Tepatkah menyebut Injil menurut
Markus? Tidak salah, namun tidak pula sepenuhnya tepat. Anggapan kalau menyebut
Injil Menurut Markus berarti penulisnya adalah Markus. Padahal tidak sepenuhnya
dapat dipertanggungjawabkan, karena Injil tidak pernah menuliskan penyusunnya.
Kapan kemungkinan penulisan atau penyusunan
Injil Markus? Injil Markus ditulis setelah kematian Petrus di Roma pada masa
penganiayaan Nero, pada sekitar yahun 64-65 M. Penulisan Injil ini di Roma,
menurut Klemens dari Aleksandria
Mengapa Markus sering disebut sebagai Penginjil pertama?
Karena kebanyakan isi dari Injil Mateus dan Injil Lukas ada dalam
Injil Markus. Bisa saja Injil Markus yang menyingkat dari kedua Injil lainnya
itu, namun alasannya jauh dari logis, kalau Mateus dan Lukas yang menambahkan
beberapa bahan tulisannya sesuai dengan kebutuhan mereka berdua, dan sidang
pembaca yang menjadi sasaran pewartaannya.
Bahasa Yunani Mateus dan Lukas lebih baik dan elegan dari pada tulisan
Markus. Lebih logis menyebut kalau Markus lebih dahulu menulis dan Mateus dan
Lukas memperbaiki tulisan yang dirasa tidak bagus dan pas. Lucu dan jelek
sekiranya Markus yang mengambil sumber dari kedua Injil dan malah makin buruk
berbahasanya.
Markus menggunakan varian sulit yang tidak terdapat dalam Mateus dan
Lukas. Mateus dan Lukas telah menjembatani kesulitas-kesulitan pemahaman dengan
penjelasan yang makin memudahkan penerimaan pembacanya.
Teologi Markus paling sederhana. dibandinkan
Mateus yang menggunakan kata Yesus sebagai Tuhan sebanyak 50 kali, dan Lukas
jauh lebih sering, Markus hanya menyebut Kurios enam kali.
Pembaca Markus, atau jemaat
Markus, Jemaat Kristen Non Yahudi. Hal ini nampak dari penggunaan penjelasan
mengenai tradisi Yahudi. Penjelasan demikian tentunya tidak diperlukan bagi
orang Yahudi.
Gagasan Teologi Markus
Mesias, Yesus sejak awal
oleh Markus sudah dinyatakan sebagai yang diurapi sebagaimana Mrk.1:11-15.
Peristiwa pembaptisan Yesus oleh Yohanes Pembaptis dan suara yang menyatakan
Yesus adalah “Anak-Ku”.
Rahasia Mesias, Yesus
adalah Kristus, Anak Allah. Sejak awal Yesus tidak menunjukkan bahwa Dia Putera
Allah, sering Dia menegur ketika ada yang hendak menyatakan siapa DIA. Lihat. Mrk. 3:11-12; 1:43-44; 5:43; 7:36 dst.
Mesias yang Menderita,
gambaran mesias yang ada dalam benak dan tradisi Yahudi ialah raja yang penuh
kuasa. Yesus berbeda, Dia menampilkan dan menekankan bahwa Mesias itu
Menderita, Anak Manusia yang bukan raja, dan bukan melawan penjajahan Romawi.
Mesias adalah Manusia yang tersalib sebagai bagian dari rencana Allah bagi
hidup-Nya. (Mrk.8:31;9:30-32 dst)
Anak Allah, pewartaan
Markus juga menekankan Yesus Anak Allah. Sejak awal kitabnya Markus sudah
menunjukkan kemanusiaan dan Keallahan Yesus melalui peristiwa pembaptisan. Slain
itu juga nampak dalam Mrk. 3:11; 5:7 dst.
Struktur Injil Markus
A.
Introduksi (1:1-1:15
B. Pelayanan
Di Galilea (1:16-8:26)
C. Perjalanan
Ke Yudea (8:31-10:52)
D. Pelayanan
Di Yudea ( 11:1-14)
E.
Sengsara dan Kebangkitan (14:12-16)
Injil Markus dalam Liturgi
Selama berabad-abad, bacaan Misa hanya Mateus dan Lukas, sesudah
Konsili Vatikan II lah dengan pembaharuan Liturgi Markus masuk dalam bacaan
Ekaristi hari Minggu.Injil Markus oleh
Gereja diperdengarkan dala, lingkaran tahun Liturgi untuk tahun B.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar