Wanita Allah, pada
pembahasan mengenai pembedaan Roh pada edisi yang lalu, diperuntukkan untuk saudara
yang sedang mulai mengembangkan hidup rohani, karena patokannya yang sangat
jelas. Patokan Pembedaan Roh II ini merupakan patokan yang jauh lebih maju.
Maka patokan ini angat cocok untuk orang yang sudah maju dalam latihan rohani
atau maju di dalam hidup bersama Tuhan. Patokan ini mengajak orang untuk lebih
peka lagi membedakan gerakan roh jahat itu dalam prakteknya menggoda orang
dengan cara berpura-pura menjadi roh baik. Oleh karena itu, dibutuhkan kepekaan
yang lebih dalam supaya kita tidak terkecoh ataupun tertipu oleh godaan jahat
itu.
1.
Ciri Roh Baik dan Roh Jahat
Ciri khas Allah dan
malaikat-Nya (Roh Baik) ialah memberikan pada jiwa seseorang sukacita dan
kegembiraan sejati dengan menyingkirkan segala kesedihan dan kekacauan yang
ditawarkan musuh. Roh baik memang ingin memajukan hidup seseorang di dalam
berhubungan dengan Tuhan dengan memberikan sukacita sejati. Roh baik yang
bekerja pada orang yang maju di dalam latihan rohani akan semakin membuat orang itu maju dan merasakan sukacita
sejati dalam hidupnya. Dalam situasi orang maju dalam Tuhan, roh baik juga
membantu seseorang untuk menghalau segala kesedihan dan kekacauan batin yang
ditawarkan musuh. Bila musuh kadang membuat kacau hati orang agar gelisah dan
mundr, roh baik membantu melawan kegelisahan itu.
Roh jahat selalu
berusaha melawan sukacita dan hiburan rohani yang dialami seseorang dengan
menyodorkan alasan-alasan semu dna pandangan yang sesat serta tipuan licik.
Dengan tipuan-tipuan itulah, roh jahat ingin menjatuhkan orang agar tidak maju
dalam mengabdi dan meluhurkan Tuhan. Misalnya, pada orang yang maju dalam
matiraga, dikatakan bahwa matiraga yang terus menerus akan merusak kesehatan
tubuh. Roh jahat kadang membujuk dengan menyatakan,”Toh orang lain juga
melakukan.” Seolah-olah kalau orang lain melakukan kejahatan, kita juga boleh
membuat hal yang sama. Wanita Allah, inilah penalaran yang semu.
2.
Hiburan Tanpa Sebab
Wanita Allah, dalam
pengalaman rohani, sering seseorang mengalami suatu hiburan rohani dan ia tidak
tahu sebabnya. Orang merasa tiba-tiba bangun tidur dan merasakan kedamaian dan
kedekatan dengan Tuhan. Orang merasa segar dan penuh harapan tanpa sebab,
karena orang tidak melakukan sesuatu yang dapat menyebabkan penghiburan.
Hanya Tuhan yang
dapat membuat mukjizat sejati tanpa sebab yang mendahului. Hanya Tuhan yang
dapat membuat sesuatu tanpa sebab sebelumnya atau dari sesuatu yang tidak ada.
Tuhan dapat membuat sesuatu dari ketiadaan. Makhluk lain, termasuk setan atau
roh jahat tidak pernah dapat menciptakan sesuatu dari ketidakadaan.
Beberapa tanda
buatan setan:
a.
Setan dan roh jahat tidak akan dapat membuat mukjizat sejati.
b.
Mukjizatnya bukan hanya untuk kebaikan semata
c.
Biasanya mukjizat semunya mengandung ajaran sesat
d.
Roh jahat hanya dapat membuat
mukjizat atas izin dari Tuhan dan sejauh Tuhan membiarkannya. Tuhan
mengizinkan hal tersebut sebagai sapaan untuk penolak mukjizat sejati.
3.
Hiburan dengan Sebab
Hiburan sering
diterima karena adanya penyebab. Misalnya, karena kita sering mati raga maka
mendapatkan kekuatan, atau ketekunan di dalam doa, maka mendapatkan ketenangan
batin. Inilah hiburan karena adanya sebab.
hiburan dengan sebab
tersebut bisa berasal dari Roh Baik ataupun roh jahat. Pembeda sumber semangat
atau hiburan ialah tujuannya. Roh Baik mendorong menuju kemajuan hidup rohani
dan roh jahat pada akhirnya akan menyeret ke arah keburukan.
4.
Roh Jahat yang Menyamar
Ungkapan musang
berbulu domba, layak menjadi pralambang roh jahat yang menyamar ini. Awalnya
merupakan hal yang mulia dan baik adanya. Roh jahat menggeser kebaikan itu
pelan-pelan menuju keburukan, egoisme, dan kesenangan sesaat. Memang benar
bahwa pribadi baik yang hidup dalam situasi baik tidak akan mau digoda untuk
berbuat jahat. Oleh karena itu dipakai bentuk yang baik, indah, sehingga orang
tertarik dan terlena.
5.
Perlunya Belajar dari Roh Jahat
Sering orang jatuh
di tempat yang sama, Wanita Allahm mengapa hal ini terjadi? Karena tidak pernah
belajar untuk merefleksikan apa yang pernah dialami. Beberapa pertanyaan
panduan untuk membantu Anda sekiranya mengalami hal yang ini:
a.
Bagaimana awal godaan tersebut terjadi? Siapa yang memulai
terjadinya godaan, saya, atau godaan tersebut yang mendatangi? Bentuk
konkretnya seperti apa? Bagaimana sikap saya yang pelan-pelan menanggapi godaan
itu?
b.
Saat seperti apa biasanya saya tergoda? Saat aku sedih, riang,
gembira, atau bingung? Pada malam, siang, atau kapan? Di mana hal itu terjadi,
kantor/tempat kerja, rumah, tempat hiburan? Saat bertemu seseorang atau
sendiri?
c.
Pikiran, gagasan, konsep apa yang dibawa oleh godaan itu?
Gagasan apa saja yang ditawarkan? Bagaimana jalan pikiran dan logika godaan itu?
Apakah godaan itu menonjolkan satu segi saja dan tidak menyeluruh?
d.
Bagaimana biasanya Roh Baik, Roh Tuhan mengingatkan kita dalam
godaan itu? Sentuhan apa yang biasanya dilontarkan roh baik dalam hal ini?
6.
Ungkapan yang Sering Digunakan oleh Godaan
Ada beberapa
ungkapan yang biasa digunakan roh jahat untuk menggoda kita. Hati-hati jika
ungkapan itu hadir:
a.
Semua
orang melakukan itu, mengapa kamu tidak? Menjadikan yang biasa
sebagai godaan. Biasa belum tentu benar.
b.
Hidup
ini hanya sekali, maka hatrus dinikmati, mengajak orang untuk
tidak perlu bersusah-susah mengusahakan kebaikan. Apalagi kalau kebaikan masih
berupa perjuangan dan belum menjadi gaya hidup.
c.
Ah,
sok suci, lakukan seperti yang lain saja, melemahkan semangat
orang yang hendak berlaku baik di tengah lingkungan yang buruk
d.
Ah,
itu biasa, tidak usah kecewa, menyemangati agar tetap
hidup di dalam kejahatannya.
e.
Ikuti
sebentar saja, toh tidak apa-apa/tidak akan ada yang tahu, mengajak
untuk mencoba sesuatu yang baru, yang akan menjadi gerbang masuk kepada kebiasaan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar