Sabtu, 26 April 2014

Hati-hati dengan roh jahat.....

Suatu hari rekan share, kalau anak dan istrinya komplain karena merasa waktunya untuk keluarga tidak ada, saking sibuknya kegiatan di gereja. Rekan ini memang bercerita dengan banyak berdoa dan kegiatan kegerejaan benar-benar mengubah tabiatnya, yang dulunya brangasan[1] dan temperamental, menjadi tenang dan sabar. Pengakuan ini bukan jual kecap nomor satu, namun banyak pengakuan dari rekan-rekan yang lain, memberikan penilaian yang sama.
Suatu waktu, seorang ibu bercerita badannya capek semua, mulai pagi hingga petang ikut persekutuan doa ini, kemudian pulang menghadiri ibadat arwah, dan paginya merencanakan menghadiri novena di suatu goa Maria, dan hari berikutnya sudah ada program ke luar kota untuk persekutuan doa yang lain.
Beberapa hal perlu mendapatkan perhatian, apabila ada hal berikut dirasakan dengan dominan:
·         Ada komplain dan itu berulang dari orang-orang terdekat yang merasa “dirugikan’, kalau tidak ada roh jahat di sana tentu tidak akan ada yang merasa dirugikan dan melakukan protes.
·         Ada perasaan yang tidak membawa damai. Misalnya merasa kecapekan dan di rumah marah-marah terus. Kan aneh hidup doa yang banyak kog membawa perasaan tidak tenang dan damai
·         Ada perasaan yang berlebihan mengenai dirinya. Merasa memiliki gereja, dan orang yang tidak aktif sebagai “kafir”.
·         Perasaan berdosa berlebihan kalau ada halangan sehingga tidak dapat memenuhi salah satu syaratnya. Misalnya, karena pasangannya sakit, tidak bisa datang novena yang kedelapan, membuat menyesal berlebihan dan menganggap sia-sia ketujuh doa yang sudah dilakukan.
·         Kecewa ketika doa “tidak terkabul”, pemahaman yang perlu diluruskan karena rahmat Tuhan, tidak berkaitan dengan usaha manusia. Rahmat Tuhan diberikan Cuma-Cuma karena kasih dan cinta-Nya kepada anak-anak-Nya.
·         Aktivitas rohani malah mengasingkan dirinya dengan lingkungannya. Doa seharusnya membawa pribadi makin dekat dengan Tuhan dan sesama. Setiap diajak kegiatan keluarga dan kemasyarakatan selalu ada alasan kalau sedang ada acara gereja. Saat salib itu yang horisontal dan vertikal tidak lagi seimbang perlu mendapatkan perhatian.
Hati-hati kalau sudah seperti ini, roh jahat sudah membawa aktivitas positif kita pada rencananya yang sangat sesat, karena kita tidak sadar sudah dirayu dan berhasil dengan baik. Jangan-jangan sudah dibelokkan dan ajak untuk mengikutinya.
Perlu dipahami bersama Tuhan ada, justru di dalam hati kita. Novena baik, jalan salib baik, ziarah mulia, devosi-devosi luar biasa nilainya, waspadai kalau sudah mulai ada bibit-bibit yang negatif menumpang, apalagi kalau menimbulkan perselisihan, pertentangan, dan pertikaian mengenai hidup kerohanian kita.



[1] Gampang terpancing emosinya

Tidak ada komentar:

Posting Komentar