Sehat Secara Holistik
Acap mendengar, menyaksikan, atau
bahkan mengalami, badan rasanya sakit semua tetapi ketika diperiksakan secara
medis tidak ditemukan sakit apapun. Pengalaman lain, mengalami kebingunan dan
kesulitan saat sudah diet mati-matian, konsultasi ke mana-mana namun tubuhnya
tetap saja kelebihan berat badan. Ada juga badannya besar, gagah, dan bugar,
namun begitu tersinggung sedikit, marah bahkan golok bicara. Fenomena lucu saat
ini adalah ramainya rumah-rumah sakit yang menyediakan kamar khusus untuk caleg gagal. Mudah stres ketika gagal, tidak
terpenuhi keinginannya, menyalahkan pihak lain ketika memperoleh halangan. Sehat
sekarang ini sudah menjadi kebutuhan sebagaimana makan dan minum. Rumah sakit
dan klinik-klinik kesehatan menjamur di mana-mana. Konsultasi kesehatan menjadi
konsumsi banyak orang. Cukupkah sehat secara fisik saja? Kalau tidak, sehat
apalagi yang perlu diperoleh sehingga menjadi manusia yang benar-benar sehat
dan sehat secara menyeluruh.
1.
Sehat secara fisik
Fisik yang sehat jelas sekali indikatornya, yaitu
tidak sakit badannya, dan dengan pengujian laboratorium tidak diketemukan
masalah dengan organ-organ tubuhnya sama sekali. Parameter dan tanda-tandanya
jelas. Bagaimana agar sehat secara fisik?
a.
Dengarkan dan pekalah pada tubuh sendiri
Pribadi dan diri
sendirilah yang paling tahu kapan harus makan, kapan harus istirahat, kapan
perlu duduk. Tubuh pasti akan memberikan tanda-tanda dan keinginannya dan yang
paling tahu ialah diri sendiri, dan setiap orang memiliki ritme masing-masing. Pekalah
juga akan perubahan-perubahan yang ada di dalam tubuh atau badan sendiri. Mengapa
merasakan ini, dan ada perubahan yang kurang menguntungkan kesehatan.
b. Makan
berbagai makanan sehat
Makan secara
seimbang, baik karbohidrat, protein, ataupun gizi lainnya. Makan sehat secara
cukup dan tidak berlebihan.
c. Batasi
makan makanan berlemak, minyak, dan manis
Hati-hati makan
gorengan, enak memang sesekali tidak apa-apa, asal tidak setiap saat. Demikian juga
dengan mengkonsumsi gula. Perlu diperhatikan asupan gula dari banyak makanan.
d. Hindari
kafein
Kafein dapat
menjadikan kecanduan. Bagaimana mengetahui bahwa sudah kecanduan kafein? Mengentikan
sementara sekitar satu hingga dua hari dan merasakan kepala sakit dan pusing, dan
ketika menikmati kafein, maka dapat dikatakan sudah ketagihan kafein.
Kafein menyebabkan
sulit tidur, jantung berdebar-debar, sakit perut, dan mimpi buruk, serta
membuat gelisah hingga mengetukkan jari jemari ke meja, hingga mengganggu orang
sekeliling. Kafein terutama ada di dalam
kopi, selain itu terkandung juga dalam coklat, kapsul obat sakit flu, obat
sakit kepala, sirup obat batuk.
e. Batasi
konsumsi garam dan sodium
Garam yang
berlebihan mempengaruhi tekanan darah. Lidah dapat dilatih dengan sedikit saja
garam. Atau diganti dengan rempah-rempah tumbuhan sebagai perisa. Lada hitam
dapat juga dijadikan alternatif .
f.
Berolah raga secara teratur
Berolah raga
menguatkan sistem cardiopulmonary,
merangsang organ-organ vital, dan menjaga fleksibilitas tubuh. Kebanyakan orang
cukup 30 menit, tiga hingga empat kali seminggu.
g. Tidur
yang cukup
Secara umum
orang membutuhkan tidur selama delapan jam per hari. Memang bukan pedoman kaku
bahwa delapan jam, ada yang kebutuhannya kurang atau lebih. Panjangnya tidur
dapat menjadi pelarian, menghindari tanggung jawab. Kalau sudah tidur 10-12 jam
pada malam hari, dan siang masih juga tidur perlu bertanya pada diri sendiri
adakah yang perlu diperbaiki, hadapi, atau perlu diputuskan.
h. Jauhi
rokok, alkohol, dan obat-obatan
Studi dan
penelitian mengindikasikan bahwa hampir 85% dari semua kejahatan berkaitan
dengan alkohol dan obat-obatan terlarang. The
American Cancer Society mengestimasikan bahwa rokok menyebabkan 87%
kematian akibat kanker paru-paru. Alkohol, obat, dan rokok adalah penyebab
utama penyakit dini yang seharusnya dapat dicegah, cacat, dan kematian di
Amerika Serikat.
Kalau sudah
terlanjur menjadi pengguna berhenti sekarang juga. Kalau belum syukuri dan
jangan sekali-kali ingin mencoba.
2.
Sehat secara mental dan emosional
Sehat secara fisik jelas parameter dan banyak tempat
dengan mudah ditemui untuk menjamin kesehatannya. Kesehatan mental dan
emosional perlu juga dijaga dan dipelihara agar sehat. Bagaimana menjadikan
sehat secara mental dan emosional?
a.
Tip sederhana
1)
Ekspresikan
2)
Bicarakan
3)
Bersihkan
4)
Maju terus
b.
Otak perlu istirahat juga
Otak sebagaimana tubuh, memerlukan istirahat serta
relaksasi. Saat tidur dan bermimipi otak
menghasilkan senyawa kimiawi dan protein untuk menggantikan yang sudah
digunakan sepanjang hari saat berjaga.
c.
Melatih otak
Olah raga bagi otak juga penting. Agar tetap fleksibel
dan kuat olah raga otak diajurkan dilakukan secara teratur. Memastikan otak
tetap aktif dengan cara membaca, berfikir, banyakk bertanya, memecahkan
masalah, mempelajari hal baru. Tetap aktif secara fisik adalah salah satu hal
terbaik yang bisa dilakukan bagi otak.
d.
Makan makanan yang sehat
Sama dengan badan, otak juga membutuhkan makanan. Otak
membutuhkan asupan nutrisi dari makanan yang sehat. Meskipun belum ada
kesepatan dari para ahli jenis maanan apa yang paling baik untuk otak.
e.
Merasakan perasaan
Perasaan sedih, kecewa, marah, atau perasaan tidak
baik lainnya tidak perlu dirisaukan. Menyadari keadaan-keadaan tersebut baik,
justru tidak baik ialah ketika hendak menyingkirkan, perasaan itu akan makin
mendesak dan mencekik. Melampiaskan perasaan buruk dengan berteriak, atau marah
akan membantu. Cara yang baik melampiaskan itu semua adalah yang tidak melukai
siapapun. Sekiranya emosi sudah tidak wajar perlu mendapatkan pertolongan dari
orang yang jauh lebih kompeten.
f.
Menghindari rute-rute pelarian
Saat perasaan tidak enak biasanya hadir biasanya orang
akan mencari pelampiasan. Pelampiasan yang menggoda untuk tidur banyak,
menonton sampai lupa waktu, menunda-nunda tanggung jawab, bolos sekolah,
menarik diri, lari ke alkohol dan obat terlarang, dan masih banyak lagi. Emosi tidak
bisa dihindari dengan berlari. Emosi akan lari mengikuti terus.
g.
Menerima fakta tidak enak
Dengan menerima bukan berarti menyerah. Melainkan menerima
segala yang sedih dan buruk dengan besar hati. Tidak perlu membuang energi
untuk sesuatu yang tidak dapat diubah. Jauh lebih bijaksana adalah belajar dari
pengalaman yang pernah terjadi dan terus melangkah maju. Menatap ke depan.
h.
Membantu diri menjadi lebih baik
1)
Fokus pada hal yang mampu dan dapat diubah. Ikut
dalam forum-forum diskusi yang bisa dibuat tanpa melukai diri sendiri ataupun
pihak lain
2)
Menuliskan perasaan-perasaan dalam buku harian. Dengan
menuliskan dapat melegakan ketegangan, kesedihan, dan kemarahan.
3)
Gambarkan perasaan-perasaan yang ada. Tidak perlu
khawatir dengan bagaimana jadinya gambar itu. Tidak perlu berfikir baik atau
buruknya gambar dan kesalahan, yang penting menggambarkannya
4)
Mendengarkan musik yang menyejukkan hati
5)
Membuat sesuatu yang menyenangkan. Membaca buku,
menaiki sepeda dan keliling taman, nonton video, membelai binatang peliharaan
yang disukai, melewatkan waktu bersama teman.
6)
Bermeditasi dan berdoa
7)
Berlatih relakasasi. Dengan berbaring atau duduk
di kursi yang nyaman. Rilekskanlah setiap otot tubuh sambil mengatur nafas. Berfikir
atau kalau perlu ucapkan kepada diri sendiri, “Aku bisa menghadapi ini. Aku
bisa memperbaiki ini. Aku bisa melakukan ini.” Secara berulang-ulang, sehingga
menjadi tenang dan damai.
8)
Melayani orang lain. Melayani orang lain akan
membawa kepada keadaan baru, bagaimana baiknya perasaan kalau fokus untuk
membantu orang lain. Hal ini bukan untuk menghilangkan masalah, namun akan
meningkatkan kemampuan untuk menanganinya.
9)
Menetapkan batas waktu untuk perasaan-peraan
tersebut. Memutuskan bahwa akan baik saja dalam satu jam misalnya, atau sehari,
seminggu lagi. Ada batasan yang jelas dan pasti.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar