Rabu, 12 Februari 2014

Sehat Menyeluruh

Sehat Secara Holistik
Acap mendengar, menyaksikan, atau bahkan mengalami, badan rasanya sakit semua tetapi ketika diperiksakan secara medis tidak ditemukan sakit apapun. Pengalaman lain, mengalami kebingunan dan kesulitan saat sudah diet mati-matian, konsultasi ke mana-mana namun tubuhnya tetap saja kelebihan berat badan. Ada juga badannya besar, gagah, dan bugar, namun begitu tersinggung sedikit, marah bahkan golok bicara. Fenomena lucu saat ini adalah ramainya rumah-rumah sakit yang menyediakan kamar khusus untuk caleg  gagal. Mudah stres ketika gagal, tidak terpenuhi keinginannya, menyalahkan pihak lain ketika memperoleh halangan. Sehat sekarang ini sudah menjadi kebutuhan sebagaimana makan dan minum. Rumah sakit dan klinik-klinik kesehatan menjamur di mana-mana. Konsultasi kesehatan menjadi konsumsi banyak orang. Cukupkah sehat secara fisik saja? Kalau tidak, sehat apalagi yang perlu diperoleh sehingga menjadi manusia yang benar-benar sehat dan sehat secara menyeluruh.
1.       Sehat secara fisik
Fisik yang sehat jelas sekali indikatornya, yaitu tidak sakit badannya, dan dengan pengujian laboratorium tidak diketemukan masalah dengan organ-organ tubuhnya sama sekali. Parameter dan tanda-tandanya jelas. Bagaimana agar sehat secara fisik?
a.       Dengarkan dan pekalah pada tubuh sendiri
Pribadi dan diri sendirilah yang paling tahu kapan harus makan, kapan harus istirahat, kapan perlu duduk. Tubuh pasti akan memberikan tanda-tanda dan keinginannya dan yang paling tahu ialah diri sendiri, dan setiap orang memiliki ritme masing-masing. Pekalah juga akan perubahan-perubahan yang ada di dalam tubuh atau badan sendiri. Mengapa merasakan ini, dan ada perubahan yang kurang menguntungkan kesehatan.
b.      Makan berbagai makanan sehat
Makan secara seimbang, baik karbohidrat, protein, ataupun gizi lainnya. Makan sehat secara cukup dan tidak berlebihan.
c.       Batasi makan makanan berlemak, minyak, dan manis
Hati-hati makan gorengan, enak memang sesekali tidak apa-apa, asal tidak setiap saat. Demikian juga dengan mengkonsumsi gula. Perlu diperhatikan asupan gula dari banyak  makanan.
d.      Hindari kafein
Kafein dapat menjadikan kecanduan. Bagaimana mengetahui bahwa sudah kecanduan kafein? Mengentikan sementara sekitar satu hingga dua hari dan merasakan kepala sakit dan pusing, dan ketika menikmati kafein, maka dapat dikatakan sudah ketagihan kafein.
Kafein menyebabkan sulit tidur, jantung berdebar-debar, sakit perut, dan mimpi buruk, serta membuat gelisah hingga mengetukkan jari jemari ke meja, hingga mengganggu orang sekeliling. Kafein terutama  ada di dalam kopi, selain itu terkandung juga dalam coklat, kapsul obat sakit flu, obat sakit kepala, sirup obat batuk.
e.      Batasi konsumsi garam dan sodium
Garam yang berlebihan mempengaruhi tekanan darah. Lidah dapat dilatih dengan sedikit saja garam. Atau diganti dengan rempah-rempah tumbuhan sebagai perisa. Lada hitam dapat juga dijadikan alternatif .



f.        Berolah raga secara teratur
Berolah raga menguatkan sistem cardiopulmonary, merangsang organ-organ vital, dan menjaga fleksibilitas tubuh. Kebanyakan orang cukup 30 menit, tiga hingga empat kali seminggu.
g.       Tidur yang cukup
Secara umum orang membutuhkan tidur selama delapan jam per hari. Memang bukan pedoman kaku bahwa delapan jam, ada yang kebutuhannya kurang atau lebih. Panjangnya tidur dapat menjadi pelarian, menghindari tanggung jawab. Kalau sudah tidur 10-12 jam pada malam hari, dan siang masih juga tidur perlu bertanya pada diri sendiri adakah yang perlu diperbaiki, hadapi, atau perlu diputuskan.
h.      Jauhi rokok, alkohol, dan obat-obatan
Studi dan penelitian mengindikasikan bahwa hampir 85% dari semua kejahatan berkaitan dengan alkohol dan obat-obatan terlarang. The American Cancer Society mengestimasikan bahwa rokok menyebabkan 87% kematian akibat kanker paru-paru. Alkohol, obat, dan rokok adalah penyebab utama penyakit dini yang seharusnya dapat dicegah, cacat, dan kematian di Amerika Serikat.
Kalau sudah terlanjur menjadi pengguna berhenti sekarang juga. Kalau belum syukuri dan jangan sekali-kali ingin mencoba.
2.       Sehat secara mental dan emosional
Sehat secara fisik jelas parameter dan banyak tempat dengan mudah ditemui untuk menjamin kesehatannya. Kesehatan mental dan emosional perlu juga dijaga dan dipelihara agar sehat. Bagaimana menjadikan sehat secara mental dan emosional?
a.       Tip sederhana
1)    Ekspresikan
2)    Bicarakan
3)    Bersihkan
4)    Maju terus
b.      Otak perlu istirahat juga
Otak sebagaimana tubuh, memerlukan istirahat serta relaksasi. Saat tidur  dan bermimipi otak menghasilkan senyawa kimiawi dan protein untuk menggantikan yang sudah digunakan sepanjang hari saat berjaga.
c.       Melatih otak
Olah raga bagi otak juga penting. Agar tetap fleksibel dan kuat olah raga otak diajurkan dilakukan secara teratur. Memastikan otak tetap aktif dengan cara membaca, berfikir, banyakk bertanya, memecahkan masalah, mempelajari hal baru. Tetap aktif secara fisik adalah salah satu hal terbaik yang bisa dilakukan bagi otak.
d.      Makan makanan yang sehat
Sama dengan badan, otak juga membutuhkan makanan. Otak membutuhkan asupan nutrisi dari makanan yang sehat. Meskipun belum ada kesepatan dari para ahli jenis maanan apa yang paling baik untuk otak.
e.      Merasakan perasaan
Perasaan sedih, kecewa, marah, atau perasaan tidak baik lainnya tidak perlu dirisaukan. Menyadari keadaan-keadaan tersebut baik, justru tidak baik ialah ketika hendak menyingkirkan, perasaan itu akan makin mendesak dan mencekik. Melampiaskan perasaan buruk dengan berteriak, atau marah akan membantu. Cara yang baik melampiaskan itu semua adalah yang tidak melukai siapapun. Sekiranya emosi sudah tidak wajar perlu mendapatkan pertolongan dari orang yang jauh lebih kompeten.
f.        Menghindari rute-rute pelarian
Saat perasaan tidak enak biasanya hadir biasanya orang akan mencari pelampiasan. Pelampiasan yang menggoda untuk tidur banyak, menonton sampai lupa waktu, menunda-nunda tanggung jawab, bolos sekolah, menarik diri, lari ke alkohol dan obat terlarang, dan masih banyak lagi. Emosi tidak bisa dihindari dengan berlari. Emosi akan lari mengikuti terus.
g.       Menerima fakta tidak enak
Dengan menerima bukan berarti menyerah. Melainkan menerima segala yang sedih dan buruk dengan besar hati. Tidak perlu membuang energi untuk sesuatu yang tidak dapat diubah. Jauh lebih bijaksana adalah belajar dari pengalaman yang pernah terjadi dan terus melangkah maju. Menatap ke depan.
h.      Membantu diri menjadi lebih baik
1)    Fokus pada hal yang mampu dan dapat diubah. Ikut dalam forum-forum diskusi yang bisa dibuat tanpa melukai diri sendiri ataupun pihak lain
2)    Menuliskan perasaan-perasaan dalam buku harian. Dengan menuliskan dapat melegakan ketegangan, kesedihan, dan kemarahan.
3)    Gambarkan perasaan-perasaan yang ada. Tidak perlu khawatir dengan bagaimana jadinya gambar itu. Tidak perlu berfikir baik atau buruknya gambar dan kesalahan, yang penting menggambarkannya
4)    Mendengarkan musik yang menyejukkan hati
5)    Membuat sesuatu yang menyenangkan. Membaca buku, menaiki sepeda dan keliling taman, nonton video, membelai binatang peliharaan yang disukai, melewatkan waktu bersama teman.
6)    Bermeditasi dan berdoa
7)    Berlatih relakasasi. Dengan berbaring atau duduk di kursi yang nyaman. Rilekskanlah setiap otot tubuh sambil mengatur nafas. Berfikir atau kalau perlu ucapkan kepada diri sendiri, “Aku bisa menghadapi ini. Aku bisa memperbaiki ini. Aku bisa melakukan ini.” Secara berulang-ulang, sehingga menjadi tenang dan damai.
8)    Melayani orang lain. Melayani orang lain akan membawa kepada keadaan baru, bagaimana baiknya perasaan kalau fokus untuk membantu orang lain. Hal ini bukan untuk menghilangkan masalah, namun akan meningkatkan kemampuan untuk menanganinya.

9)    Menetapkan batas waktu untuk perasaan-peraan tersebut. Memutuskan bahwa akan baik saja dalam satu jam misalnya, atau sehari, seminggu lagi. Ada batasan yang jelas dan pasti.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar