Pembelajaran
Berimbang dan Obyektif
Bangsa Indonesia patut
bersyukur atas limpahan berkat yang tiada tara. Negara ini sebenarnya kaya akan
alam yang melimpah. Samudera yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, gunung
baik api ataupun mati, membentang dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara,
Papua, Maluku, Sulawasi, dan cuma Kalimantan yang tidak memilikinya. Melihat pemberitaan
berbagai media saat ini, kurang menyajikan pendidikan akan bencana.
Rakyat sepertinya hanya disugguhi bahwa berkat itu menjadi kutuk semata.
Letusan gunung berapi yang bertubi-tubi. Laut yang berpotensi tsunami.
Negara sungguh abai akan hal
ini. Kesalahan negara paling saya ingat adalah gerhana matahari total sekitar
awal delapan puluhan. Fenomena alam yang sangat, sangat langka, karena seabad
sekali baru akan terjadi. Pembelajaran dan terbitan-terbitan negara bernuansa
negatif dan menakut-nakuti, sayang sekali padahal di negara lain, fenomena itu
dijual dan wisata yang amat mahal, dengan menggunakan penerbangan tentunya
menghasilkan devisa mulai hotel, pesawat, kuliner, dan banyak sekali yang bisa
mendapatkan keuntungan. Lha malah kebutaan yang dikedepankan ketika itu
melintasi negara ini. Memang kebutaan akan membahayakan bagi yang kurang
berpengalaman dan minim pengetahuan. Mengapa tidak diinformasikan menikmati
gerhana matahari total dengan aman.
Gunung meletus, banjir
sebenarnya menjadi bagian rutin dari kehidupan Bangsa Indonesia, mengapa selalu
saja seperti tergagap-gagap, ketika terjadi semua terkejut dan tergopoh-gopoh
untuk menyelamatkan diri dan berfikir untuk banyak hal. Ironis sekali saat
banjir sudah surut, letusan gunung berangsur menurun semua lupa akan ide-ide
cemerlang yang ada. Berkat akan menjadi kutuk kalau dihadapi dan disikapi
dengan negatif dan tergopoh-gopoh. Kutuk akan menjadi berkat kalau dapat
diterima dengan pemikiran yang positif.
Pola pikir dan penerimaan benar-benar
perlu dikembangkan agar menjadi bangsa yang penuh syukur, bukan dalam wacana
namun tindak nyata dan membangun bangsa ini penuh optimisme. Optimisme perlu dibangun dan dibentuk. Sekian
lama kita direpresi menjadi bangsa yang pesimis dan ketakutan dengan banyak hal
yang tidak jelas.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar