Selasa, 11 Februari 2014

Musa dan Pejabat Kita

Musa dan Pemilu 2014
Manusia pada dasarnya memiliki pilihan dan karakter untuk menolak tanggung jawab. Minimal akan mengatakan biar orang lain saja, atau mengapa aku bukan dia atau mereka. Sifat dasar manusia yang ada sejak zaman dulu kala.
Musa ketika dipanggil Tuhan untuk membawa bangsanya keluar dari Mesir menuju tanah terjanji juga menyatakan hal yang sama. Musa menyatakan tidak mempunyai bekal karena tidak pandai berbicara, kemudian ingin bahwa bukan dia tapi orang lain saja. Tanggung jawab memang berat mengandung risiko untuk memberikan hasil. Itu semua yang hendak dihindari manusia.
Fenomena itu bertolak belakang dengan masa dekat ini. Hari-hari menjelang pemilu. Semua ornag menyatakan pantas untuk dipilih, meras apaling mampu untuk menjadi pemimpin atau wakil rakyat. Sudahkah itu terjadi untuk hasil pemilu yang lalu?
Kecenderungan manusia yang tidak mau bertanggung jawab iya. Jelas dan banyak sekali diberitakan melalui berbagai media. Bagaimana komentar pejabat kalau ada kesalahan dan diminta mundur, jawabannya akan manis dan diplomatis bahwa itu menjadi kewenangan yang mengangkat. Saat ada persoalan alin pasti akan menjawab dengan normatif bahwa itu sudah sesuai denga prosedur, SOP, ataupun hukum yang berlaku. Pemimpin yang menyalahkan bawahannya, mengatakan bukan kewenangannya, melainkan kewenangan bawahan atau pihak lain selalu menjadi cara ampuh untuk menyatakan diri benar.
Kecenderungan untuk merasa tidak pantas itu jauh dari dunia negeri ini. Jelas-jelas gagal memimpin, atau setiap pembicaraan tidak nyambung dengan konteks, selalu berdalih dan berlindung di balik hukum, prosedur, apapun yang dilakukan tidak pernah membawa hasil yang semestinya, namun berani menggaransi dirinya layak untuk dijadikan pemimpin. Lihat saja baliho, banner, spanduk, dan reklame yang bertebaran saat ini.
Pengalaman dua zaman yang jauh berbeda memberikan pelajaran dan refleski yang dalam mengenai dunia perpolitikan saati ini. Musa- Musa baru yang sudah mulai berevolusi dengan zaman yang modern ini, mau tugas dan panggilannya, namun tidak mau tanggung jawabnya. Masih lumayan Musa yang tidak mau bertanggung jawab itu sejak awal. 

Selamat berpesta demokrasi dan mendapatkan pemimpin yang berani menyatakan ya dan bertanggung jawab dengan penuh. 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar