Kamis, 20 Februari 2014

Kesetiaan Ala Operator

KESETIAAN ALA  OPERATOR  TELEKOMUNIKASI DI INDONESIA

Operator-operator di Indonesia memberikan iming-iming hadiah yang luar biasa kepada pembeli baru. Pelaku bisnis telekomunikasi memberikan kata pelanggan untuk pembelinya. Para ABG membeli nomer habis bonus dibuang dan membeli kartu baru, menjadi dua pelanggan bagi operator. Pelanggan orang yang membeli (menggunakan dsb) barang (surat kabar dsb) secara tetap. Kamus Besar Bahasa Inonesia memberikan definisi ada syarat tetap dalam kata pelanggan.  Operator mungkin mau mengikat pembeli atau konsumen sebagai pelanggan.
Kesetiaan mengadaikan lama dan selalu sama. Seperti di dalam perkawinan, suami dan istri yang satu dan tidak berganti-ganti adalah suami atau istri yang setia. Kalau kesetiaan itu teruji layak mendapatkan hadiah atau reward. Akan didapat kalau kesetiaan yang nyata dan terbukti. Bukti nyata itu adalah waktu yang bisa membuktikan. Layak atau tidak mendapat hadiah.
Fenomena yang aneh dan berbeda adalah di Indonesia oleh para operator, tidak ada hadiah, reward  bagi pelanggan. Pemakai lama tidak pernah ada hadiah, bonus, bahkan kadang kenaikan tarif untuk mendapatkan bonus berubah-ubah tanpa pemberitahuan. Untuk pembeli baru justru bonus itu selalu baru, banyak, dan menjanjikan.
Beaya murah, banyak bonus, banyak pilihan dan fasilitas justru untuk pembeli baru. Pelanggan lama selalu saja sama, mahal, bonus jarang-jarang.
Menjadi tidak aneh kalau banyak orang mencari pasangan muda dan lebih dimanja, karena ada contoh yang nyata seperti operator telekomunikasi. Kesetiaan macam apakah yang kita  hidupi, sepeerti operator telekomunikasi atau kesetiaan konvensional?


Tidak ada komentar:

Posting Komentar