Guru lebih dari sebuah profesi.
Pengabdian untuk lebih dari hanya mengajar. Mendidik anak yang bukan darah
dagingnya. Anak yang tidak akan dengan begitu saja bisa dicubit, kalau tidak
mau berurusan dengan polisi atau komnas HAM. Menghadapi kebengalan, kenakalan,
kadang kedunguan yang teramat dan harus tetap sabar.
Talenta dan bakat yang dapat
dilakoni guru dalam waktu yang bersamaan, paling tidak sebagai berikut
1. Pemain
watak dan peran bak artis teater
Jangan heran
kalau guru harus pinter dalam akting, akting marah, guru kalau marah tidak
boleh sampai hati, atau benar-benar marah. Kemarahan guru itu seyogyanya akting
saja, sehingga tidak merusak kesehatan, suasana hati, dan suasana kelas.
Selesai marah kepada yang satu, tidak boleh masih dengan kemarahan yang sama
untuk anak, kelas, atau rekan guru yang ditemui walaupun belum berjarak waktu
ataupun tempat. Ini tidak mudah. Guru juga menjalani peran dengan baik, ketika
kehabisan uang gaji untuk kebutuhan sehari-hari, tetap harus mampu ceria dan
mengajar dengan semangat dan totalitas. Mampu melucu untuk menyegarkan suasana.
2. Harus
selalu fit
Aktivitas guru
itu idealnya berdiri dan bicara berjam-jam, walaupun guru sebagai fasilitator
sehingga murid yang berperan aktif, namun berbicara dan berdiri sudah merupakan
“kodrat“ seorang guru. Kesehatan guru yang tidak baik, akan tumbang atau
minimal kehabisan suara. Jangan dipandang mudah juga mengendalikan kelas,
apalagi bagi pengajar jenjang pendidikan rendah, semakin rendah semakin sulit
di dalam mengelola kelas.
3. Kreatif
Kreatif
merupakan syarat mutlak guru. Bagaimana menghidupkan suasana kelas biar aktif,
atau mendiamkan kelas agar pelajaran dapat berjalan dengan ideal. Guru yang
tidak kreatif akan membuat siswa bosa, kalau bosan akan dapat dipastikan murid
membuat ulah. Tindakan anak yang bosan sering tidak dapat diperkirakan, kadang
kreatifnya luar biasa. Mengatasi kreatifitas murid, guru harus lebih kreatif. Kreatif
mengggunakan cara agar kegiatan belajar mengajar menjadi lancar dan dipahami
murid dengan baik. Kemampuan siswa per kelas sudah berbeda-beda, apalagi satu
sekolah. Agar mampu memberikan pendidikan bagi seluruh anak, guru berpikir
keras menemukan cara yang terbaik bagi seluruh anaknya.
4. Sabar
Panjang sabar
merupakan syarat paling mendasar bagi guru. Menghadapi anak yang beraneka ragam
jenis kemampuan, perilaku, tindak tandu, bukan persoalan mudah. Kemarahan,
emosional, dan ringan tangan untuk menampar akan berhadapan dengan polisi,
pengadilan, dan Komnas HAM. Kesabaran mendidik dan menerangkan pelajaran bagi
sekian banyak taraf kemampuan.
5. Tegas
Tegas bukan
berarti keras dan kasar menghadapi kelas. Anak ada yang bisa dinasihati dengan
lembut, ada yang harus tegas, dan itu harus dimiliki guru. Kalau guru itu lemah
lembut namun tidak mampu tegas akan dipermainkan murid, namun jangan lupa
kelembutan tetap dibutuhkan bagi anak yang lain dan penting bagi kelas yang
dinamis.
6. Psikolog
handal
Psikolog
profesional belum tentu mampu mengelola kelas sehingga terjadi kegiatan belajar
mengajar dengan baik. Menghadapi anak yang dinilai nakal, apakah cukup dengan
memanggil orang tua, atau menyidang di guru BP? Tidak cukup dengan tindakan
demikian, apalagi menghadapi orang tua yang mengatakan,”..... buat apa memanggil kami, kalau sudah
membayar mahal, masih lagi mengganggu kami...” itu sering terdengar. Ada
anak yang berbuat usil, mengganggu rekan, guru yang lemah, kelas hanya untuk
mencari perhatian. Namun ada juga yang nakal karena pendidikan atau lingkungan
yang buruk. Bagaimana meminta anak yang cerewet minta ampun saat diterangkan,
namun seribu bahasa ketika diminta menjawab pertanyaan. Atau sebaliknya,
pendiamnya minta ampun dan asyik dengan dirinya sendiri, harus dilibatkan di
dalam kelas dengan baik.
7. Profesional
Menguasai
pelajaran yang menjadi bidang studinya, lebih sulit lagi guru kelas bagi
Sekolah Dasar. Penguasaan materi akan membantu penilaian anak akan kemampuan
dan kewibawaan guru di mata siswa.
8. Tahu
banyak
Guru agen
perubahan, kalau guru ditanya sesuatu dan menjawab tidak tahu akan mematikan
kreativitas peserta didik. Kegiatan membaca dan menambah ilmu di luar bidang
yang menjadi bidangnya sangat penting. Kadang anak didik bertanya di luar
bidang yang kita ajarkan. Tahu bukan berarti harus ahli atau profesional. Tahu
banyak membantu anak juga gemar ilmu.
9. Kekinian
Perkembangan
ilmu teknologi dan pengetahuan saat ini begitu cepat. Tahu hal yang up to date sangat penting bagi guru. Teknologi
informasi meski tidak memiliki, paling tidak guru tahu ada barang itu dan tidak
gagap kalau muridnya membawa. Misalnya tablet,
smartphone, dan sebagainya. Murid lebih canggih dalam bidang ini, jangan
sampai guru bisa dikelabui oleh murid dengan kemajuan yang terlambat
diikuti oleh guru.
10. Menggeluti
apa yang belum tentu disukai
Mengerjakan apa
yang tidak disukai bisa terjadi bagi guru. Misalnya ketika kelas kosong dan
kebetulan guru yang ada dan tidak mengajar hanya satu-satunya, padahal sama
sekali tidak suka dengan mata pelajaran tersebut, mau tidak mau harus mau.
Membaca, menulis, dan berbicara di depan umum, tiga hal pokok yang harus
dikuasai guru, dan hal itu banyak yang awalnya terpaksa dan tidak suka.
Profesi yang sedang menjadi trend dan begitu banyak
peminat di daftar pekerjaan idaman saat ini, namun pernah tidak terpikirkan
sebelumnya begitu kompleknya tanggung jawab dan kemampuan seorang guru itu?
Salam Damai....
Matur nuwun,Master Sus...
BalasHapusMemacu untuk berkembang lebih,lebih,lebih baik
matur nuwun
Hapus