Kenakalan remaja, tawuran, balap
liar, murid bandel sering dikaitkan dan dihubung-hubungkan dengan kondisi
keluarga. Keluarga bermasalah sering membawa akibat bagi anak, pengaruh besar
bagi kepribadian anak tidak bisa disangkal. Kepribadian dan kejiwaan keluarga
bermasalah akan mewarnai seluruh anggota keluarga, baik itu orang tua yang
bersangkutan atau suami istri terutama anak-anak. Anak kehilangan pegangan dan
kasih sayang yang tidak berimbang. Sosok dari bapak-ibu yang komplementer memang
akan menjadi pincang, karena hanya ada satu sisi, yaitu bapak saja atau ibu
saja. Hampir tidak mungkin kedua belah pihak bisa memberikan curahan kasih
sayang sebagaimana keluarga “normal.”
Keluarga broken atau bermasalah, bisa masing-masing berkeluarga lagi, atau
hanya berpisah tanpa adanya perceraian dengan berbagai alasan. Bagi yang
berkeluarga lagi dan mendapatkan kebahagiaan, tentu persoalan tidak akan
berkepanjangan. Apabila berkeluarga lagi dan terjadi lagi persoalan, jiwa anak
tentu akan lebih menderita. Keluarga yang bermasalah, namun tidak dalam taraf cerai, masing-masing
pihak hidup terpisah, membuat anak masih mendapatkan kesempatan untuk mereguk
kasih sayang secara utuh walaupun tidak seideal di dalam keluarga yang lumrah.
Pengaruh atau perebutan hak asuh,
biasanya menjadi persoalan berkepanjangan. Gontok-gontokan,
perebutan menunjukkan kasih sayang dengan berbagai macam, membuat anak
“kebingungan.” Kebingungan ini yang sering membawa efek samping adanya
kenakalan remaja. Kenakalan remaja tidak identik dengan keluarga bermasalah,
dan sebaliknya. Bukan satu-satunya penghasil kenakalan remaja adalah keluarga
bermasalah, dan keluarga bermasalah dengan pasti menghasilkan anak yang bermasalah juga.
Pilihan
Anak.
Anak bisa memilih berdamai dengan apa yang terjadi. Keluarganya boleh
pecah, bermasalah, atau ada persoalan, namun anak memutuskan bahwa akan
menjalani hidupnya sendiri. Persoalan keluarga tidak mempengaruhi
kepribadiannya secara fundamental. Pengaruh tentu ada, namun memotivasinya
untuk mengubah keadaan. Anak bisa mencari sosok yang berperan bagi masa
depannya, yang tidak bisa diperoleh dari rumah.
Pilihan berbeda bisa pula dipilih oleh anak yang berbeda. Memilih
untuk mendapat keuntungan dengan “berkelit” kepada pihak yang satu apabila ada
masalah di tempat yang lain. Ada persoalan dengan ibu atau lingkungan tempat
ibu hidup lari ke bapak dan sebaliknya.
Pilihan anak ini bukan masalah
usia atau pendidikan anak. Namun pilihan yang ada pada jiwa dan kepribadian
anak. Sejak awal anak telah mampu memilih untuk mengikuti kata hatinya dalam
membangun diri dan masa depannya. Anak yang mampu berdamai dan menerima keadaan
keluarganya apa adanya akan menjadi anak yang penuh motivasi, memilih dengan
cerdas akan hidupnya, dan bukan anak bermasalah. Cenderung menjadi anak yang
sukses di masa depannya karena telah ditempa oleh keadaan dan menentukan
pilihannya sejak dini.
Kenakalan Remaja
Anak yang tidak berdamai terhadap keadaan biasanya akan mencari
kompensasi dan pelampiasan. Tindakan kekanak-kanakan, dengan membuat onar di kelas dan sekolah,
jiwa pemberontak baik di keluarga ataupun sekolah bahkan masyarakat, dan mulai
meninggalkan tanggung jawabnya.
Anak yang tidak mampu menghadapi keadaan dan mencari pelampiasan.
Tingkah aneh-aneh, dari mewarnai rambut, ikut kelompok-kelompok yang tidak
jelas, hingga lari dari rumah. Ini pola anak yang tidak tahan terhadap
persoalan yang ada di keluarganya.
Anak yang hanya mencari pembenaran atas tingkah dan tindakan buruknya.
Anak ini sebenarnya sudah salah dalam pergaulan dan perbuatan, misalnya tulang
bolos, free sex, kecanduan game, atau madat, memang pilihannya sendiri, namun
berkilah karena tidak ada kasih sayang dari rumah. Kelompok ini biasanya tidak
berani sendirian, kalau ramai-ramai semangatnya berlipat ganda. Persoalan
keluarga menjadi kambing hitam saja bagi mereka, untuk membenarkan kesalahan
pilihan mereka sejak awal. Kesalahan ditimpakan pihak lain untuk membenarkan,
minimal menenteramkan diri bahwa dia tidak sepenuhnya bisa dipersalahkan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar