Pendidikan dan pemahaman masyarakat Indonesia, anak yang
cerdas, smart itu yang pinter dalam
bidang matematika, kulaih di teknik, jurusan ilmu pasti, dan meminggirkan ilmu
sosial dan sejenisnya. Tidak heran fakultas kedokteran, teknik mesin, sipil,
atau arsitektur menjadi fakultas favorit dan mahal. Manusia oleh Sang Pencipta
sebenarnya dianugerah kemampuan dan talenta yang unik.
Thomas Amstrong melihat ada tujuh kecerdasan manusia, dan
dalam diri masing-masing orang ada kesemuanya, itu hanya saja ada satu atau dua
yang paling menonjol dan beberapa yang lemah.
1.
Word Smart:Kecerdasan
Verbal atau Berbahasa
Kecerdasan dalam hal ini sering kita
jumpai, yang sering bermain-main dengan
kata dan kalimat, tentu salah satu ciri yang paling mudah dikenali. Demikian juga
mengapa beberapa orang lebih cepat mengerti suatu bahasa, baik bahasa asing
atau bahasa daerah. Hal ini berkiatan dengan kecerdasan ini. Merangkai kata
menjadi kalimat yang menarik, menyenangkan, menghibur, dan tentu saja
menghanyutkan. Orator, stand up comedian,
penulis, penerjemah, merupakan orang-orang yang cerdas dalam bidang ini.
2.
Picture
Smart: Berfikir dengan Mata Pikiran
Orang-orang yang antusias dalam melihat
semua yang berbentuk gambar, lukisan, ataupun model-model. Pelukis bisa
memindahkan pemandangan atau orang dengan sedemikian hidup dan membuat banyak
orang kagum. Pengamatan hingga mendetail terhadap sesuatu, bahkan hingga
sekecil-kecilnya dapat ia tangkap. Kecerdasan ini biasanya paling berkembang
bagi pelukis, desain grafis, arsitek, dan pekerja-pekerja seni pertunjukan dan
sejenisnya.
3. Music Smart: Mengoptimalkan Pikiran
Melodis
Ada orang yang mudah sekali menerima
masukan berupa musikalitas. Mendengar lagu sekali saja langsung terekam dengan
baik. Mendengar tintik hujan bisa menjadi lagu dengan begitu indahnya. Bagi orang
yang rendah kecerdasan melodisnya, hujan ya hujan saja. Pribadi seperti ini
misalnya diminta belajar ilmu sosial akan dibuat lagu yang menyenangkan
baginya, dan dengan mudah akan terekam. Orang demikian akan bekerja dan tekun
dalam bidang musik, penyanyi, penari, dan sejenisnya.
4.
Body Smart:
Menggunakan Kecerdasan Kinestetik
Mengapa Messi bisa meliuk-liuk membawa bola
dengan melewati pemain sebesar dan setangguh Boateng? Atau Michael Jordan, bisa
melayang dengan memasukkan bola sehingga tenar dengan Air Jordan-nya? Olah tubuh dan kemampuan kinestetiknya cerdas. Berkat
latihan tekun dan rajin maka bisa menguasai teknik demikian tinggi. Pesenam dapat
melipat-lipat tubuhnya dengan enteng, atau free
styler bisa melompat dan membuat bola mengikutinya dengan indah, hal ini
bukti kecerdasan bidang ini. Pekerjaan pada bidang olah raga, free styler, bela
diri, dan sejenisnya.
5.
Logic
Smart: Menghitung Kemampuan Kinestetik
Mengapa ada orang yang akan tekun main
catur atau berhitung kalkulus seperti orang makan, karena kecerdasan logic-nya tinggi. Bagi sebagian orang
menjengkelkan, baginya menyenangkan dan menantang. Ilmuwan dalam bidang ini
seperti Einstein, Pascal, merupakan contoh pribadi cerdas dalam hal ini. Tentu akan
bingung orang harus mengatur bagaimana pesawat agar tidak bertabrakan di langit
sana, namun bagi yang cerdas bidang ini akan dengan ringan di jalankan.
6.
People
Smart: Mempertinggi Kemampuan Bersosialisasi
Orang yang populer, tenar, mudah bergaul,
dan kalau omong dengan mudah didengarkan orang lain, merupakan pribadi yang
tinggi kemampuan bersosialisasi. Tenaga pemasaran memerlukan kemampuan ini,
juga pejabat publik, atau politisi. Apa yang disampaikan itu bisa dengan mudah
mempengaruhi orang untuk tertarik dan mendengarkan. Memahami orang lain untuk
bisa menyelami dan mengerti pribadi lain. Kemampuan tinggi untuk bisa berlaku
demikian. Konselor, memerlukan kecerdasan ini, juga motivator.
7. Self Smart: Mengembangkan Kecerdasan
Intrapribadi
Diri sejati sebagai sumber kreativitas
batin, vitalitas, spontanitas, dan kesejahteraan emosi seseorang. Pribadi yang
mengenal diri sendiri dengan baik, manusia batiniah, yang telah menemukan jati
dirinya. Pribadi yang spiritualitasnya tinggi, merupakan ciri kelompok ini.
Semua
manusia memiliki ketujuhnya, namun bagaimana pengembangan dan penerapan dalam
kehidupannya yang paling menentukan. Tidak
ada orang bodoh, namun lemah dan belum terolah dengan semestinya dalam
bidang-bidang yang ia geluti. Bagaimana Thomas Alfa Edison, Einstein di nilai
bodoh oleh gurunya, namun menjadi pembeda bagi dunia.
Salam
Damai
Sumber:
Thomas Amstrong, Multiple Intelligence
Tidak ada komentar:
Posting Komentar