Jumat, 28 Februari 2014

Jumat Keramat suatu Ironi

Jumat Keramat Ala KPK, Prestasi atau Ironi?

TV dan media massa lainya bersemangat kalau menjelang hari Jumat, apalagi kalau KPK memanggil tersangka korupsi, dan itu orang “besar”. Para pewarta sudah mengandaikan akan ada berita menarik tersaji. Jumat Keramat bagi awak media, dan Jumat Keramas bagi Anas, karena kena timpuk telor.
Ironi menyedihkan sebetulnya, kalau setiap hari Jumat yang sakral itu dibumbui dengan penahanan tersangka baru dalam kasus korupsi. Tahun 1945, ketika memerdekakan bangsa ini, memilih hari Jumat tentu dengan pertimbangan kesakralan hari ini, yang begitu banyak diwarnai dan dimaknai dengan ibadat oleh mayoritas bangsa. Rakyat berbangga dan berbahagian kemudian sujud syukur bersama. Jumat benar-benar bermakna luhur.
Sejenak kita renungkan, sebenarnya apa bangganya, kalau KPK menahan tersangka korupsi hari Jumat? Bukankah malah menodai kesakralan hari Jumat tersebut. Apalagi, kronologinya, salat Jumat, pemeriksaan, penahanan, dan ada sedikit bincang-bincang yang hampir semua membantah perbuatannya. Lihat, betapa memilukan hari yang suci tersebut. Baru menyembah Allah kemudian menghujatnya dengan angkuh, arogan, dan tanpa rasa malu. Bahkan banyak yang tertawa-tawa, ada pula yang berlaku laiknya tahanan politik sekaliber Bung Karno, Bung Hatta, Nelson Mandella. Lho???????
Penahanan sejatinya bukan prestasi, namun ironi, karena semakin hari bukan semakin sedikit, senyatanya makin banyak pelaku dan nilai korupsi yang terjadi. Penahanan sepertinya menjadi “kebanggaan” bagi pelaku korup yang sudah tidak dianggap “memalukan”.
Akan menjadi kebanggaan dan benar-benar kebanggaan, kebanggaan sejati, kalau setelah salat Jumat, para koruptor itu datang ke KPK dan menyatakan mohon maaf dan menggembalikan hasil perbuatan korupnya tersebut, dan meminta ditahan karena sudah berlaku curang terhadap bangsa dan negara ini.
Keramat, dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia dinyatakan sebagai suci, bisa memberikan sesuatu yang diluar batas manusia. Mari bersama-sama berdoa semoga Jumat benar-benar menjadi keramat yang sejati sehingga banyak koruptor dan penjahat di negara ini bertobat dan menyerahkan diri dengan suka rela dan bangsa ini keluar dari kemiskinan dan ketidakadilan di hari Jumat, bukan bertanya-tanya dan dinanti-nantikan siapa lagi  yang akan ditahan?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar