Selasa, 18 Maret 2014

Betapa Kayanya Negeriku

Berita-berita media massa hari-hari ini sungguh menggembirakan hati. Makin banyak orang makmur dan kaya. Mulai dari kegiatan kampanye yang menggunakan helikopter pribadi, hari ini di Jawa, esok di Sumatera, lusa di Sulawesi dengan fasilitas tentunya kelas atas, ada PNS yang memberikan souvenir pernikahan berupa i.phone. Belum lagi para caleg yang menyediakan uang Rp.100.000.000 ,00 untuk calon legeslatif tingkat dua, tentu makin membesar untuk tingkat selanjutnya, apalagi tingkat pusat, tentu nol sembilan dan lebih untuk wakil rakyat di tingkat pusat. Pengusaha lain ketika tersangkut kasus korupsi ketahuan memiliki lebih dari lima puluh mobil dengan banyak yang memiliki kualifikasi mewah.
Namun, media yang sama juga menyajikan kontradiksi yang amat memilukan. Ibu di Ibukota negara Indonesia, yang memiliki orang kaya raya seperti di atas, dengan sembilan anak, makan dari mengais sisa makan karyawan pabrik, di suatu kawasan industri. Bisa dibayangkan nasib dan kesehatan kesembilan anak, dan ibu anak ini seperti apa. Media yang lain, menyuguhkan anak yang dieksplotasi oleh bapak kandung dan ibu tiri untuk menjadi pengamen dengan penghasilan harus mencapai Rp.40.000,00, anak usia 3.5 tahun. Satu lagi generasi muda kehilangan masa emasnya.
Negara membeayai pemekaran pasukan pengamanan presiden guna mengamankan para presiden dan wakil presiden yang sudah tidak lagi berkuasa, dengan mahal. Harga kebakaran hutan yang harus dibayarkan untuk memadamkan juga tidak murah. Hanya untuk golongan tertentu dan sangat sempit sekian besar uang dengan mudah dianggarkan.
Ironisnya, masih melimpah ruah juga orang yang tidak beruntung, masih di bawah garis kesejahteraan, untuk sesuap nasipun masih harus menunggu bekas atau buangan orang lain.

Mari kita renungkan, kekayaan negara ini sudah terdistribusi dengan baik atau masih perlu perjuangan dan kepedulian bersama.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar