Senin, 13 Oktober 2014

Simbol Liturgi dan Aplikasinya Hari Ini


Gereja Katolik memiliki kekayaan yang luar biasa. Beribu simbol., berjuta makna, dan berjuta-juta pemahaman. Simbol perlu pengajaran, simbol perlu penjelasan agar mampu memiliki pehaman yang relatif sama, sehingga tidak menjadi batu sandungan satu sama lain.
Simbol liturgi lilin yang menyala, ada yang memahami bahwa mulai lilin dinyalakan, sudah saatnya untuk memasuki suasana perayaan Ekaristi, kegiatan duniawi seyogyanya ditinggalkah, puasa yang dulunya 24 jam, sudah dimulai, dan itu hingga komuni tidak ada satu jam. Paling lama misa mingguan biasa, pada kisaran 60 menit atau lebih sedikit, bagi orang dewasa belum menimbulkan kelaparan dan kehausan yang amat sangat.
Ironis, ketika pria dewasa, badan gagah, masih muda dalam artian tidak mungkin mengidap suatu penyakit yang akan membawa maut bagi pribadi itu, minum dengan seenaknya, bahkan hingga sampai menjelang komuni, karena saat Doa Syukur Agung.
Bahasa simbol perlu dijelaskan dengan gamblang, karena hari ini, bahasa lugas saja dengan seenanknya dilanggar dan tidak dijalani, apalagi yang berupa simbol, akan dengan mudah dijawab tidak tahu, atau oh begitu ya??
Katekese bagi kaum muda sudah mendesak dilakukan. Pelajaran komuni pertama dan penguatan perlu mendapatkan penekanan, bukan semata sekian kali dan pasti lulus, namun perlu pendampingan post pelaksanaan sehingga benar-benar menjadi umat berkualitas.
Gejala main gatged, smartphone, dan handphone, saatnya bersama Tuhan yang hanya sedikit telah dikorup dengan terang-terangan tanpa merasa berdosa dan mengganggu kiri kanannya yang hendak bersungguh-sungguh beribadat. Fenomena hingga ke pelosok dan hampir merata di semua tempat. Bagi yang belum perlu hati-hati dan perhatian agar tidak terjadi dengan adanya peringatan yang jelas dan ters terang.
Banyaknya umat yang menghadiri misa namun duduk di luar. Kalau katanya panas, sudah banyak yang ber-AC dan kipas angin, kalau alasan karena anak kecil, justru mengajarkan kepada anak untuk mengerti Ekaristi bukan mengajari nonton mobil di parkiran.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar