KURAWA SEDANG MENGEMUKA DI NEGARA INI...
Lagi, Mbah Rono
Meluruskan Istilah "Lahar Dingin" Lewat Facebook, ini adalah berita
yang dimuat oleh Kompas,
Rabu, 19 Februari 2014 | 11:20 WIB, merupakan sebuah
kebenaran, banyak kesalahan yang perlu diluruskan. Saat kebenaran tidak
didengarkan, malah mendapat tanggapan seperti ini? Semua saya copy paste dari Kompas.com, Kamis, 20
Februari 2014, 6:33
LAHAR DINGIN, DARI DULU JUGA LAHAR DINGIN, kok
aneh baru kali ini disebut LAHAR HUJAN, nanti ada lahar badai, lahar gerimis,
lahar salju, ............ aya aya wae
Mau istilah apa saja ya sah, ini bukan kajian ilmiah. Yg
penting orangnya faham, lebih2 di FB, ya saja ganti ea, aku diganti q dst. Udut
riyen mBah Rono.
Bukan hendak mendeskreditkan para komentator, hanya
menunjukkan betapa bangsa ini sedang sakit akut, sehingga kesalahan dan
kekeliruan yang mau diluruskan malah mendapatkan hujatan. Tentu semua orang
akan sepakat sebagai orang beriman dan beragama pernah belajar mengenai
Kitab-Kitab Suci, apapun agamanya. Setiap masa Nabi-Nabi besar siapapun itu
diutus dan dikirim untuk menyadarkan suatu masa dan massa mesti ditolak.
Kalau boleh mengambil cermin dari dunia pewayangan, Para
Kurawa, selalu saja diberi nasehat baik, selalu saja ditolak. Contoh lain
ketika menjelang pemilu 2009, sebagian besar bangsa ini menyatakan pasti Pak Beye
akan menjadi pemenang pemilu plus pemenang pilpres, bahkan dengan sombongnya
menyatakan dipasangkan dengan sandal jepit saja tidak akan ada yang dapat
mengalahkannya. Sekarang, coba dilihat dan disimak, bahkan kelompok pendukung SBY,
tidak lagi pakai Pak atau Bapak, seperti menyebut pelaku kriminal teriak
lantang sekali semua kisruh kalau SBY diganti. Bukan pendukung parpol apapun,
hanya ingin menunjukkan contoh nyata, PDIP yang memilih tidak mendukungpun
justru tidak pernah seperti itu.
Kurawa-Kurawa abad XXI sudah menjadi darah daging bagi bangsa
ini, terutama para pejabat, dan itu menjadi contoh dan teladan bagi rakyat
jelata yang bingung menghadapi hidup diberi sajian keteladan buruk, sehingga
mudah mendarah daging di sanubari rakyat. Kebenaran adalah kebenaran, beda
pendapat hal biasa, kaji dan terima dengan kepala dan hati dingin sehingga
tidak akan menghasilkan hujat dan cela. Sudah salah teriak merasa paling benar
ketika diberi tahu kesalahannya seperti bisul kena sentuh.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar