Suatu
hari rekan share, kalau anak dan
istrinya komplain karena merasa waktunya untuk keluarga tidak ada, saking
sibuknya kegiatan di gereja. Rekan ini memang bercerita dengan banyak berdoa
dan kegiatan kegerejaan benar-benar mengubah tabiatnya, yang dulunya brangasan[1]
dan temperamental, menjadi tenang dan sabar. Pengakuan ini bukan jual kecap
nomor satu, namun banyak pengakuan dari rekan-rekan yang lain, memberikan
penilaian yang sama.
Suatu
waktu, seorang ibu bercerita badannya capek semua, mulai pagi hingga petang
ikut persekutuan doa ini, kemudian pulang menghadiri ibadat arwah, dan paginya
merencanakan menghadiri novena di suatu goa Maria, dan hari berikutnya sudah
ada program ke luar kota untuk persekutuan doa yang lain.
Beberapa
hal perlu mendapatkan perhatian, apabila ada hal berikut dirasakan dengan
dominan:
·
Ada
komplain dan itu berulang dari orang-orang terdekat yang merasa “dirugikan’,
kalau tidak ada roh jahat di sana tentu tidak akan ada yang merasa dirugikan
dan melakukan protes.
·
Ada
perasaan yang tidak membawa damai. Misalnya merasa kecapekan dan di rumah
marah-marah terus. Kan aneh hidup doa yang banyak kog membawa perasaan tidak
tenang dan damai
·
Ada
perasaan yang berlebihan mengenai dirinya. Merasa memiliki gereja, dan orang
yang tidak aktif sebagai “kafir”.
·
Perasaan
berdosa berlebihan kalau ada halangan sehingga tidak dapat memenuhi salah satu
syaratnya. Misalnya, karena pasangannya sakit, tidak bisa datang novena yang
kedelapan, membuat menyesal berlebihan dan menganggap sia-sia ketujuh doa yang
sudah dilakukan.
·
Kecewa
ketika doa “tidak terkabul”, pemahaman yang perlu diluruskan karena rahmat
Tuhan, tidak berkaitan dengan usaha manusia. Rahmat Tuhan diberikan Cuma-Cuma
karena kasih dan cinta-Nya kepada anak-anak-Nya.
·
Aktivitas
rohani malah mengasingkan dirinya dengan lingkungannya. Doa seharusnya membawa
pribadi makin dekat dengan Tuhan dan sesama. Setiap diajak kegiatan keluarga
dan kemasyarakatan selalu ada alasan kalau sedang ada acara gereja. Saat salib
itu yang horisontal dan vertikal tidak lagi seimbang perlu mendapatkan
perhatian.
Hati-hati
kalau sudah seperti ini, roh jahat sudah membawa aktivitas positif kita pada
rencananya yang sangat sesat, karena kita tidak sadar sudah dirayu dan berhasil
dengan baik. Jangan-jangan sudah dibelokkan dan ajak untuk mengikutinya.
Perlu
dipahami bersama Tuhan ada, justru di dalam hati kita. Novena baik, jalan salib
baik, ziarah mulia, devosi-devosi luar biasa nilainya, waspadai kalau sudah
mulai ada bibit-bibit yang negatif menumpang, apalagi kalau menimbulkan
perselisihan, pertentangan, dan pertikaian mengenai hidup kerohanian kita.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar