Senin, 24 Februari 2014

Kejahatan karena kesempatan?

Kejahatan Karena Ada Kesempatan...
Frase yang kelihatannya benar dan tidak ada persoalan yang memberikan masukan agar orang hati-hati. Jargon yang ditenarkan oleh Bang Napi di sebuah acara TV mengenai kriminalitas. “Waspadalah....” dan seterusnya. Kejahatan hadir karena adanya kesempatan, benar atau tidak?
Saya berani mengatakan SALAH. Kejahatan ada kesempatan ataupun tidak, tidak perlu terjadi kalau orang menghargai orang lain dan miliknya. Inilah bangsa yang sakit. Kejahatan dikemas sedemikian rupa, malah seolah-olah orang lain yang tidak berhati-hati.
Kejahatan keluar dari hati, berarti niat orang tersebut. Kesempatan menjadi pemicu, bukan justru menjadi sebab. Salah besar kalau kesempatan itu dibesar-besarkan menjadi sebab, karena sejatinya adalah akibat. Akibat aku rakus, akibat aku ingin memiliki milik orang lain, niatku muncul untuk maling, untuk menipu. Saya mengalami pendidikan kalau ujian tidak pernah ditunggui, dan tidak pernah ada yang mencontek, karena kejujuran dan hati nurani benar-benar dijaga. Kalau jargon kejahatan karena kesempatan, kesempatan saat kami ujian begitu luas, mengapa kami tidak mencontek? Karena kami memiliki hati dan nurani yang tidak ingin kami nodai dengan tindakan nista.
Hal ini kembali ke permukaan memori, saat ada petugas, entah benar resmi atau tidak, melakukan pengecekan tabung gas, di rumah orang tua. Petugas itu mengatakan adanya penipuan, karena adanya kesempatan bukan karena niat.....

Duuuh bangsaku, mengapa kejahatan bisa dikemas seolah-olah justru orang lain yang tidak hati-hati??? Mari kita renungkan? 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar