Kejahatan
Karena Ada Kesempatan...
Frase yang kelihatannya benar
dan tidak ada persoalan yang memberikan masukan agar orang hati-hati. Jargon
yang ditenarkan oleh Bang Napi di sebuah acara TV mengenai kriminalitas. “Waspadalah....”
dan seterusnya. Kejahatan hadir karena adanya kesempatan, benar atau tidak?
Saya berani mengatakan SALAH. Kejahatan
ada kesempatan ataupun tidak, tidak perlu terjadi kalau orang menghargai orang
lain dan miliknya. Inilah bangsa yang sakit. Kejahatan dikemas sedemikian rupa,
malah seolah-olah orang lain yang tidak berhati-hati.
Kejahatan keluar dari hati,
berarti niat orang tersebut. Kesempatan menjadi pemicu, bukan justru menjadi sebab.
Salah besar kalau kesempatan itu dibesar-besarkan menjadi sebab, karena
sejatinya adalah akibat. Akibat aku rakus, akibat aku ingin memiliki milik
orang lain, niatku muncul untuk maling, untuk menipu. Saya mengalami pendidikan
kalau ujian tidak pernah ditunggui, dan tidak pernah ada yang mencontek, karena
kejujuran dan hati nurani benar-benar dijaga. Kalau jargon kejahatan karena
kesempatan, kesempatan saat kami ujian begitu luas, mengapa kami tidak
mencontek? Karena kami memiliki hati dan nurani yang tidak ingin kami nodai
dengan tindakan nista.
Hal ini kembali ke permukaan
memori, saat ada petugas, entah benar resmi atau tidak, melakukan pengecekan
tabung gas, di rumah orang tua. Petugas itu mengatakan adanya penipuan, karena
adanya kesempatan bukan karena niat.....
Duuuh bangsaku, mengapa
kejahatan bisa dikemas seolah-olah justru orang lain yang tidak hati-hati??? Mari
kita renungkan?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar