Rabu, 03 Februari 2016

Sepuluh Kutipan yang Mengungkapkan Keyakinan-Keyakinan Paus Fransiskus


1.       Orang Kristen harus menjadi pusat Gereja
“Dan sekarang kita menempuh perjalanan ini: Uskup bersama seluruh Umat Beriman. Ini perjalanan Gereja  Roma yang  dituntut untuk memimpin Gereja keseluruhan dengan kasih. Sebuah perjalanan berlandaskan persaudaraan, kasih, dan saling percaya di antara kita. Marilah kita berdoa bagi seluruh dunia, semoga ada semangat persaudaraan yang besar”
2.       Doa adalah sebuah alat untuk pelayanan
Doa adalah perpaduan antara keberanian, kerendahan hati, dan penyembahan.
3.       Yesus Kristus adalah pusat dalam pesan Kristiani
“Seandainya kita tidak mengimani Yesus Kristus, segalanya menjadi keliru. Kita mungkin menjadi sebuah lembaga swadaya dalam bidang amal, tetapi bukan Gereja, bukan Mempelai Tuhan.”
4.       Ia akan melanjutkan gayanya yang sederhana dan mudah didekati
“Jangan melupakan uskup yang jauh ini, yang mengasihi saudara sekalian dengan tulus. Doakan saya.”
5.       Melindungi ciptaan adalah tanggung jawab kita
“Tolong, saya memohon kepada semua yang memiliki jabatan-jabatan yang bertanggung jawab atas kehidupan ekonomi, politik, dan sosial, dan semua laki-laki dan perempuan yang berkehendak baik: marilah kita menjadi ‘pelindung’ bagi semua ciptaan, pelindung bagi rencana Tuhan yang tertulis dalam alam, pelindung bagi satu sama lain dan pelindung bagi lingkungan hidup.”
6.       Media sosial dapat digunakan untuk menyapa orang beriman
Dari kicauan pertama sebagai Paus Fransiskus: “Teman-teman yang saya kasihi, terima kasih saya sampaikan dari lubuk hati saya dan saya meminta Anda terus mendoakan saya. Paus Fransiskus.”
7.       Paus adalah pelayan bagi semua orang
“Kekuatan yang sejati adalah pelayanan”
8.       Evangelisasi Baru dapat memingkatkan pertumbuhan dan keefektifan Gereja
“Gereja sendiri yang harus mendatangi orang banyak.”
9.       Mengatasi krisis panggilam sesuatu yang mungkin
“Yang disebut krisis identitas di kalangan para imam mengancam kita semua dan erupkaan bagian dari krisis yang lebih besar dalam peradaban. Akan tetapi, kita tahu bagaimana membendung perkembangannya, kita akan pergi sampai ke lautan yang paling dalam dengan penyertaan Tuhan dan menebar jala kita.”
10.   Kita harus hati-hati dengan emosi kita

“Jangan lupa bahwa kebencian, iri hati, dan kesombongan mengotori hidup kita.”

Tidak ada komentar:

Posting Komentar