Minggu, 27 Juli 2014

Materi Pembinaan Pendidikan Seksualitas IV

“Faal Laki-Laki dan Perempuan”

1.    Tema                       : Faal Laki-Laki dan Perempuan
2.    Tujuan                    : Umat beriman mengenal dan memahami faal baik laki-laki maupun perempuan sehingga dapat lebih menghormati ciptaan
3.    Gagasan Dasar       :
Beragam istilah untuk hanya satu benda yaitu penis atau vagina. Begitu banyak istilah baik dalam bahasa ibu masing-masing daerah ataupun dalam satu bahasa. Mengapa untuk mewakili alat vital ini harus dengan demikian banyak istilah?
Hal ini terjadi karena orang sering menggunakan istilah, alias, atau kata ganti untuk menunjuk kepada alat kelamin ini. Allah menciptakan seluruh anggota tubuh sebagai bagian yang sama tidak ada yang berbeda dan istimewa. Diciptakan baik adanya oleh Allah. Oleh karena sama, orangtua perlu mengajarkan penghormatan dan penyebutan dengan wajar dan biasa saja untuk mewakili dua benda untuk dua jenis tersebut.
Bagian tubuh tidak ada yang saru, jorok, ataupun kotor untuk dibicarakan. Namun memang bukan untuk olok-olokan dan pembicaraan yang tanpa makna.
4.    Langkah Katekese :
a.         Pembuka
1)             Lagu Pembuka               AKU DIBERKATI
2)             Tanda Salib, Salam
3)             Pengantar
Saudara-saudari terkasih setiap kita mendengar  kata penis atau vagina mesti ada yang tertawa dengan berbagai ekspresi ada yang senyum-senyum, ada yang tersipu-sipu, atau ada yang berwajah tidak suka. Padahal penis dan vagina juga termasuk anggota badan, anggota tubuh yang intergral bersatu dengan tubuh manusiawi kita.
Namun mengapa kita sepertinya menganaktirikan atau sekaligus ada juga yang menganakemaskan barang tersebut? Dalam materi ini kita akan mengenal lebih jauh dan mendalam mengenai kedua barang tersebut dengan segala kelengkapannya.
4)             Doa Pembuka
Allah Mahasempurna, sempurna pula ciptaan-Mu, terimakasih atas segala rahmat dan anugerah-Mu ya Tuhan. Syukur pula atas kesempatan kali ini Kau kumpulkan kami untuk merenungkan ciptaan-Mu yaitu diri kami masing-masing yang demikian unik dan menarik ini. Bukalah budi dan hati kami sehingga dapat mengenal diri kami dengan lebih baik, seturut rencana-Mu. Demi Kristus Tuhan dan Juru Selamat kami. Amin.
b.        Pengalaman Manusiawi, digali dengan menanyakan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
1)             Apa yang ada dalam benak Bapak/Ibu ketika mendengar kata penis atau vagina?
2)             Mengapa demikian?
3)             Adakah yang salah dengan penis dan vagina kog menjadi heboh?
4)             Apa fungsi dari itu alat-alat reprodukdi tersebut?
c.         Peneguhan beberapa pokok bahasan yang dapat disampaikan:
a)         Mendengar kata penis atau vagina banyak komentar dan sikap yang beragam
b)        Ada yang menganggap tabu atau saru, tidak pantas dibicarakan, biasa saja, malah untuk guyonan, dan sebagainya
c)         Penis dan vagina dengan segala alat kelengkapannya Allah gunakan sebagai alat reproduksi.
d)        Alat reproduksi berarti sangat penting dalam menunjang karya Penciptaan Allah.
e)         Alat-alat reproduksi nanti akan dibahas lebih mendalam dan dibantu dengan slide mengenai alat-alat tersebut.
d.        Pengalaman
1)        Mendengarkan Kitab Suci dari Kej. 1: 26-29
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi."  Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.  Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi."  Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu.
2)        Pendalaman dengan menyaksikan slide mengenai alat-alat reproduksi
3)        Sharing pengalaman dengan pertanyaan sebagai berikut:
a)        Bagaimana manusia diciptakan Allah?
b)        Apa fungsi manusia diciptakan?
c)        Menurut Anda penting tidak mengetahui alat-alat reproduksi tersebut?
e.         Peneguhan
1)        Beberapa pokok bahasan disampaikan oleh pemandu:
·         Manusia diciptakan sebagai Citra Allah, Gambaran Allah berarti sangat berharga
·         Allah menghendaki manusia untuk beranak cucu dan memenuhi bumi
·         Manusia diberi kuasa untuk menggunakan alam dan isinya demi kemakmuran manusia
·         Pengenalan anatomi terutama alat-alat reproduksi sungguh membantu untuk semakin menghayati karya Penciptaan Tuhan selalu terjadi hingga hari ini
·         Bagian tubuh sendiri tapi sering ‘terlewatkan’ untuk diakrabi dan diselami betapa berharganya
2)        Doa umat spontan umat dimohon mengungkapkan doa secara spontan dan diakhiri dengan doa Bapa Kami
3)        Bapa Kami
f.         Penutup
1)        Doa Penutup
Syukur pada-Mu Bapa atas kehadiran, pendampingan terutama atas karya Penciptaan-Mu yang sungguh luar biasa. Syukur pula atas anugerah tubuh kami yang demikian berharga dan Kau ikutsertakan dalam karya agung Penciptaan-MU. Bantulah kami selalu bersyukur atas anugerah-Mu ini, demi Kristus Tuhan dan sembahan kami kini dan sepanjang masa.
2)        Berkat, Tanda Salib, Perutusan
3)         Lagu Penutup ALAM RAYA KARYA BAPA MB 352


Materi Pembinaan Pendidikan Seksualitas III

Seksualiatas
1.      Tema               :  Seksualitas
2.      Tujuan               : Umat beriman memahami bahwa seksualitas manusia merupakan ciri khas yang menunjukkan kepriaan dan keperempuanan seseorang
3.      Gagasan Dasar:
Pembicaraan mengenai seks dan seksualitas terutama dengan anak-anak sering disalah mengerti dan tidak jarang diakhiri dengan hardikan saru atau tabu. Apakah demikian adanya?
Sebenarnya yang terjadi adalah orangtua tidak mampu menjelaskan kepada anak, dan jawaban paling mudah adalah saru atau tabu tadi. Mengapa orangtua tidak mampu? Banyak sebab, dapat disebutkan, orangtua yang dulunya juga tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana mestinya, pendidikan atau ajaran agama yang menganggap seksualitas adalah buruk, jorok, tidak perlu dibicarakan, dan yang negatif-negatif.
Gereja mengajarkan bahwa pendidikan seksualitas merupakan pendidikan yang penting, sebagaimana diungkapkan  oleh Paus Yohanes Paulus II menghendaki bahwa anak-anak perlu dibekali dengan pendidikan kesusilaan (seksualitas) dengan penuh keterusterangan namun tidak boleh merusak usia kepolosan anak-anak (Bdk F.C 37).
Konsili Vatikan II menyatakan bahwa dengan menggunakan kemajuan ilmu dan teknologi seperti pedagogi, psikologi, didaktik, penting anak-anak muda diberi pendidikan seksualitas demi kemajuan dan perkembangan secara positif keseluruhan dirinya (Bdk. G.E 1).
Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes dalam “Martabat Perkawinan dan Keluarga”  menyinggung mengenai pentingnya pendidikan seksualitas bagi kaum muda dengan menekankan bahwa pendidikan seksualitas hendaknya menjadi  usaha pendidikan ke arah kemurnian
4.      Langkah-Langkah Katekese
a.         Pembukaan
1)   Lagu Pembuka
Lagu Tanjung Perak Tepi Laut  dengan penekanan pada bagian bawah perut
2)   Tanda Salib dan Salam
3)   Doa Pembuka
Allah Mahacinta, syukur kami haturkan atas kesempatan yang Kau limpahkan kepada kami sehingga malam ini, kami dapat berkumpul untuk mengenali diri kami. Kami sebagai manusia juga tersusun dari seksualitas kami. Bantulah kami sehingga dapat mengungkapkan diri kami dengan penuh keterbukaan dan kebersamaan dan jauhkan kami dari pembicaraan yang merendahkan diri kami dengan pembicaraan jorok dan menjurus ke arah  pornografi semata. Demi Kristus Tuhan kami yang berkuasa bersama dengan Dikau kini dan sepanjang masa. Amin
4)   Pengantar
Saudara- Saudari terkasih pada kesempatan ini, kita akan mempelajari mengenai seksualitas. Seksualitas itu cenderung jatuh pada dua hal eksterm yang bertolak belakang. Satu sisi membicarakan seksualitas dengan rendah, yaitu membicarakan seksualitas dengan murahan dan sembarang. Pihak ini membicarakan seksualitas sebagai bahan olok-olokan semata, atau umpatan, sesuatu yang tidak bernilai. Pihak lain menempatkan seksualitas terpisah dengan diri manusia. Kelompok ini sama sekali tidak mau membicarakan seksualitas dengan alasan tabu, saru. Kesempatan ini kita akan membicarakan hal tersebut dalam kerangka pendidikan dan katekese.
b.         Menggali Pengalaman Manusiawi mengenai Seksualitas
1)        Melihat Film dengan Judul “Sexuality”
2)        Mendalami film dengan berdiskusi dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
·           Apa yang Anda pelajari dalam film tersebut?
·           Apakah itu seksualitas?
·           Apa kaitannya dengan hidup kita?

c.         Peneguhan dengan pokok materi sebagai berikut:
·           Seks yaitu jenis kelamin
·           Seksualitas merupakan keseluruhan yang membedakan kita sebagai laki-laki dan perempuan
·           Manusia seutuhnya berarti terdiri atas seksualitasnya juga
·           Laki-laki dan perempuan mengada karena seksualitasnya
d.        Membaca Kitab Suci
1)        Kej. 1: 26-31a
1:26 Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata yang merayap di bumi." 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan diciptakan-Nya mereka.
1:28 Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka: "Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu, berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala binatang yang merayap di bumi." 1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah, Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 1:30 Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 1:31 Maka Allah melihat segala yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”
2)        Pendalaman bacaan dengan bantuan pertanyaan sebagai berikut:
a)    Bagaimana Allah menciptakan manusia?
b)   Apa tugas manusia di dunia ini?
c)    Apakah kaitan penciptaan dengan tema kita kali ini?
e.         Peneguhan dari pemandu
1)        Pemandu memberikan peneguhan dengan pokok-pokok pemikiran sebagai berikut:
·           Allah menciptakan manusia dengan penuh perencanaan maka terjadi pada hari terakhir
·           Manusia ditugaskan untuk menguasi bumi dengan segala isinya
·           Manusia diciptakan sebagai Citra Allah
·           Citra atau gambar Allah berarti manusia merupakan gambaran Allah yang kelihatan
·           Manusia diciptakan sebagai baik adanya termasuk seksualitasnya. Oleh karena itu tidak ada yang jelek dan buruk terkasuk seksualitas.
2)        Peresapan sabda dan peneguhan dalam doa umat
3)        Doa umat dipuncaki dengan doa Bapa Kami
f.          Penutup
1)            Doa Penutup
Bapa Mahacinta syukur pada-Mu pada malam ini kami dapat berkumpul sebagai satu saudara satu keluarga selaku makhluk ciptaan-Mu citra-Mu yang luhur. Bantulah dlam hidup kami agar dapat menjalankan perutusan_mu di dunia ini dengan utuh sebagai pribadi ciptaan-Mu. Kami akan pulang lindungilah perjalanan kami hingga tidak kurang suatu apa dalam perjalanan kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara kami. Amin
2)            Berkat dan Tanda Salib
3)            Lagu Penutup

HARI INI KURASA BAHAGIA

Materi Pembinaan Pendidikan Seksualitas II

“Moral Seksualitas”
1.      Tema              :  Moral Seksualitas
2.     Tujuan            : Umat beriman mengerti dengan baik mengenai ajaral moral  Kristiani mengenai Seksualitas
3.    Gagasan Pokok:
Perkembangan Gereja demikian pesat dalam berbagai bidang kehidupan teristimewa liturgi. Perkembangan ini jauh tertinggal adalah pemahaman dan penilaian di bidang seksualitas.
Penilaian moral seksualitas sangat dipengaruhi oleh arus pemikiran neo-skolastik yang cenderung menilai boleh dan tidak boleh semata-mata. Perbuatan biologis harus ada dan tidak boleh tidak ada.
Penilaian moral seksualitas sangat banyak memegang peran dalam kehidupan umat beriman. Bagaimana moral Kristiani menilai masturbasi, keluarga berencana, perceraian, inseminasi buatan, perkembangan teknologi di bidang ini seperti cloning, pencangkokan, dan banyak lagi.
Beberapa persoalan mendesak untuk dipikirkan lagi, namun Gereja sudah memiliki penilaian sendiri, baik kalau umat memahami pengajaran yang sering tidak sama bahkan bertolak belakang dengan pemahaman hukum negara, dan hukum yang berkembang di masyarakat.
Umat beriman memahami dengan baik pengajaran moral Katolik, sehingga dapat menjalankan imannya dengan baik dan benar. Banyak ajaran Gereja yang tidak diketahui oleh umat beriman, dengan katekese dan pengajaran sungguh membantu kehidupan beriman umat.
4.    Langkah Katekese
a.         Pembuka
1)             Lagu Pembuka   AJARILAH KAMI  BAHASA CINTA
2)             Tanda Salib dan Salam
3)             Doa Pembuka
Bapa Mahabaik syukur atas kebaikan yang luar biasa kami terima dari kemurahan-Mu semata-mata. Kami bersyukur pula atas rahmat kesehatan dan keselamatan sehingga pada kesempatan ini kami dapat berkumpul untuk mengenal rencana-Mu melalui Gereja dan pengajarannya sebagai kepanjangan Tangan-MU. Bukalah hati dan budi kami sehingga kami dapat membicarakan ini demi memuliakan Engkau kini dan sepanjang masa. Amin.
4)             Pengantar
Saudara/saudari terkasih, malam ini kita akan membicarakan mengenai Moral Seksual. Pada kesempatan terdahulu sudah kita pahami bersama mengenai tema seksualitas, dan pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai aturan main mengenai seksulitas lebih mendalam yaitu mana yang boleh dan tidak boleh dalam bidang seksualitas.
Proses yang akan kita gunakan nanti akan menggunakan media guna membantu kita  dengan menggunakan media power point mengenai Moral Seksualitas.
b.        Menggali pengalaman manusiawi mengenai Moral Seksualitas
1)        Menyaksikan penampilan power point dengan tema “ Moral Seksualitas”
2)        Sharing dan diskusi mengenai presentasi tersebut dengan pertanyaan sharing sebagai berikut:
a)             Apa yang menarik bagi Anda dalam tayangan tadi? Adakah yang baru?
b)            Banyak yang sudah diketahui ataukah belum?
c)             Bagaimana perasaan Anda ketika melihat tayangan tadi? Biasa, jijik, penuh keingintahuan, atau terserah saja?
c.         Peneguhan pemandu memberikan beberapa peneguhan dengan pokok bahasan sebagai berikut:
·     Moral merupakan pedoman mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan
·     Beberapa hal mengenai moral yang harus diketahui oleh umat beriman berkaitan dengan kelamin, penyakit menular, KB, aborsi, kelainan seksual
·     Masturbasi dalam berbagai penilaian
d.        Pengalaman Iman Gereja
1)        Pembacaan Kitab Suci 1 Kor 6: 13-20
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
2)        Pendalaman dengan sharing dipandu memakai beberapa pertanyaan berikut:
a)         Paulus menghendaki apa dengan tubuh kita?
b)        Apa kaitannya dengan tema kita kali ini?
c)         Apakah sudah menghayati sabda tadi dalam kehidupan sehari-hari?
e.         Peneguhan
1)        Pemandu memberikan peneguhan dengan beberapa pokok materi sebagai berikut:
·           Paulus membahas anugerah Allah berupa tubuh manusiawi
·           Tubuh merupakan bait Roh Kudus
·           Penghargaan tubuh
·           Tubuh bukan untuk percabulan
·           Percabulan merupakan dosa dari dalam diri sendiri
2)        Doa Umat umat diminta berdoa spontan
3)        Doa umat dipuncaki dengan doa Bapa Kami
f.         Penutup
1)        Doa Penutup
Bapa Yang Baik syukur dan terima kasih atas penyertaan-Mu sepanjang pertemuan ini. Syukur pula atas penemuan dan pembelajaran yang boleh kami alami dan terima. Kuatkanlah dan tanamkanlah dalam diri kami semangat untuk terus mencari kehendak-Mu dalam hidup kami sehari-hari, sehingga kami menjalankan seturut rencana dan kehendak-Mu semata. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
2)        Berkat, Tanda Salib, Perutusan

3)         Lagu Penutup HARI INI KURASA BAHAGIA