Jumat Keramat Ala KPK,
Prestasi atau Ironi?
TV
dan media massa lainya bersemangat kalau menjelang hari Jumat, apalagi kalau
KPK memanggil tersangka korupsi, dan itu orang “besar”. Para pewarta sudah
mengandaikan akan ada berita menarik tersaji. Jumat Keramat bagi awak media,
dan Jumat Keramas bagi Anas, karena kena timpuk telor.
Ironi
menyedihkan sebetulnya, kalau setiap hari Jumat yang sakral itu dibumbui dengan
penahanan tersangka baru dalam kasus korupsi. Tahun 1945, ketika memerdekakan
bangsa ini, memilih hari Jumat tentu dengan pertimbangan kesakralan hari ini,
yang begitu banyak diwarnai dan dimaknai dengan ibadat oleh mayoritas bangsa.
Rakyat berbangga dan berbahagian kemudian sujud syukur bersama. Jumat
benar-benar bermakna luhur.
Sejenak
kita renungkan, sebenarnya apa bangganya, kalau KPK menahan tersangka korupsi
hari Jumat? Bukankah malah menodai kesakralan hari Jumat tersebut. Apalagi,
kronologinya, salat Jumat, pemeriksaan, penahanan, dan ada sedikit
bincang-bincang yang hampir semua membantah perbuatannya. Lihat, betapa
memilukan hari yang suci tersebut. Baru menyembah Allah kemudian menghujatnya
dengan angkuh, arogan, dan tanpa rasa malu. Bahkan banyak yang tertawa-tawa,
ada pula yang berlaku laiknya tahanan politik sekaliber Bung Karno, Bung Hatta,
Nelson Mandella. Lho???????
Penahanan
sejatinya bukan prestasi, namun ironi, karena semakin hari bukan semakin
sedikit, senyatanya makin banyak pelaku dan nilai korupsi yang terjadi.
Penahanan sepertinya menjadi “kebanggaan” bagi pelaku korup yang sudah tidak
dianggap “memalukan”.
Akan
menjadi kebanggaan dan benar-benar kebanggaan, kebanggaan sejati, kalau setelah
salat Jumat, para koruptor itu datang ke KPK dan menyatakan mohon maaf dan
menggembalikan hasil perbuatan korupnya tersebut, dan meminta ditahan karena
sudah berlaku curang terhadap bangsa dan negara ini.
Keramat,
dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan sebagai suci, bisa memberikan
sesuatu yang diluar batas manusia. Mari bersama-sama berdoa semoga Jumat
benar-benar menjadi keramat yang sejati sehingga banyak koruptor dan penjahat
di negara ini bertobat dan menyerahkan diri dengan suka rela dan bangsa ini
keluar dari kemiskinan dan ketidakadilan di hari Jumat, bukan bertanya-tanya
dan dinanti-nantikan siapa lagi yang
akan ditahan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar