Jumat, 19 Desember 2014

Positif Tak Ada Masalah yang Terlalu Besar untuk Diatasi



Seorang yang berusia 95 masih penuh vitalitas, ketika ditanyakan bagaimana dia menghadapi suatu masalah? Dia menyatakan bahwa dia bersyukur atas segala permasalahan yang hadir. Masalah yang bisa diatasi membawa kekuatan baru yang berlipat ganda dan makin mampu menghadapi saat masalah lain datang. Perlu diketahui bahwa dengan masalah dan penyelesaiannya merupakan sarana bertumbuh dan berkembang menjadi lebih baik lagi.
Langkah paling awal dan mendasar dalam menghadapi persoalan ialah sikap mental yang positif. Memandang semua persoalan akan bisa diatasi.

Bagaimana memandang fakta, itulah Anda.
Sikap itu lebih penting dari pada sebuah fakta. Itu ialah sikap seorang yang memiliki mental yang positif. Orang dan pribadi yang memiliki sikap mental yang negatif akan menjawab persoalan dengan pernyataan bahwa fakta tidak akan mungkin diubah. Fakta ya fakta tidak mungkin diapa-apakan lagi.
Pribadi yang bermental positif akan menghadapi fakta itu apapun konsekuensinya, paling tidak akan menghindarinya sebaik mungkin, bukan melarikan diri. Sebuah masalah harus diatasi dan pasti akan mampu menyelesaikannya dengan baik. Sikap kreatif bisa juga muncul saat menghadapi permasalahan. memandang dan menilai fakta sangat membantu kita dalam menemukan jalan keluar dari persoalan tersebut.
Orang yang bermental negatif akan kalah oleh fakta yang ada. Fakta  telah mengalahkan keadaan dan segala kemungkinan yang bisa hadir.
Ilustrasi berikut memberika gambaran yang jelas mengenai sikap positif dan negatif seperti berikut:
Dua orang salesman diberi kawasan pemasaran yang sama, namun persiapan yang sama sekali berbeda. Satu salesman tahu banyak mengenai kawasan yang “angker” dan predikiat umum sebagai daerah yang tak dapat diapa-apakan oleh siapapun.
Sales kedua dari luar daerah yang belum tercemari kata orang dan asumsi umum mengenai daerah itu. Apa yang terjadi?
Penjualan luar biasa diperoleh sales kedua yang tidak dibebani dengan pemahaman umum tersebut. Dia mendapatkan konsumen yang luar biasa. Dalam benaknya, ini pasar yang sama sekali belum pernah digarap, beruntungnya mendapatkan lahan sebagus ini. Sikap positifnya membuat dia melakukan tugasnya tanpa gangguan asumsi dan pendapat yang bisa meruntuhkan semangat. Betul terjadi bahwa dia bisa memperoleh nilai penjualan yang fantastis.
Percobaan saja belum dilakukan oleh sales pertama tadi, yang telah memiliki gambaran sangat gamblang dan itu diamini bahkan diyakini kebenarannya, sehingga ia memutuskan mengundurkan diri. Fakta mengenai daerah tersebut telah meruntuhkan semangatnya, bahkan untuk sekedar mencoba. Dna hasilnya sama dengan pemikirannya, yaitu negatif. Pribadi demikian akan membuat rasionalisasi atau pembenaran dengan menyalahkan keadaan, daerah yang sulit dalam arti orang yang tidak mau bekerja sama, atau managemen yang tidak adil dengan menempatkan dirinya ke daerah yang tidak baik.

Tiga Langkah Menuju Sikap Mental yang Positif
Berpikir, bukan reaktif, menghadapi masalah atau kesulitan, manusia secara umum biasanya akan panik, emosional bisa berupa marah, menangis, sedih, atau penuh dengan kebencian. Kondisi jiwa yang sedang emosional biasanya akan menghasilkan perbuatan atau tindakan yang irasional, atau ngawur.
Kita berusaha untuk membiasakan diri tenang dan disiplin diri dalam menghadapi persoalan. Dinginkan kepala dan hati saat menghadapi persoalan seperti apapun keadaannya. Suasana, hati, dan kepala yang panas tidak akan menghasilkan hasil pemikiran yang baik. Kondisi dingin dan sejuklah yang akan memberikan konsep faktual rasional yang akan membawa solusi-solusi yang terbaik bagi masalah yang sedang kita hadapi. Jangan mengizinkan emosi menguasai, namun gunakan energi untuk berpikir.
Thomas Alfa Edison menyatakan bahwa tujuan utama tubuh  ialah membawa otak ke mana-mana. Penemu hebat ini tahu persis bahwa dalam pikiranlah yang bekerja dengan baik dalam keadaan tidak terlalu panas mampu menghasilkan ide-ide cemerlang. Ide-ide inilah yang akan memberikan jalan keluar dari setiap persoalan yang ada. Maka jagalah dengan disiplin dan kendalikanlah aset utama kita, yaitu kepala.
Menjadi pemikir bagaimana, pemikir bagaimana berkebalikan dari pemikir seandainya. Dunia dipenuhi oleh pemikiran seandainya. Seandainya aku begini...seandainya aku tidak mengambil keputusan itu.....seandainya...dan berbagai seandainya yang lain. Terus saja berputar-putar tidak karuan pada ranah penjelasan ke penjelasan.
Pemikir bagaimana tidak menghabiskan energinya untuk hal-hal yang sudah lewat, dia memandang ke depan. Ia mencari solusi yang terbaik, karena ia tahu dan mempercayai bahwa akan ada solusi setiap permasalahan yang ada. Refleksi dalam pemikirannya, apa yang mampu aku lakukan dengan kemunduran ini secara kreatif? Apa pelajaran yang berguna bagi kehidupanku dengan peristiwa ini?
Pribadi yang menganut paham ini, meyakini bahwa nilai dan makna memang tidak mudah secara hakiki. Berandai-andai hanya mengahbiskan tenaga dan lebih baik melakukan sesuatu sebagai hal yang produktif.
Yakini bahwa kita pasti bisa dan pasti bisa, prinsip dinamis ini telah terbukti dengan baik. Banyak orang yang telah melakukannya, sehingga kepastiannya memperoleh nilai yang tinggi. Sangat penting memegang dan meyakini kalau kita mampu, dengan pertolongan Allah, menghadapi serta mengatasi segala masalah. Kata percaya dan bisa terpadu dalam kesatuan perbuatan yang kreatif.
Seorang pria yang merasa hidupnya selalu gagal menemukan dalam sebuah buku, suatu ungkapan yang mengusainya. Petikan itu berbunyi,” Harapkanlah yang terbaik dan dapatkanlah itu.” Ia menemukan pola pikir baru, karena selama ini setiap saat ia membayangkan dan memperkirakan yang terburuk dalam segala rencananya, dan biasanya terjadi.
Kitab Suci banyak memberikan inspirasi yang mampu menghapus citra gagal yang sering hinggap. “Mintalah maka akan diberikan kepadamu, dan ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu,” Mat.7:7). Dan, “Sebab Allah memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan kekuatan, kasih, dan ketertiban” (2 Tim. 1:7).
Ayat-ayat yang mampu mencuci otak untuk menyingkirkan segala macam keraguan dan rendah diri. Ambilah sikap untuk menyukai apapun yang hendak dilakukan. Kepercayaan kepada diri sendiri amat penting, kalau bukan dari diri kita, mana mungkin akan ada orang lain yang mempercayai kita?
Membangun dan menopang iman kita yang lemah dengan konsep-konsep alkitabiah yang penuh kuasa. Kitab Suci penuh dengan pikiran-pikiran yang menghasilkan iman  yang bisa memperbarui sikap mental kita. Kalau hal itu terjadi maka Anda akan menjadi orang percaya yang dapat mempercayai jalan Anda melalui berbagai masalah.


Masalah adalah mutiara yang sangat mahal
Beberapa waktu yang lampau ada seorang pemuda datang kepada seorang konselor, apa yang dilakukan oleh konselor tersebut ialah memberikan selamat, “Selamat ya, Anda mendapatkan masalah.”
“Lho, kog selamat,” jawab pemuda itu bingung, dia harapkan adalah simpati dan penghiburan. “Pemuda dengan masalahmu itu kamu akan memperoleh kekuatan yang berlipat ganda untuk hidupm di kemudian hari.
Masalah memberikan karunia yang tak ternilai berupa pengetahuan, wawasan, dan pengertian. Ketrampilan menghadapi masalah merupakan bekal yang Tuhan berikan kepada setiap orang untuk semakin mampu dan bertumbuh setiap saatnya.
Janganlah pernah berpikir untuk melawan masalah. Masalah bukan untuk dikeluhkan, saat masalah datang, banyaklah bertanya. Dengan bertanya akan timbul pengetahuan baru bagi kita. Allah menggunakan masalah sebagai metode dalam memberikan pengajaran kepada kita.

Penggalah Masalah Anda
Saudara terkasih, acap kali kita sudah minder dan tidak percaya diri dahulu kalau menghadapi persoalan. Kecenderungan manusia adalah membesar-besarkan masalah yang ada. Menakutkan, bukan karena terlalu besar masalah itu, namun karena pikiran kita yang sudah ketakutan terlebih dahulu dengan masalah yang ada. Padahal itu hanya bayangan kita sendiri.
Salah satu cara yang mendasar adalah memenggal masalahnya, kemudian mengurai itu menjadi lebih kecil. Perasaan takut dan panik perlu dihilangkan dan disingkirkan. Memulaii berpikir jernih dan obyektif akan sangat meringankan. Luruskanlah masalah apa adanya.

Minta Pertolongan Gaib
Siapapun tidak ada yang mampu menyelesaikan persoalannya sendirian, tentu dengan bantuan Allah. Tidak ada masalah yang lebih besar dari kemampuan manusia yang ditopang oleh Allah. Kombinasi kerjasama yang luar biasa besar memampukan manusia menghadapi semua persoalan.
Seorang ibu menderita banyak masalah, salah satunya ialah lumpuj sejak bayi, namun wajahnya tidak menunjukkan keadaan tersebut. Banyak yang bertanya mengapa bisa demikian tegar, dia menjawab, bahwa dia memiliki nomor telepon Allah, dan selalu dijawab, tidak pernah ada kata sibuk dari-Nya.
Nomornya ialah, Yeremia 33:3, “Berserulah, kepada-Ku maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu hal-hal besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui”.

Saudara terkasih, kita mampu mengatasi segala macam masalah, kalau kita memiliki nomor Allah. Nomor pribadi yang akan memberikan nasihat Ilahi dan pertolongan-Nya selalu tersedia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar