Membaca salah satu arikel
di Kompasiana yang mengupas masalah TV One yang mengangkat acara pertobatan
salah satu ustad dengan judul, Dulunya Ateis sekarang menjadi ustad. Saudara
Fenusa As, membahas kontroversi salah satu televisi berita tersebut. Bagi saya
seorang Katolik menjadi bangga sekali lagi saya bangga, setelah berkali-kali
saya membanggakan kekatolikan saya. Karena sama sekali tidak ada reaksi apapun,
baik yang pernyataan memaksa meminta maaf yang biasa mengemuka, mendatangi
dengan banyak preman dan pengikut yang tidak sedikit massa bayaran, banyak yang
lebih gawat menuntut ke pengadilan dan menuntut pembredelan. Setahu saya juga
memang tidak ada pernyataan apapun menjawab persoalan tersebut oleh managemen
televisi yang bersangkutan.
Apakah itu ateis?
ate.is /ateis/ n orang yg tidak
percaya akan adanya Tuhan: kelompok - tidak akan mengambil bagian dl suatu
upacara agama, demikian Kamus Besar Bahasa Indonesia
memberikan definisi ateis.
Kamus sebagai rujukan dan
satu-satunya kesamaan yang harus diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia telah
memberikan arti yang sangat jelas. Orang atau kelompok yang tidak percaya
adanya Tuhan. Dengan demikian acara di televisi tersebut salah dalam memberikan
judul dan bisa menyesatkan semakin banyak orang, kalau tidak boleh dikatakan
menghasut dan menyebarkan kebencian yang ada pasal pidana yang dapat dikenakan
kepada pembuat acara tersebut. Bandingkan dengan Saudara Arswendo Admowiloto
dengan kasus Monitor beberapa tahun
yang lalu.
Pembahasan
ini menyangkut iman Katolik, setelah berbangsa dengan pedoman kamus usai saya
bahas, Katolik mengajarkan kepada umatnya untuk,”kasihilah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenapo
jiwamu......” (Mat. 22:37, Mrk. 12:30.33, Luk.10:27). Di sini saya bukan
pewartaan apa apapun namanya, namun hendak menyajikan fakta bahwa Tuhan Allah
memiliki kedudukan istimewa bahkan melebihi apapun itu, apakah layak disebut
sebagai ateis?
Penjelasan
secara leksikal bahasa berdasar pada kamus, kemudian pembahasan Kitab Suci
menunjukkan bahwa Katolik jelas-jelas merupakan agama yang meyakini adanya
Tuhan. Menjadi aneh ketika Katolik dikatakan sebagai ateis dan ditonton jutaan
orang yang menyaksikan TV One waktu itu memahami demikian. Bagaiamana sekolah
sekian puluh tahun memberikan pembelajaran agama, adanya Rumah Sakit Katolik, bisa
berjalan dan berkarya tanpa bertentangan dengan Pancasila sama sekali. Aneh,
bodoh, naif, atau bebal?????
Jika
sekiranya adalah pemahaman iman atau agama tokoh tersebut sebagai ateis silakan
saja, namun alangkah lebih bijaksana ketika tidak menyampaikan agama lama dan
terkesan mendiskreditkan keberadaan agama lain.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar