Minggu, 05 Juli 2015

Kunyahlah Buahmu Sendiri*





Seorang mengeluh kepada Gurunya:
“Bapak mengajar banyak cerita tetapi tidak pernah menerangkan maknanya kepada kami.”

Jawab sang Guru:
“Bagaimana pendapatmu, Nak, kalau seseorang menawarkan buah kepadamu, namun mengunyahkannya dahulu bagimu?”

Catatan:
Tak seorangpun dapat menemukan pengertian yang paling tepat bagi diri sendiri. Sang Guru pun tidak mampu

Refleksi:
Manusia selalu bertumbuh, ketika kanak-kanak tentu perlu makan nasi yang lembek, kemudian nasi lunak, dan kemudian nasi sebagiamana orang dewasa.
Makna hidup diperoleh sepanjang hayat dan pengalaman akan memperkayanya.
Pengetahuan dan perjumpaan dengan sesama memampukan mengunyah sendiri hingga memperoleh sari buah itu bagi kesehatannya, namun tentu perlu waktu sebagai proses hidup.
Kesetiaan pada proses akan memberikan kualitas hidup yang harus diketemukan...
Guru, orang tua, sesama, dan pengetahuan hanya lah fasilitator.








NB: * dari:  Burung Berkicau, hal. 13

Tidak ada komentar:

Posting Komentar