Sabtu, 15 Maret 2014

Guru dan Pendidikan Nasional

Dunia pendidikan dan guru merupakan pilar bangsa. Tidak ada satupun manusia yang tidak mengalami pendidikan. Pendidik merupakan pekerjaan yang luhur mulia. Semua manusia memiliki peran sebagai pendidik bagi yang lain. Masyarakat yang semakin kompleks mempercayakan pendidikan generasi muda kepada guru sebagai pemegang peran membina generasi muda yang masih memerlukan banyak bekal sebelum memasuki masyarakat secara purna.
Sudah sewajarnya kalau pelaku pendidikan dalam hal ini adalah guru memperoleh penghargaan yang tinggi, karena perannya tersebut. Alangkah naifnya iklan salah satu partai besar yang sejak awal sudah mengikrarkan pemimpin umumnya menjadi calon presiden. Iklan tersebut menyebutkan “guru dan pedagang......”  kata sambung “dan” berarti ada hubungan yang setara atau sejajar. Apapun latar belakang pemikirannya, guru dan pedagang adalah sama. Bukan hendak meremehkan profesi pedagang, namun mengajak berpikir bagaimana guru dan pedagang dipersamakan.
Dunia pendidikan dan guru yang memegang peran penting dalam pembangunan,  di negara Indonesia masih  menjadi pelengkap dan belum dihargai sebagaimana mestinya. Di Sulawesi, salah satu sekolah menengah di sana disegel oleh kelompok yang mengaku sebagai pemilik tanah. Anak-anak sekolah dan guru tidak bisa mengadakan kegiatan belajar mengajar, lebih memprihatinkan lagi, para murid sedang mengadakan ujian tengah semester. Di mana keberadaan negara yang seharusnya memberikan jaminan keamanan kepada anak didik? Perasaan terintimidasi, tertekan tentu terjadi dalam diri anak, apalagi hari sebelumnya sempat dipaksa pulang oleh sekelompok orang yang mengusir murid dari sekolahnya sendiri.
Negara dan pejabat ada di mana ketika anak menuntut ilmu malah diusir, kemudian sekolahnya dipalang, dan hari berikutnya diberi barikade dengan batu. Negara sudah lalai dengan pendidikan. Persoalan tanah bukan pembenar untuk mengusir anak sekolah dari tempat dia belajar. Persoalan jual beli tidak ada sangkut pautnya dengan kegiatan belajar mengajar kecuali memang iklan salah satu partai politik itu benar adanya, bahwa guru dan pedagang....

Atau memang pejabat bangsa ini melihat dan memaknai sekolah sama dengan pasar, guru dengan pedagang?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar