1. Lemah bila dilawan dan garang bila
didiamkan
Mengalahkan godaan harus gigih dan
berani menantang. Kita perlu tegas dan tidak takut di dalam menghadapi godaan.
Sebagai contoh untuk memahami, saat
berdoa, muncul pikiran jelek untuk melamun dan membayangkan cowok idaman yang
cakep. Di dalam hati muncul keinginan untuk menghilangkannya, tetapi ada suara
lain yang menyatakan, “Turuti saja sejenak.” Pelan-pelan saat diikuti pikiran
atau lamunan itu, doa pasti tidak akan jadi, dan hanya mengkhayalkan keberadaan
cowok tersebut. Hal itu terjadi karena
tidak tegas dilawan namun dibiarkan dan diikuti, maka kalah terhadap godaan.
Suatu hari, Jony seorang dosen didatangi
mahasiswanya untuk membantu ujian dengan membawa uang suap. Istrinya membantu
merayu Jony untuk menerima uang tersebut. Jony tetap dengan pendiriannya dan
menolak dengan tegas suap tersebut. Akhirnya ia menang di dalam peperangan
tersebut.
Dini mengalami pencobaan yang sedikit
berbeda. Sewaktu berpacaran dengan Budi, ia merasa bahagia dan merasa sangat
berkembang. Suatu sore entah mengapa Budi merayunya untuk mengajak bersetubuh,
mengerti itu sebagai godaaan, Dini mengalihakn perhatian dan mengajak pulang.
Dini tegas menolak dan selamat. Berbeda dengan Deby, saat dibujuk Anton
pacarnya, dia berfikir sedikt saja tidak akan apa-apa. Deby kecewa saat
kegadisannya hilang, Anton pun hilang.
Berangkat dari ilustrasi tersebut,
nampak kalau godaan itu dilawan akan mundur, tetapi kalau diiyakan sedikit
saja, biasanya kita yang akan kalah. Kalah karena godaan itu berciri canggih
dan lihai di dalam mempengaruhi kita. Bukankah itu juga terjadi terhadap Adam
dan Hawa, waktu digoda setan? Mereka mencoba memberi tanggapan dan respons,
akhirnya mereka jatuh dan melanggar perintah Tuhan, memakan buah terlarang.
2. Godaan selalu ingin disembunyikan
Godaan selalu memiliki kecenderungan
untuk disembunyikan. Keterbukaan akan banyak membantu untuk mengatasi godaan.
Ciri kejahatan adalah disembunyikan agar
dapat berbuat jahat lagi. Maka, agar kejahatan dapat diatasi, perlu kiranya
keterbukaan, membuka dan menceritakannya kepada orang yang sekiranya dapat
membantu. Seperti halnya penyakit, agar sembuh, kita perlu mengatakan kepada
dokter apa yang kita rasakan. Dengan demikian, sakit itu dapat diketahui dan
disembuhkan.
Membuka godaan, kekurangan, cacat,
tidaklah mudah, ini merupakan sifat manusia, namun ini juga cara untuk
mengatasinya. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa.
3. Godaan itu menyerang seperti komandan
Roh jahat menyerang bak komandan perang,
yaitu melalui bagian yang paling lemah. Pilihan yang lemah, karena bila melalui
yang kuat akan kalah. Demikian juga godaan, akan menjadikan kelemahan kita
sebagai sasaran serangan. Maka, kita perlu waspada pada bagian tersebut.
Seorang yang lemah dalam seksual, akan
digoda dalam bidang itu, seorang yang lemah dalam hal milik, suka mengambil
milik orang lain, akan digoda di situ, orang yang suka sombong, pribadi
tersebut akan diserang lewat kesombongannya. Oleh karenanya penting bagi kita
untuk hati-hati dengan kelemahan kita dan menyadarinya.
Kalau kita lihat hidup rohani kita
sendiri dan melihat dalam hal apa kita sering jatuh, kita akan melihat bahwa
kita jatuh dalam hal-hal dan dosa yang hampir tetap. Di situ jelas
memperlihatkan kita tidak mampu, kita butuh orang lain, terlebih bantuan Tuhan.
4. Godaan menggoda dengan menyangatkan
Musuh jiwa akan selalu mencoba untuk
mengerti apakah hati seseorang itu ceroboh atau sangat peka. Kalau orangnya peka akan dibuat sangat peka, agar
orang tersebut menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah. Berbeda
dengan orang yang ceroboh akan dibuat untuk semakin ceroboh, dan tidak
memperhatikan kepada hal-hal baik lagi.
Di dalam mengatasi godaan itu kita perlu
untuk, belajar peka akan nilai-nilai ketika digoda untuk ceroboh dan tidak
memperhatikan nilai-nilai kebaikan. Kita perlu untuk kritis terhadap perbuatan
dan pemikiran kita sendiri. Apabila jiwa kita dibuat terlalu peka, kita
hendaknya hati-hati dan teguh di dalam jalan tengah sehingga tetap tenang dan
tidak bingung. Di sini sikap kritis juga diperlukan agar tidak mudah dibujuk
untuk terlalu peka.
5. Yesus digoda
Roh jahat atau setan, bukan hanya
menggoda kita saja, namun semua orang, karena memang mereka ingin merusakkan
tatanan Tuhan. Bahkan Yesuspun digodanya.
Kita hendaknya melihat seperti apakah
godaan yang dialami Tuhan Yesus sewaktu bertapa 40 hari lamanya di padang
gurun, sekaligus kita belajar bagaimana Tuhan menanggapi dan melawan godaan
tersebut. Dengan demikian kita dapat lebih kuat dalam hidup ini.
Secara garis besara ada tiga hal pokok
yang ditawarkan setan kepada Tuhan Yesus dalam kisah godaan di padang gurun,
yaitu harta, gengsi, dan kuasa.
a.
Harta
Pada waktu itu Yesus sedang lapar,
karena beberapa waktu berpuasa. Dalam situasi lapar itu sebagaimana manusia
biasa Yesus membutuhkan makanan, Ia perlu roti. Setan mengajak Tuhan Yesus
untuk membuat mukjizat untuk Diri-Nya sendiri, yaitu membuat roti dari batu.
Setan menawarkan agar Yesus mencari makanan, harta, ataupun keperluan hidup
dengan cara gampang, yaitu tanpa bekerja. Padahal Allah dalam Kitab Kejadian
menjadikan manusia agar mereka bekerja dan mengolah alam ini.
Mencari harta kekayaan dengan cara yang
gampang atau bahkan tanpa usaha yang jujur dan sah, menjadi godaan bagi hampir
semua orang. Harta memang kita butuhkan, agar kita dapat meneruskan dan
memajukan kehidupan. Namun, harta itu harus dicari dengan kerja keras, usaha
baik, dan benar, serta jujur, dan bekerja selayaknya. Kadang kitapun digoda
untuk mencari uang dengan seenaknya, dengan tindakan yang tidak jujur. Kalau
dapat tidak usah bekerja kita dapat uang. Tidak jarang kita mudah ikut-ikutan
lotre ataupun main nasib saja, tanpa usaha.
Godaan harta dapat pula terjadi apabila
kita akhirnya hanya lebih mementingkan harta dibandingkan Allah.
b.
Gengsi
Tuhan Yesus digoda setan untuk melompat
dari bubungan atap kenisah, sebagai Anak Allah tentu akan dibantu oleh para
malaikat. Konsekuensi atas tindakan Yesus seandainya dilakukan ialah menjadi
terkenal. Ketenaran, kekaguman, dan pujian akan Dia terima.
Rayuan tersebut ditolak. Bagi Yesus
kehormatan memang diperlukan dan penting dalam hidup manusia, agar dapat
diterima dan diakui. Akan tetapi kalau manusia mencari kehormatan saja untuk
dirinya ia akan menjadi gila kehormatan dan ini membahayakan pribadi tersebut.
c.
Kuasa
Kekuasaan disodorkan kepada Yesus untuk
mencobai-Nya, apa yang disampaikan Tuhan ialah, “Pergilah engkau dan jangan mencobai Allah.”
Manusia memerlukan kekuasaan, seperti di
dalam Kitab Kejadian dikatakan, manusia diberi kekuasaan oleh Allah. Akan tetapi
kekuasaan itu bila tidak digunakan dengan hati-hati akan berbahaya, apalagi
kalau orang menjadi gila kuasa. Kekuasaan harusnya digunakan untuk melayani dan
mengabdi, bukan untuk menindas dan mengorbankan sesama.
Harta, kehormatan, dan kekuasaan
sebenarnya netral dan diperlukan manusia. Namun, kalau tidak hati-hati dapat
digunakan oleh roh jahat untuk menjatuhkan manusia ke dalam gila harta,
kehormatan, dan kekuasaan, yang akhirnya dapat menjatuhkan orang itu sendiri
atau orang lain.
6. Sikap yang tepat menghadapi godaan
Sikap tegas
sangat diperlukan agar tidak jatuh di dalam pencobaan dan godaan. Hawa yang
mencoba mengikuti dialog dengan ular menjadi terpedaya. Tegas diperlukan agar
menjadi kuat untuk menolak godaan.
Mengenal diri,
dengan segala potensi yang ada, kelebihan, kelemahan, segi positif dan negatif
diri sendiri dengan baik. Dengan pengenalan diri kita menjadi orang yang
hati-hati dan waspada di mana kira-kira godaan akan menggoda.
Terbuka kepada
orang yang kita percayai. Sikap terbuka bisa membantu kita untuk menolong saat
kita terlena, dan menguatkan kita kalau tahu mendekati batas untuk tergoda. Ada
penasihat selain hati nurani. Terbuka, rendah hati, dan berani membagi
kelemahan kepada orang lain.
Dasar semuanya
adalah memohon bantuan Tuhan untuk menguatkan kita menghadapi kelemahan dan
godaan. Bersama Tuhan akan mampu menghadapi kelemahan dan godaan yang
senantiasa mendekat dan mencari waktu untuk menyerang.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar