Selasa, 10 Juni 2014

Capres....

Mengikuti debat capres, cukup menarik bagi bangsa yang masih belajar mengenai demokrasi. Kalau para pengamat, dan penikmat, serta bangsa ini membandingkannya dengan Amerika, belum saatnya sampai ke sana. Harapan ke sana yang sudah nampak itu patut disyukuri.
Beberapa hal yang menggelitik di dalam debat itu sendiri dan di luar dalam hal ini adalah tanggapan dari masing-masing pihak melalui media massa ataupun media sosial,dan sebagainya.
1.       Bapak Hatta Rajasa sebenarnya akan menjadi bijak beliau menghindari menjawab soal hukum, apalagi beliau menyatakan hukum tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Mungkin bukan maksud dan niatan beliau ketika putranya tersangkut masalah hukum, yang menurut kacamata awam (hukum juga), terlihat mendapat perlakuan khusus. Kalau tidak salah ingat pas beliau jadi menteri perhubungan beliau meminta pesawat balik lagi, padahal sudah terbang, dan itu menjadi bahan perbincangan di dunia (saya lupa persis, mungkin ada yang bisa membantu yang lebih tepat?)
2.       Bapak Fadli Zon, menyatakan pertanyaan mengenai HAM Bapak Jusuf Kalla murahan, coba memiliki pemikiran positif dan melihat itu sebagai kesempatan kepada Bapak Prabowo memberikan klarifikasi secara langsung, di dalam forum resmi, dan ada moderator yang berkompeten. Jawaban Bapak Prabowo justru bisa membantu pemilih untuk menentukan pilihan kepada pasangan ini saat masih ragu soal HAM yang membelit. Kalau yang memang tidak puas atas jawaban itu, menjadi tanggung jawab pribadi. Massa kampanye bukan untuk jualan kecap, bahwa daganganku paling baik, politik memang sah mengenai hal-hal demikian, namun bangsa ini sudah terlalu banyak pemikiran negatif. Bapak Fadli Zon jangan salah, banyak juga yang terbantu untuk memilih pasangan Anda oleh pertanyaan Bapak JK, karena mereka menganggap jawaban Bapak Prabowo benar dan menjawab keraguan mereka.
3.       Jawaban mengenai pluralisme Bapak Prabowo, meragukan ketika kereta di belakangnya penuh dengan fundamentalis yang berbicara pentung dan pedang. Ini pekerjaan rumah yang harus dibuktikan pasangan ini untuk meyakinkan pihak-pihak yang merasa ketakutan dengan beberapa gerbong di belakang pasangan nomor satu ini.

Saya telah mementukan pilihan, dan tidak akan terpengaruh dengan apapun, pemikiran ini hanya mengajak bangsa ini menjadi lebih baik, seperti kehendak seluruh anak bangsa. Bukan hujat dan cela, namun dukungan dan diskusi yang membangun. Bukan pula hendak merugikan siapapun, sekali lagi hanya sumbang saran bagi perpolitikan bangsa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar