Dunia
pendidikan dan guru merupakan pilar bangsa. Tidak ada satupun manusia yang
tidak mengalami pendidikan. Pendidik merupakan pekerjaan yang luhur mulia. Semua
manusia memiliki peran sebagai pendidik bagi yang lain. Masyarakat yang semakin
kompleks mempercayakan pendidikan generasi muda kepada guru sebagai pemegang
peran membina generasi muda yang masih memerlukan banyak bekal sebelum memasuki
masyarakat secara purna.
Sudah
sewajarnya kalau pelaku pendidikan dalam hal ini adalah guru memperoleh
penghargaan yang tinggi, karena perannya tersebut. Alangkah naifnya iklan salah
satu partai besar yang sejak awal sudah mengikrarkan pemimpin umumnya menjadi
calon presiden. Iklan tersebut menyebutkan “guru
dan pedagang......” kata sambung “dan”
berarti ada hubungan yang setara atau sejajar. Apapun latar belakang
pemikirannya, guru dan pedagang adalah sama. Bukan hendak meremehkan profesi
pedagang, namun mengajak berpikir bagaimana guru dan pedagang dipersamakan.
Dunia
pendidikan dan guru yang memegang peran penting dalam pembangunan, di negara Indonesia masih menjadi pelengkap dan belum dihargai
sebagaimana mestinya. Di Sulawesi, salah satu sekolah menengah di sana disegel
oleh kelompok yang mengaku sebagai pemilik tanah. Anak-anak sekolah dan guru
tidak bisa mengadakan kegiatan belajar mengajar, lebih memprihatinkan lagi,
para murid sedang mengadakan ujian tengah semester. Di mana keberadaan negara
yang seharusnya memberikan jaminan keamanan kepada anak didik? Perasaan terintimidasi,
tertekan tentu terjadi dalam diri anak, apalagi hari sebelumnya sempat dipaksa
pulang oleh sekelompok orang yang mengusir murid dari sekolahnya sendiri.
Negara
dan pejabat ada di mana ketika anak menuntut ilmu malah diusir, kemudian
sekolahnya dipalang, dan hari berikutnya diberi barikade dengan batu. Negara sudah
lalai dengan pendidikan. Persoalan tanah bukan pembenar untuk mengusir anak
sekolah dari tempat dia belajar. Persoalan jual beli tidak ada sangkut pautnya
dengan kegiatan belajar mengajar kecuali memang iklan salah satu partai politik
itu benar adanya, bahwa guru dan pedagang....
Atau
memang pejabat bangsa ini melihat dan memaknai sekolah sama dengan pasar, guru
dengan pedagang?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar