Belajar Pro Aktif dari Pemazmur
(Mazmur 126)
Dewasa ini, situs, web, blog, ataupun kumpulan
kata-kata motivasi menjadi santapan paling menyenangkan bagi banyak orang.
Seminar-seminar motivasi menjamur layaknya musim penghujan. Bertiket lumayan
mahal, peminat tidak pernah sepi. Buku-buku motivasi memenuhi sebagian besar
toko-toko buku, baik kecil ataupun besar. Beraneka ragam tulisan, jenis
penyajian, pengarang, penerbit, namun satu tema, motivasi.
Realitas kehidupan yang membutuhkan tantangan besar
rupanya membuat orang mencari alternatif lain dengan memberikan porsi
pemikiran, tenaga, dana, dan waktu untuk menyelami dunia ‘lain’ yang disuguhkan
oleh motivator-motivator ulung. Pengalaman-pengalaman orang lain hendak
dijadikan cermin, bahkan mungkin pola untuk mengubah nasib dan keadaan
penikmatnya.
Berbagai bahasa, istilah, ditawarkan secara
universal, bahwa keadaan kurang beruntung bisa diubah dengan pengalaman yang
sudah dilampaui oleh penyaji, melalui berbagai media, baik buku, seminar,
ataupun melalui dan dalam media dunia maya.
Ternyata peristiwa saat ini, relatif sama, relatif
identik dengan pengalaman ribuan tahun lalu yang dialami Bangsa Israel, mengalami
banyak persoalan, baik militer, pertanian, ataupun permasalahan pribadi.
Menderita sakit, proses peradilan yang tidak adil dan jujur, pengkhianatan,
ataupun merasa berdosa kepada Sang Pencipta.
Pengalaman-pengalaman tersebut diangkat Pemazmur di
dalam Mazmur mereka. Salah satu Mazmur Pro
Aktif adalah Mazmur 126. Oleh para penasif Mazmur ini dimasukkan dalam
kategori Mazmur Ratapan. Mazmur yang terdiri atas 6 ayat ini memberikan kepada
kita pengajaran yang bahkan di zaman modern ini masih sangat kontekstual.
Pribadi yang ingin berkembang adalah pribadi
sebagai berikut;
·
Berani bermimpi (ay. 1)
Mimpi
merupakan bahasa dan istilah pemazmur,
istilah dan bahasa motivator saat ini adalah goal, tujuan, keinginan,
dan banyak lagi istilah yang digunakan. Masalah pembahasaan, istilah,
terminologi, ataupun pemakaian kata apapun tidak menjadi perbedaan, karena satu
yang hendak disampaikan. Semua manusia hendaknya memiliki tujuan, mimpi,
keinginan yang jelas, pasti, dan nyata. Mimpi hendaknya;
o
Berilah ungkapan
Salah satu motivator memakai terminologi
ungkapan mimpi itu agar direspons oleh alam semesta. Alam semesta di sini dapat
diartikan sebagai seluruh dunia dan isinya, juga Allah Yang Mahakuasa.
Pengungkapan mimpi itu agar diamini, dibantu oleh seluruh alam semesta. Respons
positif dengan dukungan, masukan, dorongan, bantuan, motivasi sesama akan
berarti banyak dalam mewujudkan mimpi itu.
o
Yakini di dalam hati dan kehidupan sehari-hari
Mimpi itu tetap diyakini akan menjadi
nyata dengan sepenuh hati dan budi, di dalam segala suasana. Halangan,
rintangan, akan menjadikan pemimpi semakin kuat menghadapi berkat yang akan
diterima sebagai konsekuensi mimpi tersebut. Selalu mengingat mimpi itu, bahkan
ketika jalan yang dilalui sepertinya tidak ada lagi. Mimpi merupakan daya
dorong dari dalam ketika lemah, dan merasa tidak berdaya.
o
Fokus akan mimpi itu
Banyak tawaran bagi pemimpi besar.
Tawaran yang melenakan, sehingga tidak mencapai mimpi itu. Jalani impian itu
dengan fokus yang tetap. Gigih, tekun, setia, dan yakin akan mimpi sendiri.
·
Bersorak sorai dan bersuka cita (ay.2)
Semua orang,
pribadi kalau namanya manusia, tidak ada yang tidak berusaha. Dalam berusaha dan mewujudkan mimpi itu perlu
energi yaitu suka cita. Suka cita membuat perjuangan menjadi ringan. Pikiran
jernih sehingga memberikan pencerahan, jalan keluar saat menghadapi gangguan
dalam perjalanan mewujudkan mimpi itu. Agar selalu mampu bersuka cita, manusia
perlu untuk:
o
Antusias
Semangat dalam segala sesuatu. Ciri-ciri
yang dapat dilihat dan dirasakan pribadi yang antusias yaitu semangat, ceria
dalam wajah ataupun bahasa tubuhnya, penuh syukur, selalu tersenyum, hangat,
menyenangkan, mudah tertawa, optimis, itu dapat dengan mudah dirasakan
orang-orang di sekelilingnya.
o
Melangkah dengan pasti
Langkah yang tertatih-tatih dan
ragu-ragu, perlu disadari dan diluruskan berarti belum meyakini mimpinya
sendiri.
·
Sukacita berasal dari Tuhan (ay.3)
Suka cita dan
kegembiraan, antusiasme, semangat, sorak sorai perlu menjadi kesadaran penuh
itu semua berasal dari Tuhan. Perlu rasa syukur dan ingat segala sesuatu
berasal dari Tuhan, dengan demikian akan menjadi pribadi yang rendah hati,
dapat berempati, bersimpati terhadap sesama. Usaha diri penting, jauh lebih
penting dan utama adalah berkat yang dari Tuhan. Manusia berusaha dengan
sepenuh daya upaya, Tuhan yang akan menggenapkannya.
·
Berani berdoa atau berseru kepada Tuhan (ay.4)
Serukan mimpi
dan usaha itu kepada Yang Berkuasa, semua hak ada pada DIA. Hak Prerogatif yang
tidak dapat diganggu gugat. Mohonkan kepada Tuhan apa yang menjadi mimpi itu,
sehingga Tuhan dapat memberikan apa yang menjadi mimpi, kerinduan itu.
·
Selalu berusaha (ay.5)
Bahasa
Pemazmur adalah menabur dengan bercucuran
air mata. Pemazmur menuliskan Mazmur ini di tengah dunia petani. Petani
ketika menabur berlinang air mata dalam arti berusaha sungguh-sungguh dalam
terik matahari ataupun dinginnya hujan, banyak gulma, hama, dan kesulitan,
itu wajar, itu manusiawi, sangat lumrah. Menghadapi itu semua adalah bertekun.
·
Melangkah maju (ay.6)
Mewujudkan mimpi
tidak pernah melangkah mundur. Tuhan menciptakan semua indra kehidupan manusia
di depan. Melangkah adalah maju, menatap ke depan, sama dengan maju, menghirup
udara yang ada di depan, memakan, mengunyah, dan menyuap ada pada bagian depan.
Semua disiapkan untuk melangkah maju.
Setelah semua hal tersebut di atas dapat dan telah
dilakukan dengan semestinya, bersiaplah untuk mendapatkan hasil yang telah
Tuhan janjikan. Tuhan tidak pernah mengingkari apa yang menjadi janjinya.
Berkat Tuhan akan dilimpahkan kepada orang yang penuh suka cita dalam berusaha,
dan melakukan dengan penuh syukur dan semangat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar