Wanita Allah, setelah episode terdahulu Pembedaan Roh bagi Pemula, Pembedaan
Roh kali ini, kita akan melihat yang namanya Hiburan Rohani dan Kesepian
Rohani. Memudahkan penjelasan mengenai hal ini, akan lebih baik melalui contoh
sebagai berikut, Annie, mahasiswi yang
smart, rajin, penuh semangat, aktivis,
dan selalu aktif di dalam banyak kegiatan. Hari-hari ini, dia murung, terkesan
loyo, dan merasa tidak bergairah untuk melakukan kegiatan yang biasanya
dijalankannya dengan riang gembira. Gadis yang biasanya ramah terhadap siapa
saja ini, tiba-tiba sering salah dalam berbicara dan salah paham bahkan
bertengkar dengan rekan-rekannya hanya dengan alasan sepele. Kehidupan rohani
makin jarang dia lakukan, dengan alasan malas dan banyak kesibukan lain. Beny,
pemuda yang tidak seberuntung Annie,
Beny pemuda dan mahasiswa biasa-biasa saja, temannya tidak sebanyak Annie,
demikianpun aktivitasnya. Apa yang dimiliki bukan yang terbaik. Dia selalu
riang dan ceria dengan siapa saja, baik yang sudah dikenal ataupun belum. Meskipun
biasa saja dan tidak memiliki banyak teman, Beny penuh syukur. Keramahan,
ketenangan, dan kebaikan hatinya dirasakan dan diakui oleh teman-temannya. Ia
selalu mengawali hari dengan doa dan berkomunikasi dengan Tuhan dengan membaca
firman Tuhan.
Bahasa rohani, memberikan istilah Beny mengalami hiburan rohani, sedang
Annie sedang dalam keadaan kesepian rohani. Bagian ini hendak membahas mengenai
hiburan rohani, kesepian rohani, dan apa yang perlu dilakukan waktu mengalami
hal-hal itu.
1.
Hiburan Rohani
Hiburan rohani yaitu keadaan di mana seseorang yang memiliki gerak
batin sehingga berkobar-kobar dan bersemangat akan cintanya kepada Tuhan.
Konsekuensi dari hal itu ialah orang tersebut tidak lagi dapat mencintai yang
lain, karena sudah dihabiskan untuk Tuhan. Tidak ada tempat lain, selain untuk
Tuhan.
Hiburan rohani dapat pula berupa kesedihan seseorang akan dosa dan
kelalaiannya, timbul rasa sesal yang mendalam sehingga mendorong pribadi
tersebut untuk bertobat dan memperbaiki diri. Rupa lain bisa datang melalui air
mata, yang menggerakan orang lebih dekat dan mencintai Tuhan.
Hiburan rohani bisa pula berupa iman, pengharapan, dan kasih yang lebih
besar kepada Tuhan. Rupa kegembiraan yang dirasakan dalam kehidupan batin
mendorong makin mendekatkan diri pada Tuhan dan memikirkan hal-hal rohani dan
surgawi. Contoh, Ibu Siane yang menderita kanker serviks. Semua tahu betapa
menakutkannya kanker ini untuk kaum ibu, namun Ibu Siane merasakan bahwa hidup
doa, kesediaan membantu orang yang merasa hal yang sama membuat dia makin
berserah dalam menghadapi sakitnya.
Penjelasan di atas memberikan pemahaman kepada kita, bahwa hiburan
rohani tersebut berasal dari Tuhan, bukan pertama-tama hasil usaha manusia.
Karya Allah tersebut dapat dilihat dalam tanda sebagai berikut:
a.
Memiliki keyakinan Tuhan bernilai, melindungi, dan mencintai. Tuhan
sungguh membimbing kehidupan manusia.
b.
Perasaan bagi pribadi saat berdekatan dan akrab dengan Tuhan melalui
doa, menjadi gembira, tenteram dan tenang, serta bersemangat untuk maju.
c.
Orang tidak ragu lagi untuk berjuang dan memilih sesuatu yang baik
dalam hidup.
2.
Kesepian Rohani
Kesepian rohani, ialah keadaan batin atau hidup seseorang yang tampak
dalam kecenderungan menjauh dari Tuhan, makin tipisnya kasih, iman, dan harapan
kepada Tuhan. Ciri-ciri nyata yang paling nampak yaitu, hidup terasa berat,
murung, sedih lesu, suram, hidup
dipandang sebagai beban, kekacauan dalam pikiran dan perasaan, serba bingung
dan campur aduk antara kebenaran dan yang salah, berpegangan pada diri sendiri,
tidak lagi percaya atau yakin kekuatan Tuhan, sulit mengadakan pertimbangan
secara seimbang, hidup tidak tenang, dan tidak damai.
Kesepian rohani juga menggejala dan mengemuka kepada kegelapan jiwa
yang mendorong seseorang berfikir dan bertindak ke arah hal-hal yang hina dan
duniawi. Kesepian rohani juga menguat saat pribadi itu cenderung memiliki
kebiasaan yang kurang baik, mulai suka meninggalkan tugas, dan mencari pelarian
dari tugas dan kewajiban, tidak bisa membedakan yang pokok dan sampingan. Banyak
pribadi yang makin akrab dan memilih hal-hal duniawi seperti kekayaan, status,
kenikmatan semu, dan kekuasaan. Pilihan akan hal-hal duniawi membawa
konsekuensi melenakan Tuhan. Tuhan bukan lagi menjadi perhatian dan pilihan
utama. Pribadi ini makin menjauhi Tuhan
3.
Mengapa orang mengalami kesepian?
Ada berbagai macam penyebab sepi dan keringnya kerohaniaan seseorang.
Beberapa hal dapat disebutkan sebagai berikut;
a.
Karena kesalahan diri sendiri,
Pribadi yang malas dan kendor
dalam melakukan kehidupan kerohanian. Misalnya orang yang malas berdoa, malas
melakukan tindakan yang baik dan adil, dan tidak memiliki usaha untuk makin
dekat dengan Tuhan.
b.
Untuk mencobai kita, sejauh mana iman kita kepada Tuhan dapat bertahan
atau tidak apabila tidak ada penghiburan rohani,
Dalam hal ini, Tuhan sendiri
yang hendak mencoba seseorang apakah orang tersebut masih akan beriman kepada
Tuhan mesti tidak ada penghiburan rohani. Pengalaman Ayub memberikan gambaran
akan hal ini. Ayub merupakan orang yang suci dan berbakti kepada Tuhan, tetapi
Tuhan mencobainya dengan mengambil anak-anaknya, hartanya, dan Ayub sendiri
menderita sakit. Ayub di dalam deritanya tetap percaya kepada Tuhan. Akhirnya
Tuhan melihat keteguhan Ayub dan diberkati dengan kelimpahan yang sama.
c.
Untuk lebih menyadari dan bersyukur atas hiburan rohani yang diperoleh,
Hiburan rohani merupakan
berkat dan rahmat Tuhan, sehingga kita dapat bersikap rendah hati di hadapan
Tuhan. Hiburan rohani bukan usaha manusia melulu, namun rahmat anugerah
pemberian Tuhan. Rahmat Tuhan yang perlu disyukuri, dan manusia tidak perlu
sombong dan bermegah diri dengan apa yang diperolehnya.
d.
Keadaan kodrati manusia,
Bisa saja kekeringan
rohani disebabkan pilihan manusia yang
tidak bijaksana, misalnya orang marah-marah kepada siapa saja yang dijumpai
karena kurang tidur. Kesehatan perlu bagi jiwa, karena jiwa dan badan merupakan
kesatuan.
4.
Apa yang perlu dilakukan saat mengalami kesepian rohani?
Perlu menjadi perhatian agar tidak membuat keputusan dan perubahan yang
pokok dan penting. Perlu teguh dalam menjalankan keputusan yang telah
diputuskan. Dengan demikian tetap setia di dalam kesetiaan dan biasanya di
dalam kekalutan kurang dapat secara jernih dan menyeluruh di dalam melihat
persoalan. Pribadi yang sedang mengalami kekeringan perlu untuk mengubah
orientasi dan mengerasi diri dalam beberapa bentuk:
a.
Agere Contra, yaitu semangat mengerasi
diri dan melawan kecenderungan diri yang mulai malas dengan berjuang secara
tabah dan sabar. Kalau di dalam kesepian orang diganggu untuk semakin malas
berdoa dan mencari kesenangan sendiri, orang itu diminta untuk menambah waktu
doa dan mati raga yang besar. Kalau orang digoda untuk marah, ia harus
menghentikan kemarahannya. Kalau orang digoda untuk menjelek-jelekan orang
lian, ia harus berusaha mencari dan menceritakan kebaikannya.
b.
Lebih dalam bertekun berdoa, berbuat baik, dan disiplin diri yang
diperbanyak. Semua itu perlu ditingkatkan agar orang tidak terseret dalam
mencari kesenangan semu. Maka di dalam kesepian, berdoa di dalam Tuhan akan
lebih menghasilkan buah. Kita diajak lebih percaya kepada kekuatan doa kepada
Tuhan. Melalui doa, kita menyatukan diri di dalam Tuhan, dan dengan demikian
Tuhan sendiri yang akan memberikan kekuatan kepada kita. Kita yakini bahwa
Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian.
c.
Lebih rasional dan daya pikir dibanding perasaan, saat mengalami
kesepian, perasaan dapat menjadi dominan dan mengganggu. Misalnya perasaan
malas, ogah-ogahan, acuh tak acuh, putus asa, dan banyak lagi. Perasaan
tersebut perlu dikalahkan dengan akal budi dengan mempertimbangkan betapa
pentingnya kita melawan perasaan itu.
d.
Merenungkan kebesaran Tuhan, dengan demikian kita dapat melihat tanpa
Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Kita sepenuhnya bergantung kepada
Tuhan.
5.
Nasihat ketika mengalami hiburan rohani
Ketika mengalami hiburan
rohani, kita perlu untuk mengambil sikap, antara lain:
a.
Perlu menyadari bila mengalami kekeringan atau kesepian rohani. Pribadi
yang sedang mengalami penghiburan rohani, perlu melakukan refleksi seandainya
mengalami kesepian rohani, dengan demikian pribadi tersebut tidak berlebihan
saat menjalani sukacita rohaninya. Kita perlu tahu diri. Dalam hiburan rohani
diharapkan kita dapat mencari kekuatan baru untuk dapat menghadapi kesepian
yang akan dialami.
b.
Berfikir fokus dan tidak macam-macam. Saat menghadapi hiburan rohani
orang digoda untuk mengharapkan macam-macam hal dan mau membuat janji beraneka ragam. Penting agar tidak
berjanji muluk-muluk yang sering tidak mudah bahkan tidak mungkin dipenuhi.
Kalau tidak disadari dan tidak mampu memenuhi, bisa saja menjadikan kecewa.
Perlu adanya rasa syukur dan tetap rendah hati. Rasionalitas tetap perlu
dikembangkan dan digunakan.
c.
Menikmati bersama dengan sesama
Hiburan rohani perlu
dinikmati bersama, dan bukan menjadi kesenangan sendiri. Kesenangan dan hiburan
hanyalah sarana dan bukan tujuan, hal ini perlu disadari agar tidak lalai dari
fokus untuk mencapai tujuan. Tujuan manusia adalah bersatu dengan Tuhan.