Seksualiatas
1. Tema : Seksualitas
2. Tujuan : Umat beriman memahami bahwa
seksualitas manusia merupakan ciri khas yang menunjukkan kepriaan dan
keperempuanan seseorang
3. Gagasan
Dasar:
Pembicaraan mengenai seks dan
seksualitas terutama dengan anak-anak sering disalah mengerti dan tidak jarang
diakhiri dengan hardikan saru atau tabu. Apakah demikian adanya?
Sebenarnya yang terjadi adalah
orangtua tidak mampu menjelaskan kepada anak, dan jawaban paling mudah adalah saru atau tabu tadi. Mengapa orangtua tidak mampu? Banyak sebab, dapat
disebutkan, orangtua yang dulunya juga tidak mendapatkan pendidikan sebagaimana
mestinya, pendidikan atau ajaran agama yang menganggap seksualitas adalah buruk,
jorok, tidak perlu dibicarakan, dan yang negatif-negatif.
Gereja mengajarkan bahwa
pendidikan seksualitas merupakan pendidikan yang penting, sebagaimana
diungkapkan oleh Paus Yohanes Paulus II
menghendaki bahwa anak-anak perlu dibekali dengan pendidikan kesusilaan
(seksualitas) dengan penuh keterusterangan namun tidak boleh merusak usia
kepolosan anak-anak (Bdk F.C 37).
Konsili Vatikan II menyatakan
bahwa dengan menggunakan kemajuan ilmu dan teknologi seperti pedagogi,
psikologi, didaktik, penting anak-anak muda diberi pendidikan seksualitas demi
kemajuan dan perkembangan secara positif keseluruhan dirinya (Bdk. G.E 1).
Konstitusi Pastoral Gaudium et Spes dalam “Martabat
Perkawinan dan Keluarga” menyinggung
mengenai pentingnya pendidikan seksualitas bagi kaum muda dengan menekankan
bahwa pendidikan seksualitas hendaknya menjadi
usaha pendidikan ke arah kemurnian
4. Langkah-Langkah
Katekese
a.
Pembukaan
1) Lagu
Pembuka
Lagu
Tanjung Perak Tepi Laut dengan penekanan pada bagian bawah perut
2) Tanda
Salib dan Salam
3) Doa
Pembuka
Allah
Mahacinta, syukur kami haturkan atas kesempatan yang Kau limpahkan kepada kami
sehingga malam ini, kami dapat berkumpul untuk mengenali diri kami. Kami
sebagai manusia juga tersusun dari seksualitas kami. Bantulah kami sehingga
dapat mengungkapkan diri kami dengan penuh keterbukaan dan kebersamaan dan
jauhkan kami dari pembicaraan yang merendahkan diri kami dengan pembicaraan
jorok dan menjurus ke arah pornografi
semata. Demi Kristus Tuhan kami yang berkuasa bersama dengan Dikau kini dan
sepanjang masa. Amin
4) Pengantar
Saudara-
Saudari terkasih pada kesempatan ini, kita akan mempelajari mengenai
seksualitas. Seksualitas itu cenderung jatuh pada dua hal eksterm yang bertolak
belakang. Satu sisi membicarakan seksualitas dengan rendah, yaitu membicarakan seksualitas
dengan murahan dan sembarang. Pihak ini membicarakan seksualitas sebagai bahan
olok-olokan semata, atau umpatan, sesuatu yang tidak bernilai. Pihak lain
menempatkan seksualitas terpisah dengan diri manusia. Kelompok ini sama sekali
tidak mau membicarakan seksualitas dengan alasan tabu, saru. Kesempatan ini kita akan membicarakan hal tersebut dalam
kerangka pendidikan dan katekese.
b.
Menggali
Pengalaman Manusiawi mengenai Seksualitas
1)
Melihat Film
dengan Judul “Sexuality”
2)
Mendalami film
dengan berdiskusi dengan beberapa pertanyaan sebagai berikut:
·
Apa yang Anda
pelajari dalam film tersebut?
·
Apakah itu
seksualitas?
·
Apa kaitannya
dengan hidup kita?
c.
Peneguhan
dengan pokok materi sebagai berikut:
·
Seks yaitu
jenis kelamin
·
Seksualitas
merupakan keseluruhan yang membedakan kita sebagai laki-laki dan perempuan
·
Manusia
seutuhnya berarti terdiri atas seksualitasnya juga
·
Laki-laki dan
perempuan mengada karena seksualitasnya
d.
Membaca Kitab
Suci
1)
Kej. 1: 26-31a
1:26
Berfirmanlah Allah: "Baiklah Kita menjadikan manusia menurut gambar dan
rupa Kita, supaya mereka berkuasa atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di
udara dan atas ternak dan atas seluruh bumi dan atas segala binatang melata
yang merayap di bumi." 1:27 Maka Allah menciptakan manusia itu menurut
gambar-Nya, menurut gambar Allah diciptakan-Nya dia; laki-laki dan perempuan
diciptakan-Nya mereka.
1:28
Allah memberkati mereka, lalu Allah berfirman kepada mereka:
"Beranakcuculah dan bertambah banyak; penuhilah bumi dan taklukkanlah itu,
berkuasalah atas ikan-ikan di laut dan burung-burung di udara dan atas segala
binatang yang merayap di bumi." 1:29 Berfirmanlah Allah: "Lihatlah,
Aku memberikan kepadamu segala tumbuh-tumbuhan yang berbiji di seluruh bumi dan
segala pohon-pohonan yang buahnya berbiji; itulah akan menjadi makananmu. 1:30
Tetapi kepada segala binatang di bumi dan segala burung di udara dan segala
yang merayap di bumi, yang bernyawa, Kuberikan segala tumbuh-tumbuhan hijau
menjadi makanannya." Dan jadilah demikian. 1:31 Maka Allah melihat segala
yang dijadikan-Nya itu, sungguh amat baik.”
2)
Pendalaman
bacaan dengan bantuan pertanyaan sebagai berikut:
a) Bagaimana
Allah menciptakan manusia?
b) Apa
tugas manusia di dunia ini?
c) Apakah
kaitan penciptaan dengan tema kita kali ini?
e.
Peneguhan dari
pemandu
1)
Pemandu
memberikan peneguhan dengan pokok-pokok pemikiran sebagai berikut:
·
Allah
menciptakan manusia dengan penuh perencanaan maka terjadi pada hari terakhir
·
Manusia
ditugaskan untuk menguasi bumi dengan segala isinya
·
Manusia
diciptakan sebagai Citra Allah
·
Citra atau
gambar Allah berarti manusia merupakan gambaran Allah yang kelihatan
·
Manusia
diciptakan sebagai baik adanya termasuk seksualitasnya. Oleh karena itu tidak
ada yang jelek dan buruk terkasuk seksualitas.
2)
Peresapan
sabda dan peneguhan dalam doa umat
3)
Doa umat
dipuncaki dengan doa Bapa Kami
f.
Penutup
1)
Doa Penutup
Bapa
Mahacinta syukur pada-Mu pada malam ini kami dapat berkumpul sebagai satu
saudara satu keluarga selaku makhluk ciptaan-Mu citra-Mu yang luhur. Bantulah
dlam hidup kami agar dapat menjalankan perutusan_mu di dunia ini dengan utuh
sebagai pribadi ciptaan-Mu. Kami akan pulang lindungilah perjalanan kami hingga
tidak kurang suatu apa dalam perjalanan kami. Demi Kristus Tuhan dan pengantara
kami. Amin
2)
Berkat dan
Tanda Salib
3)
Lagu Penutup
HARI
INI KURASA BAHAGIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar