Mengikuti debat capres, cukup
menarik bagi bangsa yang masih belajar mengenai demokrasi. Kalau para pengamat,
dan penikmat, serta bangsa ini membandingkannya dengan Amerika, belum saatnya
sampai ke sana. Harapan ke sana yang sudah nampak itu patut disyukuri.
Beberapa hal yang menggelitik di
dalam debat itu sendiri dan di luar dalam hal ini adalah tanggapan dari
masing-masing pihak melalui media massa ataupun media sosial,dan sebagainya.
1. Bapak
Hatta Rajasa sebenarnya akan menjadi bijak beliau menghindari menjawab soal
hukum, apalagi beliau menyatakan hukum tajam ke atas dan tumpul ke bawah. Mungkin
bukan maksud dan niatan beliau ketika putranya tersangkut masalah hukum, yang
menurut kacamata awam (hukum juga), terlihat mendapat perlakuan khusus. Kalau tidak
salah ingat pas beliau jadi menteri perhubungan beliau meminta pesawat balik
lagi, padahal sudah terbang, dan itu menjadi bahan perbincangan di dunia (saya
lupa persis, mungkin ada yang bisa membantu yang lebih tepat?)
2. Bapak
Fadli Zon, menyatakan pertanyaan mengenai HAM Bapak Jusuf Kalla murahan, coba
memiliki pemikiran positif dan melihat itu sebagai kesempatan kepada Bapak
Prabowo memberikan klarifikasi secara langsung, di dalam forum resmi, dan ada
moderator yang berkompeten. Jawaban Bapak Prabowo justru bisa membantu pemilih
untuk menentukan pilihan kepada pasangan ini saat masih ragu soal HAM yang
membelit. Kalau yang memang tidak puas atas jawaban itu, menjadi tanggung jawab
pribadi. Massa kampanye bukan untuk jualan kecap, bahwa daganganku paling baik,
politik memang sah mengenai hal-hal demikian, namun bangsa ini sudah terlalu
banyak pemikiran negatif. Bapak Fadli Zon jangan salah, banyak juga yang
terbantu untuk memilih pasangan Anda oleh pertanyaan Bapak JK, karena mereka
menganggap jawaban Bapak Prabowo benar dan menjawab keraguan mereka.
3. Jawaban
mengenai pluralisme Bapak Prabowo, meragukan ketika kereta di belakangnya penuh
dengan fundamentalis yang berbicara pentung dan pedang. Ini pekerjaan rumah
yang harus dibuktikan pasangan ini untuk meyakinkan pihak-pihak yang merasa
ketakutan dengan beberapa gerbong di belakang pasangan nomor satu ini.
Saya telah mementukan pilihan,
dan tidak akan terpengaruh dengan apapun, pemikiran ini hanya mengajak bangsa
ini menjadi lebih baik, seperti kehendak seluruh anak bangsa. Bukan hujat dan
cela, namun dukungan dan diskusi yang membangun. Bukan pula hendak merugikan
siapapun, sekali lagi hanya sumbang saran bagi perpolitikan bangsa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar