Selasa, 05 Agustus 2014

Katolik itu Ateis


Membaca salah satu arikel di Kompasiana yang mengupas masalah TV One yang mengangkat acara pertobatan salah satu ustad dengan judul, Dulunya Ateis sekarang menjadi ustad. Saudara Fenusa As, membahas kontroversi salah satu televisi berita tersebut. Bagi saya seorang Katolik menjadi bangga sekali lagi saya bangga, setelah berkali-kali saya membanggakan kekatolikan saya. Karena sama sekali tidak ada reaksi apapun, baik yang pernyataan memaksa meminta maaf yang biasa mengemuka, mendatangi dengan banyak preman dan pengikut yang tidak sedikit massa bayaran, banyak yang lebih gawat menuntut ke pengadilan dan menuntut pembredelan. Setahu saya juga memang tidak ada pernyataan apapun menjawab persoalan tersebut oleh managemen televisi yang bersangkutan.

Apakah itu ateis?
ate.is /ateis/ n orang yg tidak percaya akan adanya Tuhan: kelompok - tidak akan mengambil bagian dl suatu upacara agama,  demikian Kamus Besar Bahasa Indonesia memberikan definisi ateis.  
Kamus sebagai rujukan dan satu-satunya kesamaan yang harus diyakini oleh seluruh bangsa Indonesia telah memberikan arti yang sangat jelas. Orang atau kelompok yang tidak percaya adanya Tuhan. Dengan demikian acara di televisi tersebut salah dalam memberikan judul dan bisa menyesatkan semakin banyak orang, kalau tidak boleh dikatakan menghasut dan menyebarkan kebencian yang ada pasal pidana yang dapat dikenakan kepada pembuat acara tersebut. Bandingkan dengan Saudara Arswendo Admowiloto dengan kasus Monitor beberapa tahun yang lalu.
Pembahasan ini menyangkut iman Katolik, setelah berbangsa dengan pedoman kamus usai saya bahas, Katolik mengajarkan kepada umatnya untuk,”kasihilah Tuhan Allahmu dengan sepenuh hatimu, dengan segenapo jiwamu......” (Mat. 22:37, Mrk. 12:30.33, Luk.10:27). Di sini saya bukan pewartaan apa apapun namanya, namun hendak menyajikan fakta bahwa Tuhan Allah memiliki kedudukan istimewa bahkan melebihi apapun itu, apakah layak disebut sebagai ateis?
Penjelasan secara leksikal bahasa berdasar pada kamus, kemudian pembahasan Kitab Suci menunjukkan bahwa Katolik jelas-jelas merupakan agama yang meyakini adanya Tuhan. Menjadi aneh ketika Katolik dikatakan sebagai ateis dan ditonton jutaan orang yang menyaksikan TV One waktu itu memahami demikian. Bagaiamana sekolah sekian puluh tahun memberikan pembelajaran agama, adanya Rumah Sakit Katolik, bisa berjalan dan berkarya tanpa bertentangan dengan Pancasila sama sekali. Aneh, bodoh, naif, atau bebal?????
Jika sekiranya adalah pemahaman iman atau agama tokoh tersebut sebagai ateis silakan saja, namun alangkah lebih bijaksana ketika tidak menyampaikan agama lama dan terkesan mendiskreditkan keberadaan agama lain.







Tidak ada komentar:

Posting Komentar