Senin, 02 Juni 2014

Tuhanku Yang Mahabaik

Membaca salah satu komentar di surat kabar on-line, Tribunnews, saya terhenyak, Allahku itu Mahabaik, kog begini manusia ciptaan-Nya menilai DIA. Anak manusia ini yang sesat atau Tuhan saya salah aku kenal, atau memang Tuhan itu penghukum seperti kata anak Adam tadi?
Allah Mahabaik, dosa manusia seperti apapun DIA terima ketika manusia kembali dan menyadari kesalahannya. Tuhan yang baik juga membebaskan manusia untuk mengabdi pada setan dan ular, ketika kembali, DIA rengkuh Anak-Ku yang hilang telah kembali.
Aku mengenal Allah Yang Baik dna yakin tidak salah, sekian lama, aku tidak pernah sekalipun berusaha membuat oksigen, sama sekali tidak pernah menyuruh hidungku untuk menarik nafas dna menghembuskannya. Semua DIA yang atur dan lakukan. Kurang baik apalagi?
Sekarang kita telaah, kalau Tuhan menghukum NON MUSLIM, emang NON MUSLIM ciptaan iblis, mengapa Tuhan tidak pernah menghadirkan banjir bagi NON MUSLIM, dan matahari yang cerah sejuk hangat, tidak menyengat untuk MUSLIM. Hujan banjir panas terik sejuk dinikmati semua manusia tidak pandang bulu. Kalau Tuhan mengirimkan Merapi untuk meletus nyatanya semua kena bukan hanya NON MUSLIM. Tuhan itu baik, mana ada orang tua menyiksa anaknya (hanya kasus khusus, orang yang tidak sehat saja), itu hanya berpartisipasi mencipta, bukan PENCIPTA saja sayang untuk merusak. Mana ada maestro apapun itu merusak karyanya? Tuhan Maestro Agung.
Mari belajar kebodohan manusiawi jangan ditimpakan kepada KEMAHAAN Tuhan.....
Memaksakan persamaan pada kodrat yang berbeda adalah kebodohan dan kesia-siaan.

Matahari bulan, langit dan bumi yang sama, TUHAN yang sama......

Tidak ada komentar:

Posting Komentar