Perkembangan
Fisik
Individu sejak
dalam kandungan sudah dapat diketahui
jenis kelaminnya. Jenis kelamin bayi terlihat pada karakter seksualnya,
yaitu terhadap pembentukan gorda dan organ kelamin darimasing-masing jenis
kelamin.
Karakter seksualitas atau
faktor seksualitas yang mempengaruhi individu yaitu, faktor kromosom, gonad,
hormon, organ seks internal, organ seks eksternal, pemilihan seks, dan
identitas seksual.
Faktor kromosom
yang menentukan individu ialah apabila dalam inti sel terdapat kromosom XX
berarti anak yang akan lahir perempuan. Bayi akan lahir laki-laki apabila dalam
inti sel terdapat kromosom XY. Gonad atau kelenjar kelamin mentukan jenis
kelamin pribadi anak. Gonad pada anak laki-laki adalah testis dan pada anak
perepuan mempunyai ovarium. Bagi manusia hormon yang dihasilkan oleh kelenjar
kelamin sangat menentukan pertumbuhan badannya sejak sebelum lahir sampai akhir hidupnya terutama masa puber. Hormon
estrogen hasil sekresi ovarium dan hormon testosteron hasil dari testis. Organ seksual internal
menentukan jenis kelamin. Organ kelamin internal laki-laki dan perempuan juga
berbeda. Laki-laki mempunyai saluran mani, kandung mani, dan kelenjar prostat,
sedangkan perempuan mempunyai
organ-organ seks internal indung telur, saluran telur, uterus, dan vagina.
Selain organ seksual internal manusia juga memiliki organ seksual eksternal.
Pada perempuan organ eksternalnya adalah klitoris, bibir kemaluan kecil, dan
bibir kemaluan besar. Pada pria organ kelamin eksternalnya ialah penis dan
skrotum. Maksud dari pemeliharaan seks pada anak laki-laki dan anak perempuan
adalah pendidikan sebagai laki-laki dan
perempuan yang sehat dan normal. Faktor terakhir adalah faktor identitas
seksualnya, dimana pribadi tersebut menerima identitas seksualnya apa adanya
sehingga dapat berperan sebagai laki-laki dan perempuan.
Karakter seksual secara biologis
ditentukan oleh kelenjar-kelenjar hipofise atau pituitrin dan gonada. Gonada
berperan karena menjadi tempat produksi hormon kelamin, sedang pituitrin
mempengaruhi gonada sehingga hormon seksual diproduksi.
Letak kelenjar pituitrin ada di dasar otak. Kelenjar pituitrin biasa juga
disebut sebagi kelenjar pituatari merupakan organisator bagi kelenjar lain,
termasuk gonada. Pengaruh kelenjar ini pada gonada adalah melalui hormon
gonadotropein yang diproduksi pada bagian depan kelenjar hipofise atau pituitrin.
Hormon terpenting yang mempengaruhi jenis kelamin adalah FSH (Follicle
Stimulating Hormone) dan LH (Luteinizing Hormone). Pada laki-laki
dan perempuan tidak ada spesifikasi khusus dari hormon gonade tropein, selain
alamat ke mana hormon itu berpengaruh.
Gonadotropein mempengaruhi
testis pada laki-laki dan ovarium pada perempuan. Pada laki-laki hormon
laki-laki disebut androgen (aner = laki-laki, Lat.) dan hormon
terpenting adalah testosteron. Pada perempuanhormonnya disebut gynecogen (gyne
= perempuan) dengan hormon terpenting estrogen. Sebenarnya pada kedua jenis
kelamin terdapat semua hormon tersebut. Hanya pada laki-laki hormon testosteron
yang dominan dan pada perempuan hormon estrogen yang dominan.
Pembentukan
karakter seksual dimulai pada minggu pertama konsepsi. Embrio yang masih
merupakan organisme yang sangat kecil dan belum terbentuk telah memiliki
gonade, yang disebut gonade primitif. Pada minggu ketujuh embrio telah
menunjukkan perbedaan testis dan ovarium. Pembentukan testis dan ovarium ditentukan
oleh produksi hormon seksual yang diprodulsi embrio tersebut. Jika embrio
memproduksi testosteron dan ada kromosom Y, gonad primitif tadi akan membentuk
testis. Dan apabila embrio tersebut memproduksi estrogen, maka gen-gen yang ada
dalam gonad akan membentuk ovarium.
Kurang lebih usia dua belas minggu atau tiga bulan, diperkirakan otak, tangan,
dan kaki fetus sudah terbentuk. Bersamaan dengan itu testis dan ovarium
berkembang makin sempurna
Anatomi kelamin
perempuan merupakan dasar atau yang pertama. Anatomi kelamin laki-laki
merupakan diferensiasi bentuk kelamin perempuan. Bonggol genital embrional
berubah menjadi penis akibat pengaruh hormon testosteron dan lekukan di
bawahnya terhambat. Perlahan-lahan dasar bagian dalam dari lekuk makin menyempit
dan akhirnya bersambung. Kulit halus
pada kedua sisi bonggol genital embrional mulai bersambung untuk membentuk
skrotum. Testis secara perlahan-lahan turun dari abdomen, sehingga samapai
kira-kira fetus berumur tujuh sampai sembilan bulan, testis telah berada dalam
skrotum.
Saluran dalam
juga mengalami perubahan. Saluran dalam biasa disebut Saluran Muller dan Wolf.
Saluran Muller mengalami degenerasi sehingga yang tersisa adalah Wolf yang
selajutnya berkembang dan berfungsi menjadi saluran internal tunggal sebagai
uretra dan saluran sperma.
Perkembangan
organ kelamin perempuan tidak banyak mengalami tambahan spesifik. Kurangnya
pengarus testosteron, bonggol tidak berkembang menjadi penis seperti pada laki-laki, sedang pada perempuan bonggol
berubah menjadi klitoris. Lekuk atau alur yang berada di bawah bonggol tetap
terbuka, makin menjadi dalam dan membentuk celah kemaluan. Selaput pada ujung
celah kemaluan bagian depan perlahan berubah menjadi bibir kemaluan kecil.
Selaput pada bonggol tidak bersambung dan berkembang menjadi bibir kemaluan
besar. Saluran Muller pada perempuan dipertahankan dan berkembang menjadi
vagina, uterus, dan saluran telur. Saluran Wolf pada perempuan berkembang
menjadi saluran kemih.
Perkembangan
anatomis organ-organ kelamin kedua jenis kelamin berlangsung terus seiring
perkembangan embrio menjadi fetus. Pada saat bayi lahir kira-kira berumur
delapan tahun hipofise menghasilkan FSH dan LH diproduksi dalam jumlah yang sangat banyak
sehingga merangsang testis dan ovarium untuk menghasilkan androgen dan estrogen
dalam jumlah yang sangat besar pula. Produksi androgen yang banyak membuat
testis mampu memproduksi sperma dan ovarium menghasilkan sel telur. Akibat lain
dari hormon estrogen dan androgen adalah pertumbuhan dan perkembangan ciri-ciri
kelamin lainnya.
Hormon androgen
pada laik-laki memberi pengaruh pada berat badan, testis, skrotum, dan larynks yang membesar. Bulu-bulu di sekitar
kemaluan, ketiak, kumis, janggut mulai tumbuh. Produsi sperma mulai meningkat
sehingga memungkinkan mimpi basah. Pengaruh lebih jauh hormon ini pada otak dan
psike laki-laki, sehingga laki-laki merasa tertarik terhadap perempuan,
bangkitnya nafsu kelamin dan ereksi pelir.
Perempuan
dipengaruhi oleh hormon estrogen pada perubahan bentuk badan. hormon ini
membuat buah dada, panggul, uterus, vagina, bibir kemaluan besar, bibir
kemaluan kecil, dan klitoris makin membesar. Tumbuhnya bulu-bulu di sekitar
kemaluan, ketiak, serta menghambat pertumbuhan kumis dan janggut. Pengaruh
lebih jauh hormon ini pada otak dan psike perempuan. Perempuan merasa tertarik
pada laki-laki.
Manusia selain
mempunyai jenis kelamin dengan organ-organ pendukungnya juga memiliki kualitas
psikologis dan sosial sebagai ciri maskulinitas dan feminitas yang terbentuk
berdasar ketentuan kultural atau budaya dan sosial. Ada kualitas tertentu yang
dikembangkan pada jenis kelamin yang satu dan tidak dikembangkan pada jenis
kelamin yang lain. Sebagai contoh banyak budaya melarang anak laki-laki
menangis, sementara pada perempuan tidak ada larangan.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar