Kamis, 20 Februari 2014

Pembelajaran Berimbang dan Obyektif

Pembelajaran Berimbang dan Obyektif


Bangsa Indonesia patut bersyukur atas limpahan berkat yang tiada tara. Negara ini sebenarnya kaya akan alam yang melimpah. Samudera yang terbentang dari Sabang sampai Merauke, gunung baik api ataupun mati, membentang dari Sumatera, Jawa, Bali, Nusa Tenggara, Papua, Maluku, Sulawasi, dan cuma Kalimantan yang tidak memilikinya. Melihat  pemberitaan  berbagai media saat ini, kurang menyajikan pendidikan akan bencana. Rakyat sepertinya hanya disugguhi bahwa berkat itu menjadi kutuk semata. Letusan gunung berapi yang bertubi-tubi. Laut yang berpotensi tsunami.
Negara sungguh abai akan hal ini. Kesalahan negara paling saya ingat adalah gerhana matahari total sekitar awal delapan puluhan. Fenomena alam yang sangat, sangat langka, karena seabad sekali baru akan terjadi. Pembelajaran dan terbitan-terbitan negara bernuansa negatif dan menakut-nakuti, sayang sekali padahal di negara lain, fenomena itu dijual dan wisata yang amat mahal, dengan menggunakan penerbangan tentunya menghasilkan devisa mulai hotel, pesawat, kuliner, dan banyak sekali yang bisa mendapatkan keuntungan. Lha malah kebutaan yang dikedepankan ketika itu melintasi negara ini. Memang kebutaan akan membahayakan bagi yang kurang berpengalaman dan minim pengetahuan. Mengapa tidak diinformasikan menikmati gerhana matahari total dengan aman.
Gunung meletus, banjir sebenarnya menjadi bagian rutin dari kehidupan Bangsa Indonesia, mengapa selalu saja seperti tergagap-gagap, ketika terjadi semua terkejut dan tergopoh-gopoh untuk menyelamatkan diri dan berfikir untuk banyak hal. Ironis sekali saat banjir sudah surut, letusan gunung berangsur menurun semua lupa akan ide-ide cemerlang yang ada. Berkat akan menjadi kutuk kalau dihadapi dan disikapi dengan negatif dan tergopoh-gopoh. Kutuk akan menjadi berkat kalau dapat diterima dengan pemikiran yang positif.
Pola pikir dan penerimaan benar-benar perlu dikembangkan agar menjadi bangsa yang penuh syukur, bukan dalam wacana namun tindak nyata dan membangun bangsa ini penuh optimisme.  Optimisme perlu dibangun dan dibentuk. Sekian lama kita direpresi menjadi bangsa yang pesimis dan ketakutan dengan banyak hal yang tidak jelas.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar