Selasa, 11 Februari 2014

Pro Aktif Ala Pemazmur

Belajar Pro Aktif  dari Pemazmur
(Mazmur 126)

Dewasa ini, situs, web, blog, ataupun kumpulan kata-kata motivasi menjadi santapan paling menyenangkan bagi banyak orang. Seminar-seminar motivasi menjamur layaknya musim penghujan. Bertiket lumayan mahal, peminat tidak pernah sepi. Buku-buku motivasi memenuhi sebagian besar toko-toko buku, baik kecil ataupun besar. Beraneka ragam tulisan, jenis penyajian, pengarang, penerbit, namun satu tema, motivasi.
Realitas kehidupan yang membutuhkan tantangan besar rupanya membuat orang mencari alternatif lain dengan memberikan porsi pemikiran, tenaga, dana, dan waktu untuk menyelami dunia ‘lain’ yang disuguhkan oleh motivator-motivator ulung. Pengalaman-pengalaman orang lain hendak dijadikan cermin, bahkan mungkin pola untuk mengubah nasib dan keadaan penikmatnya.
Berbagai bahasa, istilah, ditawarkan secara universal, bahwa keadaan kurang beruntung bisa diubah dengan pengalaman yang sudah dilampaui oleh penyaji, melalui berbagai media, baik buku, seminar, ataupun melalui dan dalam media dunia maya.
Ternyata peristiwa saat ini, relatif sama, relatif identik dengan pengalaman ribuan tahun lalu yang dialami Bangsa Israel, mengalami banyak persoalan, baik militer, pertanian, ataupun permasalahan pribadi. Menderita sakit, proses peradilan yang tidak adil dan jujur, pengkhianatan, ataupun merasa berdosa kepada Sang Pencipta.
Pengalaman-pengalaman tersebut diangkat Pemazmur di dalam Mazmur mereka. Salah satu Mazmur Pro Aktif adalah Mazmur 126. Oleh para penasif Mazmur ini dimasukkan dalam kategori Mazmur Ratapan. Mazmur yang terdiri atas 6 ayat ini memberikan kepada kita pengajaran yang bahkan di zaman modern ini masih sangat kontekstual.
Pribadi yang ingin berkembang adalah pribadi sebagai berikut;
·         Berani bermimpi (ay. 1)
Mimpi merupakan bahasa dan istilah pemazmur,  istilah dan bahasa motivator saat ini adalah goal, tujuan, keinginan, dan banyak lagi istilah yang digunakan. Masalah pembahasaan, istilah, terminologi, ataupun pemakaian kata apapun tidak menjadi perbedaan, karena satu yang hendak disampaikan. Semua manusia hendaknya memiliki tujuan, mimpi, keinginan yang jelas, pasti, dan nyata. Mimpi hendaknya;
o   Berilah ungkapan
Salah satu motivator memakai terminologi ungkapan mimpi itu agar direspons oleh alam semesta. Alam semesta di sini dapat diartikan sebagai seluruh dunia dan isinya, juga Allah Yang Mahakuasa. Pengungkapan mimpi itu agar diamini, dibantu oleh seluruh alam semesta. Respons positif dengan dukungan, masukan, dorongan, bantuan, motivasi sesama akan berarti banyak dalam mewujudkan mimpi itu. 
o   Yakini di dalam hati dan kehidupan sehari-hari
Mimpi itu tetap diyakini akan menjadi nyata dengan sepenuh hati dan budi, di dalam segala suasana. Halangan, rintangan, akan menjadikan pemimpi semakin kuat menghadapi berkat yang akan diterima sebagai konsekuensi mimpi tersebut. Selalu mengingat mimpi itu, bahkan ketika jalan yang dilalui sepertinya tidak ada lagi. Mimpi merupakan daya dorong dari dalam ketika lemah, dan merasa tidak berdaya.
o   Fokus akan mimpi itu
Banyak tawaran bagi pemimpi besar. Tawaran yang melenakan, sehingga tidak mencapai mimpi itu. Jalani impian itu dengan fokus yang tetap. Gigih, tekun, setia, dan yakin akan mimpi sendiri.
·         Bersorak sorai dan bersuka cita (ay.2)
Semua orang, pribadi kalau namanya manusia, tidak ada yang tidak berusaha.  Dalam berusaha dan mewujudkan mimpi itu perlu energi yaitu suka cita. Suka cita membuat perjuangan menjadi ringan. Pikiran jernih sehingga memberikan pencerahan, jalan keluar saat menghadapi gangguan dalam perjalanan mewujudkan mimpi itu. Agar selalu mampu bersuka cita, manusia perlu untuk:
o   Antusias
Semangat dalam segala sesuatu. Ciri-ciri yang dapat dilihat dan dirasakan pribadi yang antusias yaitu semangat, ceria dalam wajah ataupun bahasa tubuhnya, penuh syukur, selalu tersenyum, hangat, menyenangkan, mudah tertawa, optimis, itu dapat dengan mudah dirasakan orang-orang di sekelilingnya.
o   Melangkah dengan pasti
Langkah yang tertatih-tatih dan ragu-ragu, perlu disadari dan diluruskan berarti belum meyakini mimpinya sendiri.
·         Sukacita berasal dari Tuhan (ay.3)
Suka cita dan kegembiraan, antusiasme, semangat, sorak sorai perlu menjadi kesadaran penuh itu semua berasal dari Tuhan. Perlu rasa syukur dan ingat segala sesuatu berasal dari Tuhan, dengan demikian akan menjadi pribadi yang rendah hati, dapat berempati, bersimpati terhadap sesama. Usaha diri penting, jauh lebih penting dan utama adalah berkat yang dari Tuhan. Manusia berusaha dengan sepenuh daya upaya, Tuhan yang akan menggenapkannya.
·         Berani berdoa atau berseru kepada Tuhan (ay.4)
Serukan mimpi dan usaha itu kepada Yang Berkuasa, semua hak ada pada DIA. Hak Prerogatif yang tidak dapat diganggu gugat. Mohonkan kepada Tuhan apa yang menjadi mimpi itu, sehingga Tuhan dapat memberikan apa yang menjadi mimpi, kerinduan itu.
·         Selalu berusaha (ay.5)
Bahasa Pemazmur adalah menabur dengan bercucuran air mata. Pemazmur menuliskan Mazmur ini di tengah dunia petani. Petani ketika menabur berlinang air mata dalam arti berusaha sungguh-sungguh dalam terik matahari ataupun dinginnya hujan, banyak gulma, hama, dan kesulitan, itu wajar, itu manusiawi, sangat lumrah. Menghadapi itu semua adalah bertekun.
·         Melangkah maju (ay.6)
Mewujudkan mimpi tidak pernah melangkah mundur. Tuhan menciptakan semua indra kehidupan manusia di depan. Melangkah adalah maju, menatap ke depan, sama dengan maju, menghirup udara yang ada di depan, memakan, mengunyah, dan menyuap ada pada bagian depan. Semua disiapkan untuk melangkah maju.


Setelah semua hal tersebut di atas dapat dan telah dilakukan dengan semestinya, bersiaplah untuk mendapatkan hasil yang telah Tuhan janjikan. Tuhan tidak pernah mengingkari apa yang menjadi janjinya. Berkat Tuhan akan dilimpahkan kepada orang yang penuh suka cita dalam berusaha, dan melakukan dengan penuh syukur dan semangat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar