Senin, 02 Maret 2015

Bagaimana Cara Mengatasi Kekuatiran


1.        Kebiasaan. Kekuatiran yang berkembang dengan berjalannya waktu. Dan setiap kebiasaan yang dapat dibentuk juga dapat diubah. Jadi, langkah pertamanya ialah mengubah kebisaan kuatir kita.
2.        Mencekik. Itulah arti dasar dari kata kuatir, mencekik. Kekuatiran bisa meniadakan energi alami serta keefektivan kita. Janganlah mencekik diri sendiri dengan berbagai kekuatiran.
3.        Bodoh. Itulah kekuatiran. Buang-buang energi mental secara bodoh. Telah dihitung bahwa kira-kita 40% dari kekuatiran kita adalah berkaitan dengan masa lalu, 50% menyangkut masa yang akan datang, dan 10%-nya menyangkut masalah-masalah hari ini. Sembilan puluh dua persen dari kekuatiran itu tidak terjado, hanya kekuatiran saja. Tentu dengan delapan persen ini bisa kita selesaikan.
4.        Melupakan. Cara efektif untuk tidak menguatirkan kesalahan-kesalahan di masa lalu ialah menjadi terampil dalam melupakan. Sudah lewat, ya sudah, jadi lupakan itu. Setiap hari ucapkanlah,”Aku melupakan apa yang sudah ada di belakangku dan mengarahkan diri kepada ada yang ada di hadapanku, dan berlari-lari kepada tujuan untuk memperoleh hadiah, yaitu panggilan surgawi dari Allah dalam Kristus Yesus” (Filipi. 3:13-14).
5.        Membiarkan. Willam  James, seorang psikolog dan filsuf besar menyatakan,”Inti kejeniusan adalah mengetahui yang mana yang bisa dibiarkan”. Ketika si pencemas belajar membiarkan, perhatiannya berkurang, ketegangannya mereda, dan sikap barunya bisamelewatinya. Hal ini penting dalam penyembuhan kekuatiran.
6.        Masa Depan. Mulai menghentikan bintik hitam di masa depan. Lihat dan yakini masa depan yang cerah dan gilang gemilang, di mana Allah menyaksikannya. Tidak perlu kuatir apa yang mungkin terjadi, menciptakan kejadian baik melalui iman.
7.        Menenangkan Diri. Sikap tenang akan mengusir kecemasan. Yakini bahwa Allah menjaga kita tetap tenang dan damai.
8.        Mengosongkan. Pikiran bisa dikosongkan, termasuk dengan kekuatiran. Hilangkan kekuatiran, salah satu alternatif yang bisa dilakukan ialah dengan keyakinan mengumandangkan, “Kukosongkan pikiranku dari kecemasan dan segala kekuatiran.”
9.        Mengisi. Kekosongan bukan didiamkan begitu saja, namun juga perlu diisi dengan hal yang berdaya guna. Mengidi dengan hal positif.

10.     Kehadiran. Hadirkanlah Tuhan Allah, dan sirna kekuatiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar