1.
Proaktif, berarti bahwa ada kesempatan antara
aksi dan reaksi, bukan sekedar langsung aktif menjawab. Kesempatan itu bisa
akal budi, pemikiran, atau hati nurani, menimbang baik buruk atau moral, dan
sebagainya, Yesus melakukan hal ini saat para pemuka jemaat membawa perempuan
berzina, apa yang DIA buat ialah, menuliskan di tanah dan menyatakan dosamu diampuni
dan pergilah. (Yoh. 8:2-11)
2.
Tujuan akhir, tujuan akhir Yesus ke dunia itu
apa? Menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Tapi datang godaan untuk
kekuasaan, materi, nama baik,....Mat. 4:1-11. Godaan itu tidak mengubah
pendirian-Nya bahwa bukan itu yang menjadi misi dan visi di dunia ini.
3.
Dahulukan yang utama: Kebangkitan Lazarus, Yoh
11:1-44, bertahan di kota yang sama untuk membuktikan mengenai kebangkitan.
Bukan langsung kembali untuk menyembuhkan Lazarus yang sedang sakit, namun “menunggu
sudah mati” dan baru datang. Kembali,
padahal baru saja dilempari. Bukan keselamatannya sendiri namun karya dan
rencana-Nya. Sikap di taman Getsemani ketika ketakutan dan menyerahkan apa yang
menjadi rencana-Nya saja, bukan kehendak Yesus.
4.
Bersikap menang-menang, peristiwa pajak, Luk.
20:20-26. Yesus bersikap jujur mengenai pajak dan apa yang perlu bagi Allah,
seratus persen Indonesia dan 100 % Katolik, bahwa untuk kaisar dan Allah itu
ada porsi masing-masing, bukan untuk dipertentangkan.
5.
Mengerti baru dimengertià Pemuda kaya Mat. 19:16-26,
Yesus mengerti dengan baik apa yang dirasakan anak muda yang kaya tersebut. Dia
tentu sayang dengan harta yang dimilikinya itu, maka dia pergi dengan sedih.
6.
Sinergi, peristiwa memberikan makan 5000 orang
dengan 2 ikan dan 5 roti. Peristiwa memberikan makan bagi ribuan orang yang
berasal dari 2 ikan dan 5 roti ini, mengungkapkan betapa Yesus berempati bagi
para murid yang mengikuti-Nya, kemalaman, tidak mungkin membeli makanan. Dan
ada anak kecil yang rela berbagi dengan apa yang dimulainya. Gerak hati untuk
berbagi sebagai sinergi perasaan sepenanggungan yang perlu membagi apa yang
dimiliki kepada sesama.
7.
Asah Gergajià
Yesus setiap hendak berkarya selalu mendahuluinya ke tempat sunyi untuk berdoa
dan mempersiapkan diri dengan baik. Terkhir sebelum menghadap Bapa, Dia berdoa di
Getsemani. Kekuatan diperoleh dengan berdoa dan mempersiapkan diri dengan
semaksimal mungkin.