Minggu, 08 Juni 2014

Saya bangga lagi sebagai orang Katolik

Aku makin bangga sebagai orang Katolik. Mendengar Paus mengundang para pemimpin Palestina dan Israel untuk bertemu, dan berdoa bersama di Vatikan, dunia dipenuhi dengan kecenderungan pihak memihak, Paus mengundang untuk berdoa pagi bersama. Undangan tersebut diberikan secara personal dengan datang sendiri.
Diplomasi bertahun-tahun bahkan puluhan tahun dilakukan, alot, mandeg, dan berbagai argumen selalu datang silih berganti, pro dan kontra, berbagai pihak, tidak menjernihkan sering justru memperkeruh suasana, sekarang diubah, duduk bersama di dalam doa.
Sungguh relevan dengan misi di zaman digital ini, yaitu semakin membuat orang beriman dan beragama yang sudah diyakini dengan lebih berkualitas. Misi Kristenisasi dengan mie instan dan uang justru merendahkan kemanusiaan dan Kemahaan Tuhan. Tuhan Yang Agung Mulia, “tidak butuh” kita, kita justru yang butuh Tuhan. Muslim semakin Muslim, Kristen semakin menjadi Kriten, Budha lebih menjadi Budha, dan Hindu lebih meyakini imannya, demikian juga agama-agama yang lainnya, makin mendalam dan berbuah. Manusia tidak berharga, sangat tidak menghormati pribadi manusia yang dibeli imannya dengan mie atau uang.
Buah iman adalah kedamaian, kerukunan, kasih terhadap sesama dan seluruh makhluk. Sekarang ini, mengasihi musuh masih perlu ditambah yaitu lingkungan. Bagaimana selama ribuan tahun manusia lalai terhadap bumi yang telah mengenyangkan dan menghidupi manusia.
Para pemimpin yang bertemu setelah berdoa pagi bersama diagendakan untuk menanam pohon. Pohon pabrik oksigen yang memberi kehidupan, menyerap kotoran udara, dan memberikan harapan kehidupan menjadi bersih.

Bersih hati, bersih budi, dan bersih nurani untuk dunia makin baik dan indah. Hari raya Pentakosta yang bermakna di zaman kekinian, hadir secara nyata melalui Bapa Paus Fransiskus yang memberikan kontribusi besar bagi dunia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar