Selasa, 28 Januari 2014

Alat Vitalku Sayang Alat Vitalku Malang

ALAT VITALKU SAYANG ALAT VITALKU MALANG
Ungkapan yang menggambarkan satu benda dua makna. Satu positif dan lainnya negatif sungguuuh tepat untuk barangkita yang dianugerahkan Tuhan bahkan sejak minggu awal sejak konsepsi. Pada minggu pertama setelah konsepsi manusia sudah memiliki gonada primitif dan pada minggu ketujuh sudah diketahui laki-laki dan perempuannya.
Dalam sebuah kegiatan sekolah ada pertanyaan salah satu peserta dari sebuah Sekolah Menengah Atas favorit yang menayakan apakah tidak mungkin penis kesasar ke lubang kencing.  Ini pertanyaan sederhana sebenarnya, tetapi mengapa masih ditanyakan oleh seorang siswa kelas XI?
Pendidikan Seksualitas antara Saru  (Tabu)  dan Seru (Asyik)
Sudah dikatakan manusia sejak minggu pertama sudah memiliki gonada yang akan menjadi penis dan vagina di kelak kemudian hari. Apa artinya? Penis dan vagina oleh Sang Pencipta sudah lebih dahulu dipersiapkan. Bandingkan dengan alat-alat yang lain seumpama tangan, kaki, dan sebagainya. Organ-organ ini menyusul belakangan. Kita memberi nama juga alat vital yang berarti penting bagi hidup bahkan menjadi penyalur kehidupan baru. Tetapi mengapa tidak pernah dibicarakan dengan terus terang dan lugas, apa adanya?
Setiap kegiatan sekolah mengenai seksualitas, peserta diminta untuk mencari padan kata penis dan vagina, ditemukan lebih dari 30 kata hanya untuk satu kata penis saja, sedang vagina relatif lebih sedikit karena perempuan agak malu-malu untuk eksplorasi pada ranah yang masih sensitif ini. Hal ini menunjukkan masih sering dijumpai orang tua ataupun pendidik yang masih menggunakan kata lain saat mengatakan penis dan vagina. Mengapa demikian banyak padan kata untuk alat vital kita ini? Banyak jawaban yang akan diterima kalau pertanyaan ini diajukan. Ada yang mengatakan tabu, saru, tidak selayaknya dikatakan, anak belum saatnya tahu dan sebagainya.  Jawaban ini juga akan sama kalau ditanyakan apakah pendidikan seksualitas itu perlu atau tidak? Mereka kebanyakkan akan menjawab tidak tahu. Jawaban ini digunakan untuk menutupi ketidaktahuan, ketidaksiapan, atau kebingungan di kalangan sebagian besar orang tua maupun pendidik. Anak kecil acap kali bertanya mengenai kelahiran, atau apapun yang berkaitan dengan seksual. Orang tua lebih banyak mengalihkan pembicaraan ataupun membentak anak. Karena tidak tahu apa yang harus dikatakan atau apa yang harus diberikan.
Mengapa kita gamang dan bingung dengan hidup kita sendiri. Manusia tidak akan seperti saat ini begini banyaknya, begitu indahnya dunia, ada damaii ada perang ada mall,  ada industri, ada berbagai hal karena kita dilahirkan sebagai laki-laki dan perempuan. Coba banyangkan seandainya dunia ini laki-laki saja atau perempuan saja mesti tidak akan ada perang tapi jenuh dan bosan sekali. Tidak akan ada industri karena tidak ada persaingan. Seksualitas adalah segala sesuatu yang membedakan manusia menjadi laki-laki dan perempuan. Be,ajar mengenai diri sendiri tentulah asyik dan menyenangkan, mengapa tabu/ karena kita tidak tahu apa-apa untuk menutupi dengan mudah mengatakan saja tabu.


Lebih lima tahun lalu Undang-Undang Anti Pornografi dan Pornoaksi diundangkan dengan meninggalkan ganjalan di sana-sini. Istilah pornografi dalam Kamus Bahasa Indonesia, didefinisikan sebagai penggambaran tingkah laku secara erotis dengan lukisan atau tulisan untuk membangkitkan hawa nafsu birahi.  Undang-Undang tersebut menyebut anti pornografi, yang dapat diartikan sebagai anti atau yang bertentangan dengan pornografi dalam arti lain anti segala sesuatu yang membangkitkan birahi.
Birahi terjadi karena pengaruh kelenjar pituitary  yang terletak di dekat otak manusia.  Alat inilah yang mengatur manusia ataupun hewan mengerti adanya lawan jenis. Tanpa alat ini sebenarnya penis tidak akan ereksi, dan vagina tidak akan teranggsang. Kalau tidak ada keterangsangan juga tidak akan ada generasi baru yang lahir karena manusia melihat  sesamanya hanya seonggok daging saja.
Sudah saatnya anak muda dan generasi muda diajarkan dengan gamblang, terus terang, dan apa adanya berkaitan dengan kediriannya. Alat yang demikian penting diperhatikan dengan baik dalam hal ini ditutup dengan semestinya, namun kadang-kadang masih belum secara obyektif dalam memperlakukannya.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar