Setiap kali mendengar berita duka, atau mendoakan arwah,
kita memiliki kecenderungan untuk mengucapkan baik langsung atau dalam doa
sebagai berikut,”semoga arwahnya diterima di sisi-Nya sesuai dengan apa yang
menjadi amal.........” dan seterusnya dan seterusnya.
Paham kelompok mayoritas bangsa ini mempengaruhi pola pikir
kita, dalam iman Katolik, meninggal sebagai awal kehidupan kekal. Kedudukan di
sisi Tuhan adalah mutlak di pangkuan Allah Bapa Mahakuasa, karena pembaptisan
yang diterima telah menjadikan kita bersatu dengan-Nya.
Amal perbuatan itu bukan penentu keberadaan kita di hadapan
Tuhan dalam hidup kekal. Perbuatan baik kita merupakan konsekuensi logis atas
cinta Tuhan kepada kita. Karena DIA telah lebih dahulu mengasihi kita, sudah
selayaknyalah kita membalas kasih-Nya itu dengan berbuat baik. Kalau tidak
berbuat baik berarti kurang ajar, durhaka, dan tidak tahu berterima kasih.
Keselamatan melekat atas pembaptisan kita. Dosa Adam yang
membawa kita kepada derita, kelemahan, dan kesakitan, serta keterpisahan dengan
kasih Allah telah dipulihkan dengan kedatangan Sang Putera.
Keterpisahan total itu sangatlah kecil kemungkinannya. Kasih
Allah sungguh besar, DIA tidak mungkin mengingkari Diri-Nya dengan
menyia-nyiakan ciptaan-Nya untuk disiksa di panas abadi (neraka?)
Api penyucian tempat
yang wajar sebagai manusia yang masih memiliki kehendak, keinginan, rasa iri, kedagingan yang kuat, jatuh bangun
dalam peziarahan menuju kepada-Nya. Ketika masih ada luka, bisul, kerak-kerak
yang perlu dibersihkan sebelum benar-benar layak untuk menghadap DIA Yang Agung
Mulia. Kondisi di mana ketika kita
hendak menghadap seseorang yang kita hormati saja kita berpakaian layak dan
pantas, demikian juga saat menghadap-Nya muka dengan muka tentunya kita
disempurnakan terlebih dahulu. Saat pembersihan luka, menyempurnakan apa yang
masih kurang, dan menjalani sanksi apa yang telah kita lakukan.
Berkat Baptis dan
kesetiaan di dalam menjalaninya merupakan berkat yang membawanya bersatu di
dalam kemuliaan Bapa di surga. Pertama-tama ialah berkat, dan kesetiaan kita
merupakan rahmat lain yang diberikan-Nya sehingga kita mampu menjalaninya.
Apa yang tepat kita
ucapkan dan doakan kalau begitu? Ungkapkan saja ikut berduka dan semoga
mendapatkan ketabahan, dan bagi yang telah meninggal sudah berbahagia bersama
Bapa di surga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar