Selasa, 15 April 2014

Kebaikan Laiknya Buang Air....

Kebaikan seperti orang buang air. Semua orang tentu pernah merasakan kebutuhan untuk baung air, baik besar ataupun kecil. Tentu bisa membayangkan bagaimana rasanya.  Sakit, tidak enak, tidak nyaman, dan bergegas-gegas untuk bersegera dipenuhi hajatnya tersebut.
Kebaikan pada dasarnya demikian. Kebaikan kalau ditahan-tahan atau tidak dilakukan akan membuat hidup tidak nyaman, ada yang mengganjal, perlu dilakukan bergegas-gegas atau harus sesegera mungkin.
Hajat yang sudah mendesak akan menimbulkan rasa yang beraneka ragam, dapat disimpulkan dengan singkat tidak enak. Setelah dilakukan tentu lega, nyaman, dan plong.
Demikian juga dengan kabaikan. Kebaikan yang dilakukan dengan tulus dan sepenuh hati, dapat dipastikan akan memberikan perasaan nyaman, tenang, dan puas. Kebaikan yang ditahan-tahan, tidak rela, masih sayang atau eman, akan membuat hati nurani tidak enak, merasa kurang, ada yang mendesak untuk dilakukan dan perlu penyaluran.
Setelah buang air, tentu tidak ada yang mengharapkan kembalinya. Tidak perlu mengharapkan kabaikan yang sudah dilakukan, karena akan ada kebaikan yang setara akan diberikan oleh Kebaikan Sejati yang melihat  apa yang sudah kita lakukan. Prinsip pamrih, do ut des (memberi biar mendapat), tidak perlu mampir dalam benak kita.
Secara alamiah, setelah dikeluarkan tentu ada naluri untuk kembali memberi masukan. Setelah buang hajat tentu tubuh memerlukan makan dan minum lagi.
Sama  dengan  kebaikan, setelah diberikan tentu akan ada masukan untuk terus memiliki kebaikan-kebaikan yang perlu untuk didistribusikan. Selalu ada bahan kebaikan yang lain untuk dibagikan.
Ketika kebaikan mengharapkan balasan atau imbalan, malah tidak melegakan, justru menyakitkan. Kesakitan yang timbul, karena kehendak yang tidak sampai, berarti belum sampai pada kebaikan yang semestinya.
Hasil buang hajat, akan memberikan banyak kebaikan pada lingkungan, misalnya untuk pupuk.
Kebaikan demikian juga akan memberikan manfaat bagi yang menerima, tanpa mengurangi apapun yang dimiliki sang pemberi kebaikan. Apa yang kau berikan akan kamu dapatkan berkali lipat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar