seimbang, hidup tidak tenang, dan tidak damai.
Kesepian rohani juga menggejala dan mengemuka kepada kegelapan jiwa yang mendorong seseorang berfikir dan bertindak ke arah hal-hal yang hina dan duniawi. Kesepian rohani juga menguat saat pribadi itu cenderung memiliki kebiasaan yang kurang baik, mulai suka meninggalkan tugas, dan mencari pelarian dari tugas dan kewajiban, tidak bisa membedakan yang pokok dan sampingan. Banyak pribadi yang makin akrab dan memilih hal-hal duniawi seperti kekayaan, status, kenikmatan semu, dan kekuasaan. Pilihan akan hal-hal duniawi membawa konsekuensi melenakan Tuhan. Tuhan bukan lagi menjadi perhatian dan pilihan utama. Pribadi ini makin menjauhi Tuhan
3.        Mengapa orang mengalami kesepian?
Ada berbagai macam penyebab sepi dan keringnya kerohaniaan seseorang. Beberapa hal dapat disebutkan sebagai berikut;
a.        Karena kesalahan diri sendiri,
Pribadi yang malas dan kendor dalam melakukan kehidupan kerohanian. Misalnya orang yang malas berdoa, malas melakukan tindakan yang baik dan adil, dan tidak memiliki usaha untuk makin dekat dengan Tuhan.
b.        Untuk mencobai kita, sejauh mana iman kita kepada Tuhan dapat bertahan atau tidak apabila tidak ada penghiburan rohani,
Dalam hal ini, Tuhan sendiri yang hendak mencoba seseorang apakah orang tersebut masih akan beriman kepada Tuhan mesti tidak ada penghiburan rohani. Pengalaman Ayub memberikan gambaran akan hal ini. Ayub merupakan orang yang suci dan berbakti kepada Tuhan, tetapi Tuhan mencobainya dengan mengambil anak-anaknya, hartanya, dan Ayub sendiri menderita sakit. Ayub di dalam deritanya tetap percaya kepada Tuhan. Akhirnya Tuhan melihat keteguhan Ayub dan diberkati dengan kelimpahan yang sama.
c.        Untuk lebih menyadari dan bersyukur atas hiburan rohani yang diperoleh,
Hiburan rohani merupakan berkat dan rahmat Tuhan, sehingga kita dapat bersikap rendah hati di hadapan Tuhan. Hiburan rohani bukan usaha manusia melulu, namun rahmat anugerah pemberian Tuhan. Rahmat Tuhan yang perlu disyukuri, dan manusia tidak perlu sombong dan bermegah diri dengan apa yang diperolehnya.
d.        Keadaan kodrati manusia,
Bisa saja kekeringan rohani  disebabkan pilihan manusia yang tidak bijaksana, misalnya orang marah-marah kepada siapa saja yang dijumpai karena kurang tidur. Kesehatan perlu bagi jiwa, karena jiwa dan badan merupakan kesatuan.
4.        Apa yang perlu dilakukan saat mengalami kesepian rohani?
Perlu menjadi perhatian agar tidak membuat keputusan dan perubahan yang pokok dan penting. Perlu teguh dalam menjalankan keputusan yang telah diputuskan. Dengan demikian tetap setia di dalam kesetiaan dan biasanya di dalam kekalutan kurang dapat secara jernih dan menyeluruh di dalam melihat persoalan. Pribadi yang sedang mengalami kekeringan perlu untuk mengubah orientasi dan mengerasi diri dalam beberapa bentuk:
a.        Agere Contra, yaitu semangat mengerasi diri dan melawan kecenderungan diri yang mulai malas dengan berjuang secara tabah dan sabar. Kalau di dalam kesepian orang diganggu untuk semakin malas berdoa dan mencari kesenangan sendiri, orang itu diminta untuk menambah waktu doa dan mati raga yang besar. Kalau orang digoda untuk marah, ia harus menghentikan kemarahannya. Kalau orang digoda untuk menjelek-jelekan orang lian, ia harus berusaha mencari dan menceritakan kebaikannya.
b.        Lebih dalam bertekun berdoa, berbuat baik, dan disiplin diri yang diperbanyak. Semua itu perlu ditingkatkan agar orang tidak terseret dalam mencari kesenangan semu. Maka di dalam kesepian, berdoa di dalam Tuhan akan lebih menghasilkan buah. Kita diajak lebih percaya kepada kekuatan doa kepada Tuhan. Melalui doa, kita menyatukan diri di dalam Tuhan, dan dengan demikian Tuhan sendiri yang akan memberikan kekuatan kepada kita. Kita yakini bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian.
c.        Lebih rasional dan daya pikir dibanding perasaan, saat mengalami kesepian, perasaan dapat menjadi dominan dan mengganggu. Misalnya perasaan malas, ogah-ogahan, acuh tak acuh, putus asa, dan banyak lagi. Perasaan tersebut perlu dikalahkan dengan akal budi dengan mempertimbangkan betapa pentingnya kita melawan perasaan itu.
d.        Merenungkan kebesaran Tuhan, dengan demikian kita dapat melihat tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Kita sepenuhnya bergantung kepada Tuhan.
5.        Nasihat ketika mengalami hiburan rohani
Ketika mengalami hiburan rohani, kita perlu untuk mengambil sikap, antara lain:
a.        Perlu menyadari bila mengalami kekeringan atau kesepian rohani. Pribadi yang sedang mengalami penghiburan rohani, perlu melakukan refleksi seandainya mengalami kesepian rohani, dengan demikian pribadi tersebut tidak berlebihan saat menjalani sukacita rohaninya. Kita perlu tahu diri. Dalam hiburan rohani diharapkan kita dapat mencari kekuatan baru untuk dapat menghadapi kesepian yang akan dialami.
b.        Berfikir fokus dan tidak macam-macam. Saat menghadapi hiburan rohani orang digoda untuk mengharapkan macam-macam hal dan mau membuat  janji beraneka ragam. Penting agar tidak berjanji muluk-muluk yang sering tidak mudah bahkan tidak mungkin dipenuhi. Kalau tidak disadari dan tidak mampu memenuhi, bisa saja menjadikan kecewa. Perlu adanya rasa syukur dan tetap rendah hati. Rasionalitas tetap perlu dikembangkan dan digunakan.
c.        Menikmati bersama dengan sesama

Hiburan rohani perlu dinikmati bersama, dan bukan menjadi kesenangan sendiri. Kesenangan dan hiburan hanyalah sarana dan bukan tujuan, hal ini perlu disadari agar tidak lalai dari fokus untuk mencapai tujuan. Tujuan manusia adalah bersatu dengan Tuhan.

Jumat, 20 Juni 2014

Pedoman Pembedaan Roh


Pedoman pembedaan Roh pada pembahasan ini, merupakan pembedaan roh dasar, yang sangat cocok bagi pribadi yang sedang belajar dan bertumbuh dalam kehidupan rohani. Pembelajaran yang sangat baik bagi yang sedang bergerak maju dalam berelasi dengan Tuhan dan Sang Pencipta, seorang yang baru bertobat dan kembali kepada jalan yang benar. Pedoman berikut sangat berguna, karena pedomannya sangat jelas dan pergerakan rohnya, baik roh baik ataupun roh jahat sangat nampak. Pada orang yang sudah mahir dan maju dalam hidup rohani, roh jahat biasanya mulai menggunakan siasat dan tipu muslihat untuk menyamarkan kinerjanya, sehingga menyulitkan pembedaan roh dan membutuhkan patokan yang lebih teliti.
1. Situasi Awal
Sebelum beranjak kepada pengenalan roh, lebih baik, kalau kita mengenal dan lebih mengerti terlebih dahulu keadaan batin dan hati kita. Kondisi hati kita apakah sedang beranjak menuju Allah atau sebaliknya, sedang meninggalkan Allah? Ada dua kutub ekstrem sebagai pilihan manusia, yaitu (1). bergerak meninggalkan Allah yang ditandai dengan bergerak dari satu dosa berat kepada dosa berat yang lainnya. (2) bergerak mendekati Allah, yang ditandai dengan berbuat baik yang satu dan berbuat kebaikan yang lebih lagi.
2. Bagi yang cenderung ke jahat
a.         Situasi orangnya
Orang yang memiliki kecenderungan jahat, misalnya orang yang egoistik, hanya memusatkan segala sesuatu pada dirinya, mecari kesenangannya, sehingga tidak ada niat mencari Tuhan. Harta, relasi, tugas, kecemasan, dan hal-hal dan nilai-nilai duniawi yang menjadi orientasi hidupnya.
Contoh orang yang hidup dari jahat ke jahat seperti, pelacur yang selalu ingin meningkatkan pelacurannya dengan menjual anak, keluarga, teman-temannya, seorang koruptor yang makin meningkatkan uang yang dikorup, meningkatkan cara-cara mengambil uang  dan mengelabui aparat hukum, hati nurani orang ini sudah dibungkam dan dimatikan.
b.         Cara roh jahat mempengaruhi
Pada situasi orang yang bergerak dari dosa ke dosa, sapaan dan relasional dengan Tuhan makin jauh. Roh jahat dengan leluasa menggoda dan pelan-pelan menguasai orang model ini. Situasi orang ini sama dengan yang diingini roh jahat, maka tidak ada perlawanan yang berarti. Roh jahat memberikan kenikmatan dan kesenangan semu, sehingga pilihan-pilihan orang tersebut makin buruk. Tuhan tidak ada kesempatan untuk memasuki hati dan budinya.
Contoh, Budi gemar akan kesenangan seksual, sejak sekolah menengah sudah mengenal film porno, makin hari kebiasaannya meningkat, bahkan ke pelacuran, dan untuk memuaskan nafsu seksualnya Budi jatuh dalam penggunaan ekstasi. Gerak roh jahat menyemangati Budi untuk semakin jahat, dengan mencari pemuasan seksualnya. Tanpa penolakan dari Budi membuat roh jahat makin mudah menjadikan Budi makin jahat.
c.          Bagaimana roh baik bekerja
Roh Baik menggunakan cara yag sebaliknya untuk menyadarkan orang yang menjauh dari Tuhan. Roh baikmenghantam, menyesakkan hati nurani tersebut dengan teguran-teguran pada akal budinya. Orang yang suah dikuasai roh jahat sudah sulit untuk dipengaruhi disposisinya, roh baik akan memperlawankan yang sangat keras. Biasanya roh baik akan mengajak orang tersebut menggunakan akal sehatnya, lalu menimbulkan rasa berdosa yang sehat dan benar. Di sinilah roh baik bekerja dengan menyesakkan hati orang. Langkah berikutnya orang yang sudah mulai berpikir tadi akan diajak untuk mengadakan penilaian moral terhadap kecenderungannya yang jahat agar dapat mengubah hidupnya.
Contoh, Budi yang mengabdi pada kejahatan seksual tadi akan diajak oleh roh jahat dengan tegas bahwa hal itu jelek. Dengan demikian Budi akan terpiukul dan gundah. Biasanya untuk mengulangi kejahatannya akan diliputi kecemasan dan kegalauan. Setelah ada kegundahan roh baik akan mengajak melihat secara rasional akan perbuatannya tersebut, misalnya kena AIDS.
3. Pada orang yang semakin dekat kepada Tuhan
a.    Keadaan orangnya
Orang yang hidup di dalam jalan Tuhan, orang yang semakin ingin dekat dengan Tuhan, ingin memperbaiki hidup agar bersatu dengan Tuhan. Dalam hidupnya, Tuhan menjadi pusat, diberi tempat, dan diperhitungkan peran-Nya. Wanita Allah, sebagai  contoh keadaan orang yang dekat dengan Allah ialah: orang yang baru bertobat dan memperbaiki hidupnya, orang yang ingin maju dalam hidup rohaninya dan ingin  mengabdi Tuhan.
b.    Cara roh jahat mempengaruhi
Pada situasi orang yang sedang maju dalam Tuhan, roh jahat menyerang secara frontal, menyesakkan, dan memakai tipu daya agar orang tersebut terjebak. Tujuan akhirnya ialah orang yang baik tersebut tidak jadi berbuat baik dan akhirnya tidak lagi besemangat. Wanita Allah, hati-hatilah terhadap cara-cara  yang dipakai roh jahat untuk menggoda kita, antara lain sebagai berikut:
1)    Menyerang bagian sensitif seseorang, penalaran, dan bagian defensif seseorang dengan alasan semu.
2)    Melumpuhkan semangat orang agar menyerah kalah an tidak jadi mengerjakan tindakan baiknya. Roh jahat membuat tidak bersemangat dan tidak melanjutkan perbuatan baiknya.
3)    Menyerang bagian yang lemah secara kodrati, dengan cara membuat bertindak antusias kemudian berkecil hati, dan putus asa.
c.     Bagaimana roh baik mempengaruhi
Wanita Allah, Anda pasti tahu kalau Roh baik bekerja dengan cara mendorong, menyemangati, memberi kekuatan untuk orang dalam menghadapi hambatan yang sedang dialami.
Roh baik juga bisa hadir dalam rupa perasaan iman, harapan, dan kasih sejati. Roh baik memberikan penghiburan, air mata, inspirasi, dan kedamaian. Ciri karya roh baik lainnya yaitu mendorong orang semakin dekat dan terbuka pada orang lain, makin rendah hati, tabah dalam derita, mendorong sikap mengampuni.
4. Enam ciri roh jahat
Wanita Allah, kalau Anda menemui hal-hal berikut, waspadalah, jangan-jangan roh jahat sedang mengintai dan mendekati. Ciri-ciri tanda kejahatan mau menguasai hati kita agar mandeg dan tidak meneruskan kebaikan;
a.    Kesedihan
Kejahatan adalah kesedihan abadi. Maka kalau roh jahat itu dekat dan akrab pada kita, akan menjadikan kita rekan yang pertama-tama akan ditawari kesedihan itu. Bagi orang baik, roh jahat akan membuat kesedihan yang menjadi penyebab mundurnya kehidupan rohani yang dibangunnya.
b.    Keraguan yang tidak tepat
Semua keraguan dan pernyataan bersyarat berasal dari yang jahat. Roh baik akan mengatakan jelas apa yang menjadi jalan-Nya. Roh jahat mengedepankan keraguan dan kebimbangan.
c.     Hambatan
Roh jahat menyangatkan dan membesar-besarkan hambatan. Alasan yang dikemukakan roh jahat hanya sebagian dan tidak menyeluruh. Roh jahat menunjukkan hal yang memberatkan dan menyembunyikan hal-hal positif dan mendukung.
d.    Kekacauan
Semua kekacauan berasal dari roh jahat. Keluarga sebagai contoh nyata, kuasa jahat menguasai seluruh anggota keluarga ketika, suami curiga istri, istri hanya mengeluh dan membentak anak-anak, anak-anak tidak pernah rukun. Dalam kondisi demikian kuasa roh jahat akan semakin jelas dan dominan.
e.    Alasan semu/palsu
Alasan dan penalaran yang palsu berasal dari kuasa jahat. Kita perlu kritis terhadap segala sesuatu yang membujuk kita makin jauh dari Tuhan dan kasih-Nya.
f.     Ketakutan
Ketakutan adalah karya kuasa gelap. Orang dapat saja tiba-tiba merasa takut berbuat baik. Khawatir akan menghadapi persoalan, takut dicap tidak setia, tidak akan mendapatkan promosi dalam menjalankan kebaikan di dalam Tuhan.

Selasa, 17 Juni 2014

Negara makin mengkhawatirkan.....

Salah satu head line  Obor ialah PDIP Partai Salib, ketika itu ditulis orang biasa, tidak menjadi persoalan yang berkepanjangan, namun saat seorang asisten dari staf ahli kepresidenan, tragis. Kebhinekaan sudah dinafikan, dan keberagaman dipertanyakan.
Diam dan plin-plan dari pihak istana bisa dimaknai sebagai pembiaran salah satu pemikirnya memiliki pemikiran “fundamentalis.” Lebih ironis lagi, bagian dari staf bidang yang jauh apa yang seharusnya digeluti. Bernadai-andai, karena menyatakan Salib dikaitan dengan PDIP, bisa diandaikan dia anti, terus, bisa tidak dia obyektif membantu Papua, NTT, yang masih jauh dari keadaan manusiawi, sedang dia sendiri “anti” dengan salib.
Bisa saja mengatasnamakan misionaris sebagai mencari umat dengan mie instan, kristenisasi, namun dilakukan orang ini sebagai tindak anti kristen, bisa saja menggunakan dana negara? Apakah kita tidak bisa juga mengandaikan mengapa pemerintah selalu diam terhadap perselisihan agama, karena ada orang-orang seperti ini? Bisa saja banyak “radikal-radikal” demikian yang belum terungkap. Akan ada jawaban “apes” seorang ini yang terungkap.
Mengerikan ketika bangsa sedang membangun semangat kebersamaan masih ada bagian staff yang memiliki pemikiran “radikal” seperti ini, pertama. Kedua, masalah finansial, jumlah kecil bagi penguasa dan pejabat, namun bagi rakyat Indonesia secara mayoritas itu besar sekali, dari mana? Asisten dari staf ahli saja kaya luar biasa, bagaimana yang atasan, atasan, dan atasan yang lebih tinggi lagi. Ketiga asisten staff ahli bidang pembangunan daerah tertinggal, malah sibuk berpolitik kacau, sedang daerah tertinggal belum ada perubahan signifikan. Mengapa diam saja, apakah tidak ada orang besar sekali di balik ini? Coba saya maling ayam dan ngaku seperti para bos Obor ini pasti sudah mati, hukum ada di mana, keempat. Kelima, managemen istana ini apakah tidak ada? Kog kaya rumah kyai lurah tahun 1800an, kemarin tidak ada, sekarang ada, lho? Keenam sikap arogan dan tidak merasa bersalah atas informasi salah, masih bersikukuh sebagai karya jurnalisme. Fatal kalau wartawan memiliki pemikiran sendiri-sendiri dan tidak taat azas. Ketujuh, kapolri dan jajarannya seperti federasi pentung internasional yang mengancam bagi yang bukan mayoritas.

Mengikut Yesus berarti memanggul Salib, dan ini adalah salah satu yang menjadi konsekuensi untuk dengan setia dijalani.

Jumat, 13 Juni 2014

Minoritas Nasibmu Kini.....

Mayoritas Minoritas Ironi Sebuah Bangsa Berbhineka Tunggal Ika


Komentar cawapres nomor  urut satu, di Salatiga, sungguh menyakitkan. Menjawab pertanyaan mengenai bagaimana sikap beliau menghadapi perbedaan dan dinamika hidup bersama di dalam berbangsa. Paparan panjang lebar dimulai dari sejarah berdirinya bangsa ini.
Point penting yang perlu menjadi perhatian bersama:
1. Mayoritas melindungi minoritas
Bisa saya simpulkan bahwa mayoritas boleh “menindas/mengintimidasi” yang minoritas demi melindungi. Bisa nantinya dikatakan dari pada kamu kami bakar kamu lebih baik bertobat. Selama ini hal demikian terjadi. Penghormatan batasannya apa? Sewenang-wenang ketika merugikan dan menyinggung kepentingannya, dan manis-manis ketika menguntungkan. Ini sudah sering terjadi, dan atas nama melindungi justru mengintimidasi, ini nyata, bukan opini apalagi fitnah
2. Minoritas menghormati mayoritas
Definisi menghormati seperti apa? Bukan definisi sepihak oleh mayoritas dan sewenang-wenang. Ketika menyinggung kelompok besar dikatakan menodai, namun semena-mena dengan yang kecil.
3. Benarkah minoritas dan mayoritas?
Manusia adalah mulia sebagaimana adanya, bukan karena statusnya. Pilihan hidup bahkan ada yang kodrati bisa dinafikan oleh peham seperti ini. Suku tidak ada yang memilihi jadi suku paling kecil di bumi Indonesia, kalau agama memang pilihan. Paradigma mayoritas dan minoritas masih dipegang seorang kandidikan orang nomer dua di negeri Bhineka Tunggal Ika, sungguh disayangkan.
4. Komitmen demikian tetapi diikuti kereta anti pluralisme
Baik, minimalis malum-nya kalau memang pemahamannya masih taraf tersebut, sudah tepat belum berkaitan dengan gerbong yang mendukungnya. Nyatanya gerbongnya orang dan kelompok yang suka dengan pemaksaan kehendak, merasa paling baik, merasa paling suci, gemar meneriakkan asma Tuhan kemudian membunuh, menyiksa, dan menumpahkan darah dengan semena-mena.
5. Menyikapi sikap pendukungnya dengan diam, bisa diartikan menerima dan meniyakan pesannya
Pernyataan sikap kelompok pendukungnya, tidak dijawab dengan tegas, bisa diartikan pasangan ini mengiyakan pesan tersebut, menerima dengan wajar tanpa catatan. Sikap ini menjadikan kelompok yang tidak sepaham tidak simpati dengan calon ini.
6. Sikap itu berbeda dengan wacana dan kata-kata
Sikap diam dan menerima itu sama sekali berbeda dan bertolak belakang dengan wacana dan kata-kata setiap kampanye. Maka, mana yang mesti dipegang, kata-kata kampanye? Ataukah sikap di dalam menghadapi pendukung yang beraliran seperti itu?
7. Pemimpin itu seia sekata di dalam tindakan dan perbuatan
Hati-hati agar pasangan ini jernih di dalam mendengarkan tim ses-nya agar dapat bersikap dengan bijaksana. Kata-kata yang diucapkan jauh dari perbuatan para pengikutnya. Hujat, cela, dan intimidasi di dalam media, berbeda dengan kata-kata ramah, dan lembut yang diucupkan dan didengung-dengungkan di dalam kampanye.
Ungkapan di atas sebagai keprihatinan yang besar atas kapasitas capres dan cawapres, bukan berorientasi atas suka dan tidak suka. Federasi Pentung/Pedang dengan para pengikutnya tolong jernih sehingga tidak kontraproduksi dengan kampanye yang dijalankan.

Kamis, 12 Juni 2014

Belajar dari Ayam

Kami memiliki tetangga, yang sama-sama memelihara ayam. Milik ibu dipelihara dengan baik, tiap pagi diberi makan, kemudian dilepas, dan sore masuk kandang dan diberi makan. Milik tetangga ini tidak pernah diperhatikan. Pokoknya hidup. Mencari makan di pekarangan kami. Dari matahari terbit hingga matahatri terbenam berkutat di tempat kami.
Apa yang terjadi kalau malam? Ayam-ayam ini pulang dan tidur di rumah pemiliknya, dan pagi-pagi buta, sudah berjalan menuju ke pekarangan kami. Saat ayam-ayam ibu diberi makan mereka ikut makan juga.
Banyak orang terutama musim kampanye seperti ini lupa rumah dan berorientasi pada yang memberi makan. Kesalahan apapun itu kalau memberi makan dalam arti yang sangat luas bisa kekuasaan, makan beneran, pekerjaan, materi dan harta benda, perlindungan, dan sebagainya, melupakan rumahnya, keluarganya, dan kebenaran, akan dibela mati-matian. Tidak jarang fitnah dan kekerasan digunakan.
Rumah atau kandang bagi ayam itu bagi saya adalah kebenaran. Makanan itu bagi saya adalah kehidupan. Meskipun dikenyangkan di tempat ibu, ayam-ayam itu kembali kepada kebenaran, yaitu  pemiliknya, dan tidak berpindah kepada yang memberi makan dan bisa mendapatkan kekenyangan.


Selasa, 10 Juni 2014

Capres....

Mengikuti debat capres, cukup menarik bagi bangsa yang masih belajar mengenai demokrasi. Kalau para pengamat, dan penikmat, serta bangsa ini membandingkannya dengan Amerika, belum saatnya sampai ke sana. Harapan ke sana yang sudah nampak itu patut disyukuri.
Beberapa hal yang menggelitik di dalam debat itu sendiri dan di luar dalam hal ini adalah tanggapan dari masing-masing pihak melalui media massa ataupun media sosial,dan sebagainya.
1.       Bapak Hatta Rajasa sebenarnya akan menjadi bijak beliau menghindari menjawab soal hukum, apalagi beliau menyatakan hukum tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Mungkin bukan maksud dan niatan beliau ketika putranya tersangkut masalah hukum, yang menurut kacamata awam (hukum juga), terlihat mendapat perlakuan khusus. Kalau tidak salah ingat pas beliau jadi menteri perhubungan beliau meminta pesawat balik lagi, padahal sudah terbang, dan itu menjadi bahan perbincangan di dunia (saya lupa persis, mungkin ada yang bisa membantu yang lebih tepat?)
2.       Bapak Fadli Zon, menyatakan pertanyaan mengenai HAM Bapak Jusuf Kalla murahan, coba memiliki pemikiran positif dan melihat itu sebagai kesempatan kepada Bapak Prabowo memberikan klarifikasi secara langsung, di dalam forum resmi, dan ada moderator yang berkompeten. Jawaban Bapak Prabowo justru bisa membantu pemilih untuk menentukan pilihan kepada pasangan ini saat masih ragu soal HAM yang membelit. Kalau yang memang tidak puas atas jawaban itu, menjadi tanggung jawab pribadi. Massa kampanye bukan untuk jualan kecap, bahwa daganganku paling baik, politik memang sah mengenai hal-hal demikian, namun bangsa ini sudah terlalu banyak pemikiran negatif. Bapak Fadli Zon jangan salah, banyak juga yang terbantu untuk memilih pasangan Anda oleh pertanyaan Bapak JK, karena mereka menganggap jawaban Bapak Prabowo benar dan menjawab keraguan mereka.
3.       Jawaban mengenai pluralisme Bapak Prabowo, meragukan ketika kereta di belakangnya penuh dengan fundamentalis yang berbicara pentung dan pedang. Ini pekerjaan rumah yang harus dibuktikan pasangan ini untuk meyakinkan pihak-pihak yang merasa ketakutan dengan beberapa gerbong di belakang pasangan nomor satu ini.

Saya telah mementukan pilihan, dan tidak akan terpengaruh dengan apapun, pemikiran ini hanya mengajak bangsa ini menjadi lebih baik, seperti kehendak seluruh anak bangsa. Bukan hujat dan cela, namun dukungan dan diskusi yang membangun. Bukan pula hendak merugikan siapapun, sekali lagi hanya sumbang saran bagi perpolitikan bangsa.

Minggu, 08 Juni 2014

Ironi 8 Juni 2014


Pagi ini ada dua kejadian besar yang diadakan di dua tempat berbeda. Dua tokoh besar agama yang mengadakan, dan menyebabkan.
Di Vatikan, yang sering dikatakan “kafir” di sini, ada pertemuan sejarah bangsa-bangsa dunia. Pemimpin Palestina berdoa bersama dengan Pemimpin Israel. Buah apa yang diharapkan adalah perdamaian. Penyatuan dua kutub yang selalu bertikai tiada ujung pangkalnya. Sama-sama ngotot dan mau menang sendiri, dengan doa diharapkan ada keredaan ketegangan, sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang indah. Tidak ada doa yang memohon keburukan di hadapan Tuhan Yang Esa.
Di Yogyakarta ada undangan atas respon seorang tokoh besar agama di Indonesia, namun lebih banyak berpolitik pada akhirnya. Pernyataannnya direspons dengan luar biasa. Pengajian dengan tajuk melawan pluralisme.
Mau dibawa ke mana Bhineka Tunggal Ika? Mau dibawa ke mana bangsa ini, kalau berbeda merupakan dosa?
Marilah kita kembali ke dalam jati diri sendiri dan menghormati satu sama lain. Kembali dalam tulisan saya, saya mohon tidak ada saling menghujat, mem-bully,  yang berbeda dan tidak seide. Kita gunakan intelektual kita untuk membangun bangsa bukan untuk menghancurkannya.
Intermeso saja...
Kalau tidak mau pluralisme harusnya tidak menggunakan internet, smartphone, pesawat, dan kemajuan lainnya. Jangan standar ganda, ketika menguntungkan diterima dengan menutup mata, ketika tidak berdayaguna dibuang, dihujat, dan dimusuhi. Tolong lihat sejarah penemuan-penemuan dunia. Arif dan bijaksana dalam hidup demi kedamaian. Dunia indah di dalam keanekaan.

Salam damai.

Saya bangga lagi sebagai orang Katolik

Aku makin bangga sebagai orang Katolik. Mendengar Paus mengundang para pemimpin Palestina dan Israel untuk bertemu, dan berdoa bersama di Vatikan, dunia dipenuhi dengan kecenderungan pihak memihak, Paus mengundang untuk berdoa pagi bersama. Undangan tersebut diberikan secara personal dengan datang sendiri.
Diplomasi bertahun-tahun bahkan puluhan tahun dilakukan, alot, mandeg, dan berbagai argumen selalu datang silih berganti, pro dan kontra, berbagai pihak, tidak menjernihkan sering justru memperkeruh suasana, sekarang diubah, duduk bersama di dalam doa.
Sungguh relevan dengan misi di zaman digital ini, yaitu semakin membuat orang beriman dan beragama yang sudah diyakini dengan lebih berkualitas. Misi Kristenisasi dengan mie instan dan uang justru merendahkan kemanusiaan dan Kemahaan Tuhan. Tuhan Yang Agung Mulia, “tidak butuh” kita, kita justru yang butuh Tuhan. Muslim semakin Muslim, Kristen semakin menjadi Kriten, Budha lebih menjadi Budha, dan Hindu lebih meyakini imannya, demikian juga agama-agama yang lainnya, makin mendalam dan berbuah. Manusia tidak berharga, sangat tidak menghormati pribadi manusia yang dibeli imannya dengan mie atau uang.
Buah iman adalah kedamaian, kerukunan, kasih terhadap sesama dan seluruh makhluk. Sekarang ini, mengasihi musuh masih perlu ditambah yaitu lingkungan. Bagaimana selama ribuan tahun manusia lalai terhadap bumi yang telah mengenyangkan dan menghidupi manusia.
Para pemimpin yang bertemu setelah berdoa pagi bersama diagendakan untuk menanam pohon. Pohon pabrik oksigen yang memberi kehidupan, menyerap kotoran udara, dan memberikan harapan kehidupan menjadi bersih.

Bersih hati, bersih budi, dan bersih nurani untuk dunia makin baik dan indah. Hari raya Pentakosta yang bermakna di zaman kekinian, hadir secara nyata melalui Bapa Paus Fransiskus yang memberikan kontribusi besar bagi dunia.

Menyejukkan, Perdamaian makin mendekati nyata

Posted: 07 Jun 2014 10:51 AM PDT
Untuk pertama kalinya dalam sejarah ibadah shalat dan pembacaan kitab suci Al Quran akan berkumandang dari Vatikan, Minggu (8/6/2014), sebagai bagian dari langkah Paus Fransiskus untuk mempercepat proses perdamaian antara Israel dan Palestina.Pejabat Tahta Suci Vatikan mengatakan ibadah shalat yang akan digelar itu merupakan sebuah "jeda politik". Pejabat itu menegaskan tak ada motif apapun di balik langkah ini selain keinginan untuk mendamaikan Israel dan Palestina baik di level politik maupun rakyat.
Saat mengunjungi Timur Tengah pekan lalu, Paus Fransiskus sudah melayangkan undangan untuk Presiden Israel Shimon Peres dan Presiden Palestina Mahmoud Abbas untuk berkunjung ke Vatikan.
Di Vatikan, Mahmoud Abbas, Shimon Peres dan Paus Fransiskus akan didampingi para tokoh agama Yahudi, Kristen dan Islam. Rencananya, Vatikan akan menyiarkan peristiwa ini secara langsung ke seluruh dunia.
"Doa bersama ini bukan sebuah mediasi damai atau pertemuan untuk mencari solusi. Kami hanya ingin bertemu lalu berdoa bersama, selanjutnya semua pulang ke rumah masing-masing," kata Paus Fransiskus usai meyampaikan undangan untuk mengunjungi Vatikan.
Paus Fransiskus dijadwalkan akan bertemu Presiden Shimon Peres dan Mahmoud Abbas secara terpisah di hotel Vatikan yang juga menjadi tempat tinggal Paus.
Dalam acara ini, Paus Fransiskus akan didampingi pemimpin spiritual Kristen Ortodoks dunia, Ecumenical Patriarch Bartolomeus, untuk menampilkan sebuah persatuan Kristen dalam ajang itu.
Selanjutnya keempat orang itu akan menuju sebuah lapangan di taman Vatikan untuk memulai gelar doa bersama yang akan dibagi dalam tiga bagian. Nantinya, perwakilan Yahudi, Kristen dan Islam akan membacakan ayat-ayat di kitab suci masing-masing dengan tema penciptaan, doa pengampunan dan doa mohon perdamaian.
Setelah gelar doa bersama Paus Fransiskus, Shimon Peres dan Mahmoud Abbas akan menyampaikan pidato. Rangkaian acara ini diakhiri dengan penananam pohon zaitun, sebagai lambang perdamaian.
Sumber: http://internasional.kompas.com/read/2014/06/08/0012428/Untuk.Kali.Pertama.Pembacaan.Al.Quran.Berkumandang.di.Vatikan
Powered by Telkomsel BlackBerry®

Sabtu, 07 Juni 2014

Pluralisme adalah Halal

Menolak faham-faham negatif yang diimpor, terutama sekularisme, pluralisme,
 liberalisme, kapitalisme, dan komunisme.
Kalimat di atas adalah pesan dari sebuah kelompok kepada salah satu calon presiden. Saya menekankan kembali, tulisan saya bukan berpretensi kepada capres tertentu, dan agama tertentu. Saya mengajak untuk melihat dengan kritis dan jernih pernyataan tersebut. Hal-hal di atas, selain yang saya bolt, masih bisa diterima akal sehat, kalau pluralisme diharamkan? Wajar tidak? Kamus Besar Bahasa Indonesia menyatakan Plu.ra.lis. plu.ra.lis.me n keadaan masyarakat yg majemuk (bersangkutan dng sistem sosial dan politiknya).
Berarti tidak mungkin manusia hidup di bumi ini sejenis. Kodrat saja sudah hendak disangkal, berarti mempertanyakan kehendak Tuhan dalam penciptaan. Bayangkan saja paling mudah, di sekitar kita, minimal sudah ada dua laki-laki dan perempuan, bapak dan ibu, itu kodrat yang tidak bisa disangkal, atau memahami dengan versi lain? Mana ada tunjukkan di dunia ini yang hanya satu jenis.
Pluralisme adalah kodrat, pilihan dan kehendak Tuhan untuk menciptakan manusia dengan berbagai-bagai macam dan jenis. Jenis kelamin, jenis suku, jenis bangsa, jenis bahasa. Orang Jawa yang hidup satu pulau saja kalau ketemu, antara orang Yogja dengan Sunda yang belum tersentuh kemajuan bahasa Indonesia tidak akan bisa berkomunikasi, lha ini, pluralime hendak dilarang.
Manusia pada hakikatnya akan hidup membutuhkan orang lain. Tarzan saja legendanya hidup dilindungi dan dinaungi hewan yang dianggap induknya. Manusia yang hendak mengasingkan diri dengan manusia lainnya apakah masih manusia? Kembali lagi pengingkaran terhadap kodrat. Kodrat yang hakiki pemberian Tuhan disangkal? Siapa manusia itu? Ciptaan yang hendak menyangkal Pencipta?
Marilah budayakan belajar dan belajar, terutama terbuka terhadap pengetahuan dan paham lain sehingga tidak seperti katak dalam tempurung, yang merasa sudah menyundul langit, padahal tempurung di atas kepalanya. Diskusi berujung pentung, diberitahu pedang melayang, bukan budaya manusia modern namun manusia terbelakang.
Saya tidak menghakimi siapapun dan mohon maaf kalau ada yang tersinggung dan itu memanhg yang saya kehendaki sehingga ada pemikiran baru. Namun bukan hujat, pentung, apalagi pedang, namun diskusi ilmiah yang bisa memberi pembelajaran bersama. Salam pluralisme.


Jumat, 06 Juni 2014

Guru Nasibmu.....

Tulisan ini berangkat dari slogan kampanye bukan masalah siapa capresnya. Sorotan dan titik tolaknya adalah kepedulian dan keterpihakan bukan pada orangnya, sehingga saya tidak ingin siapapun yang berkenan untuk membaca dan koment bukan masalah dukung-mendukung, namun jeli dan jernih melihat apa yang ditawarkan siapapun capres dengan lebih bijak.
Salah satu spanduk menuliskan....petani, nelayan, guru, dan rakyat miskin....saya hendak mengajakk untuk menilai frase ini, bagaimana guru dimasukan di dalam golongan orang yang tidak terdidik, masyarakat miskin, dengan kata dan profesi di depannya dapat diandaikan guru termasuk nelayan, petani, sebagai rakyat miskin, karena tidak berpendidikan.
Ironis sekali kalau pemikiran subyektif saya ini ternyata menjadi bahan acuan tim sukses capres tersebut di dalam membuat slogan dan spanduk sebagai penatik masa. Beberapa hal bisa dipetik dari sini:
1.      Saat ini keguruan dan sekolah keguruan menjadi daya tarik luar biasa, karena kesejahteraan guru yang makin menjanjikan. Slogan tersebut seperti tim sukses hidup sekian dekade yang lalu. Atau memang mereka masa lalu dan hendak membawa kembali ke kehidupan masa lalu.
2.      Kalau masih melihat persoalan pendidikan pada taraf kesejahteraan guru, kelihatan masih belum paham persoalan yang jau lebih mendalam mengenai sistem pendidikan yang kompleks dan menyangkut sistem, bukan semata kesejahteraan. Kesejahteraan sudah selesai dan tidak perlu jadi bahan kampanye lagi. Tim sukses sama sekali tidak tahu pendidikan nasional dan persoalan yang terjadi di dalamnya.
3.      Petani dan nelayan bukan masalah kehidupan kesejahteraan yang perlu ditingkatkan, sehingga peringkat masyarakat atau rakyat miskin teratasi, namun keterpihakan akan niaga hasil pertanian dan nelayan yang adil dan bukan berorientasi kepada kapitalisme dan importasi.
4.      Ketika tata niaga baik, kesejahteraan menjadi baik dan petani dan nelayan menjadi memiliki daya juang, tidak perlu menjadi obyek kampanye lagi.
5.      Petani dan nelayan modern membutuhkan pendidikan, baik bagi ketrampilan petani dan nelayan itu sendiri namun juga bagi penyuluh-penyuluh berkualitas.


Tulisan ini mengajak untuk berfikir kritis dan berpihak kepada pendidikan sam sekali bukan berbicara mengenai keterpihakan kepada salah satu calon presiden yang ada.

Rabu, 04 Juni 2014

Terjadilah Kehendak-Mu

Mendengar komentar dan pernyataan dari kepolisian, perasaan geram dan jengkel, bagaimana tidak, pengrusakan rumah orang ditunggui dan dikatakan pendekatan persuasif, batu melayang didiskusikan. Kemudian pengrusakan rumah dan penyetruman anak saat ada ibadat  dikatakan sebagai kejengkelan karena jalan terhalang, kalau kulaih logikanya lulus dengan nilai baik, tentu tidak akan berbicara seperti itu. Jalan yang macet tentu akan merusak motor (walau ini juga bukan manusia beradap). Padahal seminggu sebelumnya jalan di jantung kota Solo macet total, tidak ada klaim apapun.
Kemarahan itu jauh dari ajaran Tuhan. Tuhan mengajarkan kepadaku untuk:
·      Terjadilah Kehendak-Mu:
Tuhan telah berfirman, dan mengajarkan kepada-ku Doa Bapa Kami yang nyata-nyata menyebutkan, Jadilah kehendak-Mu,  mendoakan dan menantikan kehendak Tuhan terjadi di muka bumi dan diri ku. Namun saat Tuhan memberikan kehendak-Nya, dan itu sering tidak sama dengan kehendak ku, maka aku  protes, marah, dan jengkel saat menghadapinya.
·      Ampunilah karena mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat
Lukas  23:34: "Ya Bapa, ampunilah mereka, sebab mereka tidak tahu apa yang mereka perbuat." Tuhan dalam firman-Nya mengajarkan kepada ku, bahwa apa yang mereka lakukan itu karena ketidaktahuan mereka. Apa yang perlu aku lakukan adalah mengampuni apa yang telah mereka lakukan. Firman yang menyejukkan di mana Tuhan memberikan kepada aku keteladanan untuk menghentikan kebiasaan emosinal dan kekerasan dibalas dengan kekerasan bahkan di media sosial sekalipun. Nyata sekali keteladanan Yesus saat Petrus memotong telinga prajurit  Yahudi. Apa yang dilakukan Tuhan adalah menghardik Petrus dan menyembuhkan prajurit tersebut.
·      Kamu akan dianiaya karena nama-Ku
Tuhan menyabdakan penganiayaan ini, sekian ribu tahun lalu. Dua ribu tahun yang makin konkret dan kerasa keberadaan jemaat Kristen untuk semakin setia di dalam menanggung penderitaan dan penganiayaan. Penganiayaan tidak harus fisik seperti yang dialami saudara-saudara kita di Sleman, namun bisa juga berupa kesulitan dan ketakutan menjalankan peribadatan kita. Kesulitan karena gedung yang tidak bisa dibangun, selalu diusik keberadaannya, atau karena takut akan ancaman dan intimidasi kalau jemaat kita hendak menjadi pejabat publik.




Senin, 02 Juni 2014

Tuhanku Yang Mahabaik

Membaca salah satu komentar di surat kabar on-line, Tribunnews, saya terhenyak, Allahku itu Mahabaik, kog begini manusia ciptaan-Nya menilai DIA. Anak manusia ini yang sesat atau Tuhan saya salah aku kenal, atau memang Tuhan itu penghukum seperti kata anak Adam tadi?
Allah Mahabaik, dosa manusia seperti apapun DIA terima ketika manusia kembali dan menyadari kesalahannya. Tuhan yang baik juga membebaskan manusia untuk mengabdi pada setan dan ular, ketika kembali, DIA rengkuh Anak-Ku yang hilang telah kembali.
Aku mengenal Allah Yang Baik dna yakin tidak salah, sekian lama, aku tidak pernah sekalipun berusaha membuat oksigen, sama sekali tidak pernah menyuruh hidungku untuk menarik nafas dna menghembuskannya. Semua DIA yang atur dan lakukan. Kurang baik apalagi?
Sekarang kita telaah, kalau Tuhan menghukum NON MUSLIM, emang NON MUSLIM ciptaan iblis, mengapa Tuhan tidak pernah menghadirkan banjir bagi NON MUSLIM, dan matahari yang cerah sejuk hangat, tidak menyengat untuk MUSLIM. Hujan banjir panas terik sejuk dinikmati semua manusia tidak pandang bulu. Kalau Tuhan mengirimkan Merapi untuk meletus nyatanya semua kena bukan hanya NON MUSLIM. Tuhan itu baik, mana ada orang tua menyiksa anaknya (hanya kasus khusus, orang yang tidak sehat saja), itu hanya berpartisipasi mencipta, bukan PENCIPTA saja sayang untuk merusak. Mana ada maestro apapun itu merusak karyanya? Tuhan Maestro Agung.
Mari belajar kebodohan manusiawi jangan ditimpakan kepada KEMAHAAN Tuhan.....
Memaksakan persamaan pada kodrat yang berbeda adalah kebodohan dan kesia-siaan.

Matahari bulan, langit dan bumi yang sama, TUHAN yang sama......