Sabtu, 28 Juni 2014

Sifat Godaan


1.       Lemah bila dilawan dan garang bila didiamkan
Mengalahkan godaan harus gigih dan berani menantang. Kita perlu tegas dan tidak takut di dalam menghadapi godaan.
Sebagai contoh untuk memahami, saat berdoa, muncul pikiran jelek untuk melamun dan membayangkan cowok idaman yang cakep. Di dalam hati muncul keinginan untuk menghilangkannya, tetapi ada suara lain yang menyatakan, “Turuti saja sejenak.” Pelan-pelan saat diikuti pikiran atau lamunan itu, doa pasti tidak akan jadi, dan hanya mengkhayalkan keberadaan cowok  tersebut. Hal itu terjadi karena tidak tegas dilawan namun dibiarkan dan diikuti, maka kalah terhadap  godaan.
Suatu hari, Jony seorang dosen didatangi mahasiswanya untuk membantu ujian dengan membawa uang suap. Istrinya membantu merayu Jony untuk menerima uang tersebut. Jony tetap dengan pendiriannya dan menolak dengan tegas suap tersebut. Akhirnya ia menang di dalam peperangan tersebut.
Dini mengalami pencobaan yang sedikit berbeda. Sewaktu berpacaran dengan Budi, ia merasa bahagia dan merasa sangat berkembang. Suatu sore entah mengapa Budi merayunya untuk mengajak bersetubuh, mengerti itu sebagai godaaan, Dini mengalihakn perhatian dan mengajak pulang. Dini tegas menolak dan selamat. Berbeda dengan Deby, saat dibujuk Anton pacarnya, dia berfikir sedikt saja tidak akan apa-apa. Deby kecewa saat kegadisannya hilang, Anton pun hilang.
Berangkat dari ilustrasi tersebut, nampak kalau godaan itu dilawan akan mundur, tetapi kalau diiyakan sedikit saja, biasanya kita yang akan kalah. Kalah karena godaan itu berciri canggih dan lihai di dalam mempengaruhi kita. Bukankah itu juga terjadi terhadap Adam dan Hawa, waktu digoda setan? Mereka mencoba memberi tanggapan dan respons, akhirnya mereka jatuh dan melanggar perintah Tuhan, memakan buah terlarang.
2.       Godaan selalu ingin disembunyikan
Godaan selalu memiliki kecenderungan untuk disembunyikan. Keterbukaan akan banyak membantu untuk mengatasi godaan.
Ciri kejahatan adalah disembunyikan agar dapat berbuat jahat lagi. Maka, agar kejahatan dapat diatasi, perlu kiranya keterbukaan, membuka dan menceritakannya kepada orang yang sekiranya dapat membantu. Seperti halnya penyakit, agar sembuh, kita perlu mengatakan kepada dokter apa yang kita rasakan. Dengan demikian, sakit itu dapat diketahui dan disembuhkan.
Membuka godaan, kekurangan, cacat, tidaklah mudah, ini merupakan sifat manusia, namun ini juga cara untuk mengatasinya. Tidak mudah bukan berarti tidak bisa.
3.       Godaan itu menyerang seperti komandan
Roh jahat menyerang bak komandan perang, yaitu melalui bagian yang paling lemah. Pilihan yang lemah, karena bila melalui yang kuat akan kalah. Demikian juga godaan, akan menjadikan kelemahan kita sebagai sasaran serangan. Maka, kita perlu waspada pada bagian tersebut.
Seorang yang lemah dalam seksual, akan digoda dalam bidang itu, seorang yang lemah dalam hal milik, suka mengambil milik orang lain, akan digoda di situ, orang yang suka sombong, pribadi tersebut akan diserang lewat kesombongannya. Oleh karenanya penting bagi kita untuk hati-hati dengan kelemahan kita dan menyadarinya.
Kalau kita lihat hidup rohani kita sendiri dan melihat dalam hal apa kita sering jatuh, kita akan melihat bahwa kita jatuh dalam hal-hal dan dosa yang hampir tetap. Di situ jelas memperlihatkan kita tidak mampu, kita butuh orang lain, terlebih bantuan Tuhan.
4.       Godaan menggoda dengan menyangatkan
Musuh jiwa akan selalu mencoba untuk mengerti apakah hati seseorang itu ceroboh atau sangat peka. Kalau  orangnya peka akan dibuat sangat peka, agar orang tersebut menjadi bingung mana yang benar dan mana yang salah. Berbeda dengan orang yang ceroboh akan dibuat untuk semakin ceroboh, dan tidak memperhatikan kepada hal-hal baik lagi.
Di dalam mengatasi godaan itu kita perlu untuk, belajar peka akan nilai-nilai ketika digoda untuk ceroboh dan tidak memperhatikan nilai-nilai kebaikan. Kita perlu untuk kritis terhadap perbuatan dan pemikiran kita sendiri. Apabila jiwa kita dibuat terlalu peka, kita hendaknya hati-hati dan teguh di dalam jalan tengah sehingga tetap tenang dan tidak bingung. Di sini sikap kritis juga diperlukan agar tidak mudah dibujuk untuk terlalu peka.
5.       Yesus digoda
Roh jahat atau setan, bukan hanya menggoda kita saja, namun semua orang, karena memang mereka ingin merusakkan tatanan Tuhan. Bahkan Yesuspun digodanya.
Kita hendaknya melihat seperti apakah godaan yang dialami Tuhan Yesus sewaktu bertapa 40 hari lamanya di padang gurun, sekaligus kita belajar bagaimana Tuhan menanggapi dan melawan godaan tersebut. Dengan demikian kita dapat lebih kuat dalam hidup ini.
Secara garis besara ada tiga hal pokok yang ditawarkan setan kepada Tuhan Yesus dalam kisah godaan di padang gurun, yaitu harta, gengsi, dan kuasa.
a.    Harta
Pada waktu itu Yesus sedang lapar, karena beberapa waktu berpuasa. Dalam situasi lapar itu sebagaimana manusia biasa Yesus membutuhkan makanan, Ia perlu roti. Setan mengajak Tuhan Yesus untuk membuat mukjizat untuk Diri-Nya sendiri, yaitu membuat roti dari batu. Setan menawarkan agar Yesus mencari makanan, harta, ataupun keperluan hidup dengan cara gampang, yaitu tanpa bekerja. Padahal Allah dalam Kitab Kejadian menjadikan manusia agar mereka bekerja dan mengolah alam ini.
Mencari harta kekayaan dengan cara yang gampang atau bahkan tanpa usaha yang jujur dan sah, menjadi godaan bagi hampir semua orang. Harta memang kita butuhkan, agar kita dapat meneruskan dan memajukan kehidupan. Namun, harta itu harus dicari dengan kerja keras, usaha baik, dan benar, serta jujur, dan bekerja selayaknya. Kadang kitapun digoda untuk mencari uang dengan seenaknya, dengan tindakan yang tidak jujur. Kalau dapat tidak usah bekerja kita dapat uang. Tidak jarang kita mudah ikut-ikutan lotre ataupun main nasib saja, tanpa usaha.
Godaan harta dapat pula terjadi apabila kita akhirnya hanya lebih mementingkan harta dibandingkan Allah.
b.    Gengsi
Tuhan Yesus digoda setan untuk melompat dari bubungan atap kenisah, sebagai Anak Allah tentu akan dibantu oleh para malaikat. Konsekuensi atas tindakan Yesus seandainya dilakukan ialah menjadi terkenal. Ketenaran, kekaguman, dan pujian akan Dia terima.
Rayuan tersebut ditolak. Bagi Yesus kehormatan memang diperlukan dan penting dalam hidup manusia, agar dapat diterima dan diakui. Akan tetapi kalau manusia mencari kehormatan saja untuk dirinya ia akan menjadi gila kehormatan dan ini membahayakan pribadi tersebut.
c.     Kuasa
Kekuasaan disodorkan kepada Yesus untuk mencobai-Nya, apa yang disampaikan Tuhan ialah, “Pergilah engkau dan jangan mencobai Allah.”
Manusia memerlukan kekuasaan, seperti di dalam Kitab Kejadian dikatakan, manusia diberi kekuasaan oleh Allah. Akan tetapi kekuasaan itu bila tidak digunakan dengan hati-hati akan berbahaya, apalagi kalau orang menjadi gila kuasa. Kekuasaan harusnya digunakan untuk melayani dan mengabdi, bukan untuk menindas dan mengorbankan sesama.
Harta, kehormatan, dan kekuasaan sebenarnya netral dan diperlukan manusia. Namun, kalau tidak hati-hati dapat digunakan oleh roh jahat untuk menjatuhkan manusia ke dalam gila harta, kehormatan, dan kekuasaan, yang akhirnya dapat menjatuhkan orang itu sendiri atau orang lain.

6.       Sikap yang tepat menghadapi godaan
Sikap tegas sangat diperlukan agar tidak jatuh di dalam pencobaan dan godaan. Hawa yang mencoba mengikuti dialog dengan ular menjadi terpedaya. Tegas diperlukan agar menjadi kuat untuk menolak godaan.
Mengenal diri, dengan segala potensi yang ada, kelebihan, kelemahan, segi positif dan negatif diri sendiri dengan baik. Dengan pengenalan diri kita menjadi orang yang hati-hati dan waspada di mana kira-kira godaan akan menggoda.
Terbuka kepada orang yang kita percayai. Sikap terbuka bisa membantu kita untuk menolong saat kita terlena, dan menguatkan kita kalau tahu mendekati batas untuk tergoda. Ada penasihat selain hati nurani. Terbuka, rendah hati, dan berani membagi kelemahan kepada orang lain.

Dasar semuanya adalah memohon bantuan Tuhan untuk menguatkan kita menghadapi kelemahan dan godaan. Bersama Tuhan akan mampu menghadapi kelemahan dan godaan yang senantiasa mendekat dan mencari waktu untuk menyerang.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar