Pedoman pembedaan Roh pada pembahasan ini, merupakan pembedaan roh
dasar, yang sangat cocok bagi pribadi yang sedang belajar dan bertumbuh dalam
kehidupan rohani. Pembelajaran yang sangat baik bagi yang sedang bergerak maju
dalam berelasi dengan Tuhan dan Sang Pencipta, seorang yang baru bertobat dan
kembali kepada jalan yang benar. Pedoman berikut sangat berguna, karena
pedomannya sangat jelas dan pergerakan rohnya, baik roh baik ataupun roh jahat
sangat nampak. Pada orang yang sudah mahir dan maju dalam hidup rohani, roh
jahat biasanya mulai menggunakan siasat dan tipu muslihat untuk menyamarkan
kinerjanya, sehingga menyulitkan pembedaan roh dan membutuhkan patokan yang
lebih teliti.
1. Situasi
Awal
Sebelum beranjak kepada pengenalan roh, lebih baik, kalau kita
mengenal dan lebih mengerti terlebih dahulu keadaan batin dan hati kita.
Kondisi hati kita apakah sedang beranjak menuju Allah atau sebaliknya, sedang
meninggalkan Allah? Ada dua kutub ekstrem sebagai pilihan manusia, yaitu (1). bergerak
meninggalkan Allah yang ditandai dengan bergerak dari satu dosa berat kepada
dosa berat yang lainnya. (2) bergerak mendekati Allah, yang ditandai dengan
berbuat baik yang satu dan berbuat kebaikan yang lebih lagi.
2. Bagi yang
cenderung ke jahat
a.
Situasi orangnya
Orang yang memiliki kecenderungan jahat, misalnya
orang yang egoistik, hanya memusatkan segala sesuatu pada dirinya, mecari
kesenangannya, sehingga tidak ada niat mencari Tuhan. Harta, relasi, tugas,
kecemasan, dan hal-hal dan nilai-nilai duniawi yang menjadi orientasi hidupnya.
Contoh orang yang hidup dari jahat ke jahat seperti,
pelacur yang selalu ingin meningkatkan pelacurannya dengan menjual anak,
keluarga, teman-temannya, seorang koruptor yang makin meningkatkan uang yang dikorup,
meningkatkan cara-cara mengambil uang
dan mengelabui aparat hukum, hati nurani orang ini sudah dibungkam dan
dimatikan.
b.
Cara roh jahat mempengaruhi
Pada situasi orang yang bergerak dari dosa ke dosa,
sapaan dan relasional dengan Tuhan makin jauh. Roh jahat dengan leluasa
menggoda dan pelan-pelan menguasai orang model ini. Situasi orang ini sama
dengan yang diingini roh jahat, maka tidak ada perlawanan yang berarti. Roh
jahat memberikan kenikmatan dan kesenangan semu, sehingga pilihan-pilihan orang
tersebut makin buruk. Tuhan tidak ada kesempatan untuk memasuki hati dan
budinya.
Contoh, Budi gemar akan kesenangan seksual, sejak
sekolah menengah sudah mengenal film porno, makin hari kebiasaannya meningkat,
bahkan ke pelacuran, dan untuk memuaskan nafsu seksualnya Budi jatuh dalam
penggunaan ekstasi. Gerak roh jahat menyemangati Budi untuk semakin jahat,
dengan mencari pemuasan seksualnya. Tanpa penolakan dari Budi membuat roh jahat
makin mudah menjadikan Budi makin jahat.
c.
Bagaimana roh baik bekerja
Roh Baik menggunakan cara yag sebaliknya untuk
menyadarkan orang yang menjauh dari Tuhan. Roh baikmenghantam, menyesakkan hati
nurani tersebut dengan teguran-teguran pada akal budinya. Orang yang suah
dikuasai roh jahat sudah sulit untuk dipengaruhi disposisinya, roh baik akan
memperlawankan yang sangat keras. Biasanya roh baik akan mengajak orang
tersebut menggunakan akal sehatnya, lalu menimbulkan rasa berdosa yang sehat
dan benar. Di sinilah roh baik bekerja dengan menyesakkan hati orang. Langkah
berikutnya orang yang sudah mulai berpikir tadi akan diajak untuk mengadakan
penilaian moral terhadap kecenderungannya yang jahat agar dapat mengubah
hidupnya.
Contoh, Budi yang mengabdi pada kejahatan seksual tadi akan
diajak oleh roh jahat dengan tegas bahwa hal itu jelek. Dengan demikian Budi
akan terpiukul dan gundah. Biasanya untuk mengulangi kejahatannya akan diliputi
kecemasan dan kegalauan. Setelah ada kegundahan roh baik akan mengajak melihat
secara rasional akan perbuatannya tersebut, misalnya kena AIDS.
3. Pada
orang yang semakin dekat kepada Tuhan
a.
Keadaan orangnya
Orang yang hidup di dalam jalan
Tuhan, orang yang semakin ingin dekat dengan Tuhan, ingin memperbaiki hidup
agar bersatu dengan Tuhan. Dalam hidupnya, Tuhan menjadi pusat, diberi tempat,
dan diperhitungkan peran-Nya. Wanita Allah, sebagai contoh keadaan orang yang dekat dengan Allah
ialah: orang yang baru bertobat dan memperbaiki hidupnya, orang yang ingin maju
dalam hidup rohaninya dan ingin mengabdi
Tuhan.
b.
Cara roh jahat mempengaruhi
Pada situasi orang yang sedang maju
dalam Tuhan, roh jahat menyerang secara frontal, menyesakkan, dan memakai tipu
daya agar orang tersebut terjebak. Tujuan akhirnya ialah orang yang baik
tersebut tidak jadi berbuat baik dan akhirnya tidak lagi besemangat. Wanita
Allah, hati-hatilah terhadap cara-cara yang dipakai roh jahat untuk menggoda kita, antara
lain sebagai berikut:
1) Menyerang
bagian sensitif seseorang, penalaran, dan bagian defensif seseorang dengan
alasan semu.
2) Melumpuhkan
semangat orang agar menyerah kalah an tidak jadi mengerjakan tindakan baiknya.
Roh jahat membuat tidak bersemangat dan tidak melanjutkan perbuatan baiknya.
3) Menyerang
bagian yang lemah secara kodrati, dengan cara membuat bertindak antusias
kemudian berkecil hati, dan putus asa.
c.
Bagaimana roh baik mempengaruhi
Wanita Allah, Anda pasti tahu kalau Roh
baik bekerja dengan cara mendorong, menyemangati, memberi kekuatan untuk orang
dalam menghadapi hambatan yang sedang dialami.
Roh baik juga bisa hadir dalam rupa
perasaan iman, harapan, dan kasih sejati. Roh baik memberikan penghiburan, air
mata, inspirasi, dan kedamaian. Ciri karya roh baik lainnya yaitu mendorong
orang semakin dekat dan terbuka pada orang lain, makin rendah hati, tabah dalam
derita, mendorong sikap mengampuni.
4. Enam ciri
roh jahat
Wanita Allah, kalau Anda menemui hal-hal berikut, waspadalah,
jangan-jangan roh jahat sedang mengintai dan mendekati. Ciri-ciri tanda
kejahatan mau menguasai hati kita agar mandeg dan tidak meneruskan kebaikan;
a.
Kesedihan
Kejahatan adalah kesedihan abadi. Maka kalau roh jahat
itu dekat dan akrab pada kita, akan menjadikan kita rekan yang pertama-tama
akan ditawari kesedihan itu. Bagi orang baik, roh jahat akan membuat kesedihan
yang menjadi penyebab mundurnya kehidupan rohani yang dibangunnya.
b.
Keraguan yang tidak tepat
Semua keraguan dan pernyataan bersyarat berasal dari
yang jahat. Roh baik akan mengatakan jelas apa yang menjadi jalan-Nya. Roh
jahat mengedepankan keraguan dan kebimbangan.
c.
Hambatan
Roh jahat menyangatkan dan membesar-besarkan hambatan.
Alasan yang dikemukakan roh jahat hanya sebagian dan tidak menyeluruh. Roh
jahat menunjukkan hal yang memberatkan dan menyembunyikan hal-hal positif dan
mendukung.
d.
Kekacauan
Semua kekacauan berasal dari roh jahat. Keluarga
sebagai contoh nyata, kuasa jahat menguasai seluruh anggota keluarga ketika, suami
curiga istri, istri hanya mengeluh dan membentak anak-anak, anak-anak tidak
pernah rukun. Dalam kondisi demikian kuasa roh jahat akan semakin jelas dan
dominan.
e.
Alasan semu/palsu
Alasan dan penalaran yang palsu berasal dari kuasa
jahat. Kita perlu kritis terhadap segala sesuatu yang membujuk kita makin jauh
dari Tuhan dan kasih-Nya.
f.
Ketakutan
Ketakutan adalah karya kuasa gelap. Orang dapat saja
tiba-tiba merasa takut berbuat baik. Khawatir akan menghadapi persoalan, takut
dicap tidak setia, tidak akan mendapatkan promosi dalam menjalankan kebaikan di
dalam Tuhan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar