Senin, 07 April 2014

Bangsa yang Sehat....

Badan yang sehat dapat dilihat dari kulit. Kulit yang cerah, tidak keriput, tidak kusam, tidak banyak noda, tentu dapat dinyatakan sebagai salah satu ciri badan yang sehat. Masih banyak lagi ciri badan yang sehat lainnya, seperti tidak mengidap penyakit, semua organ tubuh dapat bekerja dengan semestinya. Parameter dan pusat kesehatan tubuh jelas dan banyak di sekitar kita.
Bangsa yang sehat salah satunya dapat dilihat dari cara warga negaranya berbahasa. Contoh paling konkrit adalah bahasa reporter televisi. Televisi memegang peran penting bagi pemberian contoh berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Hal-hal kecil dan tidak disadari, karena sudah terbiasa berbahasa dengan asal-asalan, dipakai pembawa berita dan acara televisi. Kalau itu siaran langsung dan tidak ada narasi terlebih dahulu masih bisa dimaklumi. Aneh dan menunjukkan pemakaian bahasa dengan tidak baik, dapat dilihat dari penggunaan kata dalam laporannya. Induk hewan dikatakan sebagai orang tua, contoh,” Orangtua gajah yang melahirkan berusia 20 tahun....” ini memberitakan gajah atau jenis makhluk hidup baru? Contoh lain, “Hewan yang meninggal, merupakan....” memang tidak salah, mati, tewas, meninggal, wafat, mangkat artinya sama sebagai tidak bernyawa, namun pemilihan kata berkaitan dengan rasa berbahasa.

Kebanggaan berbahasa secara baik dan benar memang sudah jauh dari harapan. Banyak menyisipkan kata bahasa asing, dalam percakapan atau bahasa tulis, pemilihan kata yang tidak tepat, penggunaan kata tidak baku, merupakan komunikasi sehari-hari yang semakin menggejala di tengah-tengah masyarakat Indonesia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar