Jumat, 15 Agustus 2014

Dunia Makin Tua

Dunia ternyata makin tua, manusia yang dibekali dengan perikemanusiaan malah kehilangan kemanusiaannya, dan sungguh tega melakukan perbuatan membunuh ibunya. Anak dan pacarnya membunuh ibunya sendiri kemudian memasukkan ke dalam kopor. Saat menjadi janin, dia disimpan di dalam kandungan ibunya, malah membalas dengan menyimpan jasad ibu yang dibunuhnya di dalam kopor.
Keterlaluan lagi anak gadisnya diperkosa, dihamili, dipaksa menikah dengan pria lain, dan kembali diperkosa bertahun-tahun. Seorang bapak yang kehilangan kemanusiaannya dan anaknya sendiri digaulinya bertahun-tahun dengan ancaman gergaji. Di mana hati dan perasaannya ketika memaksa, mengancam, dan menggauli buah hatinya sendiri? Nafsu mengalahkan akal budinya, dan menurunkan derajad kemanusiaan menjadi hewan yang hanya mengikuti nafsu dan naluri semata. Bahkan anak sendiri menjadi korban kebejadan yang amat sangat seperti ini.
Ketika manusia kehilangan kemanusiaannya, justru binatang, memiliki naluri yang naik kelas sehingga memiliki rasa “kemanusiaan,” bagaimana hal ini bisa terjadi?  Anak singa bisa mengenali penjaganya, ini bukan singa di kebun binatang, namun di hutan, dan membawa penjaga itu ke depan jasad induknya yang mati.
Manusia diciptakan dengan akal budi untuk semakin manusia dengan hidup bersama dengan yang lain. Cerita-cerita tersebut malah berlaku sebaliknya dan menjadi “hewan” yang instingtif. Memenuhi kepuasan dna kebutuhannya berdasar instingnya. Ketika manusia mengedepankan insting manusia sudah jatuh kepada taraf hewani, bukan manusia lagi.
Tuhan tidak memberikan rasa dan pemikiran setinggi manusia kepada hewan, namun laporan di atas sungguh menjadi cermin bagi manusia agar semakin memberikan banyak waktu untuk menengok ke dalam diri sendiri sehingga malu untuk berbuat keji bahkan kalah dengan hewan seperti ini. Apakah manusia sudah kekurangan lahan lagi sehingga mengambil alih kedudukan hewan?
Marilah kita renungkan!!!
Salam Damai...


Tidak ada komentar:

Posting Komentar