Minggu, 27 Juli 2014

Materi Pembinaan Pendidikan Seksualitas II

“Moral Seksualitas”
1.      Tema              :  Moral Seksualitas
2.     Tujuan            : Umat beriman mengerti dengan baik mengenai ajaral moral  Kristiani mengenai Seksualitas
3.    Gagasan Pokok:
Perkembangan Gereja demikian pesat dalam berbagai bidang kehidupan teristimewa liturgi. Perkembangan ini jauh tertinggal adalah pemahaman dan penilaian di bidang seksualitas.
Penilaian moral seksualitas sangat dipengaruhi oleh arus pemikiran neo-skolastik yang cenderung menilai boleh dan tidak boleh semata-mata. Perbuatan biologis harus ada dan tidak boleh tidak ada.
Penilaian moral seksualitas sangat banyak memegang peran dalam kehidupan umat beriman. Bagaimana moral Kristiani menilai masturbasi, keluarga berencana, perceraian, inseminasi buatan, perkembangan teknologi di bidang ini seperti cloning, pencangkokan, dan banyak lagi.
Beberapa persoalan mendesak untuk dipikirkan lagi, namun Gereja sudah memiliki penilaian sendiri, baik kalau umat memahami pengajaran yang sering tidak sama bahkan bertolak belakang dengan pemahaman hukum negara, dan hukum yang berkembang di masyarakat.
Umat beriman memahami dengan baik pengajaran moral Katolik, sehingga dapat menjalankan imannya dengan baik dan benar. Banyak ajaran Gereja yang tidak diketahui oleh umat beriman, dengan katekese dan pengajaran sungguh membantu kehidupan beriman umat.
4.    Langkah Katekese
a.         Pembuka
1)             Lagu Pembuka   AJARILAH KAMI  BAHASA CINTA
2)             Tanda Salib dan Salam
3)             Doa Pembuka
Bapa Mahabaik syukur atas kebaikan yang luar biasa kami terima dari kemurahan-Mu semata-mata. Kami bersyukur pula atas rahmat kesehatan dan keselamatan sehingga pada kesempatan ini kami dapat berkumpul untuk mengenal rencana-Mu melalui Gereja dan pengajarannya sebagai kepanjangan Tangan-MU. Bukalah hati dan budi kami sehingga kami dapat membicarakan ini demi memuliakan Engkau kini dan sepanjang masa. Amin.
4)             Pengantar
Saudara/saudari terkasih, malam ini kita akan membicarakan mengenai Moral Seksual. Pada kesempatan terdahulu sudah kita pahami bersama mengenai tema seksualitas, dan pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai aturan main mengenai seksulitas lebih mendalam yaitu mana yang boleh dan tidak boleh dalam bidang seksualitas.
Proses yang akan kita gunakan nanti akan menggunakan media guna membantu kita  dengan menggunakan media power point mengenai Moral Seksualitas.
b.        Menggali pengalaman manusiawi mengenai Moral Seksualitas
1)        Menyaksikan penampilan power point dengan tema “ Moral Seksualitas”
2)        Sharing dan diskusi mengenai presentasi tersebut dengan pertanyaan sharing sebagai berikut:
a)             Apa yang menarik bagi Anda dalam tayangan tadi? Adakah yang baru?
b)            Banyak yang sudah diketahui ataukah belum?
c)             Bagaimana perasaan Anda ketika melihat tayangan tadi? Biasa, jijik, penuh keingintahuan, atau terserah saja?
c.         Peneguhan pemandu memberikan beberapa peneguhan dengan pokok bahasan sebagai berikut:
·     Moral merupakan pedoman mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan
·     Beberapa hal mengenai moral yang harus diketahui oleh umat beriman berkaitan dengan kelamin, penyakit menular, KB, aborsi, kelainan seksual
·     Masturbasi dalam berbagai penilaian
d.        Pengalaman Iman Gereja
1)        Pembacaan Kitab Suci 1 Kor 6: 13-20
6:13 Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
6:14 Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
6:15 Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:16 Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas: "Keduanya akan menjadi satu daging."
6:17 Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18 Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia, terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa terhadap dirinya sendiri.
6:19 Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik kamu sendiri?
6:20 Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
2)        Pendalaman dengan sharing dipandu memakai beberapa pertanyaan berikut:
a)         Paulus menghendaki apa dengan tubuh kita?
b)        Apa kaitannya dengan tema kita kali ini?
c)         Apakah sudah menghayati sabda tadi dalam kehidupan sehari-hari?
e.         Peneguhan
1)        Pemandu memberikan peneguhan dengan beberapa pokok materi sebagai berikut:
·           Paulus membahas anugerah Allah berupa tubuh manusiawi
·           Tubuh merupakan bait Roh Kudus
·           Penghargaan tubuh
·           Tubuh bukan untuk percabulan
·           Percabulan merupakan dosa dari dalam diri sendiri
2)        Doa Umat umat diminta berdoa spontan
3)        Doa umat dipuncaki dengan doa Bapa Kami
f.         Penutup
1)        Doa Penutup
Bapa Yang Baik syukur dan terima kasih atas penyertaan-Mu sepanjang pertemuan ini. Syukur pula atas penemuan dan pembelajaran yang boleh kami alami dan terima. Kuatkanlah dan tanamkanlah dalam diri kami semangat untuk terus mencari kehendak-Mu dalam hidup kami sehari-hari, sehingga kami menjalankan seturut rencana dan kehendak-Mu semata. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
2)        Berkat, Tanda Salib, Perutusan

3)         Lagu Penutup HARI INI KURASA BAHAGIA

Tidak ada komentar:

Posting Komentar