Minggu, 07 Agustus 2016

Pembedaan Roh (1)

Pembedaan Roh (1)
Pendahuluan

Dalam hidup sehari-hari kita sering menghadapi dorongan-dorongan untuk melakukan sesuatu. Apa yang terjadi di dalam diri kita bisa baik ataupun buruk. Dorongan ke arah yang baik merupakan karya Roh baik dan sebaliknya. Namun bisa pula awalnya drongan itu serasa sangat baik namun ternyata menjerumuskan kita. Di sini kita akan mempelajari bagaimana roh itu bekerja. Pada tahap awal kita akan melihat:
1.        Perang antara yang baik dan jahat dalam diri kita
Seorang gadis bernama Yenny sedang berdoa. Ia mengisahkan pengalamannya dalam doanya,”Sewaktu saya berkonsentrasi untuk berdoa dengan menutup mata, yang muncul malah bayangan macam-macam tang tidak ada kaitannya dengan berdoa. Aku ingin merenungkan ajaran Tuhan Yesus tentang kasih, tetapi yang muncul malah keinginan untuk bermain dengan pacar, rencana liburan, dan keinginan untuk berbelanja di mal. Aku menjadi bingung dan bertanya mengapa demikian.
Pak Wiryo berbeda lagi dalam berkisah. Ia di kantornya sering mengalami perang batin. I berkeinginan kerja keras untuk memajukan kantornya, tetapi selalu ada temannya yang mengajak serta untuk tidak perlu bekerja keras. Ia ingin setoa kepada istrinya, tetapi temannya membujuknya pergi ke tempat pelacur. Hal demikian menjadi perang batin bagi Pak Wiryo.
Bila kita memejamkan mata sejenak, kita akan mengalami macam-macam gagasan muncul dalam benak kita. Kalau kita memikirkan untuk berbuat baik, kadang muncul pikiran lain yang membujuk untuk tidak melakukan hal baik tersebut. Kalau kita ingin berbuat jahat, kadang muncul gagasan yang dengan keras melarang keinginan tersebut. Kadang kita menjadi bingung, karena ada macam-macam gerakan dalam hati dan pikiran kita yang menyeret ke arah yang berbeda.
Cukup jelas bahwa dalam hidup kita sehari-hari baik dalam hidup pribadi, hidup doa, maupun hidup dengan teman dan masyarakat, kita sering mengalami konflik batin. Seakan ada perang antara kekuatan jahat dan kekuatan baik, antara kuasa kejahatan dan kuasa kebaikan, antara pengaruh setan dan pengaruh Allah. kadang konflik itu begitu besar sehingga kita mengalami kebingungan untuk memilih dan menentukan mengikuti gerakan yang mana. Maka perlulah mengerti gerakan-gerakan tersebut secara jernih sehingga dapat memilih dengan baik dan tidak tertipi oleh gerakan yang  menyesatkan.

2.        Perang antara yang baik dan jahat dalam Alkitab
Alkitab mengungkapkan peperangan itu dengan berbagai macam gambaran. Misalnya Paulus menggambarkannya sebagai perang antara kekuatan daging dan kekuatan roh. Kekuatan daging membujuk orang untuk memenuhi keinginan  daging yaitu mengarahkan ke perbuatan yang jahat seperti percabulan, kebencian, kedengkian hawa nafsu, kesombongan, keserakahan, pembunuhan, dan sejenisnya yang lain. Sebaliknya, roh baik menghantar kita untuk memerangi keinginan daging tersebut dan berusaha selaras dengan kehendak Tuhan.
Kadang konflik itu digambarkan sebagai konflik antara gelap dan terang. Kuasa kegelapan adalah kuasa jahat yang mengajak orang untuk pelan-pelan mengajak manusia meninggalkan Allah. kuasa terang adalah kuasa Tuhan sendiri. Perang itu dalam diri manusia sangat terasa, sampai Paulus mengatakan,”Meskipun aku ingin berbuat baik, tetapi kejahatan yang kubuat.” Tuhan Yesus sendiri mengatakan, “Terang telah datang ke dunia, tetapi dunia tidak menerimanya karena dunia hidup dalam kegelapan.”
Peperangan atau konflik antara terang dan gelap itu terus ada. Dalam Kitab Suci digambarkan bahwa suasana itu seperti gandum dan rumput yang dibiarkan tumbuh bersama dalam satu ladang. Seakan-akan ditunjukkan di sini bahwa kebaikan dan kejahatan akan selalu ada selama dunia ini masih berlangsung, dan baru pada akhir zaman mereka sungguh dipisahkan secara kekal. Pengaruh kuasa kebaikan dan kejahatan ini juga sudah ada sejak awal manusia diciptakan, dengan gambaran godaan terhadap manusia pertama Adam dan Hawa sejak awal telah mengalami bagaimana kuasa Allah dan kuasa setan mencoba mempengaruhi mereka. Dalam pegertian ini kiranya cukup jelas bahwa kita harus  terus menerus waspada, sehingga kita tidak jatuh dalam kuasa kejahatan selagi di dunia.

3.        Konflik dalam hidup
Dalam hidup sehari-hari kita mengalami adanya dua pertentangan antara panji Kristus dan panji Lucifer. Panji Kristus mengajak kita untuk rendah hati, mati raga, untuk mengarahkan diri kepada Allah. Panji Lucifer mengajak kita menjauh dari Allah dengan kemegahan diri, kemewahan dan kekayaan, kesombongan untuk membujuk manusia jatuh dalam dosa. Perang tanding antara kuasa jahat dan kuasa baik itu terus menerus dalam hati manusia dan juga dalam hidup manusia secara luas.
Dengan adanya perang tanding tersebut, dua kekuatan yang saling berebut pengaruh, kita perlu sungguh-sungguh mengerti ciri-ciri dan cara kerja mereka dalam mempengaruhi mereka. Dengan mengertinya secara mendalam, kita diharapkan dapat memenangkan Roh tuhan dalam hidup kita.


4.        Rangkuman
Dalam batin dna hidup kita ada dua pengaruh yang bertentangan, yaitu pengaruh roh baik dan roh jahat. Roh Baik mempengaruhi kita untuk berbuat baik, sedangkan roh jahat, mempengaruhi kita untuk akhirnya berbuat kejahatan, menjauh dari Tuhan. Kita perlu menjadi peka terhadap kedua gerakan roh ini, supaya dapat memilih dorongan roh yang baik.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar