Sabtu, 19 April 2014

Yudas: Impian Tak Sampai

Penghianatan Yudas merupakan peristiwa naluriah manusia. Yudas menganggap Yesus sebagai Mesias. Mesias dalam misi Yesus yang disalah mengerti Yudas yang memiliki latar belakang berbeda dari kehendak Bapa.
Allah mengutus Yesus untuk menjadi Mesias dalam arti membebaskan manusia dari perbudakan dosa. Dosa yang sudah diabdi manusia di seluruh dunia. Kekerasan, kebencian, sikap saling curiga, dan aneka kejahatan menjadi darah daging manusia. Dunia sudah dikuasai manusia yang membawa kepada kehancuran.
Yudas sebagai pejuang bangsa Romawi memiliki pemikiran pembebasan bangsanya dari penjajahan Romawi. Penjualan Yudas merupakan pemenuhan janji Salib untuk Yesus. Paket yang tidak bisa dipisahkan dan digagalkan. Menarik adalah sesal Yudas, saat melihat Yesus dengan setia memanggul salib. Sesal Yudas ditandai dengan mengembalikan uang, dan puncaknya adalah bunuh diri.
Sesal yang sangat mendalam disertai rasa malu, gagal, dan kecewa mendalam, karena semua impian dan cita-citanya hancur berantakan, dipuncaki dengan bunuh diri. Banyak orang tua, ketika kecewa, malu putrinya hamil akan menyarankan putrinya aborsi.
Malu, aib, nama baik yang tercemar sebenarnya sementara. Tidak akan ada orang yang mengingatnya dalam waktu lama. Perbaikan kualitas kehidupan dan kebaikan diperbanyak akan membawa orang melupakan apa yang sudah pernah terjadi. Aborsi tindakan permanen, pembunuhan terhadap bayi yang sama sekali tidak berdosa, trauma dari ibu yang melakukan aborsi merupakan tindakan yang tidak dapat ditarik kembali, diulangi, dan diperbaiki.
Kecewa, malu, sedih, dan rasa buruk lainnya, sering membuat orang mengambil keputusan yang salah, dan malah menambah sesal berkepanjangan, dan bahkan bisa saja menjadi maut abadi.

Hati-hati, mengambil keputusan ketika sedang sedih, malu, kecewa, ragu-ragu, dan tidak nyaman dalam hidup.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar