Selasa, 24 Juni 2014

Pembedaan Roh Tahap Lanjut


Wanita Allah, setelah episode terdahulu Pembedaan Roh bagi Pemula, Pembedaan Roh kali ini, kita akan melihat yang namanya Hiburan Rohani dan Kesepian Rohani. Memudahkan penjelasan mengenai hal ini, akan lebih baik melalui contoh sebagai berikut, Annie, mahasiswi yang smart,  rajin, penuh semangat, aktivis, dan selalu aktif di dalam banyak kegiatan. Hari-hari ini, dia murung, terkesan loyo, dan merasa tidak bergairah untuk melakukan kegiatan yang biasanya dijalankannya dengan riang gembira. Gadis yang biasanya ramah terhadap siapa saja ini, tiba-tiba sering salah dalam berbicara dan salah paham bahkan bertengkar dengan rekan-rekannya hanya dengan alasan sepele. Kehidupan rohani makin jarang dia lakukan, dengan alasan malas dan banyak kesibukan lain. Beny, pemuda yang tidak seberuntung Annie, Beny pemuda dan mahasiswa biasa-biasa saja, temannya tidak sebanyak Annie, demikianpun aktivitasnya. Apa yang dimiliki bukan yang terbaik. Dia selalu riang dan ceria dengan siapa saja, baik yang sudah dikenal ataupun belum. Meskipun biasa saja dan tidak memiliki banyak teman, Beny penuh syukur. Keramahan, ketenangan, dan kebaikan hatinya dirasakan dan diakui oleh teman-temannya. Ia selalu mengawali hari dengan doa dan berkomunikasi dengan Tuhan dengan membaca firman Tuhan.
Bahasa rohani, memberikan istilah Beny mengalami hiburan rohani, sedang Annie sedang dalam keadaan kesepian rohani. Bagian ini hendak membahas mengenai hiburan rohani, kesepian rohani, dan apa yang perlu dilakukan waktu mengalami hal-hal itu.
1.        Hiburan Rohani
Hiburan rohani yaitu keadaan di mana seseorang yang memiliki gerak batin sehingga berkobar-kobar dan bersemangat akan cintanya kepada Tuhan. Konsekuensi dari hal itu ialah orang tersebut tidak lagi dapat mencintai yang lain, karena sudah dihabiskan untuk Tuhan. Tidak ada tempat lain, selain untuk Tuhan.
Hiburan rohani dapat pula berupa kesedihan seseorang akan dosa dan kelalaiannya, timbul rasa sesal yang mendalam sehingga mendorong pribadi tersebut untuk bertobat dan memperbaiki diri. Rupa lain bisa datang melalui air mata, yang menggerakan orang lebih dekat dan mencintai Tuhan.
Hiburan rohani bisa pula berupa iman, pengharapan, dan kasih yang lebih besar kepada Tuhan. Rupa kegembiraan yang dirasakan dalam kehidupan batin mendorong makin mendekatkan diri pada Tuhan dan memikirkan hal-hal rohani dan surgawi. Contoh, Ibu Siane yang menderita kanker serviks. Semua tahu betapa menakutkannya kanker ini untuk kaum ibu, namun Ibu Siane merasakan bahwa hidup doa, kesediaan membantu orang yang merasa hal yang sama membuat dia makin berserah dalam menghadapi sakitnya.
Penjelasan di atas memberikan pemahaman kepada kita, bahwa hiburan rohani tersebut berasal dari Tuhan, bukan pertama-tama hasil usaha manusia. Karya Allah tersebut dapat dilihat dalam tanda sebagai berikut:
a.        Memiliki keyakinan Tuhan bernilai, melindungi, dan mencintai. Tuhan sungguh membimbing kehidupan manusia.
b.        Perasaan bagi pribadi saat berdekatan dan akrab dengan Tuhan melalui doa, menjadi gembira, tenteram dan tenang, serta bersemangat untuk maju.
c.        Orang tidak ragu lagi untuk berjuang dan memilih sesuatu yang baik dalam hidup.
2.        Kesepian Rohani
Kesepian rohani, ialah keadaan batin atau hidup seseorang yang tampak dalam kecenderungan menjauh dari Tuhan, makin tipisnya kasih, iman, dan harapan kepada Tuhan. Ciri-ciri nyata yang paling nampak yaitu, hidup terasa berat, murung, sedih  lesu, suram, hidup dipandang sebagai beban, kekacauan dalam pikiran dan perasaan, serba bingung dan campur aduk antara kebenaran dan yang salah, berpegangan pada diri sendiri, tidak lagi percaya atau yakin kekuatan Tuhan, sulit mengadakan pertimbangan secara seimbang, hidup tidak tenang, dan tidak damai.
Kesepian rohani juga menggejala dan mengemuka kepada kegelapan jiwa yang mendorong seseorang berfikir dan bertindak ke arah hal-hal yang hina dan duniawi. Kesepian rohani juga menguat saat pribadi itu cenderung memiliki kebiasaan yang kurang baik, mulai suka meninggalkan tugas, dan mencari pelarian dari tugas dan kewajiban, tidak bisa membedakan yang pokok dan sampingan. Banyak pribadi yang makin akrab dan memilih hal-hal duniawi seperti kekayaan, status, kenikmatan semu, dan kekuasaan. Pilihan akan hal-hal duniawi membawa konsekuensi melenakan Tuhan. Tuhan bukan lagi menjadi perhatian dan pilihan utama. Pribadi ini makin menjauhi Tuhan
3.        Mengapa orang mengalami kesepian?
Ada berbagai macam penyebab sepi dan keringnya kerohaniaan seseorang. Beberapa hal dapat disebutkan sebagai berikut;
a.        Karena kesalahan diri sendiri,
Pribadi yang malas dan kendor dalam melakukan kehidupan kerohanian. Misalnya orang yang malas berdoa, malas melakukan tindakan yang baik dan adil, dan tidak memiliki usaha untuk makin dekat dengan Tuhan.
b.        Untuk mencobai kita, sejauh mana iman kita kepada Tuhan dapat bertahan atau tidak apabila tidak ada penghiburan rohani,
Dalam hal ini, Tuhan sendiri yang hendak mencoba seseorang apakah orang tersebut masih akan beriman kepada Tuhan mesti tidak ada penghiburan rohani. Pengalaman Ayub memberikan gambaran akan hal ini. Ayub merupakan orang yang suci dan berbakti kepada Tuhan, tetapi Tuhan mencobainya dengan mengambil anak-anaknya, hartanya, dan Ayub sendiri menderita sakit. Ayub di dalam deritanya tetap percaya kepada Tuhan. Akhirnya Tuhan melihat keteguhan Ayub dan diberkati dengan kelimpahan yang sama.
c.        Untuk lebih menyadari dan bersyukur atas hiburan rohani yang diperoleh,
Hiburan rohani merupakan berkat dan rahmat Tuhan, sehingga kita dapat bersikap rendah hati di hadapan Tuhan. Hiburan rohani bukan usaha manusia melulu, namun rahmat anugerah pemberian Tuhan. Rahmat Tuhan yang perlu disyukuri, dan manusia tidak perlu sombong dan bermegah diri dengan apa yang diperolehnya.
d.        Keadaan kodrati manusia,
Bisa saja kekeringan rohani  disebabkan pilihan manusia yang tidak bijaksana, misalnya orang marah-marah kepada siapa saja yang dijumpai karena kurang tidur. Kesehatan perlu bagi jiwa, karena jiwa dan badan merupakan kesatuan.
4.        Apa yang perlu dilakukan saat mengalami kesepian rohani?
Perlu menjadi perhatian agar tidak membuat keputusan dan perubahan yang pokok dan penting. Perlu teguh dalam menjalankan keputusan yang telah diputuskan. Dengan demikian tetap setia di dalam kesetiaan dan biasanya di dalam kekalutan kurang dapat secara jernih dan menyeluruh di dalam melihat persoalan. Pribadi yang sedang mengalami kekeringan perlu untuk mengubah orientasi dan mengerasi diri dalam beberapa bentuk:
a.        Agere Contra, yaitu semangat mengerasi diri dan melawan kecenderungan diri yang mulai malas dengan berjuang secara tabah dan sabar. Kalau di dalam kesepian orang diganggu untuk semakin malas berdoa dan mencari kesenangan sendiri, orang itu diminta untuk menambah waktu doa dan mati raga yang besar. Kalau orang digoda untuk marah, ia harus menghentikan kemarahannya. Kalau orang digoda untuk menjelek-jelekan orang lian, ia harus berusaha mencari dan menceritakan kebaikannya.
b.        Lebih dalam bertekun berdoa, berbuat baik, dan disiplin diri yang diperbanyak. Semua itu perlu ditingkatkan agar orang tidak terseret dalam mencari kesenangan semu. Maka di dalam kesepian, berdoa di dalam Tuhan akan lebih menghasilkan buah. Kita diajak lebih percaya kepada kekuatan doa kepada Tuhan. Melalui doa, kita menyatukan diri di dalam Tuhan, dan dengan demikian Tuhan sendiri yang akan memberikan kekuatan kepada kita. Kita yakini bahwa Tuhan tidak akan membiarkan kita sendirian.
c.        Lebih rasional dan daya pikir dibanding perasaan, saat mengalami kesepian, perasaan dapat menjadi dominan dan mengganggu. Misalnya perasaan malas, ogah-ogahan, acuh tak acuh, putus asa, dan banyak lagi. Perasaan tersebut perlu dikalahkan dengan akal budi dengan mempertimbangkan betapa pentingnya kita melawan perasaan itu.
d.        Merenungkan kebesaran Tuhan, dengan demikian kita dapat melihat tanpa Tuhan kita tidak dapat berbuat apa-apa. Kita sepenuhnya bergantung kepada Tuhan.
5.        Nasihat ketika mengalami hiburan rohani
Ketika mengalami hiburan rohani, kita perlu untuk mengambil sikap, antara lain:
a.        Perlu menyadari bila mengalami kekeringan atau kesepian rohani. Pribadi yang sedang mengalami penghiburan rohani, perlu melakukan refleksi seandainya mengalami kesepian rohani, dengan demikian pribadi tersebut tidak berlebihan saat menjalani sukacita rohaninya. Kita perlu tahu diri. Dalam hiburan rohani diharapkan kita dapat mencari kekuatan baru untuk dapat menghadapi kesepian yang akan dialami.
b.        Berfikir fokus dan tidak macam-macam. Saat menghadapi hiburan rohani orang digoda untuk mengharapkan macam-macam hal dan mau membuat  janji beraneka ragam. Penting agar tidak berjanji muluk-muluk yang sering tidak mudah bahkan tidak mungkin dipenuhi. Kalau tidak disadari dan tidak mampu memenuhi, bisa saja menjadikan kecewa. Perlu adanya rasa syukur dan tetap rendah hati. Rasionalitas tetap perlu dikembangkan dan digunakan.
c.        Menikmati bersama dengan sesama

Hiburan rohani perlu dinikmati bersama, dan bukan menjadi kesenangan sendiri. Kesenangan dan hiburan hanyalah sarana dan bukan tujuan, hal ini perlu disadari agar tidak lalai dari fokus untuk mencapai tujuan. Tujuan manusia adalah bersatu dengan Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar