Fenomena
ziarah dan tempat ziarah sekarang menjadi trend. Hampir setiap keuskupan,
bahkan sekarang hampir semua paroki memiliki tempat ziarah, ada yang
berupa Gua Maria, ini yang paling banyak, ada yang gua buatan ataupun alamiah.
Tempat doa yang baru-baru ini menjamur di banyak tempat. Ada pula Candi
sebagaimana Ganjuran, atau makam, seperti kerkof,
seperti di Muntilan, di mana ada makam Rm. Sanjaya, atau bisa pula Kapel
Sakramen Mahakudus.
Tujuan
berziarah ialah, berdoa dengan kakinya, dan mengalami dengan semua indranya
bahwa seluruh hidupnya merupakan suatu perjalanan panjang kepada Allah (Youcat
276).
Devosi
yaitu, devotio, devovere, yang
berasal dari bahasa Latin yang berarti kebaktian, pergorbanan, penyerahan,
kesalehan, cibta bakti. Dengan demikian, devosi dapat dimengerti sebagai, sikap
hati dan perwujudannya, dalam mana seseorang mengarahkan diri kepada seseorang
atau sesuatu yang dijunjung tinggi dan dicintai. Dalam Gereja Katolik, devosi
dipahami sebagai bentuk penghayatan dan pengungkapan iman Kristiani di luar
liturgi resmi (Liturgi, Martasudjita,
143).
Selfie, kegiatan
mengabadikan gambar diri sendiri dengan obyek yang dipilih menggunakan kamera,
bisa kamera dari gadget atau smartphone, yang diambil sendiri.
Kegiatan berziarah ialah berdoa pada
dasarnya. Apa artinya, bahwa ziarah sebagai bentuk devosi berarti pula berdoa,
bersembah bakti, dan pengungkapan diri kepada pribadi yang dihormati, bis Ibu
Maria, Sakramen Mahakudus, atau yang lainnya. Kegiata utama tentu berdoa dan
ungkapan hati, dalam hal ini menjalin relasi dengan Tuhan melalui Maria,
Sakramen Mahakudus, atau yang lainnya.
Kemajuan teknologi terutama teknologi
komunikasi dalam hal ini kamera di dalam smartphone,
makin canggih dan murah membuat orang berziarah justru makin memberikan
perhatian kepada diri sendiri dalam hal selfie,
dan up date status melalui media
sosial.
Relasi
dengan Tuhan Allah melalui doa dan ziarah terpinggirkan dengan kegiatan kita
yang asyik dengan potret sana-potret sini, up
date status. Berdoanya hanya sepersepuluh atau sedikit saja waktu dan
perhatian kita dibandingkan dengan waktu kita untuk mengabadikan dan
mengabarkan diri sendiri.
Silfie tidak
ada yang salah pada dasarnya, namun menjadi keprihatinan kalau kegiatan itu
justru lebih utama dan porsi jauh lebih banyak. Belum lagi mengganggu kegiatan
umat lainnya yang perlu ketenangan dan keheningan di dalam doa mereka.
Tujuan
dan definisi ziarah jelas sepadan dengan devosi yaitu berdoa dan sembah bakti
kepada Tuhan tentunya, kalau kita berpusat pada diri sendiri, Tuhan tersingkir,
berarti kita perlu merenungkan kegiatan dan aktivitas kita kembali, apakah
sudah tepat atau belum. Jangan-jangan motivasi baik kita dengan halus dan
lembut dibelokkan kuasa jahat tanpa kita sadari? Kita dijauhkan terhadap Tuhan
di mana Dia kita cari, karena keasyikan kita akan cinta diri yang berlebihan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar