Selasa, 08 Juli 2014

Pembedaan Roh Tahap Lanjut


Wanita Allah, pada pembahasan mengenai pembedaan Roh pada edisi yang lalu, diperuntukkan untuk saudara yang sedang mulai mengembangkan hidup rohani, karena patokannya yang sangat jelas. Patokan Pembedaan Roh II ini merupakan patokan yang jauh lebih maju. Maka patokan ini angat cocok untuk orang yang sudah maju dalam latihan rohani atau maju di dalam hidup bersama Tuhan. Patokan ini mengajak orang untuk lebih peka lagi membedakan gerakan roh jahat itu dalam prakteknya menggoda orang dengan cara berpura-pura menjadi roh baik. Oleh karena itu, dibutuhkan kepekaan yang lebih dalam supaya kita tidak terkecoh ataupun tertipu oleh godaan jahat itu.
1.     Ciri Roh Baik dan Roh Jahat
Ciri khas Allah dan malaikat-Nya (Roh Baik) ialah memberikan pada jiwa seseorang sukacita dan kegembiraan sejati dengan menyingkirkan segala kesedihan dan kekacauan yang ditawarkan musuh. Roh baik memang ingin memajukan hidup seseorang di dalam berhubungan dengan Tuhan dengan memberikan sukacita sejati. Roh baik yang bekerja pada orang yang maju di dalam latihan rohani akan semakin  membuat orang itu maju dan merasakan sukacita sejati dalam hidupnya. Dalam situasi orang maju dalam Tuhan, roh baik juga membantu seseorang untuk menghalau segala kesedihan dan kekacauan batin yang ditawarkan musuh. Bila musuh kadang membuat kacau hati orang agar gelisah dan mundr, roh baik membantu melawan kegelisahan itu.
Roh jahat selalu berusaha melawan sukacita dan hiburan rohani yang dialami seseorang dengan menyodorkan alasan-alasan semu dna pandangan yang sesat serta tipuan licik. Dengan tipuan-tipuan itulah, roh jahat ingin menjatuhkan orang agar tidak maju dalam mengabdi dan meluhurkan Tuhan. Misalnya, pada orang yang maju dalam matiraga, dikatakan bahwa matiraga yang terus menerus akan merusak kesehatan tubuh. Roh jahat kadang membujuk dengan menyatakan,”Toh orang lain juga melakukan.” Seolah-olah kalau orang lain melakukan kejahatan, kita juga boleh membuat hal yang sama. Wanita Allah, inilah penalaran yang semu.
2.     Hiburan Tanpa Sebab
Wanita Allah, dalam pengalaman rohani, sering seseorang mengalami suatu hiburan rohani dan ia tidak tahu sebabnya. Orang merasa tiba-tiba bangun tidur dan merasakan kedamaian dan kedekatan dengan Tuhan. Orang merasa segar dan penuh harapan tanpa sebab, karena orang tidak melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan penghiburan.
Hanya Tuhan yang dapat membuat mukjizat sejati tanpa sebab yang mendahului. Hanya Tuhan yang dapat membuat sesuatu tanpa sebab sebelumnya atau dari sesuatu yang tidak ada. Tuhan dapat membuat sesuatu dari ketiadaan. Makhluk lain, termasuk setan atau roh jahat tidak pernah dapat menciptakan sesuatu dari ketidakadaan.
Beberapa tanda buatan setan:
a.        Setan dan roh jahat tidak akan dapat membuat mukjizat sejati.
b.        Mukjizatnya bukan hanya untuk kebaikan semata
c.        Biasanya mukjizat semunya mengandung ajaran sesat
d.        Roh jahat hanya dapat membuat  mukjizat atas izin dari Tuhan dan sejauh Tuhan membiarkannya. Tuhan mengizinkan hal tersebut sebagai sapaan untuk penolak mukjizat sejati.
3.     Hiburan dengan Sebab
Hiburan sering diterima karena adanya penyebab. Misalnya, karena kita sering mati raga maka mendapatkan kekuatan, atau ketekunan di dalam doa, maka mendapatkan ketenangan batin. Inilah hiburan karena adanya sebab.
hiburan dengan sebab tersebut bisa berasal dari Roh Baik ataupun roh jahat. Pembeda sumber semangat atau hiburan ialah tujuannya. Roh Baik mendorong menuju kemajuan hidup rohani dan roh jahat pada akhirnya akan menyeret ke arah keburukan.
4.     Roh Jahat yang Menyamar
Ungkapan musang berbulu domba, layak menjadi pralambang roh jahat yang menyamar ini. Awalnya merupakan hal yang mulia dan baik adanya. Roh jahat menggeser kebaikan itu pelan-pelan menuju keburukan, egoisme, dan kesenangan sesaat. Memang benar bahwa pribadi baik yang hidup dalam situasi baik tidak akan mau digoda untuk berbuat jahat. Oleh karena itu dipakai bentuk yang baik, indah, sehingga orang tertarik dan terlena.
5.     Perlunya Belajar dari Roh Jahat
Sering orang jatuh di tempat yang sama, Wanita Allahm mengapa hal ini terjadi? Karena tidak pernah belajar untuk merefleksikan apa yang pernah dialami. Beberapa pertanyaan panduan untuk membantu Anda sekiranya mengalami hal yang ini:
a.        Bagaimana awal godaan tersebut terjadi? Siapa yang memulai terjadinya godaan, saya, atau godaan tersebut yang mendatangi? Bentuk konkretnya seperti apa? Bagaimana sikap saya yang pelan-pelan menanggapi godaan itu?
b.        Saat seperti apa biasanya saya tergoda? Saat aku sedih, riang, gembira, atau bingung? Pada malam, siang, atau kapan? Di mana hal itu terjadi, kantor/tempat kerja, rumah, tempat hiburan? Saat bertemu seseorang atau sendiri?
c.        Pikiran, gagasan, konsep apa yang dibawa oleh godaan itu? Gagasan apa saja yang ditawarkan? Bagaimana jalan pikiran dan logika godaan itu? Apakah godaan itu menonjolkan satu segi saja dan tidak menyeluruh?
d.        Bagaimana biasanya Roh Baik, Roh Tuhan mengingatkan kita dalam godaan itu? Sentuhan apa yang biasanya dilontarkan roh baik dalam hal ini?
6.     Ungkapan yang Sering Digunakan oleh Godaan
Ada beberapa ungkapan yang biasa digunakan roh jahat untuk menggoda kita. Hati-hati jika ungkapan itu hadir:
a.        Semua orang melakukan itu, mengapa kamu tidak? Menjadikan yang biasa sebagai godaan. Biasa belum tentu benar.
b.        Hidup ini hanya sekali, maka hatrus dinikmati, mengajak orang untuk tidak perlu bersusah-susah mengusahakan kebaikan. Apalagi kalau kebaikan masih berupa perjuangan dan belum menjadi gaya hidup.
c.        Ah, sok suci, lakukan seperti yang lain saja, melemahkan semangat orang yang hendak berlaku baik di tengah lingkungan yang buruk
d.        Ah, itu biasa, tidak usah kecewa, menyemangati agar tetap hidup di dalam kejahatannya.
e.        Ikuti sebentar saja, toh tidak apa-apa/tidak akan ada yang tahu, mengajak untuk mencoba sesuatu yang baru, yang akan menjadi gerbang masuk kepada kebiasaan.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar