Pembedaan Roh (1)
Pendahuluan
Dalam hidup sehari-hari kita sering menghadapi dorongan-dorongan untuk
melakukan sesuatu. Apa yang terjadi di dalam diri kita bisa baik ataupun buruk.
Dorongan ke arah yang baik merupakan karya Roh baik dan sebaliknya. Namun bisa
pula awalnya drongan itu serasa sangat baik namun ternyata menjerumuskan kita.
Di sini kita akan mempelajari bagaimana roh itu bekerja. Pada tahap awal kita
akan melihat:
1.
Perang antara yang baik dan jahat dalam diri kita
Seorang gadis bernama Yenny sedang
berdoa. Ia mengisahkan pengalamannya dalam doanya,”Sewaktu saya berkonsentrasi untuk berdoa dengan menutup mata, yang
muncul malah bayangan macam-macam tang tidak ada kaitannya dengan berdoa. Aku
ingin merenungkan ajaran Tuhan Yesus tentang kasih, tetapi yang muncul malah keinginan
untuk bermain dengan pacar, rencana liburan, dan keinginan untuk berbelanja di
mal. Aku menjadi bingung dan bertanya mengapa demikian.
Pak Wiryo berbeda lagi dalam berkisah. Ia
di kantornya sering mengalami perang batin. I berkeinginan kerja keras untuk
memajukan kantornya, tetapi selalu ada temannya yang mengajak serta untuk tidak
perlu bekerja keras. Ia ingin setoa kepada istrinya, tetapi temannya membujuknya
pergi ke tempat pelacur. Hal demikian menjadi perang batin bagi Pak Wiryo.
Bila kita memejamkan mata
sejenak, kita akan mengalami macam-macam gagasan muncul dalam benak kita. Kalau
kita memikirkan untuk berbuat baik, kadang muncul pikiran lain yang membujuk
untuk tidak melakukan hal baik tersebut. Kalau kita ingin berbuat jahat, kadang
muncul gagasan yang dengan keras melarang keinginan tersebut. Kadang kita
menjadi bingung, karena ada macam-macam gerakan dalam hati dan pikiran kita
yang menyeret ke arah yang berbeda.
Cukup jelas bahwa dalam hidup
kita sehari-hari baik dalam hidup pribadi, hidup doa, maupun hidup dengan teman
dan masyarakat, kita sering mengalami konflik batin. Seakan ada perang antara
kekuatan jahat dan kekuatan baik, antara kuasa kejahatan dan kuasa kebaikan,
antara pengaruh setan dan pengaruh Allah. kadang konflik itu begitu besar
sehingga kita mengalami kebingungan untuk memilih dan menentukan mengikuti
gerakan yang mana. Maka perlulah mengerti gerakan-gerakan tersebut secara
jernih sehingga dapat memilih dengan baik dan tidak tertipi oleh gerakan yang menyesatkan.
2.
Perang antara yang baik dan jahat dalam Alkitab
Alkitab mengungkapkan peperangan
itu dengan berbagai macam gambaran. Misalnya Paulus menggambarkannya sebagai
perang antara kekuatan daging dan kekuatan roh. Kekuatan daging membujuk orang
untuk memenuhi keinginan daging yaitu
mengarahkan ke perbuatan yang jahat seperti percabulan, kebencian, kedengkian
hawa nafsu, kesombongan, keserakahan, pembunuhan, dan sejenisnya yang lain.
Sebaliknya, roh baik menghantar kita untuk memerangi keinginan daging tersebut
dan berusaha selaras dengan kehendak Tuhan.
Kadang konflik itu
digambarkan sebagai konflik antara gelap dan terang. Kuasa kegelapan adalah
kuasa jahat yang mengajak orang untuk pelan-pelan mengajak manusia meninggalkan
Allah. kuasa terang adalah kuasa Tuhan sendiri. Perang itu dalam diri manusia
sangat terasa, sampai Paulus mengatakan,”Meskipun
aku ingin berbuat baik, tetapi kejahatan yang kubuat.” Tuhan Yesus sendiri
mengatakan, “Terang telah datang ke
dunia, tetapi dunia tidak menerimanya karena dunia hidup dalam kegelapan.”
Peperangan atau konflik
antara terang dan gelap itu terus ada. Dalam Kitab Suci digambarkan bahwa suasana
itu seperti gandum dan rumput yang dibiarkan tumbuh bersama dalam satu ladang.
Seakan-akan ditunjukkan di sini bahwa kebaikan dan kejahatan akan selalu ada
selama dunia ini masih berlangsung, dan baru pada akhir zaman mereka sungguh
dipisahkan secara kekal. Pengaruh kuasa kebaikan dan kejahatan ini juga sudah
ada sejak awal manusia diciptakan, dengan gambaran godaan terhadap manusia
pertama Adam dan Hawa sejak awal telah mengalami bagaimana kuasa Allah dan
kuasa setan mencoba mempengaruhi mereka. Dalam pegertian ini kiranya cukup
jelas bahwa kita harus terus menerus
waspada, sehingga kita tidak jatuh dalam kuasa kejahatan selagi di dunia.
3.
Konflik dalam hidup
Dalam hidup sehari-hari kita
mengalami adanya dua pertentangan antara panji Kristus dan panji Lucifer. Panji
Kristus mengajak kita untuk rendah hati, mati raga, untuk mengarahkan diri
kepada Allah. Panji Lucifer mengajak kita menjauh dari Allah dengan kemegahan
diri, kemewahan dan kekayaan, kesombongan untuk membujuk manusia jatuh dalam
dosa. Perang tanding antara kuasa jahat dan kuasa baik itu terus menerus dalam
hati manusia dan juga dalam hidup manusia secara luas.
Dengan adanya perang tanding
tersebut, dua kekuatan yang saling berebut pengaruh, kita perlu sungguh-sungguh
mengerti ciri-ciri dan cara kerja mereka dalam mempengaruhi mereka. Dengan
mengertinya secara mendalam, kita diharapkan dapat memenangkan Roh tuhan dalam
hidup kita.
4.
Rangkuman
Dalam batin dna
hidup kita ada dua pengaruh yang bertentangan, yaitu pengaruh roh baik dan roh
jahat. Roh Baik mempengaruhi kita untuk berbuat baik, sedangkan roh jahat,
mempengaruhi kita untuk akhirnya berbuat kejahatan, menjauh dari Tuhan. Kita
perlu menjadi peka terhadap kedua gerakan roh ini, supaya dapat memilih
dorongan roh yang baik.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar