Seorang yang berusia 95 masih penuh vitalitas, ketika ditanyakan
bagaimana dia menghadapi suatu masalah? Dia menyatakan bahwa dia bersyukur atas
segala permasalahan yang hadir. Masalah yang bisa diatasi membawa kekuatan baru
yang berlipat ganda dan makin mampu menghadapi saat masalah lain datang. Perlu
diketahui bahwa dengan masalah dan penyelesaiannya merupakan sarana bertumbuh
dan berkembang menjadi lebih baik lagi.
Langkah paling awal dan mendasar dalam menghadapi persoalan ialah
sikap mental yang positif. Memandang semua persoalan akan bisa diatasi.
Bagaimana memandang fakta,
itulah Anda.
Sikap itu lebih penting dari pada sebuah fakta. Itu ialah sikap
seorang yang memiliki mental yang positif. Orang dan pribadi yang memiliki
sikap mental yang negatif akan menjawab persoalan dengan pernyataan bahwa fakta
tidak akan mungkin diubah. Fakta ya fakta tidak mungkin diapa-apakan lagi.
Pribadi yang bermental positif akan menghadapi fakta itu apapun
konsekuensinya, paling tidak akan menghindarinya sebaik mungkin, bukan
melarikan diri. Sebuah masalah harus diatasi dan pasti akan mampu
menyelesaikannya dengan baik. Sikap kreatif bisa juga muncul saat menghadapi
permasalahan. memandang dan menilai fakta sangat membantu kita dalam menemukan
jalan keluar dari persoalan tersebut.
Orang yang bermental negatif akan kalah oleh fakta yang ada.
Fakta telah mengalahkan keadaan dan
segala kemungkinan yang bisa hadir.
Ilustrasi berikut memberika gambaran yang jelas mengenai sikap positif
dan negatif seperti berikut:
Dua orang salesman diberi kawasan pemasaran yang sama, namun persiapan
yang sama sekali berbeda. Satu salesman tahu banyak mengenai kawasan yang
“angker” dan predikiat umum sebagai daerah yang tak dapat diapa-apakan oleh
siapapun.
Sales kedua dari luar daerah yang belum tercemari kata orang dan
asumsi umum mengenai daerah itu. Apa yang terjadi?
Penjualan luar biasa diperoleh sales kedua yang tidak dibebani dengan
pemahaman umum tersebut. Dia mendapatkan konsumen yang luar biasa. Dalam
benaknya, ini pasar yang sama sekali belum pernah digarap, beruntungnya
mendapatkan lahan sebagus ini. Sikap positifnya membuat dia melakukan tugasnya
tanpa gangguan asumsi dan pendapat yang bisa meruntuhkan semangat. Betul
terjadi bahwa dia bisa memperoleh nilai penjualan yang fantastis.
Percobaan saja belum dilakukan oleh sales pertama tadi, yang telah
memiliki gambaran sangat gamblang dan itu diamini bahkan diyakini kebenarannya,
sehingga ia memutuskan mengundurkan diri. Fakta mengenai daerah tersebut telah
meruntuhkan semangatnya, bahkan untuk sekedar mencoba. Dna hasilnya sama dengan
pemikirannya, yaitu negatif. Pribadi demikian akan membuat rasionalisasi atau
pembenaran dengan menyalahkan keadaan, daerah yang sulit dalam arti orang yang
tidak mau bekerja sama, atau managemen yang tidak adil dengan menempatkan
dirinya ke daerah yang tidak baik.
Tiga Langkah Menuju Sikap
Mental yang Positif
Berpikir, bukan reaktif, menghadapi
masalah atau kesulitan, manusia secara umum biasanya akan panik, emosional bisa
berupa marah, menangis, sedih, atau penuh dengan kebencian. Kondisi jiwa yang
sedang emosional biasanya akan menghasilkan perbuatan atau tindakan yang
irasional, atau ngawur.
Kita berusaha untuk membiasakan diri tenang dan disiplin diri dalam
menghadapi persoalan. Dinginkan kepala dan hati saat menghadapi persoalan
seperti apapun keadaannya. Suasana, hati, dan kepala yang panas tidak akan
menghasilkan hasil pemikiran yang baik. Kondisi dingin dan sejuklah yang akan
memberikan konsep faktual rasional yang akan membawa solusi-solusi yang terbaik
bagi masalah yang sedang kita hadapi. Jangan mengizinkan emosi menguasai, namun
gunakan energi untuk berpikir.
Thomas Alfa Edison menyatakan bahwa tujuan utama tubuh ialah membawa otak ke mana-mana. Penemu hebat
ini tahu persis bahwa dalam pikiranlah yang bekerja dengan baik dalam keadaan
tidak terlalu panas mampu menghasilkan ide-ide cemerlang. Ide-ide inilah yang
akan memberikan jalan keluar dari setiap persoalan yang ada. Maka jagalah
dengan disiplin dan kendalikanlah aset utama kita, yaitu kepala.
Menjadi pemikir bagaimana, pemikir
bagaimana berkebalikan dari pemikir seandainya. Dunia dipenuhi oleh pemikiran
seandainya. Seandainya aku begini...seandainya aku tidak mengambil keputusan
itu.....seandainya...dan berbagai seandainya yang lain. Terus saja
berputar-putar tidak karuan pada ranah penjelasan ke penjelasan.
Pemikir bagaimana tidak menghabiskan energinya untuk hal-hal yang
sudah lewat, dia memandang ke depan. Ia mencari solusi yang terbaik, karena ia
tahu dan mempercayai bahwa akan ada solusi setiap permasalahan yang ada.
Refleksi dalam pemikirannya, apa yang mampu aku lakukan dengan kemunduran ini
secara kreatif? Apa pelajaran yang berguna bagi kehidupanku dengan peristiwa
ini?
Pribadi yang menganut paham ini, meyakini bahwa nilai dan makna memang
tidak mudah secara hakiki. Berandai-andai hanya mengahbiskan tenaga dan lebih
baik melakukan sesuatu sebagai hal yang produktif.
Yakini bahwa kita pasti bisa dan
pasti bisa, prinsip dinamis ini telah terbukti dengan baik. Banyak orang
yang telah melakukannya, sehingga kepastiannya memperoleh nilai yang tinggi. Sangat
penting memegang dan meyakini kalau kita mampu, dengan pertolongan Allah,
menghadapi serta mengatasi segala masalah. Kata percaya dan bisa terpadu dalam kesatuan
perbuatan yang kreatif.
Seorang pria yang merasa hidupnya selalu gagal menemukan dalam sebuah
buku, suatu ungkapan yang mengusainya. Petikan itu berbunyi,” Harapkanlah yang
terbaik dan dapatkanlah itu.” Ia menemukan pola pikir baru, karena selama ini
setiap saat ia membayangkan dan memperkirakan yang terburuk dalam segala
rencananya, dan biasanya terjadi.
Kitab Suci banyak memberikan inspirasi yang mampu menghapus citra
gagal yang sering hinggap. “Mintalah maka
akan diberikan kepadamu, dan ketoklah maka pintu akan dibukakan bagimu,”
Mat.7:7). Dan, “Sebab Allah
memberikan kepada kita bukan roh ketakutan, melainkan roh yang membangkitkan
kekuatan, kasih, dan ketertiban” (2 Tim. 1:7).
Ayat-ayat yang mampu mencuci otak untuk menyingkirkan segala macam
keraguan dan rendah diri. Ambilah sikap untuk menyukai apapun yang hendak
dilakukan. Kepercayaan kepada diri sendiri amat penting, kalau bukan dari diri
kita, mana mungkin akan ada orang lain yang mempercayai kita?
Membangun dan menopang iman kita yang lemah dengan konsep-konsep
alkitabiah yang penuh kuasa. Kitab Suci penuh dengan pikiran-pikiran yang
menghasilkan iman yang bisa memperbarui
sikap mental kita. Kalau hal itu terjadi maka Anda akan menjadi orang percaya
yang dapat mempercayai jalan Anda melalui berbagai masalah.
Masalah adalah mutiara yang
sangat mahal
Beberapa waktu yang lampau ada seorang pemuda datang kepada seorang
konselor, apa yang dilakukan oleh konselor tersebut ialah memberikan selamat,
“Selamat ya, Anda mendapatkan masalah.”
“Lho, kog selamat,” jawab pemuda itu bingung, dia harapkan adalah
simpati dan penghiburan. “Pemuda dengan masalahmu itu kamu akan memperoleh
kekuatan yang berlipat ganda untuk hidupm di kemudian hari.
Masalah memberikan karunia yang tak ternilai berupa pengetahuan,
wawasan, dan pengertian. Ketrampilan menghadapi masalah merupakan bekal yang
Tuhan berikan kepada setiap orang untuk semakin mampu dan bertumbuh setiap
saatnya.
Janganlah pernah berpikir untuk melawan masalah. Masalah bukan untuk dikeluhkan,
saat masalah datang, banyaklah bertanya. Dengan bertanya akan timbul
pengetahuan baru bagi kita. Allah menggunakan masalah sebagai metode dalam
memberikan pengajaran kepada kita.
Penggalah Masalah Anda
Saudara terkasih, acap kali kita sudah minder dan tidak percaya diri
dahulu kalau menghadapi persoalan. Kecenderungan manusia adalah
membesar-besarkan masalah yang ada. Menakutkan, bukan karena terlalu besar
masalah itu, namun karena pikiran kita yang sudah ketakutan terlebih dahulu
dengan masalah yang ada. Padahal itu hanya bayangan kita sendiri.
Salah satu cara yang mendasar adalah memenggal masalahnya, kemudian
mengurai itu menjadi lebih kecil. Perasaan takut dan panik perlu dihilangkan
dan disingkirkan. Memulaii berpikir jernih dan obyektif akan sangat
meringankan. Luruskanlah masalah apa adanya.
Minta Pertolongan Gaib
Siapapun tidak ada yang mampu menyelesaikan persoalannya sendirian,
tentu dengan bantuan Allah. Tidak ada masalah yang lebih besar dari kemampuan
manusia yang ditopang oleh Allah. Kombinasi kerjasama yang luar biasa besar
memampukan manusia menghadapi semua persoalan.
Seorang ibu menderita banyak masalah, salah satunya ialah lumpuj sejak
bayi, namun wajahnya tidak menunjukkan keadaan tersebut. Banyak yang bertanya
mengapa bisa demikian tegar, dia menjawab, bahwa dia memiliki nomor telepon
Allah, dan selalu dijawab, tidak pernah ada kata sibuk dari-Nya.
Nomornya ialah, Yeremia 33:3, “Berserulah,
kepada-Ku maka Aku akan menjawab engkau dan akan memberitahukan kepadamu
hal-hal besar dan yang tidak terpahami, yakni hal-hal yang tidak kau ketahui”.
Saudara terkasih, kita mampu mengatasi segala macam masalah, kalau
kita memiliki nomor Allah. Nomor pribadi yang akan memberikan nasihat Ilahi dan
pertolongan-Nya selalu tersedia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar