Kamis, 20 Februari 2014

Para Kurawa

KURAWA SEDANG MENGEMUKA DI NEGARA INI...

Lagi, Mbah Rono Meluruskan Istilah "Lahar Dingin" Lewat Facebook, ini adalah berita yang dimuat oleh Kompas,
Rabu, 19 Februari 2014 | 11:20 WIB, merupakan sebuah kebenaran, banyak kesalahan yang perlu diluruskan. Saat kebenaran tidak didengarkan, malah mendapat tanggapan seperti ini? Semua saya copy paste dari Kompas.com, Kamis, 20 Februari 2014, 6:33
LAHAR DINGIN, DARI DULU JUGA LAHAR DINGIN, kok aneh baru kali ini disebut LAHAR HUJAN, nanti ada lahar badai, lahar gerimis, lahar salju, ............ aya aya wae
Mau istilah apa saja ya sah, ini bukan kajian ilmiah. Yg penting orangnya faham, lebih2 di FB, ya saja ganti ea, aku diganti q dst. Udut riyen mBah Rono.
Bukan hendak mendeskreditkan para komentator, hanya menunjukkan betapa bangsa ini sedang sakit akut, sehingga kesalahan dan kekeliruan yang mau diluruskan malah mendapatkan hujatan. Tentu semua orang akan sepakat sebagai orang beriman dan beragama pernah belajar mengenai Kitab-Kitab Suci, apapun agamanya. Setiap masa Nabi-Nabi besar siapapun itu diutus dan dikirim untuk menyadarkan suatu masa dan massa mesti ditolak.
Kalau boleh mengambil cermin dari dunia pewayangan, Para Kurawa, selalu saja diberi nasehat baik, selalu saja ditolak. Contoh lain ketika menjelang pemilu 2009, sebagian besar bangsa ini menyatakan pasti Pak Beye akan menjadi pemenang pemilu plus pemenang pilpres, bahkan dengan sombongnya menyatakan dipasangkan dengan sandal jepit saja tidak akan ada yang dapat mengalahkannya. Sekarang, coba dilihat dan disimak, bahkan kelompok pendukung SBY, tidak lagi pakai Pak atau Bapak, seperti menyebut pelaku kriminal teriak lantang sekali semua kisruh kalau SBY diganti. Bukan pendukung parpol apapun, hanya ingin menunjukkan contoh nyata, PDIP yang memilih tidak mendukungpun justru tidak pernah seperti itu.
Kurawa-Kurawa abad XXI sudah menjadi darah daging bagi bangsa ini, terutama para pejabat, dan itu menjadi contoh dan teladan bagi rakyat jelata yang bingung menghadapi hidup diberi sajian keteladan buruk, sehingga mudah mendarah daging di sanubari rakyat. Kebenaran adalah kebenaran, beda pendapat hal biasa, kaji dan terima dengan kepala dan hati dingin sehingga tidak akan menghasilkan hujat dan cela. Sudah salah teriak merasa paling benar ketika diberi tahu kesalahannya seperti bisul kena sentuh.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar