Jumat, 28 Februari 2014

Jujur itu wajar, alamiah, dan manusiawi

Jujur Itu Hebat????????????


Kamus Besar Bahasa Indonesia, mendefinisikan Jujur sebagai, lurus hati, tidak berbuat curang, tidak berbohong, tulus, iklas. Berarti bahwa sudah semestinya jujur, lurus hati, tulus,  iklas itu bukan hal yang di luar diri, yang luar biasa, namun alamiah, sudah seharusnya, semestinya, dan bukan perjuangan yang luar biasa, karena sudah melekat dan ada di dalam diri insani.
Bagaimana hal yang adiluhung tersebut malah menjadi barang mahal, langka, dan luar biasa. Lihat, iklan menyajikan kejujuran itu sebagai wani piro? Iklan yang menggelitik sebenarnya, bahwa kejujuran dapat ditukar dengan uang. Jujur dapat dibeli, kalau ketahuan akan dijawab dengan sudah sesuai prosedur. Meski prosedur tersebut merugikan pihak lain. Nuansa lurus hati dan tulus tidak ada karena prosedur tersebut menjadikan yang bengkok hatinya, yang tidak tulus, dapat menjadi seolah-olah jujur.
Jargon aneh juga, JUJUR HEBAT. Tuhan menciptakan manusia baik adanya, bahkan seluruh ciptaan adalah baik adanya. Kejujuran berarti menjadi bagian tak terpisahkan dalam diri manusia. Dosa menjadikan manusia terputus kesatuan cintanya dengan Sang Khalik. Hal ini membuat manusia jatuh ke dalam jurang maut dosa. Salah satunya adalah JUJUR. Jujur menjauh dari manusia. Hebat berarti sangat luar biasa. Sudah sedemikian buruknya kah jujur itu luar biasa?

Perlu revisi berfikir, bertindak, dan berbuat bangsa ini, sehingga bukan justru mendoakan yang buruk. Jujur itu wajar, jujur itu biasa? Mengapa justru seperti nun jauh di luar planet yang harus dimiliki anak negeri ini?  Masih banyak orang tulus, orang lurus hati, yang perlu digaungkan, sehingga meniup aura gelap yang seperti justru dipanggil dan diciptakan. Kegelapan bukan perlu terang, bukan membesarkan kegelapan itu sendiri.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar