Kami
memiliki tetangga, yang sama-sama memelihara ayam. Milik ibu dipelihara dengan
baik, tiap pagi diberi makan, kemudian dilepas, dan sore masuk kandang dan
diberi makan. Milik tetangga ini tidak pernah diperhatikan. Pokoknya hidup. Mencari
makan di pekarangan kami. Dari matahari terbit hingga matahatri terbenam
berkutat di tempat kami.
Apa
yang terjadi kalau malam? Ayam-ayam ini pulang dan tidur di rumah pemiliknya,
dan pagi-pagi buta, sudah berjalan menuju ke pekarangan kami. Saat ayam-ayam
ibu diberi makan mereka ikut makan juga.
Banyak
orang terutama musim kampanye seperti ini lupa rumah dan berorientasi pada yang
memberi makan. Kesalahan apapun itu kalau memberi makan dalam arti yang sangat
luas bisa kekuasaan, makan beneran, pekerjaan, materi dan harta benda,
perlindungan, dan sebagainya, melupakan rumahnya, keluarganya, dan kebenaran,
akan dibela mati-matian. Tidak jarang fitnah dan kekerasan digunakan.
Rumah
atau kandang bagi ayam itu bagi saya adalah kebenaran. Makanan itu bagi saya
adalah kehidupan. Meskipun dikenyangkan di tempat ibu, ayam-ayam itu kembali
kepada kebenaran, yaitu pemiliknya, dan
tidak berpindah kepada yang memberi makan dan bisa mendapatkan kekenyangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar