Jumat, 20 Juni 2014

Pedoman Pembedaan Roh


Pedoman pembedaan Roh pada pembahasan ini, merupakan pembedaan roh dasar, yang sangat cocok bagi pribadi yang sedang belajar dan bertumbuh dalam kehidupan rohani. Pembelajaran yang sangat baik bagi yang sedang bergerak maju dalam berelasi dengan Tuhan dan Sang Pencipta, seorang yang baru bertobat dan kembali kepada jalan yang benar. Pedoman berikut sangat berguna, karena pedomannya sangat jelas dan pergerakan rohnya, baik roh baik ataupun roh jahat sangat nampak. Pada orang yang sudah mahir dan maju dalam hidup rohani, roh jahat biasanya mulai menggunakan siasat dan tipu muslihat untuk menyamarkan kinerjanya, sehingga menyulitkan pembedaan roh dan membutuhkan patokan yang lebih teliti.
1. Situasi Awal
Sebelum beranjak kepada pengenalan roh, lebih baik, kalau kita mengenal dan lebih mengerti terlebih dahulu keadaan batin dan hati kita. Kondisi hati kita apakah sedang beranjak menuju Allah atau sebaliknya, sedang meninggalkan Allah? Ada dua kutub ekstrem sebagai pilihan manusia, yaitu (1). bergerak meninggalkan Allah yang ditandai dengan bergerak dari satu dosa berat kepada dosa berat yang lainnya. (2) bergerak mendekati Allah, yang ditandai dengan berbuat baik yang satu dan berbuat kebaikan yang lebih lagi.
2. Bagi yang cenderung ke jahat
a.         Situasi orangnya
Orang yang memiliki kecenderungan jahat, misalnya orang yang egoistik, hanya memusatkan segala sesuatu pada dirinya, mecari kesenangannya, sehingga tidak ada niat mencari Tuhan. Harta, relasi, tugas, kecemasan, dan hal-hal dan nilai-nilai duniawi yang menjadi orientasi hidupnya.
Contoh orang yang hidup dari jahat ke jahat seperti, pelacur yang selalu ingin meningkatkan pelacurannya dengan menjual anak, keluarga, teman-temannya, seorang koruptor yang makin meningkatkan uang yang dikorup, meningkatkan cara-cara mengambil uang  dan mengelabui aparat hukum, hati nurani orang ini sudah dibungkam dan dimatikan.
b.         Cara roh jahat mempengaruhi
Pada situasi orang yang bergerak dari dosa ke dosa, sapaan dan relasional dengan Tuhan makin jauh. Roh jahat dengan leluasa menggoda dan pelan-pelan menguasai orang model ini. Situasi orang ini sama dengan yang diingini roh jahat, maka tidak ada perlawanan yang berarti. Roh jahat memberikan kenikmatan dan kesenangan semu, sehingga pilihan-pilihan orang tersebut makin buruk. Tuhan tidak ada kesempatan untuk memasuki hati dan budinya.
Contoh, Budi gemar akan kesenangan seksual, sejak sekolah menengah sudah mengenal film porno, makin hari kebiasaannya meningkat, bahkan ke pelacuran, dan untuk memuaskan nafsu seksualnya Budi jatuh dalam penggunaan ekstasi. Gerak roh jahat menyemangati Budi untuk semakin jahat, dengan mencari pemuasan seksualnya. Tanpa penolakan dari Budi membuat roh jahat makin mudah menjadikan Budi makin jahat.
c.          Bagaimana roh baik bekerja
Roh Baik menggunakan cara yag sebaliknya untuk menyadarkan orang yang menjauh dari Tuhan. Roh baikmenghantam, menyesakkan hati nurani tersebut dengan teguran-teguran pada akal budinya. Orang yang suah dikuasai roh jahat sudah sulit untuk dipengaruhi disposisinya, roh baik akan memperlawankan yang sangat keras. Biasanya roh baik akan mengajak orang tersebut menggunakan akal sehatnya, lalu menimbulkan rasa berdosa yang sehat dan benar. Di sinilah roh baik bekerja dengan menyesakkan hati orang. Langkah berikutnya orang yang sudah mulai berpikir tadi akan diajak untuk mengadakan penilaian moral terhadap kecenderungannya yang jahat agar dapat mengubah hidupnya.
Contoh, Budi yang mengabdi pada kejahatan seksual tadi akan diajak oleh roh jahat dengan tegas bahwa hal itu jelek. Dengan demikian Budi akan terpiukul dan gundah. Biasanya untuk mengulangi kejahatannya akan diliputi kecemasan dan kegalauan. Setelah ada kegundahan roh baik akan mengajak melihat secara rasional akan perbuatannya tersebut, misalnya kena AIDS.
3. Pada orang yang semakin dekat kepada Tuhan
a.    Keadaan orangnya
Orang yang hidup di dalam jalan Tuhan, orang yang semakin ingin dekat dengan Tuhan, ingin memperbaiki hidup agar bersatu dengan Tuhan. Dalam hidupnya, Tuhan menjadi pusat, diberi tempat, dan diperhitungkan peran-Nya. Wanita Allah, sebagai  contoh keadaan orang yang dekat dengan Allah ialah: orang yang baru bertobat dan memperbaiki hidupnya, orang yang ingin maju dalam hidup rohaninya dan ingin  mengabdi Tuhan.
b.    Cara roh jahat mempengaruhi
Pada situasi orang yang sedang maju dalam Tuhan, roh jahat menyerang secara frontal, menyesakkan, dan memakai tipu daya agar orang tersebut terjebak. Tujuan akhirnya ialah orang yang baik tersebut tidak jadi berbuat baik dan akhirnya tidak lagi besemangat. Wanita Allah, hati-hatilah terhadap cara-cara  yang dipakai roh jahat untuk menggoda kita, antara lain sebagai berikut:
1)    Menyerang bagian sensitif seseorang, penalaran, dan bagian defensif seseorang dengan alasan semu.
2)    Melumpuhkan semangat orang agar menyerah kalah an tidak jadi mengerjakan tindakan baiknya. Roh jahat membuat tidak bersemangat dan tidak melanjutkan perbuatan baiknya.
3)    Menyerang bagian yang lemah secara kodrati, dengan cara membuat bertindak antusias kemudian berkecil hati, dan putus asa.
c.     Bagaimana roh baik mempengaruhi
Wanita Allah, Anda pasti tahu kalau Roh baik bekerja dengan cara mendorong, menyemangati, memberi kekuatan untuk orang dalam menghadapi hambatan yang sedang dialami.
Roh baik juga bisa hadir dalam rupa perasaan iman, harapan, dan kasih sejati. Roh baik memberikan penghiburan, air mata, inspirasi, dan kedamaian. Ciri karya roh baik lainnya yaitu mendorong orang semakin dekat dan terbuka pada orang lain, makin rendah hati, tabah dalam derita, mendorong sikap mengampuni.
4. Enam ciri roh jahat
Wanita Allah, kalau Anda menemui hal-hal berikut, waspadalah, jangan-jangan roh jahat sedang mengintai dan mendekati. Ciri-ciri tanda kejahatan mau menguasai hati kita agar mandeg dan tidak meneruskan kebaikan;
a.    Kesedihan
Kejahatan adalah kesedihan abadi. Maka kalau roh jahat itu dekat dan akrab pada kita, akan menjadikan kita rekan yang pertama-tama akan ditawari kesedihan itu. Bagi orang baik, roh jahat akan membuat kesedihan yang menjadi penyebab mundurnya kehidupan rohani yang dibangunnya.
b.    Keraguan yang tidak tepat
Semua keraguan dan pernyataan bersyarat berasal dari yang jahat. Roh baik akan mengatakan jelas apa yang menjadi jalan-Nya. Roh jahat mengedepankan keraguan dan kebimbangan.
c.     Hambatan
Roh jahat menyangatkan dan membesar-besarkan hambatan. Alasan yang dikemukakan roh jahat hanya sebagian dan tidak menyeluruh. Roh jahat menunjukkan hal yang memberatkan dan menyembunyikan hal-hal positif dan mendukung.
d.    Kekacauan
Semua kekacauan berasal dari roh jahat. Keluarga sebagai contoh nyata, kuasa jahat menguasai seluruh anggota keluarga ketika, suami curiga istri, istri hanya mengeluh dan membentak anak-anak, anak-anak tidak pernah rukun. Dalam kondisi demikian kuasa roh jahat akan semakin jelas dan dominan.
e.    Alasan semu/palsu
Alasan dan penalaran yang palsu berasal dari kuasa jahat. Kita perlu kritis terhadap segala sesuatu yang membujuk kita makin jauh dari Tuhan dan kasih-Nya.
f.     Ketakutan
Ketakutan adalah karya kuasa gelap. Orang dapat saja tiba-tiba merasa takut berbuat baik. Khawatir akan menghadapi persoalan, takut dicap tidak setia, tidak akan mendapatkan promosi dalam menjalankan kebaikan di dalam Tuhan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar