BUDAYA RAMAH TAMAH DAN ADILUHUNG ITU KE MANA?
Bangsa Indonesia adalah bangsa
yang penuh keramahan dan beradab tinggi, itu yang selalu didengungkan dan
diajarkan di bangku-bangku sekolah. Keramahan dan adiluhung akan dapat
disaksikan dari gaya bahasa dan tingkah laku sehari-hari satu sama lain. Perjumpaan
dan dialog yang penuh kehangatan, keterbukaan, dan keakraban, meski tidak kenal
sekalipun.
Kenyataan yang terjadi saat ini,
menjadi keprihatinan bersama, bagaimana rasa saling curiga, penuh kebenciaan,
sikap memusuhi, dan menjelek-jelekan orang atau pihak lain menjadi budaya yang
sedang naik daun. Banyak bukti yang memprihatinkan. Tengok saja komentar dalam
suatu berita atau artikel di dalam dunia online.
Bagaimana keras dan kasarnya, seperti orang yang tidak berpendidikan dalam
komentar. Cuma komentar. Persoalan yang dikomentari pun kadang-kandang sangat
tidak penting dan menyentuh sama sekali dengan kepribadian kita, lihat saja
ratusan komen atas pertandingan el-classico.
Kontribusi apa coba dari pertandingan tersebut bagi hidup kita, namun
hujatan, umpatan, dan kata-kata kasar yang pro dan kontra itu sangat
memprihatinkan. Kebun binatang, bahasa-bahasa sarkastis, semua ditumpahkan. Buat
apa coba?
Agak sedikit berkaitan dengan
kehidupan kita, sebagai contoh perdebatan, hujatan, umpatan antara yang pro
dengan Pak Beye dan yang kontra, atau pro dan kontra dengan Pak Jokowi. Saling hujat saling umpat
dalam komen untuk artikel atau berita kedua tokoh tersebut. Tilik saja berita atau
artikel yang memuat keduanya dan ada kesempatan komen pasti dalam waktu singkat
kedua kubu pendukung akan menunjukkan betapa keramahan dan budaya adiluhung itu
jauh dari sana.
Saling hujat, saling caci, saling
menggumbar kata-kata kotor, kasar, dan jarang ada kebaikan terungkap. Bangsa ini
perlu mengedepankan banyak hal positif, salah satunya adalah berbahasa positif
dalam banyak hal. Mari kita mulai, dari hal yang kecil, untuk dan dari diri
kita sendiri.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar