Selasa, 19 Agustus 2014

Guru, Pengabdian Multi Talenta


Guru lebih dari sebuah profesi. Pengabdian untuk lebih dari hanya mengajar. Mendidik anak yang bukan darah dagingnya. Anak yang tidak akan dengan begitu saja bisa dicubit, kalau tidak mau berurusan dengan polisi atau komnas HAM. Menghadapi kebengalan, kenakalan, kadang kedunguan yang teramat dan harus tetap sabar.
Talenta dan bakat yang dapat dilakoni guru dalam waktu yang bersamaan, paling tidak sebagai berikut
1.       Pemain watak dan peran bak artis teater
Jangan heran kalau guru harus pinter dalam akting, akting marah, guru kalau marah tidak boleh sampai hati, atau benar-benar marah. Kemarahan guru itu seyogyanya akting saja, sehingga tidak merusak kesehatan, suasana hati, dan suasana kelas. Selesai marah kepada yang satu, tidak boleh masih dengan kemarahan yang sama untuk anak, kelas, atau rekan guru yang ditemui walaupun belum berjarak waktu ataupun tempat. Ini tidak mudah. Guru juga menjalani peran dengan baik, ketika kehabisan uang gaji untuk kebutuhan sehari-hari, tetap harus mampu ceria dan mengajar dengan semangat dan totalitas. Mampu melucu untuk menyegarkan suasana.
2.       Harus selalu fit
Aktivitas guru itu idealnya berdiri dan bicara berjam-jam, walaupun guru sebagai fasilitator sehingga murid yang berperan aktif, namun berbicara dan berdiri sudah merupakan “kodrat“ seorang guru. Kesehatan guru yang tidak baik, akan tumbang atau minimal kehabisan suara. Jangan dipandang mudah juga mengendalikan kelas, apalagi bagi pengajar jenjang pendidikan rendah, semakin rendah semakin sulit di dalam mengelola kelas.
3.       Kreatif
Kreatif merupakan syarat mutlak guru. Bagaimana menghidupkan suasana kelas biar aktif, atau mendiamkan kelas agar pelajaran dapat berjalan dengan ideal. Guru yang tidak kreatif akan membuat siswa bosa, kalau bosan akan dapat dipastikan murid membuat ulah. Tindakan anak yang bosan sering tidak dapat diperkirakan, kadang kreatifnya luar biasa. Mengatasi kreatifitas murid, guru harus lebih kreatif. Kreatif mengggunakan cara agar kegiatan belajar mengajar menjadi lancar dan dipahami murid dengan baik. Kemampuan siswa per kelas sudah berbeda-beda, apalagi satu sekolah. Agar mampu memberikan pendidikan bagi seluruh anak, guru berpikir keras menemukan cara yang terbaik bagi seluruh anaknya.
4.       Sabar
Panjang sabar merupakan syarat paling mendasar bagi guru. Menghadapi anak yang beraneka ragam jenis kemampuan, perilaku, tindak tandu, bukan persoalan mudah. Kemarahan, emosional, dan ringan tangan untuk menampar akan berhadapan dengan polisi, pengadilan, dan Komnas HAM. Kesabaran mendidik dan menerangkan pelajaran bagi sekian banyak taraf kemampuan.
5.       Tegas
Tegas bukan berarti keras dan kasar menghadapi kelas. Anak ada yang bisa dinasihati dengan lembut, ada yang harus tegas, dan itu harus dimiliki guru. Kalau guru itu lemah lembut namun tidak mampu tegas akan dipermainkan murid, namun jangan lupa kelembutan tetap dibutuhkan bagi anak yang lain dan penting bagi kelas yang dinamis.
6.       Psikolog handal
Psikolog profesional belum tentu mampu mengelola kelas sehingga terjadi kegiatan belajar mengajar dengan baik. Menghadapi anak yang dinilai nakal, apakah cukup dengan memanggil orang tua, atau menyidang di guru BP? Tidak cukup dengan tindakan demikian, apalagi menghadapi orang tua yang mengatakan,”..... buat apa memanggil kami, kalau sudah membayar mahal, masih lagi mengganggu kami...” itu sering terdengar. Ada anak yang berbuat usil, mengganggu rekan, guru yang lemah, kelas hanya untuk mencari perhatian. Namun ada juga yang nakal karena pendidikan atau lingkungan yang buruk. Bagaimana meminta anak yang cerewet minta ampun saat diterangkan, namun seribu bahasa ketika diminta menjawab pertanyaan. Atau sebaliknya, pendiamnya minta ampun dan asyik dengan dirinya sendiri, harus dilibatkan di dalam kelas dengan baik.
7.       Profesional
Menguasai pelajaran yang menjadi bidang studinya, lebih sulit lagi guru kelas bagi Sekolah Dasar. Penguasaan materi akan membantu penilaian anak akan kemampuan dan kewibawaan guru di mata siswa.  
8.       Tahu banyak
Guru agen perubahan, kalau guru ditanya sesuatu dan menjawab tidak tahu akan mematikan kreativitas peserta didik. Kegiatan membaca dan menambah ilmu di luar bidang yang menjadi bidangnya sangat penting. Kadang anak didik bertanya di luar bidang yang kita ajarkan. Tahu bukan berarti harus ahli atau profesional. Tahu banyak membantu anak juga gemar ilmu.
9.       Kekinian
Perkembangan ilmu teknologi dan pengetahuan saat ini begitu cepat. Tahu hal yang up to date sangat penting bagi guru. Teknologi informasi meski tidak memiliki, paling tidak guru tahu ada barang itu dan tidak gagap kalau muridnya membawa. Misalnya tablet, smartphone, dan sebagainya. Murid lebih canggih dalam bidang ini, jangan sampai guru bisa dikelabui oleh murid dengan kemajuan yang terlambat diikuti  oleh guru.
10.   Menggeluti apa yang belum tentu disukai
Mengerjakan apa yang tidak disukai bisa terjadi bagi guru. Misalnya ketika kelas kosong dan kebetulan guru yang ada dan tidak mengajar hanya satu-satunya, padahal sama sekali tidak suka dengan mata pelajaran tersebut, mau tidak mau harus mau. Membaca, menulis, dan berbicara di depan umum, tiga hal pokok yang harus dikuasai guru, dan hal itu banyak yang awalnya terpaksa dan tidak suka.
Profesi yang sedang menjadi trend  dan begitu banyak peminat di daftar pekerjaan idaman saat ini, namun pernah tidak terpikirkan sebelumnya begitu kompleknya tanggung jawab dan kemampuan seorang guru itu?

Salam Damai....

2 komentar: