“Moral
Seksualitas”
1. Tema :
Moral Seksualitas
2. Tujuan :
Umat beriman mengerti dengan baik mengenai ajaral moral Kristiani mengenai Seksualitas
3. Gagasan
Pokok:
Perkembangan
Gereja demikian pesat dalam berbagai bidang kehidupan teristimewa liturgi.
Perkembangan ini jauh tertinggal adalah pemahaman dan penilaian di bidang
seksualitas.
Penilaian
moral seksualitas sangat dipengaruhi oleh arus pemikiran neo-skolastik yang
cenderung menilai boleh dan tidak boleh semata-mata. Perbuatan biologis harus
ada dan tidak boleh tidak ada.
Penilaian
moral seksualitas sangat banyak memegang peran dalam kehidupan umat beriman.
Bagaimana moral Kristiani menilai masturbasi, keluarga berencana, perceraian,
inseminasi buatan, perkembangan teknologi di bidang ini seperti cloning, pencangkokan, dan banyak lagi.
Beberapa
persoalan mendesak untuk dipikirkan lagi, namun Gereja sudah memiliki penilaian
sendiri, baik kalau umat memahami pengajaran yang sering tidak sama bahkan
bertolak belakang dengan pemahaman hukum negara, dan hukum yang berkembang di
masyarakat.
Umat
beriman memahami dengan baik pengajaran moral Katolik, sehingga dapat
menjalankan imannya dengan baik dan benar. Banyak ajaran Gereja yang tidak
diketahui oleh umat beriman, dengan katekese dan pengajaran sungguh membantu
kehidupan beriman umat.
4. Langkah
Katekese
a.
Pembuka
1)
Lagu
Pembuka AJARILAH KAMI BAHASA CINTA
2)
Tanda Salib
dan Salam
3)
Doa Pembuka
Bapa
Mahabaik syukur atas kebaikan yang luar biasa kami terima dari kemurahan-Mu
semata-mata. Kami bersyukur pula atas rahmat kesehatan dan keselamatan sehingga
pada kesempatan ini kami dapat berkumpul untuk mengenal rencana-Mu melalui
Gereja dan pengajarannya sebagai kepanjangan Tangan-MU. Bukalah hati dan budi
kami sehingga kami dapat membicarakan ini demi memuliakan Engkau kini dan
sepanjang masa. Amin.
4)
Pengantar
Saudara/saudari
terkasih, malam ini kita akan membicarakan mengenai Moral Seksual. Pada
kesempatan terdahulu sudah kita pahami bersama mengenai tema seksualitas, dan
pada kesempatan ini kita akan membahas mengenai aturan main mengenai seksulitas
lebih mendalam yaitu mana yang boleh dan tidak boleh dalam bidang seksualitas.
Proses
yang akan kita gunakan nanti akan menggunakan media guna membantu kita dengan menggunakan media power point mengenai Moral Seksualitas.
b.
Menggali
pengalaman manusiawi mengenai Moral Seksualitas
1)
Menyaksikan
penampilan power point dengan tema “
Moral Seksualitas”
2)
Sharing dan
diskusi mengenai presentasi tersebut dengan pertanyaan sharing sebagai berikut:
a)
Apa yang
menarik bagi Anda dalam tayangan tadi? Adakah yang baru?
b)
Banyak yang
sudah diketahui ataukah belum?
c)
Bagaimana
perasaan Anda ketika melihat tayangan tadi? Biasa, jijik, penuh keingintahuan,
atau terserah saja?
c.
Peneguhan pemandu memberikan beberapa peneguhan dengan
pokok bahasan sebagai berikut:
·
Moral
merupakan pedoman mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan
·
Beberapa hal
mengenai moral yang harus diketahui oleh umat beriman berkaitan dengan kelamin,
penyakit menular, KB, aborsi, kelainan seksual
·
Masturbasi
dalam berbagai penilaian
d.
Pengalaman
Iman Gereja
1)
Pembacaan
Kitab Suci 1 Kor 6: 13-20
6:13
Makanan adalah untuk perut dan perut untuk makanan: tetapi kedua-duanya akan
dibinasakan Allah. Tetapi tubuh bukanlah untuk percabulan, melainkan untuk
Tuhan, dan Tuhan untuk tubuh.
6:14
Allah, yang membangkitkan Tuhan, akan membangkitkan kita juga oleh kuasa-Nya.
6:15
Tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah anggota Kristus? Akan kuambilkah
anggota Kristus untuk menyerahkannya kepada percabulan? Sekali-kali tidak!
6:16
Atau tidak tahukah kamu, bahwa siapa yang mengikatkan dirinya pada perempuan
cabul, menjadi satu tubuh dengan dia? Sebab, demikianlah kata nas:
"Keduanya akan menjadi satu daging."
6:17
Tetapi siapa yang mengikatkan dirinya pada Tuhan, menjadi satu roh dengan Dia.
6:18
Jauhkanlah dirimu dari percabulan! Setiap dosa lain yang dilakukan manusia,
terjadi di luar dirinya. Tetapi orang yang melakukan percabulan berdosa
terhadap dirinya sendiri.
6:19
Atau tidak tahukah kamu, bahwa tubuhmu adalah bait Roh Kudus yang diam di dalam
kamu, Roh Kudus yang kamu peroleh dari Allah, -- dan bahwa kamu bukan milik
kamu sendiri?
6:20
Sebab kamu telah dibeli dan harganya telah lunas dibayar: Karena itu
muliakanlah Allah dengan tubuhmu!
2)
Pendalaman dengan sharing dipandu memakai beberapa
pertanyaan berikut:
a)
Paulus
menghendaki apa dengan tubuh kita?
b)
Apa kaitannya
dengan tema kita kali ini?
c)
Apakah sudah
menghayati sabda tadi dalam kehidupan sehari-hari?
e.
Peneguhan
1)
Pemandu
memberikan peneguhan dengan beberapa pokok materi sebagai berikut:
·
Paulus
membahas anugerah Allah berupa tubuh manusiawi
·
Tubuh
merupakan bait Roh Kudus
·
Penghargaan
tubuh
·
Tubuh bukan
untuk percabulan
·
Percabulan
merupakan dosa dari dalam diri sendiri
2)
Doa Umat umat diminta berdoa spontan
3)
Doa umat
dipuncaki dengan doa Bapa Kami
f.
Penutup
1)
Doa Penutup
Bapa
Yang Baik syukur dan terima kasih atas penyertaan-Mu sepanjang pertemuan ini.
Syukur pula atas penemuan dan pembelajaran yang boleh kami alami dan terima.
Kuatkanlah dan tanamkanlah dalam diri kami semangat untuk terus mencari
kehendak-Mu dalam hidup kami sehari-hari, sehingga kami menjalankan seturut
rencana dan kehendak-Mu semata. Demi Kristus Tuhan dan Pengantara kami. Amin.
2)
Berkat, Tanda
Salib, Perutusan
3)
Lagu Penutup
HARI INI KURASA BAHAGIA
Tidak ada komentar:
Posting Komentar