Kamis, 27 November 2014

7 Habit Ala Yesus


1.       Proaktif, berarti bahwa ada kesempatan antara aksi dan reaksi, bukan sekedar langsung aktif menjawab. Kesempatan itu bisa akal budi, pemikiran, atau hati nurani, menimbang baik buruk atau moral, dan sebagainya, Yesus melakukan hal ini saat para pemuka jemaat membawa perempuan berzina, apa yang DIA buat ialah, menuliskan di tanah dan menyatakan dosamu diampuni dan pergilah. (Yoh. 8:2-11)
2.       Tujuan akhir, tujuan akhir Yesus ke dunia itu apa? Menyelamatkan manusia dari belenggu dosa. Tapi datang godaan untuk kekuasaan, materi, nama baik,....Mat. 4:1-11. Godaan itu tidak mengubah pendirian-Nya bahwa bukan itu yang menjadi misi dan visi di dunia ini.
3.       Dahulukan yang utama: Kebangkitan Lazarus, Yoh 11:1-44, bertahan di kota yang sama untuk membuktikan mengenai kebangkitan. Bukan langsung kembali untuk menyembuhkan Lazarus yang sedang sakit, namun “menunggu sudah mati” dan baru  datang. Kembali, padahal baru saja dilempari. Bukan keselamatannya sendiri namun karya dan rencana-Nya. Sikap di taman Getsemani ketika ketakutan dan menyerahkan apa yang menjadi rencana-Nya saja, bukan kehendak Yesus.
4.       Bersikap menang-menang, peristiwa pajak, Luk. 20:20-26. Yesus bersikap jujur mengenai pajak dan apa yang perlu bagi Allah, seratus persen Indonesia dan 100 % Katolik, bahwa untuk kaisar dan Allah itu ada porsi masing-masing, bukan untuk dipertentangkan.
5.       Mengerti baru dimengertià Pemuda kaya Mat. 19:16-26, Yesus mengerti dengan baik apa yang dirasakan anak muda yang kaya tersebut. Dia tentu sayang dengan harta yang dimilikinya itu, maka dia pergi dengan sedih.
6.       Sinergi, peristiwa memberikan makan 5000 orang dengan 2 ikan dan 5 roti. Peristiwa memberikan makan bagi ribuan orang yang berasal dari 2 ikan dan 5 roti ini, mengungkapkan betapa Yesus berempati bagi para murid yang mengikuti-Nya, kemalaman, tidak mungkin membeli makanan. Dan ada anak kecil yang rela berbagi dengan apa yang dimulainya. Gerak hati untuk berbagi sebagai sinergi perasaan sepenanggungan yang perlu membagi apa yang dimiliki kepada sesama.
7.       Asah Gergajià Yesus setiap hendak berkarya selalu mendahuluinya ke tempat sunyi untuk berdoa dan mempersiapkan diri dengan baik. Terkhir sebelum menghadap Bapa, Dia berdoa di Getsemani. Kekuatan diperoleh dengan berdoa dan mempersiapkan diri dengan semaksimal mungkin.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar